Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan dan Lokakarya ICT dalam Upaya Percepatan Pemerataan Mutu Pendidikan di Daerah Tertinggal Asep Wasid dan Noneng Nurhayani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 2, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v2i1.31

Abstract

Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan mengembangkan potensi tenaga pendidik agar mereka mempunyai kualifikasi akademik yang merata terutama untuk daerah-daerah yang tertinggal. ICT (Information and Communication Technologi) merupakan salah satu  upaya untuk  percepatan pemerataan mutu pendidikan pada daerah tertinggal ini. Program pelatihan dan lokakarya yang dilaksanakan, bekerja sama antara PMPTK, LPMP Jawa Barat, INTEL dan Universitas Islam Nusantara dengan menggunakan modul getting started dari intel corporation. Sasaran peserta pelatihan ICT ini  yaitu kelompok KKG, MGMP SMP dan MGMP SMA yang merupakan master teacher yang dilatih. Mereka ini diharapkan nantinya akan melatih participant teacher di daerah masing-masing. 
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Rahmi Rismayani Deri; Noneng Nurhayani; Syafaruddin Mahaputra; Ega Triyandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 10, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v10i1.829

Abstract

Babakan Sari Village based on having the most dense population the district, the population of female sex is greater than male sex, the majority of the population is engaged in trading and private sector employees. And based on the identification results of the Babakan Sari Village, most of them are housewives, where some claim the high level of daily expenses so that they cannot meet their daily needs. The purpose of this training is to empower housewives to increase their knowledge, competence, save spending on buying dish soap and can be used as a new livelihood when traded. The method used in the training of making dishwashing liquid soap in the form of exposure, simulation, demonstration and practice is carried out classically. Most of the participants felt that they had mastered the material that was given, mastered the practice of making dish soap in the village of Babakan Sari Bandung. Participants also considered that the trainer had a very good ability to provide material and train participants.
Analisa Manajemen Strategis Program Pelatihan SDM TIK Polri dalam Menghadapi Kejahatan Siber Era 4.0 Darwin Nahwan; Noneng Nurhayani; Iwan Satriyo Nugroho; Rafika Ratik Srimurni
Media Nusantara Vol 18, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.6 KB) | DOI: 10.30999/medinus.v18i2.1255

Abstract

Desain Produk Dan Stasiun Kerja Industri Kreatif Gelas Limbah Kayu dengan Metode QFD Iwan Satriyo. N; Darwin Nahwan; Noneng Nurhayani; Mahyuddin Rahim; Adjie Bagaskara
Media Nusantara Vol 18, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.65 KB) | DOI: 10.30999/medinus.v18i1.1228

Abstract

The Covid 19 pandemic has had an impact on the economy, such as factories in Cimanggung District, Sumedang Regency, laying off their employees. Lecturers and students try to solve this problem by building SMEs. This begins by analyzing the village’s potential in the form of mahogany waste and the potential of community human resources as former wood furniture workers. The method used in the design is Quality Function Deployment which can be interpreted as the implementation of achieving product quality which is judged by the level of customer satisfaction being pursued. So this method has an approach by involving consumers and stakeholders in every design stage. Based on the research results, this creative product design will be accepted by consumers if it meets the aspects of ergonomic design, durable and strong material, environmentally friendly, has attractive colors and designs as well as prices and uses are appropriate. Based on this research, a product prototype is formed. The size of mahogany glass products based on anthropometric data is divided into 3 size categories. Small size (S), medium size (M), and large size (L). Anthropometric data processed are work station design data and work desks/chairs. From the calculation and design, ergonomic work stations are produced, namely cutting, turning, assembly and finishing work stations.
PENGUKURAN BEBAN KERJA PADA SDM OPERATOR PRODUKSI DENGAN METODE CARDIOVASCULAR LOAD (CVL) DAN NASA-TLX Noneng Nurhayani
Media Nusantara Vol 19, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.601 KB) | DOI: 10.30999/medinus.v19i1.1957

