Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STUDY OF GUIDANCE AND COUNSELING FOR ELDERLY: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mahardika, Nur; Suherman, Uman; Taufiq, Agus; Saripah, Ipah
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2024) / In Press
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v15i1.12547

Abstract

This study aims to describe the results of research on: trends and tendencies in research on guidance and counseling for the elderly.This study combines various perspectives to map and analyze the landscape of research on guidance and counseling for the elderly and uses 134 articles. This study was conducted in 2024 using the Scopus database as a data source. The data collection technique used was a systematic literature review to identify articles related to guidance and counseling for the elderly published in the last 10 years (2014-2024). Using the Scopus database, journals, citations, authors, and keywords were identified.This study identifies annual research trends, lists influential articles, and reveals research trends on guidance and counseling for the elderly in the last 10 years. As an innovative feature of this study, this study categorizes the identified techniques, approaches, and subjects based on their contextual dependencies to explain their reciprocal relationships. It is hoped that this study can support decision makers and practitioners in developing strategies to implement sustainable guidance and counseling for the elderly.
PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGELOLA STRES Mahardika, Nur
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.245 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.556

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan program bimbingan kelompok untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola stress. Stres merupakan gejala harian yang wajar dan pasti dialami oleh setiap individu, yang dapat berdampak baik terhadap aspek fisik maupun psikis. Stres dapat mempengaruhi perilaku seseorang, tergantung bagaimana ia menghadapi kondisi yang menimbulkan stres. Dengan demikian, stres dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada tiap individu. Bimbingan kelompok dengan teknik mind mapping patut diduga bahwa kemampuan mengelola stres siswa akan meningkat. Hal ini disebabkan karena peta pikiran memungkinkan penggunaan unsur-unsur kreativitas seperti gambar, bentuk, warna, dan lainnya dalam membentuk representasi mental. Sebagai contoh, catatan materi bimbingan kelompok yang dimiliki siswa dapat dituangkan ke dalam mind mapping melalui gambar, simbol, warna.
Efektivitas Konseling Mindfulness Untuk Mengurangi Stres Pada Lansia Mahardika, Nur
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v4i2.1705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling mindfulness dalam mengurangi tingkat stres pada lansia. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya populasi lansia di Indonesia yang diiringi dengan berbagai permasalahan psikologis, terutama stres akibat perubahan peran sosial, penurunan kondisi fisik, serta kesepian. Konseling berbasis mindfulness dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk membantu lansia mencapai ketenangan batin melalui kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini tanpa penilaian. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 orang lansia yang berusia antara 60–75 tahun dan tinggal di salah satu panti sosial di Jawa Tengah. Instrumen pengumpulan data menggunakan Skala Stres Lansia yang disusun berdasarkan dimensi stres psikologis. Intervensi konseling mindfulness dilakukan dalam 6 sesi pertemuan, masing-masing berdurasi 60 menit, dengan teknik utama berupa latihan pernapasan sadar, meditasi tubuh, dan refleksi pengalaman diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat stres lansia setelah mengikuti konseling mindfulness (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling mindfulness efektif membantu lansia mengelola stres melalui peningkatan kesadaran diri dan penerimaan terhadap kondisi hidupnya. Dengan demikian, intervensi mindfulness dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kesehatan mental lansia, baik di panti sosial maupun di komunitas masyarakat.
Media Anatomy-Based Literacy Terintegrasi Multimodal Counseling sebagai Penguatan Kompetensi Guru dan Kepribadian Produktif di Pendowo Kudus Mahardika, Nur; Masfuah, Siti; Adiyono, Soni; Fakhriyah, Fina
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.271

Abstract

The Anatomy-Based Literacy Media Integrated Multimodal Counseling Program was designed in response to the lack of inclusive learning media for blind students in Pendowo Kudus, which results in low conceptual understanding and learning motivation as well as limited competence of guidance and counseling teachers in multisensorial technology. The community service methodology includes the development of tactile media such as 3D anatomical models, Braille books, and audio narratives teacher training in the use of inclusive media and multimodal counseling techniques, implementation in guidance sessions, and evaluation using quantitative (literacy tests, teacher competency surveys) and qualitative (interviews, observations of student personality) methods. The evaluation results show important achievements: understanding of anatomical concepts by blind students increased significantly through exploration of 3D tactile models, consistent with the finding that “blind students’ tactile perception is significantly more developed” and improves learning performance compared to conventional visual methods; teachers’ competence increased significantly in designing and using inclusive media and implementing multisensorial counseling effectively; and students’ productive personality aspects, such as self-confidence, independence, and creativity, developed positively. This confirms the effectiveness of the multimodal approach in strengthening teacher competency and facilitating the formation of productive personalities of blind students; thus, this program is recommended as an effective inclusive guidance and counseling service model to be replicated in other inclusive schools.
EFEKTIVITAS KONSELING NARATIF DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PADA INDIVIDU LANJUT USIA DI PANTI WREDHA Mahardika, Nur; Sari, Siwi Vilia Intan
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol17.iss2.art7

