Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRIUST

Dampak Kebijakan Subsidi Pupuk Terhadap Produksi Gabah di Indonesia Sembiring, Surya Abadi; Hutauruk, Julia; Ndruru, Fransisca Ernawati
JURNAL AGRIUST Volume 1 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.293 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v1i1.1021

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis dampak  kebijakan subsidi pupuk terhadap produksi gabah. Penelitian menggunakan data time series tahun 1985-2015.  Metode analisis yang digunakan adalah metode Ordinary Least Square. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan luas panen sebesar 1 persen maka produksi gabah naik sebesar 1,561 persen, peningkatan trend teknologi menyebabkan  produksi gabah naik sebesar 0,032 persen, kenaikan jumlah penggunaan pupuk urea sebesar 1 persen maka produksi gabah akan naik sebesar 0,096 persen, dan dengan kebijakan subsidi pupuk maka produksi gabah akan naik sebesar 0,046 persen. Kebijakan subsidi pupuk akan menyebabkan kenaikan produksi, sedangkan tanpa kebijakan subsidi akan menurunkan produksi gabah.
Aliran Barang, Jasa dan Tunai Usahatani Padi Sawah dengan Sektor Rumah Tangga dan Sektor Lainnya Sembiring, Surya Abadi; Deras, Stefanus; Sinaga, Merlin
JURNAL AGRIUST Volume 1 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.345 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v1i2.1439

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan aliran barang jasa dan tunai usahatani dengan sektor rumah tangga dan sektor lainnya. Daerah penelitian yaitu Desa Sei Rakyat, dengan populasi petani padi sawah 250 KK dan jumlah sampel 49 KK.  Metode analisis dengan deskriptif. Jumlah  tenaga kerja  rumah tangga untuk kegiatan usahatani yaitu 31,175 Hari Kerja Pria (HKP), dengan luas rata-rata usahatani 0.55 ha. Rata-rata penerimaan tunai usahatani Rp 15,678,473 sedangkan  rata-rata pengeluaran tunai Rp 3.194.163 sehingga diperoleh pendapatan tunai usahatani (farm net cash flow) Rp 12.484.310.  Produksi dijual dalam bentuk gabah dengan  harga jual gabah rata-rata Rp 4.727 per kg.  Tanaman kelapa sawit memberikan kontribusi terbesar yaitu 60.11 persen terhadap penerimaan rumah tanggga dibandingkan tanaman lainnya, seperti kacang hijau 36.46 persen, dan tanaman lainnya  3.43 persen Persentase keterkaitan usahatani dengan lembaga keuangan sekitar 55 persen, yang mengindikasikan bahwa 6 (enam) dari 10 usahatani padi sawah terkait dengan lembaga keuangan. Persentase pembayaran ke sektor lain, untuk pupuk 57.85 persen, obat-obatan 31.29, sisanya benih 10.85 persen.   Upah yang dibayarkan usahatani terhadap sektor lainnya yaitu  tenaga kerja luar keluarga, Rp 71.979.500 atau per usahatani Rp 1.468.949 dalam satu musim tanam.
Estimasi Fungsi Produksi dan Tingkat Kelayakan Usahatani Kopi Arabika Petani Kopi di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo Saragi, Cyprianus PH.; Sembiring, Surya Abadi; Simanullang, Roka
JURNAL AGRIUST Volume 2 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.25 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v2i1.1776

Abstract

Kopi arabika merupakan salah satu tanaman tahunan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi arabika dan tingkat kelayakan usahatani kopi arabika. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan petani kopi melalui survey kuesioner yang telah dipersiapkan dan data sekunder diperoleh melalui instansi terkait seperti, BPS Tanah Karo, Dinas Pertanian, dan situs-situs internet. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,919 menunjukkan bahwa 91,9% variasi variabel dependen (produksi) usahatani kopi arabika dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen yang terdapat dalam model. Sedangkan sisanya sebesar 8,1% variasi variabel dependen dipengaruhi oleh variasi variabel independen lain diluar model. Secara serempak variabel independen yaitu luas lahan, tenaga kerja, insektisida dursban, pupuk RI, pupuk ammaphos berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu produksi kopi arabika. Secara parsial luas lahan, tenaga kerja, dan pupuk ammaphos berpengaruh nyata terhadap produksi kopi Arabika, sedangkan variable insektisida dursban dan pupuk RI tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kopi Arabika. Usahatani kopi arabika layak diusahakan dilihat dari R/C sebesar 4,32.
Efektivitas Harga Pembelian Pemerintah Terhadap Harga Gabah Kering Giling Berdasarkan Instruksi Presiden Tentang Kebijakan Perberasan Sembiring, Surya Abadi; Sihaloho, Henrykus; Sirait, Tiemce Novita
JURNAL AGRIUST Volume 2 No 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.736 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v2i1.1792

