Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TENGADAK YANG DIBERI Brachionus sp DIPERKAYA WORTEL SEBAGAI SUMBER BETA KAROTEN hendra .; Hastiadi Hasan; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.758 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.482

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan tengadak yang diberi Brachionus diperkaya wortel sebagai sumber beta karoten. Larva ikan tengadak yang berumur 1 hari setelah menetas dipelihara dalam toples dengan volume 2 liter diisi air sebanyak 1 liter dengan kepadatan 20 ekor/L sebanyak 12 buah. Toples ditempatkan dalam ruangan heatchery dan dilengkapi dengan aerator. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu A (kontrol/tanpa pengkayaan), B (Brachionus yang diperkaya wortel 40 g/L), C (Brachionus yang diperkaya wortel 60 g/L) dan D (Brachionus yang diperkaya wortel 80 g/L). Pengkayaan dilakukan dengan cara menginkubasi Brachionus selama 2,5 jam dalam larutan yan mengandung wortel yang telah diblender. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan tengadak yang diperkaya dengan wortel ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanpa pengkayaan. Namun perlakuan yang terbaik didapatkan pada perlakuan D dengan pertumbuhan berat sebesar 0,58%, pertumbuhan panjang 6,38% dan kelangsungan hidup 61,67%. Kata Kunci: larva ikan tengadak, Brachionus sp, pertumbuhan, kelangsungan hidup, pengkayaan, wortel.
Pemanfaatan Ekstrak Biji Buah Keben (Barringtonia asiatica) dalam proses Anestesi pada Transportasi Sistem Tertutup Calon Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio) Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Bobi Hastomo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.108 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.497

Abstract

Keben (Barringtonia asiatica) merupakan tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan pembius terhadap calon induk ikan mas. Tanaman keben mengandung senyawa saponin, asam galat dan asam hidrosianat yang bersifat memabukan dan dapat digunakan sebagai zat pembius atau penghilang kesadaran karena biji buah keben bersifat anetesi. Pembuatan ekstrak biji buah keben yaitu biji yang sudah kering ditumbuk sampai halus sehingga menjadi serbuk kemudian serbuk tersebut di campur etanol dengan tujuan untuk mengurangi kadar racun yang terdapat pada biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pembiusan ekstrak biji buah keben  yang optimal sebagai bahan pembius terhadap kelangsungan hidup calon induk ikan mas. Penelitian dilaksanakan pada tangga l 3 – 17 November 2013 di  laboratorium budidaya perairan fakultas perikanan universitas  muhammadiyah pontianak. Ikan uji yang digunakan calon induk ikan mas dengan berat 500-1000 gr dengan kepadatan 3 ekor per wadah penelitian dan diujikan ke dalam kantong packing yang berisi 3 liter air dengan menggunakan dosis 2 ml/L, 4 ml/L, dan 6 ml/L.Bahan yang diuji mengunakan ekstrak biji buah keben digunakan sesuai dengan masing-masing perlakuan. Tahapan penelitian ini terdiri dari penghitungan lama induksi ikan, lama waktu ikan pingsan dan lama waktu pulih sadar ikan. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kelangsungan hidup tertinggi yaitu pada dosis 4 ml/L yaitu mencapai 80%. Kata kunci: anesthesia, lemongrass oil in the trasport of  calon induk ikan mas seed closed
EKTSRAK DAUN SIRIH (Piper betle L) UNTUK PENCEGAHAN IFEKSI JAMUR SAPROLEGNIA SP. PADA TELUR IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus) Rivanto .; Inawaty sidabalok; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.532 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi yang efektif untuk pencegahan serangan jamur terhadap telur ikan patin pada proses penetasan. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Anjongan Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi ekstrak daun sirih antara lain adalah, perlakuan A (control), B (0,3g/L), C (0,6g/L), D (0,9g/L) dan E (1,2g/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah Uji daya Hambat jamur, Prevalensi jamur, Daya tetas telur, dan Kualitas air. Hasil pengamatan penelitian perendaman telur ikan patin dengan ekstrak daun sirih  sebagai anti jamur menunjukkan bahwa kosentrasi 0,90g/L menunjukan efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur, sedangkan kosentrasi 0,65g/l memberikan daya tetas telur ikan patin tertinggi.Kata kunci : Ekstrak Daun Sirih, Pencegahan Jamur Saprolegnia sp, Telur Ikan Patin.
PERTUMBUHAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA DENGAN SISTEM MINA PADI Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Rian Firwara
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.42 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan yang terbaik dengan padat tebar yang berbeda dengan sistem mina padi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Barangan, Dusun Lagon, Desa Keranji Paidang,   Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.  perlakuan A (5 ekor/m2), B (8 ekor/m2), C (11 ekor/m2), D (14 ekor/m2). Variabel pengamatan yang dilakukan adalah Pertambahan panjang ikan, Pertumbuhan berat ikan,  Kelangsungan hidup, dan Kualitas air. Hasil pengamatan penelitian pertambahan panjang  ikan jelawat menunjukkan bahwa perlakuan A (9.17 cm)  lebih baik dari pada perlakuan B (7.83 cm), C (7.10 cm), dan D (5.83). Sedangkan pertumbuhan berat ikan dan kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu berat (24.50 g) dan kelangsungan hidup (89.33 %). Kata kunci: pertumbuhan, ikan jelawat, padat tebar, sistem mina padi.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIINFEKSI JAMUR Saprolegnia sp. Hastiadi Hasan; eka indah raharjo; Dayang Dian Ariyani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.804 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.688

