Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA DENGAN SISTEM MINA PADI Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Rian Firwara
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.42 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan yang terbaik dengan padat tebar yang berbeda dengan sistem mina padi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Barangan, Dusun Lagon, Desa Keranji Paidang,   Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.  perlakuan A (5 ekor/m2), B (8 ekor/m2), C (11 ekor/m2), D (14 ekor/m2). Variabel pengamatan yang dilakukan adalah Pertambahan panjang ikan, Pertumbuhan berat ikan,  Kelangsungan hidup, dan Kualitas air. Hasil pengamatan penelitian pertambahan panjang  ikan jelawat menunjukkan bahwa perlakuan A (9.17 cm)  lebih baik dari pada perlakuan B (7.83 cm), C (7.10 cm), dan D (5.83). Sedangkan pertumbuhan berat ikan dan kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu berat (24.50 g) dan kelangsungan hidup (89.33 %). Kata kunci: pertumbuhan, ikan jelawat, padat tebar, sistem mina padi.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIINFEKSI JAMUR Saprolegnia sp. Hastiadi Hasan; eka indah raharjo; Dayang Dian Ariyani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.804 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.688

Abstract

ABSTRAK Kemangi (Ocimum sanctum L) adalah salah satu tanaman obat di Indonesia yang telah digunakan secara empiris. Tanaman ini juga diketahui memiliki kandungan zat sebagai antibakteri dan antijamur. Kandungan yang terdapat dalam kemangi antara lain flavonoid, glikosit, asam gallic dan esternya, assam cafeic, dan minyak atsiri yang mengandung eugenol (70,5%) sebagai komponen utama. Selain itu manfaat kemangi masih sangat banyak antara lain orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan cineole, myrcene dan eugenol berfungsi sebagai antibiotik alami dan antiperadangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun kemagi yang optimal terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo dan yang terinfeksi jamur saprolegnia sp.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak kemangi yang diberikan meliputi 0 ppm (control, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, dan 80 ppm. Parameter uji yang diamati adalah tingkat serangan jamur (prevalensi), daya tetas telur (HR), Kelangsungan hidup larva (SR), dan kualitas air. Hasil perendaman telur pada ekstrak kemangi bahwa pada konsentrasi 60 ppm menunjukan hasil terbaik dengan tingkat serangan jamur (pravelensi) 28.67%, daya tetas telur  yang dihasilkan yaitu 71.33%, serta memberikan kelangsungan hidup yang baik yaitu 84.13%. Konsentrasi ekstrak daun kemangi yang optimal untuk mencegah serangan jamur saprolegnia dan daya tetas telur ikan lele dumbo adalah 66.5 ppm Kata Kunci : ekstrak kemangi, telur lele dumbo, Saprolegnia sp.  ABSTRACT Ocimum sanctum L is one of the medicinal plants in Indonesia that has been used empirically. The plant is also known to contain substances as antibacterial and antifungal. the main component of  Ocimum sanctum L  is  flavonoids, glikosit, gallic acid and its esters, assam cafeic, and essential oils that contain eugenol around 70.5%. And actually so many  benefits of it. They are orientin and vicenin that can recovery the cell structure of the body. Then, cineole, myrcene and eugenol can be a natural antibiotic and anti-inflammatory. This research aims to determine the concentration of the leaf extraction of Ocimum sanctum L for hatchability of Clarias gariepinus eggs and a fungus saprolegnia sp. This research used experimental method to completely randomized design, which consists of five treatments and three replications. Treatment concentrations of extracts of basil provided includes 0 ppm (control, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm and 80 ppm, test parameters were the level of fungal attack (prevalence), hatchability rate (HR), Survival rate (SR), and water quality. Results of soaking eggs in extracts of basil that at a concentration of 60 ppm that showed the best results with a degree of fungal attack(pravelensi) 28.67%, hatchability of eggs produced is 71.33%, as well as providing a good survival is 84.13%.  The optimal concentration  of extract for preventing fungal attack  from  Saprolegnia  and hatching eggs is 66.5 ppm. Keywords: ocimum sanctum l extract, egg catfish, Saprolegnia sp.
TEKNIK PEMBIUSAN MENGGUNAKAN SUHU RENDAH PADA SISTEM KERING TERHADAP IKAN TENGADAK (Barbonemus schwanenfeldii) Victorius Bagus Hermawan; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.156 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.266