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan efektivitas harga pembelian pemerintah terhadap harga gabah kering giling berdasarkan Instruksi Presiden tentang kebijakan perberasan. Data penelitian menggunakan data time series 1987-2017 dan dokumen data harga pembelian pemerintah terhadap gabah kering giling berdasarkan Instruksi Presiden tentang kebijakan perberasan. Analisis data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 1987-1999, perbedaan rata-rata harga aktual Gabah Kering Giling dengan harga pembelian Koperasi Unit Desa terhadap Gabah Kering Giling yaitu Rp 69.01, atau persentase harga aktual Gabah Kering Giling lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah terhadap GKG sebesar 15.37 persen. Pada tahun 2000-2017, perbedaan rata-rata harga aktual Gabah Kering Giling terhadap harga pembelian Bulog terhadap GKG yaitu Rp 269.32, atau persentase harga aktual GKG lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah sebesar 9.15 persen. Pada kurun waktu 1987-2017, perbedaan rata-rata harga aktual GKG terhadap harga pembelian pemerintah terhadap GKG berdasarkan Inpres sebesar Rp 185,32, atau persentase harga aktual GKG lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah sebesar 9,77 persen. Dengan demikian implementasi harga pembelian pemerintah terhadap GKG berdasarkan Inpres adalah efektif.
Dampak Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah Terhadap Produksi Gabah Indonesia Berdasarkan Instruksi Presiden Sembiring, Surya Abadi; Sihaloho, Hendrykus; Sirait, Tiemce Novita Susanti
JURNAL AGRIUST Volume 2 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.019 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v2i2.2251

Abstract

Tujuan studi menganalisis dampak luas panen, tren teknologi, rasio harga GKG dengan HPP GKG dan kebijakan harga pembelian pemerintah terhadap GKG dengan produksi gabah di Indonesia. Penelitian menggunakan data time series dari tahun 1987 sampai 2017. Metode analisis dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil studi, secara serempak variabel luas panen, tren teknologi, rasio harga GKG dengan HPP GKG dan kebijakan harga pembelian pemerintah mempengaruhi produksi gabah, sedangkan secara parsial, luas panen dan kebijakan harga pembelian pemerintah berpengaruh positip dan signifikan terhadap produksi gabah, sedangkan trend teknologi, rasio harga GKG dengan HPP GKG, berpengaruh positip tetapi tidak signifikan terhadap produksi gabah. Kenaikan luas panen satu persen menyebabkan produksi gabah naik 1,569 persen. Kecenderungan trend teknologi sebesar satu persen menyebabkan produksi gabah naik 0,012 persen. Kenaikan rasio harga GKG dengan HPP GKG satu persen menyebabkan produksi gabah naik 0,004 persen. Kebijakan harga pembelian pemerintah terhadap GKG menyebabkan produksi gabah naik sebesar 0,082 persen, sedangkan tanpa kebijakan produksi gabah Indonesia turun sebesar 0,082 persen.
Hubungan Luas Lahan Terhadap Realisasi Pupuk Bersubsidi Berdasarkan Permentan No 41 Tahun 2021 Sembiring, Surya Abadi; Sihaloho, Henrykus; Sagala, Parsaoran
JURNAL AGRIUST Volume 3 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.713 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v3i1.2578

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 41 Tahun 2021, luas lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi subsidi pupuk adalah 2 hektare. Tujuan penelitian adalah menganalisis luas lahan dan realisasi pupuk bersubsidi dalam Permentan No 42/2021. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah Kelompok Tani tahun 2022 sebanyak 169, dan jumlah responden dengan metode Slovin adalah 92 orang. Realisasi pupuk bersubsidi adalah perbedaan pupuk bersubsidi diterima petani dengan pupuk bersubsidi diusulkan di RDKK. Realisasi pupuk bersubsidi dihitung dalam persen. Metode penelitian adalah uji Chi-suare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara luas lahan dengan realisasi subsidi pupuk urea, artinya semakin luas lahan maka semakin besar kekurangan realisasi subsidi pupuk urea. Terdapat korelasi antara luas lahan dengan realisasi subsidi pupuk NPK, artinya semakin luas lahan maka semakin besar kekurangan realisasi pupuk NPK bersubsidi.
Perbandingan Produktivitas Dan Pendapatan Usahatani Jagung Berbeda Varietas Deras, Stefanus; Sembiring, Surya Abadi; Duha, Albertini
JURNAL AGRIUST Volume 4 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/agriust.v4i1.3506

