Liandra Khansa Utami Putri
Telkom University

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KAIN KONFEKSI ANASTASYA MODISTE MENGGUNAKAN METODE UPCYCLE DENGAN TEKNIK BORO STITCHING Sakinah, Mutiara; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fashion berkembang pesat di Indonesia, tingginya minat dan permintaan konsumen dalam bidang fashion membuat industri fashion berlomba-lomba menarik minat konsumen dengan menghadirkan berbagai macam koleksi busana terbaru setiap musimnya. Hal tersebut berdampak pada limbah hasil industri fashion. Limbah industri fashion mengalami peningkatan pada setiap tahunnya, dikarenakan tidak diolah secara optimal serta produksi masal yang dilakukan oleh industri fashion. Terdapat penumpukan limbah kain sisa produksi yang dibiarkan pada ruang pola, limbah kain tersebut merupakan suatu permasalahan karena mengganggu volume ruangan di konfeksi Anastasya Modiste. Pengolahan limbah kain dapat dimaksimalkan menggunakan metode upcycle untuk menaikan nilai, estetika, ekonomi, dan fungsional dengan teknik surface textile design berupa boro stitching yaitu penambalan permukaan kain, serta penambahan teknik fabric manipulation untuk mengubah suatu tampilan atau bentuk dari kain yang akan diaplikasikan sebagai dekorasi pada busana ready to wear deluxe berupa dress. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data berupa studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi pada limbah kain sisa produksi konfeksi Anastasya Modiste. Kata kunci: limbah kain, up-cycle, boro stitching.
PENERAPAN ELEMEN DEKORATIF DENGAN INSPIRASI MOTIF BATIK KETUPAT MANGROVE MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR PADA BUSANA MODEST WEAR Sadiyah, Salma Halimatus; Yuningsih, Sari; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modest wear telah menjadi gaya busana populer diberbagai negara dengan komunitas Muslim, termasuk Indonesia. Peningkatan minat terhadap modest wear mendorong desainer meluncurkan koleksi modest wear dengan inspirasi motif tradisional yang diterapkan menggunakan teknik bordir. Terdapat salah satu motif tradisional yang unik karena menggunakan ketupat sebagai ornamen utamanya yaitu batik Ketupat Mangrove. Batik Ketupat Mangrove merupakan batik yang diproduksi secara terbatas pada bulan Ramadhan. Batik ini memiliki potensi untuk diterapkan sebagai elemen dekoratif pada busana modest wear dengan menggunakan teknik bordir, menambah nilai estetis pada busana. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengembangkan elemen dekoratif pada busana modest wear dengan inspirasi motif batik Ketupat Mangrove Kutawaru dan menerapkan motif Batik Ketupat Mangrove menggunakan teknik bordir sebagai elemen dekoratif pada busana modest wear. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Hasil akhir eksplorasi dalam penelitian ini adalah mengadaptasi motif yang terinspirasi dari motif Batik Ketupat Mangrove, dikomposisikan berdasarkan hasil analisis brand pembanding dan bentuk pada desain busana kemudian diterapkan sebagai elemen dekoratif pada koleksi busana modest wear modern bergaya feminine romantic yang terdiri dari 3 look dengan siluet busana I dan H menggunakan teknik bordir manual. Kata Kunci : modest wear, motif batik ketupat mangrove, bordir, elemen dekoratif.
