Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Pengaruh Keberadaan Produk (Availability) dan pemajangan Produk (Visibility) terhadap Besaran Penjualan (Sales Volume) sebagai dasar pembelajaran bagi SDM Sales. Noneng Nurhayani
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol 2, No 1 (2020): (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT HM sebagai salah satu perusahaan distribusi Fast Moving Consumer Good ( FMCG ) merupakan perusahaan yang berusaha menyalurkan produknya dari Pabrikan ( Factory ) sampai dengan tangan konsumen dalam keadaan TEKNOLOGI NUSANTARA Jurnal Penelitian Fakultas Teknik UNINUS http://ojs.uninus.ac.id/index.php/teknologinusantara segar, dan harga sesuai. Pada tulisan ini akan diteliti mengenai bagaimana item distribusi produk FMCG di outlet dan pentingnya outlet terus menjaga keberadaan produk di toko ( Availability ) dan Pemajangan Produk ( Visibility ) terhadap besaran penjualan ( Sales Volume)
Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia pendidikan tinggi yang menerapkan Nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah Noneng Nurhayani
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol 4, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai rangkaian upaya untuk mewujudkan manusia seutuhnya dan mencakup pembangunan sumber daya manusia, baik sebagai insan maupun sebagai sumber daya pembangunan, yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pembangunan manusia sebagai sumber daya pembangunan menekankan manusia sebagai pelaku pembangunan yang memiliki etos kerja produktif, keterampilan, kreativitas, disiplin, profesionalisme, serta memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berwawasan lingkungan maupun kemampuan manajemen. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga merupakan tuntutan yang tumbuh dengan perkembangan pembangunan yang makin cepat dan kompleks. Perkembangan ekonomi, industrialisasi,   arus   informasi,   dan   perkembangan iptek yang pesat makin menuntut sumber daya manusia yang tinggi kualitasnya. Kemajuan tercermin dari makin tingginya tingkat pendidikan, kesehatan, dan pendapatan penduduk, serta dimilikinya nilai budaya yang berorientasi ke masa depan dan pencapaian prestasi.Bangsa yang maju dan mandiri hanya mungkin terbentuk dari ketangguhan kualitas manusia dan masyarakatnya, kekukuhan ekonomi, ketahanan nasional, penguasaan iptek yang didukung dengan upaya mempertahankan serta meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan. Pengembangan sumber daya manusia merupakan merupakan salah satu fungsi operasional MSDM yang berisi kegiatan-kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan kemampuan dan aspek-aspek lainnya. Pengembangan sumber daya manusia ini penting dilakukan karena adanya perubahan baik manusia, teknologi, pekerjaan maupun organisasi.Pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Pelatihan dan pendidikan yang terbaik harus disediakan dan diberikan oleh organisasi, perusahaan, lembaga dan instansi agar dapat menghasilkan sumber daya manusia atau tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang bagus untuk bersaing dengan sumber daya manusia atau tenaga kerja dari organisasi, perusahaan, lembaga dan instansi yang lain.                                                                                              © 2022 TN. All rights reserved.  
Analisis Strategi Manajemen Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia untuk Mendorong Kinerja Bisnis dan Industri Noneng Nurhayani
TEKNOLOGI NUSANTARA Vol 4, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai rangkaian upaya untuk mewujudkan manusia seutuhnya dan mencakup pembangunan sumber daya manusia, baik sebagai insan maupun sebagai sumber daya pembangunan, yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pembangunan manusia sebagai sumber daya pembangunan menekankan manusia sebagai pelaku pembangunan yang memiliki etos kerja produktif, keterampilan, kreativitas, disiplin, profesionalisme, serta memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berwawasan lingkungan maupun kemampuan manajemen. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga merupakan tuntutan yang tumbuh dengan perkembangan pembangunan yang makin cepat dan kompleks. Perkembangan ekonomi, industrialisasi,   arus   informasi,   dan   perkembangan iptek yang pesat makin menuntut sumber daya manusia yang tinggi kualitasnya. Kemajuan tercermin dari makin tingginya tingkat pendidikan, kesehatan, dan pendapatan penduduk, serta dimilikinya nilai budaya yang berorientasi ke masa depan dan pencapaian prestasi.Bangsa yang maju dan mandiri hanya mungkin terbentuk dari ketangguhan kualitas manusia dan masyarakatnya, kekukuhan ekonomi, ketahanan nasional, penguasaan iptek yang didukung dengan upaya mempertahankan serta meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan. Pengembangan sumber daya manusia merupakan merupakan salah satu fungsi operasional MSDM yang berisi kegiatan-kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kompetensi manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan kemampuan dan aspek-aspek lainnya. Pengembangan sumber daya manusia ini penting dilakukan karena adanya perubahan baik manusia, teknologi, pekerjaan maupun organisasi.Pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Pelatihan dan pendidikan yang terbaik harus disediakan dan diberikan oleh organisasi, perusahaan, lembaga dan instansi agar dapat menghasilkan sumber daya manusia atau tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang bagus untuk bersaing dengan sumber daya manusia atau tenaga kerja dari organisasi, perusahaan, lembaga dan instansi yang lain.                                                                                               © 2022 TN. All rights reserved.  
MANAJEMEN KAPASITAS LAYANAN ITIL DALAM PENYUSUNAN RENCANA INFRASTRUKTUR TI DI PUSKOM PTS DI JABAR Endang Tasli Susandi; Ani Amaliyah; Noneng Nurhayani
Jurnal Komputer Bisnis Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Komputer Bisnis
Publisher : Journal of Business Computers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.124 KB)