Abstract

Transportasi ikan hidup merupakan suatu metode pengangkutan ikan dalam kondisi hidup dengan kemasan dan cara tertentu. transportasi ikan hidup sistem kering merupakan hal yang baru, Pada transportasi ikan hidup sistem kering perlu dilakukan proses pemingsanan terlebih dahulu. Pengunaan suhu rendah dapat mengurangi stress, mengurangi kecepatan metabolisme dan konsumsi oksigen.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu pembiusan optimum secara langsung terhadap tingkat kelulusan hidup ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) dalam transportasi tanpa media air (sistem kering). Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu suhu 7oC–8oC, 9oC–10oC, 11oC–12oC, 13oC–14oC dengan 3 ulangan. Sebagai unit percobaan calon induk tengadak  selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masa induksi suhu tercepat untuk memingsankan ikan tengadak adalah 7oC–8oC dengan waktu 119 detik. untuk kelangsungan hidup yang paling lama pada suhu 13oC–14oC selama 6 jam. Suhu yang optimum untuk pengangkutan ikan tengadak calon induk adalah suhu 13oC–14oC.Kata kunci : pembiusan, suhu rendah, sistem kering, tengadak
KONSENTRASI PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KARET (Hevea brasiliensis) YANG BERBEDA UNTUK ANESTESI TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP CALON INDUK IKAN BANDENG (Chanos chanos Forskal) DENGAN METODE TRANSPORTASI TERTUTUP Hastiadi Hasan; Farida .; Guruh Ertiyasa
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.737 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.699

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi ekstrak biji karet untuk anestesi calon induk ikan bandeng. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan ke dalaman air yaitu A (kontrol), B (5 mL/L), C (10 mL/L) dan D (15 mL/L)dengan tiga kali ulangan. Analisis statistic menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata jujur (BNJ) dan Uji Beda NyataTerkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak biji karet yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup calon induk ikan bandeng yang berbeda sangat nyata. Dari hasil penelitian diperoleh data konsentrasi  ekstrak biji karet untuk kelangsungan hidup yang terbaik pada perlakuan B (5 mL/L) yaitukelangsungan hidupsebesar100 %. Kata Kunci :Ekstrak biji karet, KelangsunganHidup, ikan bandeng
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SAWI SEBAGAI SUMBER BAHAN PENYUSUN PAKAN BENIH IKAN BIAWAN (Helostoma temmincki) Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Andriani Zulmi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.77 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.483

Abstract

Mengkonsumsi sawi dapat mencegah arthritis, osteoporosis, anemia defesiensi zat besi dan diyakini melindungi dari berbagai penyakit.Daun sawi juga merupakan sumber yang sangat baik dari asam folat.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase yang optimal dari limbah organik sawi dalam pembuatan ransum pakan untuk menghasilkan pertumbuhan dan kelansungan hidup benih ikan biawan yang baik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Maret sampai dengan 21 Mei  di laboratorium basah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan  pelaksanaan 60 hari. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan Perlakuan A, pakan tanpa  limbah organic, Perlakuan B 20% Perlakuan C 30%, Perlakuan D 40% dari berat total pakan. Parameter pengatan  yang dilakukan adalah, retensi protein dan lemak, pertumbuhan harian, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penambahan limbah sawi pada pembuatan pakan buatan yang optimal terdapat pada penambahan limbah sawi sebanyak 20% dari total pakan. Retensi protein dan lemak 11,57% dn 378,98%.  Kata kunci : sawi, pellet, ikan biawan.
PEMANFAATAN SILASE JEROAN IKAN NILA SEBAGAI SUMBER BAHAN PENYUSUN PAKAN BUATAN PADA BENIH IKAN BIAWAN (Helostoma temminckii ) Muhammad Fahri; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.505 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.488