PENERAPAN ELEMEN DEKORATIF DENGAN INSPIRASI BATIK MANGROVE KUTAWATU MENGGUNAKAN TEKNIK STENSIL PADA BUSANA MODEST WEAR Khaira, Syarifah Niswatul; Yuningsih, Sari; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan umat muslim di Indonesia telah mendorong pesatnya tren busana modest wear. Para desainer modest wear ternama telah berhasil memadukan elemen tradisi dan modernitas dalam karya-karya mereka. Hal ini tercermin dari penerapan elemen dekoratif berupa motif nusantara seperti batik, yang menjadi salah satu unsur dominan dalam busana modest wear. Salah satu motif batik yang menarik untuk dikaji lebih lanjut adalah Batik Mangrove Kutawaru, yang terinspirasi dari keindahan ekosistem bakau. Motif ini menawarkan tampilan visual yang unik dan khas dalam industri batik di Kutawaru, Cilacap. Namun demikian, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih inovatif dengan mengadopsi teknik stensil untuk memvisualisasikan motif Batik Mangrove Kutawaru dalam busana modest wear. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengembangkan, dan mengevaluasi efektivitas pengolahan motif Batik Mangrove Kutawaru menggunakan teknik stensil dalam menciptakan produk fashion modest wear. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah terciptanya tiga look koleksi busana modest wear modern dengan gaya fashion feminine romantice, yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung nilai budaya melalui penerapan elemen dekoratif berupa motif Batik Mangrove Kutawaru. Kata kunci: elemen dekoratif, batik mangrove kutawaru, stensil, modest wear
PENERAPAN ELEMEN DEKORATIF SULUR BAKAU KEBAYA DENGAN TEKNIK BORDIR Zahra, Siti Fairunisya; Yuningsih, Sari; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebaya sebagai salah satu pakaian tradisional yang memiliki pesan dan filosofi yang terkandung dari setiap siluet bentuk busananya. Setiap jenis penerapan motif pada busana Kebaya memiliki ciri khas tersendiri. Peneliti melihat peluang bahwa tidak harus meletakkan penempatan motif sesuai ciri khas dari jenis kebaya, hal ini dilakukan agar tidak monoton. Sehingga peneliti dapat mengembangkan penerapan elemen dekoratif yang terinspirasi oleh motif batik Kutawaru, Cilacap, yaitu motif Sulur Bakau pada bentuk busana Kebaya dengan menggunakan teknik bordir. Tujaun dari penelitian ini adalah penerapan motif dengan menciptakan komposisi baru dari motif Sulur Bakau pada busana Kebaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa Observasi, Wawancara, Studi Literatur, dan Eksplorasi. Hasil akhir dari penelitain ini berupa koleksi busana Kebaya nusantara motif Sulur Bakau dengan penggunaan teknik bordir. Harapan penelitian selanjutnya agar dapat mengeksplorasi insprirasi motif nusantara seperti ragam hias fauna atau geometris, menggunakan penambahan teknik reka latar digital print, pemahaman mendalam mengenai pola busana dan pecah pola. Kemudian, pada proses produksi memberi tanda agar tidak salah dalam penempatan. Kata kunci: penerapan elemen dekoratif, kebaya, sulur bakau, bordir
PENERAPAN METODE UPCYCLE MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH KEBAYA DEFECT DAN LIMBAH KAIN BROKAT DENGAN INSPIRASI KINTSUGI Salsabila, Aliya Risqi; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan trend fashion yang cepat menyebabkan busana tradisional seperti kebaya ditinggalkan. Hal ini disebabkan karena minimnya pilihan kebaya modern berkualitas baik di pasaran, termasuk di Rumah Kebaya Neng Lina yang masih memproduksi kebaya lawas dan tidak luput dari produk defect. Di sisi lain, saat ini kebaya hanya digunakan di acara formal sehingga menyebabkan kesan eksklusivitas terhadap penggunaan kebaya. Lebih lanjut, hal ini menyebabkan masyarakat cenderung memilih untuk membuat kebaya dengan sistem custom-made sehingga membuat limbah kain sisa produksi kebaya menumpuk dan tidak terorganisasi, termasuk di Konfeksi Kebaya Susan. Penelitian ini menerapkan Kintsugi, sebuah seni memperbaiki keramik asal Jepang, sebagai inspirasi karena terdapat kesamaan nilai kandungan antara kebaya dan Kintsugi yakni nilai kealamiahan serta nilai kesederhanaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk fashion baru berupa kebaya modern dari hasil pengolahan limbah kebaya defect pada Rumah Kebaya Neng Lina dan limbah kain brokat pada Konfeksi Kebaya Susan dengan menggunakan metode kualitatif, analisis, serta eksplorasi. Kata kunci: brokat, kebaya, kintsugi, limbah tekstil, upcycle fashion
