Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Clustering Penduduk Miskin Di Provinsi Aceh Menggunakan Algoritma K-Means Dan X-Means Bustami Bustami; Rike Mahara; Hendri Ahmadian; Sri Wahyuni; Khairan AR
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i1.3961

Abstract

Abstrak-Analisis Clustering merupakan salah satu metode yang bertujuan untuk mengelompokan data/objek berdasarkan kemiripan dan ketidakmiripan karakteristiknya. Sehingga objek yang berada pada satu cluster memiliki kemiripan yang besar dan sangat kecil bila dibandingkan dengan cluster lain. Algoritma K-means merupakan salah satu metode pengelompokan non hierarki yang paling umum digunakan, namun pada algoritma ini pengguna harus mengetahui jumlah kelompok yang akan dikelompokan. Sedangkan algoritma X-means merupakan pengembangan dari algoritma K-means, dimana algoritma ini mampu mengelompokan datanya sendiri tanpa menginput jumlah k. Algoritma X-means akan berhenti melakukan pengelompokan hingga batas cluster maksimal tercapai. Algoritma X-means juga tau kapan dan dimana centroid baru harus muncul berdasarkan perhitungan nilai Bayesian Information Criterion  (BIC). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis clusteringK-means dengan X-means menggunakan data penduduk miskin provinsi Aceh tahun 2018 dan data Iris. Hasil pengujian clustering dengan data Iris memiliki tingkat kemurnian dan hasil pengelompokan yang baik dari masing-masing algoritma. Yaitu nilai purity pada K-means sebanyak 0.89 dan pada X-means 0.88 dengan nilai Davies Bouldin Index (DBI) masing-masing 0.16. Dan hasil pengujian clustering dengan data penduduk miskin menunjukkan bahwa pada algoritma K-means didapatkan tingkatan kemiskinan dengan kategori Sangat Miskin berada pada cluster nol, kategori Miskin pada cluster dua, kateogori Rentan Miskin berada pada cluster tiga dan kategori Tidak Miskin berada pada cluster satu. Dan pada algoritma X-means diperoleh tingkatan kemiskinan dengan kategori Sangat Miskin berada pada cluster satu, kategori Miskin pada cluster tiga, kategori Rentan Miskin berada pada cluster dua dan kategori Tidak Miskin berada pada cluster nol. Berdasarkan Waktu yang dibutuhkan selama proses clustering algoritma X-means memiliki kecepatan yang lebih baik yaitu 0.06second. Sedangkan K-means membutuhkan waktu selama 0.22 second. Sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma X-means lebih cepat dalam melakukan pengelompokan dibandingkan algoritma K-means. Kata Kunci : Penduduk Miskin, K-means, X-means, Purity, Davies Bouldin Index (DBI)
Pengaruh Tahapan Preprocessing Terhadap Model Indobert Dan Indobertweet Untuk Mendeteksi Emosi Pada Komentar Akun Berita Instagram Khairani, Ulfia; Mutiawani, Viska; Ahmadian, Hendri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 11 No 4: Agustus 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.1148315

Abstract

Platform media sosial seperti Instagram telah membentuk ruang di mana berita dapat dengan mudah ditemukan dan menarik perhatian individu. Pada Instagram, dapat memberikan komentar-komentar terhadap berita yang telah dibaca. Pemahaman terhadap emosi yang mengiringi komentar-komentar yang telah diberikan pengguna pada postingan berita dapat membantu memahami bagaimana berita tersebut diserap, diinterpretasi, dan direspons oleh publik. Penelitian ini mengkategorikan empat emosi yaitu marah, senang, takut, dan sedih dengan menggunakan model terlatih IndoBERT dan IndoBERTweet. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model IndoBERT dan IndoBERTweet dalam mendeteksi emosi pada komentar akun berita Instagram dan mengeksplorasi dampak penggunaan tahapan preprocessing khususnya remove stopwords dan stemming pada kedua model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang tidak melalui tahapan remove stopwords dan stemming menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan model yang melalui tahapan remove stopwords dan stemming, dengan perolehan akurasi sebesar 92,54% untuk model IndoBERTweet dan 88,81% untuk model IndoBERT.   Abstract   Social media platforms such as Instagram have created a space where news can be easily discovered and attract the attention of individuals. On Instagram, people can provide comments on the news they have read. Understanding the emotions that accompany the comments that users have given on news posts can help understand how the news is absorbed, interpreted and responded to by the public. This research categorizes four emotions, anger, happiness, fear and sadness, using pre-trained models IndoBERT and IndoBERTweet. This research aims to compare the IndoBERT and IndoBERTweet models in detecting emotions in Instagram news account comments and explore the impact of preprocessing stages, especially removing stopwords and stemming on both models. The research results showed that the model that did not go through the remove stopwords and stemming stages produced better performance than the model that went through the remove stopwords and stemming stages, with an accuracy of 92.54% for the IndoBERTweet model and 88.81% for the IndoBERT model.
Inovasi Organisasi Desain Komunikasi Visual Produk Lokal Syahril Furqany; Hendri Ahmadian; Ibnu Sa'dan; Yusnadi MS; Hasrat Efendi Samosir
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.33037