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase dari silase jeroan ikan nila dalam pembuatan ransum pakan sehingga menghasilkan pertumbuhan dan kelansungan hidup benih ikan biawan yang baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret- April dilaboratorium basah (Wet Lab) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan lama pelaksanaan selama 50 hari. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) denagan empat perlakuan dan tiga kali ulangan menurut Hanafiah, (1993). Adapun perlakuan yang digunakan sebagai berikut: Perlakuan A, pakan tanpa silase jeroan ikan nila (kontrol), Perlakuan B, pakan dengan persentase silase jeroan ikan nila 20% dari berat total pakan, Perlakuan C, Pakan dengan persentase silase jeroan ikan nila 30% dari berat total pakan, Perlakuan D, pakan dengan perentase silase jeroan ikan nila 40% dari berat total pakan. Ikan uji di masukan ke dalam aqurium sebanyak 15 ekor dengan ukuran 8-12 cm Pakan uji yang digunakan mengandung protein 35% pemberian pakan untuk benih ikan biawan sebanyak 5% dari berat tubuh dengan frekuensi sebanyak 3 kali sehari,  hasil penelitian menunjukan retensi protein, retensi lemak, konsumsi pakan harian, pertumbuhan harian, efesiensi pakan dan kelansungan hidup ikan menunjukan antar perlakuan berbeda sangat nyata (P < 0.01). perlakuan C dengan kandungan silase jeroan ikan nila sebesar 30% memberikan nilai tertinggi untuk  laju pertumbuhan  harian 1,13% dan efesiensi pakan 23,78% Kata kunci: Ikan Biawan, Silase Jeroan Ikan Nila, Pakan
PENGARUH SERBUK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP HEMATOLOGI IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) YANG DIUJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Eko Prasetio; Muhammad Fakhrudin; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.736 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.721

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Morile Aeromonad Sepricemia (MAS). Pada penelitian ini, pakan yang mengandung serbuk lidah buaya diaplikasikan sebagai imunostimulan untuk mengobati penyakit MAS pada ikan jelawat (Lebtobarbus hoeveni). Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/kg pakan serbuk), B (KP 0 g/kg pakan serbuk), C (10 ppt 10 g/kg pakan serbuk), D (20 g/kg pakan serbuk) dan E (40 g/kg pakan serbuk). Ikan uji diberikan pakan perlakuan selama 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Sedangkan variabel pengamatan meliputi gejala klinis, respon makan, pertambahan bobot, organ dalamdan kelangsungan hidup.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gambaran sel darah merah, sel darah putih, hematokrit dan haemoglobin menunjukan hasil terbaik perlakuan serbuk lidah buaya  40 ppt. Sedangkan pakan yang mengandung serbuk lidah buaya sebanyak 10, 20, dan 40 g/kg dapat mengurangi tingkat mortalitas dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Pemberian serbuk lidah buaya melalui pakan memeberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat pasca infeksi. Dosis serbuk lidah buaya 40 g/kg menunjukkan hasil terbaik dan berbeda sangat nyata dengan dosis yang lain.  Kata kunci: Lidah buaya, Ikan Jelawat , Aeromonas hydrophila,Organ Dalam, Kelangsungan Hidup
EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda cirtifolia) UNTUK MENGURANGI TINGKAT KANIBALISME BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp) DENGAN METODE BIOENKAPSULASI Muhammad Teguh Selvyan; Hastiadi Hasan; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.229 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.267

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ekstrak buah mengkudu yang optimal untuk menguragi tingkat kanibalisme benih ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp). Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 kali ulangan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu ekstrak buah mengkudu  Perlakuan A kadar ekstrak mengkudu 0 mg/l, Perlakuan B kadar ekstrak mengkudu 5 mg/l, Perlakuan C kadar ekstrak mengkudu 10mg/l, Perlakuan D kadar ekstrak mengkudu 15 mg/l, Perlakuan E kadar ekstrak mengkudu 20 mg/l. Variabel yang diamati dan dianalisa adalah : Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air. Hasil penelitian menunjukan Kadar ekstrak mengkudu sebanyak 10.7 mg/l adalah kadar ekstrak mengkudu terbaik untuk mengurangi kanibalisme dan kelangsungan hidup benih ikan lele sangkuriang. Kadar optimal untuk menambah kelangsungan hidup benih  ikan lele sangkuriang adalah 10.7 mg/l. Dalam pemanfaatan ektrak mengkudu untuk perendaman pakan ikan lele berupa cacing tubifex, disarankan agar menggunakan ekstrak mengkudu yang optimal sebanyak 10.7 mg/l agar pemanfaatan senyawa scopoletin dalam ekstrak mengkudu didalam tubuh ikan berlangsung secara maksimal untuk mengurangi kanibalisme benih ikan lele sangkuriang. Kata kunci : Buah Mengkudu, Laju Pemangsaan Kanibalisme, Kelangsungan hidup, Tingkah Laku Ikan, Kualitas Air
KERAGAMAN GENETIK IKAN KELABAU PADI (Osteochilus schlegeli Blkr) ASAL PERAIRAN UMUM KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN ANALISIS KARAKTER MORFOMETRIK Novita Ratnasari; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.548 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.489