Abstract

ABSTRACT: Self-acceptance is a key aspect of psychological well-being, reflecting an individual’s ability to positively embrace personal strengths and weaknesses. Elderly residents in nursing homes often face psychological challenges that can reduce self-acceptance, such as loss of social roles, declining health, and limited interactions. This study aimed to examine the effectiveness of narrative counseling in improving self-acceptance among elderly individuals in a nursing home. The research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group model. Participants consisted of 20 elderly individuals (10 experimental group, 10 control group) selected purposively. The analysis revealed a significant increase in self-acceptance in the experimental group compared to the control group. These findings suggest that narrative counseling is an effective psychological intervention to help elderly individuals develop a positive view of themselves, contributing to improved quality of life. Key words: Elderly, narrative counseling, self-acceptance. ABSTRAK: Penerimaan diri merupakan salah satu aspek penting dari kesejahteraan psikologis yang mencerminkan kemampuan individu untuk menerima kelebihan dan kekurangan dirinya secara positif. Individu lanjut usia di panti wredha sering menghadapi tantangan psikologis yang dapat menurunkan tingkat penerimaan diri, seperti kehilangan peran sosial, kesehatan yang menurun, dan keterbatasan interaksi. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling naratif dalam meningkatkan penerimaan diri pada lansia di panti wredha. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan model pretest-posttest control group. Subjek berjumlah 20 lansia (10 kelompok eksperimen, 10 kelompok kontrol) yang dipilih secara purposif. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan penerimaan diri pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling naratif efektif digunakan sebagai intervensi psikologis untuk membantu lansia mengembangkan pandangan positif terhadap diri mereka, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup. Kata kunci: Konseling naratif, lansia, penerimaan diri.
EFEKTIVITAS KONSELING NARATIF DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PADA INDIVIDU LANJUT USIA DI PANTI WREDHA Mahardika, Nur; Sari, Siwi Vilia Intan
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol17.iss2.art7

Abstract

ABSTRACT: Self-acceptance is a key aspect of psychological well-being, reflecting an individual’s ability to positively embrace personal strengths and weaknesses. Elderly residents in nursing homes often face psychological challenges that can reduce self-acceptance, such as loss of social roles, declining health, and limited interactions. This study aimed to examine the effectiveness of narrative counseling in improving self-acceptance among elderly individuals in a nursing home. The research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group model. Participants consisted of 20 elderly individuals (10 experimental group, 10 control group) selected purposively. The analysis revealed a significant increase in self-acceptance in the experimental group compared to the control group. These findings suggest that narrative counseling is an effective psychological intervention to help elderly individuals develop a positive view of themselves, contributing to improved quality of life. Key words: Elderly, narrative counseling, self-acceptance. ABSTRAK: Penerimaan diri merupakan salah satu aspek penting dari kesejahteraan psikologis yang mencerminkan kemampuan individu untuk menerima kelebihan dan kekurangan dirinya secara positif. Individu lanjut usia di panti wredha sering menghadapi tantangan psikologis yang dapat menurunkan tingkat penerimaan diri, seperti kehilangan peran sosial, kesehatan yang menurun, dan keterbatasan interaksi. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling naratif dalam meningkatkan penerimaan diri pada lansia di panti wredha. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan model pretest-posttest control group. Subjek berjumlah 20 lansia (10 kelompok eksperimen, 10 kelompok kontrol) yang dipilih secara purposif. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan penerimaan diri pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling naratif efektif digunakan sebagai intervensi psikologis untuk membantu lansia mengembangkan pandangan positif terhadap diri mereka, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup. Kata kunci: Konseling naratif, lansia, penerimaan diri.
IMPLEMENTING INTERCULTURE TO IMPROVE SELF-CONFIDENCE OF CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS Nur Mahardika; Sekar Dwi Ardianti; Savitri Wanabuliandari; Mahardika Supratiwi; Priyono Priyono
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7 Number 2 (April 2026)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v7i2.7183