Abstract

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membutuhkan pendampingan dalam memanfaatkan sosial media untuk promosi produk. Media sosial dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa ke arah yang positif untuk pengembangan keahlian dalam bidang desain grafis. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keahlian mahasiswa dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terutama dalam bidang desain grafis. Metode penelitian menggunakan Participant Action Reseach (PAR) yang mana mahasiswa dilatih keahlian desain grafis kemudian praktik desain promosi produk lokal yaitu Zuper Sabun Cair dan Vaction Parfum Sepatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berkolaborasi dengan produk lokal dalam menentukan goal setting dan brand identity sehingga produk lokal menjadi lebih terpercaya dan mampu meyakinkan calon konsumen. Studi ini menunjukkan pentingnya memahami konsep komunikasi pemasaran dan memiliki keahlian komunikasi visual dalam membangun identitas merek. Kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat mampu menciptakan lapangan pekerjaan baik bagi masyarakat maupun untuk mahasiswa.Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) need assistance in utilizing social media for product promotion. Social media can be exploited by students in a positive direction to enhance their expertise in graphic design. This research aims to improve students' skills by leveraging technological advancements, particularly in the field of graphic design. The research employs the Participant Action Research (PAR) method, where students are trained in graphic design skills and subsequently practice designing promotions for local products such as Zuper Liquid Soap and Vaction Shoe Perfume. The findings reveal that students collaborate with local products to establish goal settings and brand identity, enhancing the trustworthiness of local products and convincing potential consumers. This study illustrates the importance of understanding marketing communication concepts and possessing visual communication skills in building brand identity. The collaboration between universities and communities can create job opportunities for both the community and students, showcasing the significance of such partnerships in fostering economic development.
An Applied Computer Mathematics Approach to Transliteration: YOLOv8-Based Detection of Harah Jawoe Script AR, Khairan; Ahmadian, Hendri; Nasihah, Aesha Durratul; Hamdan, Abd Mujahid
ZERO: Jurnal Sains, Matematika dan Terapan Vol 9, No 1 (2025): Zero: Jurnal Sains Matematika dan Terapan
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/zero.v9i1.24174

Abstract

Transliteration of traditional scripts such as Harah Jawoe, a regional variant of Jawi used in Acehnese manuscripts, is essential for preserving and understanding historical texts. While previous studies have focused on isolated character recognition, this research introduces a word-level transliteration approach using the YOLOv8 convolutional neural network (CNN) architecture. A dataset of 9,000 augmented images derived from the Hikayat Aceh manuscript was used to train and evaluate four YOLOv8 variants (small, medium, normal, and big). The results show that the big model achieved the most stable and reliable performance, with a peak mAP50–95 of 72.4% and an accuracy of 99.95%. These findings highlight the model’s capability to handle the structural complexity of Harah Jawoe script at the word level. This study offers a novel contribution by integrating object detection techniques with low-resource script transliteration, with implications for AI-driven cultural preservation and the digital accessibility of Southeast Asian manuscript heritage
Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Tajwid berbasis Android Piana, Arma; Ahmadian, Hendri; Maisura, Mira; Aziz, Aulia Syarif
J-SIGN (Journal of Informatics, Information System, and Artificial Intelligence) Vol 1, No 02 (2023): November
Publisher : Department of Informatics, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j-sign.v1i2.35021

Abstract

Media yang sangat terbatas dapat menyulitkan pelajar dalam memahami sebuah pelajaran yang diberikan oleh seorang guru, contohnya pada pembelajaran Ilmu Tajwid. Pada materi tersebut terdapat materi tentang cara pengucapan huruf hijaiyah, dimana pada pembelajaran ini memerlukan pengetahuan yang sangat baik, sehingga hal ini menjadi salah satu kendala terhadap peserta didik khususnya di MTsS Ashhabul Yamin Bakongan Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode UCD (user centered design) sebagai salah satu solusi agar penelitian ini berpusat pada kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengguna. Tahapan penelitian adalah, dengan melakukan rumusan masalah, studi literature, perancangan aplikasi, implementasi aplikasi, dan terakhir menggunakan metode SUS untuk mengukur kepuasan dari pengguna. Adapun lokasi penelitian dilaksanakan di sekolah menengah pertama MTsS Ashhabul Yamin Bakongan, Aceh Selatan. Berdasarkan hasil pengolahan respon dari responden diperolah nilai yaitu 77, 38% yang merepresentasikan grade B. Hal ini memiliki arti bahwa aplikasi yang telah dirancang memenuhi ekspektasi pengguna dan aplikasi dapat digunakan dengan baik oleh peserta didik yang ada di sekolah tersebut.
A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW OF NATURAL LANGUAGE PROCESSING FOR INDONESIAN REGIONAL LANGUAGES Ahmadian, Hendri
Journal of Information Technology (JINTECH) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Prodi Teknologi Informasi UIN Ar-Raniry Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jintech.v7i1.9797