Abstract

ABSTRACT IN ENGLISH VERSION:CV Gradient Bandung is a company that specializes in plastic injection. The production system used in this company is make to order so that the number and specifications of the product vary according to the customer's wishes. This study aims to analyze and measure the workload of employees, especially employees of the production division at CV. Gradient, problems that arise due to employee workloads have an impact on concentration, performance, achievement, motivation, health and work accidents by calculating Cardiovascular Load (CVL), measuring mental workload using the National Aerobautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) score. . Based on the aspect of pulse calculation, the CVL percentage for the five production operators is 30%, which is included in the classification required to improve work methods, while one operator gets a percentage of 30% and is included in the fatigue classification. The result is that all production operators receive mental workloads with a score of less than 80 and fall into the category of moderate mental workloads. From the analysis using Fault Tree Analysis, it can be seen that the cause of excessive physical workload occurs due to environmental factors, high time requirements and physical physical needs CV Gradient Bandung adalah perusahaan yang bergerak di bidang plastik khusus injeksi Plastik. Sistem produksi yang digunakan pada perusahaan ini adalah make to order sehingga jumlah dan spesifikasi produk berbeda-beda sesuai keinginan pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengukur beban kerja karyawan khususnya karyawan bagian produksi di CV. Gradient, permasalahan yang muncul akibat beban kerja karyawan berdampak pada konsentrasi, kinerja, prestasi, motivasi, kesehatan dan kecelakaan kerja dengan perhitungan Cardiovascular Load (CVL), pengukuran beban kerja mental menggunakan skor National Aetrobautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX). Berdasarkan aspek perhitungan denyut nadi diperoleh presentase CVL untuk kelima operator produksi sebesar 30% yaitu masuk kedalam klasifikasi diperlukan perbaikkan metode kerja, sedangkan satu operator memperoleh persentase sebesar 30% dan masuk dalam klasifikasi kelelahan. Hasilnya adalah seluruh operator produksi menerima beban kerja mental dengan nilai skor kurang dari 80 dan masuk dalam kategori beban kerja mental sedang. Dari hasil analisis menggunakan Fault Tree Analysis dapat diketahui bahwa penyebab terjadinya beban kerja fisik berlebih terjadi karena faktor lingkungan, kebutuhan waktu yang tinggi dan kebutuhan fisik yang fisik.
Analisis Sumber Daya Manusia Kepemimpinan Generasi Gen Y pada Instansi Pemerintah/ BUMN Menghadapi Era VUCA Noneng Nurhayani
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol 1, No 1 (2019): APRIL (2019)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.922 KB)

Abstract

Bangsa Indonesia menghadapi empat tantangan utama yaitu Situasi dan kondisi VUCA, situasi yang mengarah kepada Agility, perlunya Inovasi dan lahirnya generasi baru yaitu generasi Millenial menuju era Revolusi Industri 4.0. VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) merupakan situasi dan kondisi yang berkarakteristik penuh gejolak, tidak pasti, kompleks, dan ambigu. Lahirnya generasi milenial yang mendominasi jumlah penduduk (34,5% dari hasil survey BPS 2020) yang dengan kondisi VUCA, agility membuat generasi ini menjadi pribadi yang kehilangan jati diri, kadang diliputi berbagai karakter yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Terdapat perbedaan karakteristik dari tiga generasi tersebut : perbedaan dalam Sikap terhadap pekerjaan, Sikap terhadap peraturan/otoritas, sikap terhadap penghargaan, Kecenderungan mempelajari soft skill, Kecenderungan mempelajari hard skill, sikap terhadap Umpan balik dan supervise, Sikap pada pemberi kerja, Keseimbangan kehidupan/kerja sikap terhadap Faktor kesuksesan, sikap terhadap Prioritas pengembangan serta sikap terhadap kecenderungan pada gaya kepemimpinan. perusahaan juga perlu menaruh perhatian kepada generasi yang paling muda dalam dunia kerja yaitu generasi Y yang disebut juga sebagai generasi Millenial yang memandang bekerja bukan hanya sekedar menerima gaji tetapi memiliki tujuan mengejar yang dicita-citakan, tidak hanya sekedar mengejar kepuasan kerja tetapi lebih mengejarpengembangan dirinya.
Penentuan Interval Waktu Preventive Maintenance pada Mesin Stripping Hipack dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II di PT. Marin Liza Farmasi Noneng Nurhayani
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol 1, No 2 (2019): NOVEMBER (2019)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.316 KB)