PENGEMBANGAN TEKNIK CRACK BINDER DENGAN KOMBINASI TEKNIK PAINTING MENJADI LEMBARAN TEKSTIL YANG MEMILIKI POTENSI UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA PRODUK FASHION Rusmayanti, Nur Halidha; Ciptandi, Fajar; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berjalannya masa akan menimbulkan suatu perubahan seiring waktu. Suatu perubahan akan ada karena terbentuknya inovasi-inovasi yang terus berkembang. Fashion merupakan salah satu bidang yang terus membutuhkan suatu inovasi yang dapat berupa serat baru, sentuhan akhir yang baru pada kain, warna, modifikasi siluet, penggunaan gaya yang khas, hingaa pengembangan teknik. Salah satu teknik yang dapat dikembangkan yaitu teknik crack binder. Teknik crack binder merupakan salah satu teknik yang memiliki peluang dan dapat dikembangkan sehingga menghasilkan suatu inovasi baru dimana teknik ini menghasilkan visual retak pada permukaan kain. Oleh karena itu, peneltian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik crack binder yang akan dikombinasikan dengan teknik painting untuk dapat menghasilkan suatu visual baru dan nantinya dapat diaplikasikan pada produk fashion. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan cara melakukan pengumpulan data yang berupa studi literatur, observasi, wawancara serta melakukan eksplorasi. Pada penelitian ini, hasil akhir yang dihasilkan berupa lembaran kain dengan visual baru menggunakan teknik crack binder yang dikombinasikan dengan teknik painting yang memiliki potensi untuk diaplikasikan pada produk fashion. Kata Kunci : crack binder, painting, pengembangan
PENGOLAHAN LIMBAH KAIN KATUN BERMOTIF MENGGUNAKAN TEKNIK CROCHET UNTUK PRODUK FASHION Ramdaniah, Laila Nur; Putri, Liandra Khansa Utami; Siagian, Marissa Corry Agustina
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri fashion terus mengalami peningkatan yang pesat, hal inimenyebabkan penumpukan limbah produksi fashion semakin menumpuk. Penumpukanlimbah fashion terjadi di salah satu mitra konfeksi daerah Ciganitri, salah satu limbah yangdihasilkan paling banyak adalah kain katun bermotif. Perkembangan industri yangmeningkat juga disebabkan oleh banyaknya trend fashion, salah satunya adalah trendfashion yang menggunakan teknik crochet. Dengan terjadinya penumpukan limbah danadanya trend crochet menimbulkan banyak peluang untuk memanfaatkan limbah menjadibenang sebagai alternatif baru. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan produk fashiondari kain katun bermotif menggunakan teknik crochet. Metode penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi literatur, observasi,wawancara, dan eksplorasi. Hasil dari penelitian ini akan diaplikasikan untuk produk fashiondengan konsep nautical style menggunakan material limbah katun yang di crochet. Darihasil eksperimen yang sudah penulis lakukan masih banyak peluang untuk membuatproduk fashion lain yang belum terealisasikan dan masih dapat dikembangkan. Kata Kunci : crochet, limbah katun bermotif, produk fashion, reka benang
PENGOLAHAN LIMBAH TUTUP BOTOL PLASTIK (HDPE) DENGAN TEKNIK HOT TEXTILE SEBAGAI EMBELLISHMENT PADA BUSANA Almira, Alya Zahra; Putri, Liandra Khansa Utami; Rosandini, Morinta
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sampah plastik yang menghasilkan limbah paling banyak adalah botol plastik. Limbah botol plastik biasanya diambil oleh pengepul untuk didaur ulang. Namun, pendauran ulang hanya fokus pada badan botol, sedangkan tutup botolnya sering diabaikan. Brand yang aktif terlibat dalam pengolahan limbah tutup botol ini, yaitu brand Olah Plastic. Melalui inovasi yang dilakukan oleh Olah Plastic, limbah tersebut dapat menjadi berbagai macam produk seperti furniture, coaster, dan cutlery. Namun, karena produksi yang terus dilakukan sisa potongan yang dihasilkan hanya dibiarkan menumpuk tanpa penanganan lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah studi literatur, observasi, dan wawancara, untuk memperoleh data mengenai pengolahan limbah sisa potongan produksi. Selain itu, penelitian ini juga didasari pada eksplorasi terkait teknik hot textile jika diterapkan pada limbah plastik sisa potongan produksi yang berasal dari tutup botol, yang akan menghasilkan sebuah bentuk embellishment. Kemudian, embellishment akan diaplikasikan kedalam sebuah lembaran elemen dekoratif. Hasil akhir eksplorasi berupa lembaran elemen dekoratif yang dapat diterapkan kedalam produk fashion berupa busana ready to wear. Kata kunci: tutup botol, felting, limbah, embellishment, busana, fashion.
