Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Teknologi Produksi Benih Kentang untuk Mewujudkan Kemandirian Benih di BUMDes Desa Batur Husen, Dr. Syarif; Purnomo, Agus Eko; Iriany, Aniek; Muhidin, Muhidin; Zakia, Aulia; Fuadiputra, Iqbal Ramadhani; Mazwan, M. Zul; Anggita, Farusa; Nurfitriani, Rizka
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.1.12-22

Abstract

The area at the foot of Mount Merbabu, more precisely in Batur Village, has an altitude of 1,200‒1,800 meters above sea level, so it is very suitable for cultivating potato plants. Several farmers have cultivated this, but the production results are not always optimal. The potato crop productivity problems faced by farmers in BUMDes are: 1) Limited quality seeds; 2) The price of seeds is high and difficult for farmers to reach; 3) Farmers use seeds from some crops that are not of good quality so the yield is low and susceptible to disease; and 4) Farmers are unfamiliar with the technology for producing superior potato seeds. The University of Muhammadiyah Malang has superior virus-free seed sources and technology that can be adopted and disseminated to farmers to produce quality seeds independently so that they can overcome the problems they face. Activities are carried out in a participatory manner using tutorial methods, training and demonstration plots at locations, and group mentoring. Partners agree to actively provide human resources, necessary facilities, and accompanying funds in implementing activities. At this time, farmers have understood planet acclimatization technology. They can produce 5,000 mini cuttings from 500 acclimatized broodstock, 10,000 G0 seeds, and 25 tonnes/ha of G2 seeds using rooted shoot-cutting technology. Additionally, partner farmers have obtained permits as seed producers from BPSB (Seed Supervision and Certification Center). This program is ongoing, and UMM will assist on an ongoing basis until the establishment of an independent BUMDes for potato seeds in Semarang Regency.
Application of Several Compositions of Organic Mulch Sheet on Shallot (Allium ascalonicum L.) Cultivation Santoso, Untung; Farizal, Itbah; Hasanah, Faridlotul; Iriany, Aniek
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.184 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40365

Abstract

Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan pemulsaaan. Mulsa plastik maupun organik yang umum diaplikasikan masih memiliki kekurangan sehingga diperlukan inovasi dengan pembuatan mulsa organik lembaran (Organic Mulch Sheet, OMS). Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh komposisi OMS terhadap pertumbuhan dan biomassa tanaman bawang merah. Penelitian dilakukan bulan Desember 2019 sampai Februari 2020 di Lahan Percobaan UMM, Junrejo, Batu, Jawa Timur. Bahan berupa benih umbi bawang merah dan bahan baku OMS (eceng gondok, pelepah batang pisang dan sabut kelapa). Rancangan percobaan yang digunakan RAK sederhana dengan 6 perlakuan yakni 1 kontrol (tanpa mulsa) dan 5 perlakuan komposisi OMS (persentase eceng gondok (EG):pelepah batang pisang (PP): sabut kelapa (SK)) yakni M1 (40%EG: 40%PP: 20%SK), M2 (30%EG: 50%PP: 20%SK), M3 (50%EG: 40%PP: 10%SK), M4 (60%EG: 30%PP: 10%SK) dan M5 (40%EG: 50%PP: 10%SK). Data pertumbuhan dan biomassa dianalisis ANOVA, dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) Tukey, dan perhitungan nilai AGR dan CGR. Komposisi OMS berbahan dasar eceng gondok, sabut kelapa dan pelepah batang pisang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun serta jumlah anakan pada akhir masa vegetatif. Aplikasi OMS meningkatkan biomassa (berat basah dan berat kering total) tanaman secara nyata pada saat panen. Perlakuan OMS yang terbuat dari 40% eceng gondok, 40% pelepah batang pisang dan 20% sabut kelapa menunjukkan pertumbuhan dan biomassa tanaman serta nilai AGR dan CGR yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan OMS lainnya. Kata kunci: average growth rate, biodegradable, biomassa, crop growth rate