Abstract

Observations in several Inclusive Elementary Schools in Kudus Regency show that students with special needs still experience significant challenges in participating in the learning process. The urgency of this research lies in the need to improve the self-confidence of students with special needs. This study aims to assess the effectiveness of the Interactive Educational Game Media Based on Ethnic Culture (INTERCULTURE) in enhancing the self-confidence of students with special needs. The research method employed is quantitative, with a Pre-Experimental One-Group Pretest–Posttest Design. In this design, students are given a pretest to assess their self-confidence, followed by treatment through INTERCULTURE media-based learning activities, and then a posttest to determine whether there is a significant change after the intervention. Data collection was conducted using test instruments to assess students’ self-confidence. Data analysis was conducted using the Paired Sample t-Test and the N-Gain Test. The results of this analysis indicate a significant improvement in the self-confidence of students with special needs after using the INTERCULTURE media.
DIGITAL PANTUN AS A LITERARY CRITICISM ECO-CRITICS: AN IMAGINATIONAL SPACE FOR IMPROVING EXPRESSION AND SOCIAL INTERACTION FOR PEOPLE WITH MENTAL DISABILITIES Irfai Fathurohman; Nur Mahardika; Himmatul Ulya; Wawan Shokib Rondli; Riyan Dwi Cahyaningsih
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Number 1 (January 2026)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v7i1.6602

Abstract

The lack of creative expression space that is able to integrate literary aesthetic values with psychosocial functions, especially in building emotional balance and social interaction for people with mental disabilities, is an urgent issue in this study. The purpose of this study is to examine and develop the utilisation of digital pantun as a form of ecocriticism and literature criticism, as well as an imagination therapy medium for people with mental disabilities. The relationship between humans and nature, as expressed through ecological symbols and the imagination in the pantun, makes ecocriticism relevant to this research. The research method uses an interpretative qualitative approach with eco-critical analysis of digital pantun texts, as well as participatory observation and in-depth interviews to see the impact of the application of digital pantun in imagination therapy activities at the Muria Jaya Social Service Centre (RPSDM) Muria Jaya Kudus Regency. Research results show that digital pantuns infused with ecological imagination can be a fun means of expression, facilitating social communication among beneficiaries and building simple environmental awareness through poetic language. The integration of eco-criticism and imagination therapy forms an innovative model that not only strengthens the academic study of literature but also makes a real contribution to improving the quality of life for people with mental disabilities. This study confirms that literature, especially pantun, has social and therapeutic transformational power when contextualised in digital space and inclusive practice.
Meningkatkan Perilaku Sopan Santun Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Didik Puji Utomo; Masturi Masturi; Nur Mahardika
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.6473

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; 1.Mendeskripsikan upaya meningkatkan perilaku sopan santun melalui layanan bimbingan kelompok dengan Teknik sosiodrama pada remaja di Ds. Wonoketingal 02/07 Kec. Karanganyar. Memperoleh peningkatan perilaku sopan santun melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama pada remaja di Ds. Wonoketingal 02/07 Kec. Karanganyar Kab. Demak. Penelitian ini didesain dengan menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Jenis metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan purposive samplingsebagai pengambilan sampel untuk subjek penelitian ditetapkan lima remaja  yang memiliki masalah sopan santun di Desa Wonoketingal. masalah sopan santun di Desa Wonoketingal. Simpulan peneliti dapat memperoleh peningkatan perilaku sopan santun setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik Sosiodrama. Berdasarkan hasil skor akhir yang diperoleh, perilaku sopan santun siswa memperoleh peningkatan sebanyak 29 skor.
Konseling Gestalt Dengan Teknik Kursi Kosong Untuk Meningkatkan Self Esteem Pada Siswa An Nisa Nur Afifah; Susilo Rahardjo; Nur Mahardika
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.6475

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan self esteem siswa SMP Negeri 2 Undaan rendah. 2. Mengetahui efektivitas layanan konseling Gestalt dengan teknik kursi kosong (empty chair) dalam meningkatkan self esteem siswa SMP Negeri 2 Undaan. Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian dua konseli, kelas VII-E SMP N 2 Undaan Kudus yang memiliki self esteem yang rendah. Setelah mendapatkan subyek penelitian, peneliti mengumpulkan data subyek yang berkenaan dengan masalah self esteem yang rendah. Setelah pengumpulan data peneliti merencanakan kegiatan layanan konseling Gestalt dengan teknik kursi kosong untuk meningkatkan self esteem siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab self esteem yang rendah pada siswa adalah faktor lingkungan sekitar, faktor keadaan fisik individu, faktor penghargaan dan penerimaan diri dari orang-orang sekitar. Untuk membantu individu dalam meningkatkan self esteem diberikan sebuah layanan konseling Gestalt dengan teknik kursi kosong agar menghasilkan perubahan sikap dan peningkatan self esteeem pada konseli. Hal tersebut ditandai dengan perubahan baik pada hubungan sosial konseli, menerima dengan baik kritikan dari orang lain, percaya diri ketika di depan umum, yakin pada kemampuan yang dimiliki, tidak terpaku pada dirinya sendiri, dapat dengan baik beradaptasi di lingkungan baru, serta mampu menjalin komunikasi dengan teman sebaya maupun orang lain.