PERANCANGAN PRODUK KEMEJA WANITA DENGAN PENERAPAN TEKNIK BORDIR SEBAGAI ELEMEN DEKORATIF UNTUK TREN 89BERKAIN99 Rajagukguk, Juniar Angelin Berliana; Bastaman, Widia Nur Utami; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya tren "Berkain" pada tahun 2017 hingga sekarang yang diprakarsai oleh komunitas Swara Gembira menunjukkan adanya kebaruan gaya berbusana yaitu, penggabungan kain tradisional Indonesia dengan produk pakaian modern salah satunya kemeja dengan elemen dekoratif bordir. Beberapa brand lokal yang sering digunakan oleh para pengikut ini adalah Sanje dan Earth Major, dimana kedua brand ini memproduksi jenis kemeja kasual dengan elemen dekoratif bordir yang didominasi oleh motif flora. Hal ini memberikan peluang untuk merancang jenis kemeja dan motif yang lebih variatif untuk memberikan sebuah kebaruan desain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan varian baru kemeja wanita dengan memodifikasi anatomi kemeja dan memberikan alternatif perancangan desain komposisi motif bordir. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang terbagi menjadi dua tahapan yaitu pengumpulan data sekunder melalui studi literatur, lalu dilanjutkan dengan pengumpulan data primer melalui observasi, document review, wawancara, dan eksplorasi. Luaran dari penelitian ini yaitu desain kemeja wanita dengan menerapkan elemen dekoratif bordir motif novelty yang terinspirasi dari kebudayaan tari tradisional Indonesia. Kata kunci: bordir, kemeja wanita, modifikasi, motif novelty, tren Berkain.
PERANCANGAN SURFACE TEXTILE DESIGN PADA KAIN BATIK GARUTAN UNTUK DITERAPKAN PADA PRODUK WRAP SKIRT WANITA Ramadhani, Reina; Bastaman, Widia Nur Utami; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren Berkain menjadi salah satu tren fashion yang sedang populer di kalangan anak muda dan fashion enthusiast Indonesia. Tren ini sudah diperkenalkan sejak 2017 oleh komunitas Swara Gembira dengan tujuan untuk menyebarkan pesan bahwa budaya kain bukanlah suatu budaya yang jadul. Saat ini, tujuannya telah berhasil menggiring kalangan anak muda Indonesia untuk melestarikan budaya berkain wastra yang terlihat dari banyaknya yang mengikuti cara berpakaian Berkain dengan memadupadankan busana sehari-hari dengan wastra seperti kain batik menjadi wrap skirt sebagai busana bawahannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan penggunaan teknik pengumpulan data studi literatur, observasi, document review, wawancara, dan eksplorasi. Dari hasil observasi, produk wrap skirt yang diproduksi oleh brand lokal belum banyak yang mengembangakn untuk memanfaatkan penerapan surface textile design sebagai elemen dekorasi yang dapat menambah nilai estetika pada produk wrap skirt batik. Namun, dalam pengembangannya pun kain batik tidak bisa sembarangan untuk digunakan dalam membuat suatu rancangan desain karena adanya beberapa ragam motif batik yang memiliki pakem. Tapi di sisi lain, ada juga batik Garutan yang ragam motifnya tidak memiliki pakem karena terinspirasi dari kondisi alam sekitar daerah Garut yang berarti motifnya lebih bebas untuk diekslorasi. Oleh karena itu, penulis melihat adanya peluang untuk mengembangkan produk wrap skirt menggunakan material kain batik Garutan yang kemudian akan dikombinasikan dengan elemen dekorasi surface textile design sebagai nilai tambah estetik pada produknya. Kata kunci: elemen dekorasi, kain batik, wrap skirt, saroong