Abstract

ABSTRAK Kemangi (Ocimum sanctum L) adalah salah satu tanaman obat di Indonesia yang telah digunakan secara empiris. Tanaman ini juga diketahui memiliki kandungan zat sebagai antibakteri dan antijamur. Kandungan yang terdapat dalam kemangi antara lain flavonoid, glikosit, asam gallic dan esternya, assam cafeic, dan minyak atsiri yang mengandung eugenol (70,5%) sebagai komponen utama. Selain itu manfaat kemangi masih sangat banyak antara lain orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan cineole, myrcene dan eugenol berfungsi sebagai antibiotik alami dan antiperadangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun kemagi yang optimal terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo dan yang terinfeksi jamur saprolegnia sp.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak kemangi yang diberikan meliputi 0 ppm (control, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, dan 80 ppm. Parameter uji yang diamati adalah tingkat serangan jamur (prevalensi), daya tetas telur (HR), Kelangsungan hidup larva (SR), dan kualitas air. Hasil perendaman telur pada ekstrak kemangi bahwa pada konsentrasi 60 ppm menunjukan hasil terbaik dengan tingkat serangan jamur (pravelensi) 28.67%, daya tetas telur  yang dihasilkan yaitu 71.33%, serta memberikan kelangsungan hidup yang baik yaitu 84.13%. Konsentrasi ekstrak daun kemangi yang optimal untuk mencegah serangan jamur saprolegnia dan daya tetas telur ikan lele dumbo adalah 66.5 ppm Kata Kunci : ekstrak kemangi, telur lele dumbo, Saprolegnia sp.  ABSTRACT Ocimum sanctum L is one of the medicinal plants in Indonesia that has been used empirically. The plant is also known to contain substances as antibacterial and antifungal. the main component of  Ocimum sanctum L  is  flavonoids, glikosit, gallic acid and its esters, assam cafeic, and essential oils that contain eugenol around 70.5%. And actually so many  benefits of it. They are orientin and vicenin that can recovery the cell structure of the body. Then, cineole, myrcene and eugenol can be a natural antibiotic and anti-inflammatory. This research aims to determine the concentration of the leaf extraction of Ocimum sanctum L for hatchability of Clarias gariepinus eggs and a fungus saprolegnia sp. This research used experimental method to completely randomized design, which consists of five treatments and three replications. Treatment concentrations of extracts of basil provided includes 0 ppm (control, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm and 80 ppm, test parameters were the level of fungal attack (prevalence), hatchability rate (HR), Survival rate (SR), and water quality. Results of soaking eggs in extracts of basil that at a concentration of 60 ppm that showed the best results with a degree of fungal attack(pravelensi) 28.67%, hatchability of eggs produced is 71.33%, as well as providing a good survival is 84.13%.  The optimal concentration  of extract for preventing fungal attack  from  Saprolegnia  and hatching eggs is 66.5 ppm. Keywords: ocimum sanctum l extract, egg catfish, Saprolegnia sp.
TEKNIK PEMBIUSAN MENGGUNAKAN SUHU RENDAH PADA SISTEM KERING TERHADAP IKAN TENGADAK (Barbonemus schwanenfeldii) Victorius Bagus Hermawan; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.156 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.266