Abstract

Introduksi bibit varietas unggul jagung dalam kegiatan usahatani ditujukan untuk perbaikan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas dan pendapatan usahatani jagung varietas Pioner P 32 dengan varietas Pertiwi. Penelitian dilaksanakan di Desa Hilizalo’otanö, Kecamatan Mazinö, Kabu-paten Nias Selatan, dengan alasan karena sebagian besar petani mengusahakan tanam-an jagung sebagai sumber penghasilan keluarga petani. Sampel penelitian adalah petani jagung sebanyak 48 KK. Penentuan sampel dengan cara stratified random sampling berdasarkan luas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan produktivitas antara jagung varitas Pertiwi dan jagung varitas Pioner 32. Produktivitas jagung varietas Pertiwi sebesar 950.93 kg/ha sedangkan jagung varitas Pioner 32 sebesar 1,270.35 kg/ha. Perbedaan ini secara statistik nyata pada alfa 0,05. Pendapatan petani jagung varietas Pertiwi setiap musim tanam sebesar Rp 5,187,117.40/ha dan usahatani jagung varietas Pioner 32 sebesar Rp 9,616,517.72/ha. Perbedaan ini secara statistik nyata pada alfa 0,05.
Hubungan Tingkat Pendidikan terhadap Jenis Gabah Dijual Petani Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 24 Tahun 2020 Sembiring, Surya Abadi; Purba, Astuti Wulan Dari
JURNAL AGRIUST Volume 4 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/agriust.v4i1.3507

Abstract

Tujuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020, untuk stabilisasi harga melalui harga pembelian pemerintah terhadap beras dan gabah. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan jenis gabah dijual petani. Penelitian dilakukan di Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun sebagai sentra produksi padi di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah sampel 150 petani yang ditentukan berdasarkan metode Slovin di empat desa, yaitu Desa Silakkidir 56 petani, Desa Raja Maligas 44 petani, Desa Raja Maligas I 35 petani dan Desa Hutabayu 15 petani. Metode analisis dengan menggunakan uji Chi-suare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan jenis gabah dijual petani.
Strategi Pengembangan Rumah Bolon Sebagai Destinasi Wisata di Kecmatan Purba, Kabupaten Simalungun Nainggolan, Mai Fernando; Sembiring, Surya Abadi; Tambunan, Herlina Yolanda
JURNAL AGRIUST Volume 4 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/agriust.v4i2.4002

Abstract

Pengembangan Rumah Bolon dihadapkan dengan kurangnya sumberdaya manusia yang mengerti akan pentingnya kesadaran pariwisata, kurangnya dukungan untuk mneingkatkan infrastuktur merupakan dan anggaran pengembangan masih menjadi permasalahan utama bagi masayarakat desa untuk mengembangkan objek wisata dan menjadikan desanya maju untuk menjadi desa wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui strategi pengelolaan pengembangan Rumah Bolon sebagai destinasi wisata; 2) Mengetahui strategi pengembangan Rumah Bolon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuesiner dan FGD yang kemudian dianalisis menggunakan IFAS dan EFAS serta analisis SWOT. Dari hasil penelitian diketahui bahwa 1) Keaslian Rumah Bolon; 2) Kehidupan sosial masyarakat yang masih tradisional;  3) Adat dan istiadat yang masih dipegang teguh; 4) Masih sering dilaksanakannya upacara adat; dan 5) Kesakralan Daerah Rumah Bolonmerupakan potensi yang dapat menjadikan Rumah Bolon sebagai destinasi wisata. Analisis IFAS dan EFAS menunjukan skor 2.07 untuk kekuatan, 1.78 untuk kelemahan dan 1.40 untuk peluang dan 1.53 untuk ancaman. Dalam diagram SWOT posisi Rumah Bolon berada pada kuadran II. Diversifikasi (sumbu x 0.14 dan sumbu y -0.06) yang artinya Rumah Bolon berada dalam posisi yang memiliki ancaman namun masih memiliki kekuatan, untuk meminimalkan ancaman tersebut strategi yang dapat digunakan adalah strategi ST.
Dampak Kebijakan Pupuk Bersubsidi Terhadap Pendapatan Bersih Usatani Padi Sawah Berdasarkan Permentan No 10 Tahun 2022 di Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Sembiring, Surya Abadi; Sitohang, Maryanti; Nainggolan, Mai Fernando; Sinaga, Elma Desriana
JURNAL AGRIUST Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) biaya pupuk dengan adanya kebijakan pupuk bersubsidi dan tanpa kebijakan pada usahatani padi sawah, (2) perbedaan total biaya produksi dengan adanya kebijakan pupuk bersubsidi pada usahatani padi sawah, (3) pendapatan bersih dengan adanya kebijakan pupuk bersubsidi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai yang ditentukan secara purposive (sengaja). Penentuan sampel dilakukan dengan simpel random sampling, sedangkan besaran sampel ditentukan dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 81 sampel. Biaya pupuk dengan kebijakan pupuk bersubsidi Rp2.231.228/Ha/MT, sedangkan biaya pupuk tanpa kebijakan Rp 7.134.604/Ha/MT. Pengeluaran total usaha tani tanpa kebijakan Rp25.783.727/Ha/MT, sedangkan Pengeluaran total usaha tani dengan kebijakan Rp20.880.381/Ha/MT. Pendapatan bersih usahatani padi sawah dengan kebijakan Rp 57.780.471/Ha/MT, sedangkan pendapatan bersih usahatani padi sawah tanpa kebijakan Rp 52.877.095/Ha/MT.