Abstract

PT. Marin Liza Farmasi adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang obat farmasi sering mengalami permasalahan breakdown mesin yang tinggi, dan dari data yang diperoleh pada periode Januari 2017 sampai Agustus 2018 terdapat 133.25 jam waktu breakdown terjadi , mesin stripping Hipack adalah breakdown yang paling tinggi diantara mesin yang lainnya yaitu 58 jam. Hal tersebut menghambat jalannya proses produksi yang berdampak pada penurunan kapasitas produksi. PT. Marin Liza Farmasi menerapkan sistem pemeliharaan corrective maintenance, yaitu melakukan perbaikan ketika terdapat kerusakan. Selain itu juga dibantu dengan Preventive maintenance, yaitu dijadwalkan setiap seminggu, sebulan dilakukan pemeliharaan mesin dan lingkungan pabrik secara keseluruhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penelitian ini mencoba untuk mengusulkan sistem perawatan mesin dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II. Metode RCM II diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui interval waktu perawatan mesin tersebut secara efektif.
Analisis Pengaruh Keberadaan Produk (Availability) dan pemajangan Produk (Visibility) terhadap Besaran Penjualan (Sales Volume) sebagai dasar pembelajaran bagi SDM Sales. Noneng Nurhayani; Iwan Satriyo Nugroho
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol 1, No 2 (2019): NOVEMBER (2019)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.199 KB)

Abstract

PT HM sebagai salah satu perusahaan distribusi Fast Moving Consumer Good ( FMCG ) merupakan perusahaan yang berusaha menyalurkan produknya dari Pabrikan ( Factory ) sampai dengan tangan konsumen dalam keadaan TEKNOLOGI NUSANTARA Jurnal Penelitian Fakultas Teknik UNINUS http://ojs.uninus.ac.id/index.php/teknologinusantara segar, dan harga sesuai. Pada tulisan ini akan diteliti mengenai bagaimana item distribusi produk FMCG di outlet dan pentingnya outlet terus menjaga keberadaan produk di toko ( Availability ) dan Pemajangan Produk ( Visibility ) terhadap besaran penjualan ( Sales Volume)
Determination of the Preventive Maintenance Time Interval on the Stripping Hipack Machine by Using the Reliability Centered Maintenance (RCM) II Method at PT. Marin Liza Pharmacy Noneng Nurhayani
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol 2, No 1 (2020): (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Marin Liza Farmasi adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang obat farmasi sering mengalami permasalahan breakdown mesin yang tinggi, dan dari data yang diperoleh pada periode Januari 2017 sampai Agustus 2018 terdapat 133.25 jam waktu breakdown terjadi , mesin stripping Hipack adalah breakdown yang paling tinggi diantara mesin yang lainnya yaitu 58 jam. Hal tersebut menghambat jalannya proses produksi yang berdampak pada penurunan kapasitas produksi.PT. Marin Liza Farmasi menerapkan sistem pemeliharaan corrective maintenance, yaitu melakukan perbaikan ketika terdapat kerusakan. Selain itu juga dibantu dengan Preventive maintenance, yaitu dijadwalkan setiap seminggu, sebulan dilakukan pemeliharaan mesin dan lingkungan pabrik secara keseluruhan.Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penelitian ini mencoba untuk mengusulkan sistem perawatan mesin dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II. Metode RCM II diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui interval waktu perawatan mesin tersebut secara efektif.
Penentuan Interval Waktu Preventive Maintenance pada Mesin Stripping Hipack dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II di PT. Marin Liza Farmasi Noneng Nurhayani
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol 2, No 1 (2020): (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Marin Liza Farmasi adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang obat farmasi sering mengalami permasalahan breakdown mesin yang tinggi, dan dari data yang diperoleh pada periode Januari 2017 sampai Agustus 2018 terdapat 133.25 jam waktu breakdown terjadi, mesin stripping Hipack adalah breakdown yang paling tinggi diantara mesin yang lainnya yaitu 58 jam. Hal tersebut menghambat jalannya proses produksi yang berdampak pada penurunan kapasitas produksi.PT. Marin Liza Farmasi menerapkan sistem pemeliharaan corrective maintenance, yaitu melakukan perbaikan ketika terdapat kerusakan. Selain itu juga dibantu dengan Preventive maintenance, yaitu dijadwalkan setiap seminggu, sebulan dilakukan pemeliharaan mesin dan lingkungan pabrik secara keseluruhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penelitian ini mencoba untuk mengusulkan sistem perawatan mesin dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II. Metode RCM II diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui interval waktu perawatan mesin tersebut secara efektif.