Abstract

Manajemen kapasitas layanan teknologi informasi (TI) adalah suatu proses yang digunakan untuk mengatur kapasitas dari pelayanan teknologi informasi untuk memastikan adanya titik temu antara kebutuhan bisnis saat ini dan masa mendatang dalam upaya untuk meningkatkan keefisienan dan pembiayaan yang efektif. Prosesproses tersebut untuk memastikan bahwa kapasitas infrastruktur TI dapat memenuhi kebutuhan bisnis (yang selalu berubah) secara tepat waktu dan tepat anggaran dimana faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah biaya, kemampuan/daya dukung, pasokan dan permintaanFramework ITIL, adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). Manajemen kapasitas layanan TI adalah bagian dari service delivery dimana service delivery adalah pelaksanaan dari disiplin-disiplin ilmu dalam framework ITIL, sehingga layanan bisnis TI dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan ringkasan tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa tata kelola teknologi informasi merupakan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan nilai tambah pada sebuah organisasi yang dimulai dari proses–proses perencanaan, penerapan, pengendalian dan pengawasan teknologi informasi di semua lini bisnis organisasi yang bertujuan untuk mempercepat pencapaian tujuan organisasi. Semakin baik perencanaan, penerapan dan pengawasan dalam menggunakan teknologi informasi di dalam organisasi maka dapat diharapkan makin cepat tujuan organisasi tercapai.
USULAN ANALISIS KELAYAKAN USAHA MELALUI ASPEK KEUANGAN TERHADAP JASA ANGKUTAN LIMBAH B3 RUMAH SAKIT OLEH PERUSAHAAN DAERAH KEBERSIHAN KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN METODE SWOT Noneng Nurhayani; Bayu Prasetyo; Mahyuddin Mahyuddin
Ekono Insentif Vol 16 No 2 (2022): Ekono Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jei.v16i2.944

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi layanan angkutan limbah B3 dari rumah sakit dan dampaknya terhadap pendapatan PD. Kebersihan Kota Bandung melalui analisis keuangan dan metode SWOT. Teknik utama yang digunakan adalah NPV dan PBP dengan tiga skenario yang berbeda (optimis, moderat, dan pesimis). Hasil analisis menunjukkan bahwa layanan angkutan limbah B3 dari rumah sakit melalui analisis keuangan dan metode SWOT layak dilakukan. Analisis dimulai dengan menganalisis kondisi eksternal dan internal perusahaan dan kemudian disajikan dalam SWOT yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. NPV dan PBP digunakan untuk mengevaluasi profitabilitas dan waktu pengembalian investasi. Investasi ini direncanakan untuk periode lima tahun ke depan dan penetapan harga di bawah harga kompetitor merupakan strategi yang bagus untuk menarik pasar sebagai pendatang baru di jasa angkutan limbah B3 medis. Jika PD. Kebersihan ingin memaksimalkan NPV, maka kisaran harga bisa disamakan dengan pasar yang sudah ada. Abstract: The objective of this research is to evaluate the potential of hazardous waste transportation services from hospitals and its impact on the revenue of PD. Kebersihan Kota Bandung through financial analysis and SWOT method. The main techniques used are NPV and PBP with three different scenarios (optimistic, moderate, and pessimistic). The analysis shows that hazardous waste transportation services from hospitals through financial analysis and SWOT method are feasible. The analysis starts with analyzing the external and internal conditions of the company and then presented in SWOT which includes strengths, weaknesses, opportunities, and threats. NPV and PBP are used to evaluate profitability and investment return time. This investment is planned for the next five years and setting the price below the competitor's price is a good strategy to attract the market as a newcomer in the medical hazardous waste transportation service. If PD. Kebersihan wants to maximize NPV, the price range can be aligned with the existing market.
PERANCANGAN DESAIN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN BERUPA OVEN INOVASI SISTEM PEMANAS RAMAH LINGKUNGAN DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DESA Rafika Ratik Srimurni; Iwan Satriyo Nugroho; Darwin Nahwan; Ahmad Muhamad Ridwan Saiful; Silvy Sondari Gadzali; Noneng Nurhayani; Moch Irwan Hermanto
Media Nusantara Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/medinus.v20i1.2582

Abstract

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Outsole Sepatu Casual menggunakan Metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen 6S Noneng Nurhayani; Salwita Rofiliani Putri; Aditya Darmawan
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i1.22449