Abstract

This systematic literature review (SLR) investigates the evolution of Natural Language Processing (NLP) for Indonesian regional languages from 2020 to 2025. Analyzing 13 pivotal studies, the research identifies a significant transition from fragmented studies of high-population languages, such as Sundanese and Madurese, toward inclusive, archipelago-wide frameworks covering low-resource dialects like Acehnese and Nias. Architecturally, the field has progressed from classical machine learning to Transformer-based Large Language Models (LLMs), including IndoBART and GPT. Furthermore, data provenance has evolved from unstructured social media corpora to standardized multilingual benchmarks like NusaX and NusaCrowd. Despite these advancements, persistent gaps in data standardization and large-scale pretraining resources remain. Future research should prioritize cross-lingual transfer learning and specialized benchmarks to ensure the technological sustainability of Indonesia’s diverse linguistic heritage
Perancangan Sistem Pengendalian Perangkat Listrik Rumah Tangga Berbasis Radio Frekuensi YS1020UB dan Mikrokontroler ATMEGA16 Dedi Satria; Hendri Ahmadian
Elkawnie Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v2i2.2692

Abstract

Sistem kendali perangkat listrik terutama lampu pada saat ini masih menggunakan kaedah konvensional yaitu masih menggunakan saklar sebagai antarmuka sistem. Teknologi remote merupakan teknologi untuk mempermudah pengguna untuk mengeksekusi perangkat elektronik secara jarak jauh. Akan tetapi teknologi remote yang digunakan saat ini rata-rata masih menggunakan teknologi inframerah. Teknologi inframerah mempunyai beberapa keterbatasan dalam mengirimkan sinyalnya yaitu arah transmisi dan jarak. Berbeda dengan sistem tranmisi radio frekuensi yang dapat dicapai dari segala arah dan mempunyai jarak trasnmisi yang jauh. Dalam tujuan penelitian adalah membangun sistem kendali jarak jauh perangkat listrik terutama lampu menggunakan teknologi radio frekuensi. Sistem dibangun dalam dua sistem yaitu sistem pemancar dan sistem penerima berbasis mikrokontroler dan modul radio frekuensi. Metodelogi pengembangannya dimulai dengan analisa sistem, perancangan alat, pembuatan algoritma program, pengkodean dan pengujian sistem. Penelitian ini menghasilkan prototipe sistem kendali perangkat listrik wireless berbasis Radio Frekuensi.
Digital Security Adoption in Smart Lock Systems: A Systematic Literature Review Based on the Diffusion of Innovations Theory Zumara, Muzammil; Malahayati, Malahayati; Ahmadian, Hendri
Jurnal Media Elektrik Vol. 23 No. 2 (2026): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v23i2.11248

Abstract

The rapid development of Internet of Things (IoT) technology has transformed traditional residential security into an interconnected smart home ecosystem, where smart locks function as key devices for digital access control. However, despite growing market penetration, their adoption remains constrained by concerns related to security perception and user trust. This study analyzes the adoption of digital security in smart locks using the perspective of Diffusion of Innovations theory through a Systematic Literature Review (SLR) approach following the PRISMA Protocol. Literature was collected from IEEE Xplore, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar covering the 2019–2025 period, resulting in 25 selected studies. The synthesis indicates that relative advantage and compatibility act as the primary drivers of adoption, while technical complexity and cybersecurity risks represent major barriers. In addition, user trust is identified as a critical mediating factor influencing adoption decisions. Nevertheless, several limitations should be noted. The abstract does not clearly specify the inclusion and exclusion criteria applied during the literature selection process, which reduces methodological transparency. Moreover, although the number of analyzed articles is stated, the dominant research design whether qualitative, quantitative, or experimental is not explained, limiting the reader’s ability to evaluate the strength of the evidence. Consequently, while the findings highlight practical implications such as improving interoperability through protocols like Matter and strengthening user education to reduce perceived risks, the conclusions should be interpreted cautiously within the scope of the review.