Abstract

Transportasi ikan hidup merupakan suatu metode pengangkutan ikan dalam kondisi hidup dengan kemasan dan cara tertentu. transportasi ikan hidup sistem kering merupakan hal yang baru, Pada transportasi ikan hidup sistem kering perlu dilakukan proses pemingsanan terlebih dahulu. Pengunaan suhu rendah dapat mengurangi stress, mengurangi kecepatan metabolisme dan konsumsi oksigen.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu pembiusan optimum secara langsung terhadap tingkat kelulusan hidup ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) dalam transportasi tanpa media air (sistem kering). Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu suhu 7oC–8oC, 9oC–10oC, 11oC–12oC, 13oC–14oC dengan 3 ulangan. Sebagai unit percobaan calon induk tengadak  selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masa induksi suhu tercepat untuk memingsankan ikan tengadak adalah 7oC–8oC dengan waktu 119 detik. untuk kelangsungan hidup yang paling lama pada suhu 13oC–14oC selama 6 jam. Suhu yang optimum untuk pengangkutan ikan tengadak calon induk adalah suhu 13oC–14oC.Kata kunci : pembiusan, suhu rendah, sistem kering, tengadak
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SAWI SEBAGAI SUMBER BAHAN PENYUSUN PAKAN BENIH IKAN BIAWAN (Helostoma temmincki) Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Andriani Zulmi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.77 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.483

Abstract

Mengkonsumsi sawi dapat mencegah arthritis, osteoporosis, anemia defesiensi zat besi dan diyakini melindungi dari berbagai penyakit.Daun sawi juga merupakan sumber yang sangat baik dari asam folat.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase yang optimal dari limbah organik sawi dalam pembuatan ransum pakan untuk menghasilkan pertumbuhan dan kelansungan hidup benih ikan biawan yang baik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Maret sampai dengan 21 Mei  di laboratorium basah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan  pelaksanaan 60 hari. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan Perlakuan A, pakan tanpa  limbah organic, Perlakuan B 20% Perlakuan C 30%, Perlakuan D 40% dari berat total pakan. Parameter pengatan  yang dilakukan adalah, retensi protein dan lemak, pertumbuhan harian, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penambahan limbah sawi pada pembuatan pakan buatan yang optimal terdapat pada penambahan limbah sawi sebanyak 20% dari total pakan. Retensi protein dan lemak 11,57% dn 378,98%.  Kata kunci : sawi, pellet, ikan biawan.
KONSENTRASI PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KARET (Hevea brasiliensis) YANG BERBEDA UNTUK ANESTESI TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP CALON INDUK IKAN BANDENG (Chanos chanos Forskal) DENGAN METODE TRANSPORTASI TERTUTUP Hastiadi Hasan; Farida .; Guruh Ertiyasa
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.737 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.699

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi ekstrak biji karet untuk anestesi calon induk ikan bandeng. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan ke dalaman air yaitu A (kontrol), B (5 mL/L), C (10 mL/L) dan D (15 mL/L)dengan tiga kali ulangan. Analisis statistic menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata jujur (BNJ) dan Uji Beda NyataTerkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak biji karet yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup calon induk ikan bandeng yang berbeda sangat nyata. Dari hasil penelitian diperoleh data konsentrasi  ekstrak biji karet untuk kelangsungan hidup yang terbaik pada perlakuan B (5 mL/L) yaitukelangsungan hidupsebesar100 %. Kata Kunci :Ekstrak biji karet, KelangsunganHidup, ikan bandeng
The establishment of farmer groups in increasing agricultural productivity in Ketapang Regency Novira Kusrini; Hastiadi Hasan; Rudi Alfian; Maswadi
Tanjungpura International Journal on Dynamics Economics, Social Sciences and Agribusiness Vol. 4 No. 2 (2023): Tanjungpura International Journal On Dynamics Economic, Social Sciences and Agr
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tijdessa.v4i2.43

Abstract

: In order to promote farming operations and enhance the welfare of the farmers themselves, there is an urgent and essential requirement for farmers to strengthen farmer group structures. However, most farmers still don't understand the importance of farmer groups, particularly in Ketapang Regency. Therefore, the goal of this research is to determine how farmers perceive the role that farmer groups have played thus far, as well as what institutional issues are preventing and encouraging an increase in agricultural production. In order to determine the best course of action for raising agricultural output in Ketapang Regency. The research is conducted in 6 sub-districts in Ketapang Regency. While the respondents were food crop and vegetable farmers come to 60 people. The method of taking respondents is by purposive sampling. The results of the study show that the institutional role of production facilities, agricultural machinery, capital and marketing has not run optimally. It is necessary to strengthen institutions so that it is expected to increase farmers' access to these institutions. Acceleration of borrowing agricultural tools and sharing information is a priority effort to do because it has an impact on increasing agricultural productivity in Ketapang Regency.