Abstract

Kualitas merupakan faktor yang sangat penting pada suatu produk, yang mana harus dilakukan pengendalian mutu agar kualitas produk baik. PT. XYZ merupakan perusahaan yang mengkhususkan diri dalam bidang manufaktur dan memproduksi berbagai macam jenis sepatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis cacat pada outsole sepatu serta mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya cacat pada outsole sepatu menggunakan metodologi six sigma dengan DMAIC ( Definisi, Ukur, Analisis, Tingkatkan dan Kontrol ) dan analisis rencana perbaikan kualitas produk dengan metode kaizen . Sol luar Cacatpada tahun 2022 sebesar 4,03% dari hasil produksi, oleh karena itu objek penelitian ini adalah jenis sepatu casual, yang memiliki lebih banyak cacat dibandingkan jenis lainnya. Hasil penelitian didapatkan jenis cacat dengan jumlah yang paling banyak yaitu cacat blading. Berdasarkan data pengolahan didapat nilai DPMO sebesar 8100 sehingga nilai tingkat sigma sebesar 3,904. Hasil penelitian melalui metodologi six sigma diperoleh faktor penyebab cacat blading adalah manusia, mesin, metode, bahan, dan lingkungan, sedangkan melalui metode kaizenRencana perbaikan yang diusulkan adalah dengan menjual barang yang tidak digunakan, menata rak penyimpanan agar tidak terkontaminasi, melakukan kegiatan bersih-bersih secara rutin di area kerja, melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan secara rutin terhadap mesin yang digunakan, melakukan kegiatan diklat , sosialisasi dan menerapkan sistem K3 yang ketat sesuai SOP. Kata kunci: Pengendalian kualitas, six sigma, DMAIC, kaizen, kaizen five m-checklist, metode 6S.
BRIDGING EDUCATIONAL GAPS: EDUCATION ACCESS POLICY FOR ALL CHILDREN Henny; Noneng Nurhayani; Marwah
International Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 5 (2024): MAY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education gaps are a crucial problem that impedes sustainable human resource development. The research aims to identify effective policies that can bridge educational gaps and ensure inclusive access to education for all children. The research method in this research is literature, by exploring various sources of journals and other documents. The results show that; first, there is a significant relationship between the level of investment in education and the quality of access to education; second, policies that prioritize inclusive education and learning diversity can accelerate the reduction of educational gaps; and third, the integration of technology into education has been found to be an important factor in improving the reach and affordability of education. In addition, collaboration among stakeholders including governments, business communities, non-profit organizations, and civil society groups, is needed to implement and support effective educational programmes. Finally, regular monitoring and evaluation of existing policies is key to ensuring sustained adjustment and improvement to educational practices. The findings underline the importance of a holistic and contextualized approach in an effort to reduce educational gaps.
EVALUATION AND MONITORING IN EDUCATION MANAGEMENT Noneng Nurhayani; Al-Amin
International Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 10 (2024): OCTOBER
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluation and monitoring in education management are critical components that support the improvement of the quality and effectiveness of educational institutions. Therefore, it is important to implement a comprehensive evaluation and monitoring system as a tool to analyse and optimise the teaching and learning process as well as the day-to-day operations of educational institutions. Through evaluation, the strengths and weaknesses of the education system can be identified, providing a basis for strategic decision-making and more efficient resource allocation. Continuous monitoring ensures that any quality improvement initiatives are not only implemented but also receive systematic feedback for further refinement. In addition, this process supports increased transparency and accountability of educational institutions, strengthens public trust and promotes a culture of continuous quality improvement. Thus, evaluation and monitoring become not only a measuring tool for institutional performance but also a catalyst for the development of education that is innovative and responsive to future challenges.
Pengembangan Hilirisasi Produk Berbasis Ekonomi Hijau dan Teknologi Digital Untuk Peningkatan Sosial Ekonomi Warga Desa Pasirbiru Rahmi Rismayani Deri; Ganis Sanhaji; Noneng Nurhayani; Risfa Candra; Rohendro Junaedin
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i4.1997

Abstract

Pasirbiru Village in Sumedang Regency has many residents below the poverty line, as well as quite a number who are stunted. This shows that residents do not have enough income to fulfill their daily needs and their families. Almost half of the residents are elementary school graduates who find it difficult to find decent work. Having an economically unproductive female population where housewives are 1,782 people or 35% of the female population of Pasir Biru Village, which if empowered can improve the socio-economy. The village produces sweet potatoes but has not been able to be properly downstreamed and the village does not yet have a superior product. Sweet potato plants are often attacked by plant pests, reducing the amount of harvest and the quality of the sweet potato. The Women Farmers Group (KWT) that was originally established cannot run well and tends to be passive because KWT does not have qualified knowledge, capital and entrepreneurial skills. Therefore, KWT through this community service is given pre-harvest training, post-harvest training, business management, digital marketing and building a special website for marketing downstream products in Pasirbiru Village. So that it can support the regional economy and become a developed village. Where from the measurement results of the training provided KWT can understand well and their skills increase.