Abstract

Ikan kelabau padi merupakan ikan asli kalimantan yang potensial untuk dikembangkan.  Penelitian keragaman genetik ikan kelabau padi bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik ikan kelabau padi yang berasal dari perairan umum Kalimantan Barat berdasarkan karakter morfometriknya. Pengukuran morfometrik dilakukan dengan analisis Component Analysis (PCA) atau komponen utama,serta hubungan kekerabatan interpopulasi dianalisis berdasarkan jarak genetik dengan program SPSS versi 17 yang disajikan dalam bentuk dendogram. Hasil analisis dendogram menyebutkan bahwa stok populasi ikan kelabau dapat dibagi menjadi dua yaitu stok populasi asal Danau Sentarum (Kapuas Hulu) dan Sungai Melawi (Melawi) serta stok populasi asal Sungai Sekayam (Sanggau) dan Sungai Kapuas (Kubu Raya). Nilai koefisien keragaman tertinggi di peroleh asal Danau Sentarum (Kapuas Hulu) 10.77%, Sungai Kapuas (Kubu Raya) 10.43%, Sungai Melawi (Melawi) 9,24% dan Sungai Sekayam (Sanggau) 6.89%.Kata kunci: kelabau padi, truss morfometrik, Kalimantan Barat
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN SUNGAI AMBAWANG DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBU RAYA UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN Hastiadi Hasan; eko prasetio; Siti Muthia
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.405 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.698

Abstract

ABSTRAK Air merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat di alam dengan jumlah besar akan tetapi ketersediaan air yang memenuhi syarat bagi kehidupan ikan relatif sedikit karena dibatasi oleh berbagai faktor.Usaha budidaya perikanan saat ini semakin berkembang, mulai dari keragaman jenis komoditas hingga teknologi budidayanya serta pemanfaatan tempat atau lahan budidaya. Salah satu wilayah perairan Kalimantan Barat yang belum termanfaatkan secara optimal dari segi perikanan yaitu sungai Ambawang yang merupakan anak dari sungai Landak yang bermuara di sungai Kapuas.Penelitian ini dilaksanakan di perairan Sungai Ambawang  Kecamatan Sungai Ambawang Kabupatan Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, yang dilakukan dalam 4 titik lokasi pengambilan sampel. Sedangkan analisis sedimen dan plankton dilakukan dilingkungan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung maupun hasil uji laboratorium didapat nilai suhu rata-rata berkisar antara 26-280 C, kecerahan 11-15, kecepatan arus 0,30-0,61 m/det, nilai TSS 60 – 70 mg/ L, nilai TDS 60-70 mg/L, DO 3 – 4,5 mg/L, nilai pH 3,3 – 4,6. Hasil analisis skoring masing-masing stasiun saat pasang yaitu di stasiun 1senilai 65 masih tergolong sesuai untuk dilakukan kegiatan budidaya sedangkan pada stasiun 2, stasiun 3 danstasiun 4 senilai 63 digolongkan tidak sesuai untuk dilakukan kegiatan budidaya. Skor saat surut yaitu padastasiun 1dan stasiun 2 senilai 59, pada stasiun 3 dan stasiun 4 senilai 54. Dan semua stasiun tersebut tidak sesuai digunakan untuk kegiatan budidaya perikanan. Rata-rata hasil analisis kesesuaian kualitas air di sungai Ambawang menunjukan bahwa perairan tersebut tidak sesuai atau tidak dapat digunakan sebagai media budidaya perikanan secara langsung di lapangan. Kata Kunci: Analisis, parameter air, kelayakan perairan