Liandra Khansa Utami Putri
Telkom University

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ADAPTASI MOTIF TRADISIONAL SASIRANGAN MENGGUNAKAN TEKNIK CROCHET SEBAGAI PRODUK AKSESORIS FASHION Purwanto, Shafina Neztiti; Putri, Liandra Khansa Utami; Puspitasari, Citra
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang kaya akan keragaman budaya memberikan sumber inspirasi yang melimpah bagi pelaku kreatif, termasuk para UMKM seperti Zasirangan, Rabita, dan Helai Nusantara yang mengadopsi budaya lokal dalam pembuatan produk fashion populer menggunakan beragam teknik. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa minat pada motif tradisional sasirangan dan mempertahankan unsur budaya tersebut. Penelitian ini juga untuk mengetahui potensi pengaplikasian teknik crochet dalam menciptakan elemen desain yang baik. Metode kualitatif digunakan dengan menggunakan studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik crochet mampu menghasilkan ragam motif, termasuk dalam mengadaptasi motif tradisional sasirangan dengan memperhatikan empat elemen desainnya. Output dari penelitian ini berupa fashion aksesoris dengan teknik crochet. Penelitian ini diharapkan dapat memberi kebaruan dan memberi variasi pada industri sasirangan serta meningkatkan pemahaman terhadap motif tersebut.Kata kunci: sasirangan, crochet, aksesoris fashion
EKSPLORASI MATERIAL ORGANZA DENGAN TEKNIK CROCHET SEBAGAI PRODUK FASHION Isfendiar, Ilma Lutfia; Putri, Liandra Khansa Utami; Puspitasari, Citra
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material organza dinilai memiliki karakter yang khas yaitu transparan, berkilau, kuat, dan memiliki elastisitas yang tinggi. Dengan karakternya yang kuat, material organza mulai banyak digunakan sebagai material utama sebuah busana di kancah runaway international. Melihat dari fenomena tersebut terdapat penelitian yang sudah dilakukan dengan memanfaatkan material organza yang diolah dengan berbagai teknik surface dan structure, salah satunya pada penelitian yang berjudul 8Kain Organza dan Benang Nilon dengan MetodeMixedmedia Menggunakan Teknik Crohet untuk Produk Fesyen9 oleh Lugina Puspita Rahim tahun 2021. Pada penelitian tersebut material organza digunakan sebagai lembaran kain yang di mixedmedia dengan lembaran crochet dari benang nilon. Merujuk pada penelitian tersebut, terdapat peluang untuk melanjutkan penelitian dengan memperdalam material organza menggunakan teknik crochet yang tidak dilakukan pada penelitian sebelumnya. Metode penelitian pada penelitian ini adalah pengumpulan data studi literatur, observasi langsung untuk mengetahui karakter material, wawancara mengenai penelitian sebelumnya, dan yang terakhir melakukan eksplorasi dengan beberapa jenis tusukan crochet guna mengetahui lembaran crochet yang berpotensi dan tetap menampilkan karakter dari organza. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperdalam pengolahan material organza menggunakan teknik crochet yang pada penelitian sebelumnya belum dilakukan. Penelitian ini memiliki luaran produk berupa busana demi couture dengan mengolah unsur rupa warna dan tekstur yang dihasilkan oleh lembaran crochet.Kata Kunci : crochet, organza, produk fashion
PEMANFAATAN LIMBAH KAIN KATUN MENGGUNAKAN TEKNIK FELTING SEBAGAI PRODUK FASHION Meisyifa, Nabila Putri; Putri, Liandra Khansa Utami; Puspitasari, Citra
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penghasil limbah tekstil sisa produksi dari industri fashion adalah konfeksi. Teknik felting dapat berpontensi dalam mengolah limbah tekstil sisa produksi berupa kain katun. Menggunakan formula perekat air dan latex dengan perbandingan 1:1 menghasilkan material lembaran kain alternatif yang dapat digunakan untuk produk fashion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan olah visual material dan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara, observasi, dan eksplorasi. Mengolah limbah kain katun menggunakan teknik felting bertujuan dalam pemanfaatan dan daur ulang limbah kain katun dengan konsep upcycle fashion dengan menghasilkan kain alternatif hingga menjadi produk ready to wear fashion yang memiliki ciri khas tekstur dan warna sehingga menghasilkan nilai tambah dan jual. Luaran dari penelitian ini adalah lembaran kain alternatif dari hasil olah limbah kain katun dengan hasil akhir berupa produk ready to wear fashion dengan penggayaan sporty casualKata kunci: Limbah Kain Katun, Teknik Felting, Ready To Wear
PENERAPAN METODE UPCYCLE DENGAN TEKNIK MANIPULATING FABRIC PADA PERANCANGAN BUSANA SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN KAIN SISA KONFEKSI Annastya, Nur Azkaa; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan akan busana semakin hari semakin bertambah karena semakin banyakyang mengenal tren fashion terkini, salah satunya fast fashion. Kehadiran fast fashion memicupeningkatan jumlah pakaian yang dibeli oleh individu, karena produknya cenderung memilikikualitas rendah dan sering kali cepat rusak sehingga mempengaruhi perilaku konsumtif danmenyebabkan rasa ketidakpuasan terhadap barang yang telah dimiliki. Salah satu sektor tekstilyang terdampak limbah produksi kain adalah konfeksi, di mana limbah kain yang ada padakonfeksi berupa kain sisa atau kain perca. Kain sisa konfeksi pada umumnya hanya dibuatsebagai keset kaki dan produk yang nilai ekonominya rendah oleh para konsumen. Hal inidisebabkan karena kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat sehingga kurangnyaide dalam mengolah kain sisa sebagai upaya meminimalisir kain sisa tersebut. Tujuan penelitianini adalah merancang produk fashion yang berfokus pada pengelolaan kain sisa konfeksi yangsudah tidak terpakai, hal ini dilakukan melalui penerapan metode upcycle dengan penggunaanteknik manipulating fabric sebagai aplikasi dekoratif pada perancangan produk untukmeminimalisirkan limbah kain sisa yang ada dengan luaran penelitian berupa busana wanita.Kata Kunci: Upcycle, Manipulating Fabric, Kain Sisa Konfeksi
PENGEMBANGAN TEKNIK WET FELTING DENGAN PENGGABUNGAN TEKNIK REKA LATAR DALAM PERANCANGAN PRODUK FASHION Imaniar, Ratna Wilias; Putri, Liandra Khansa Utami; Puspitasari, Citra
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan tren fashion pada masa dewasa ini merupakan hal yang sangat penting, dari busana yang memperlihatkan warna, model, maupun teknik yang digunakan. Fashion yang menggunakan teknik felting masih belum banyak ditemukan khususnya wet felting. Walau wet felting sudah dikenal sejak lama, namun masih sedikit designer di Indonesia yang mengembangkan potensi dari wet felting. Penulisan penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi teknik felting dengan mengembangkan teknik wet felting dengan penggabungan teknik reka latar sebagai alternatif pada teknik felting untuk produk fashion. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur, observasi, wawancara dan eksplorasi teknik wet felting. peniltian ini bertujuan untuk Menghasilkan alternatif produk dari teknik felting dengan menggabungkan dua teknik yaitu teknik wet felting dan reka latar. Eksplorasi yang dilakukan dengan mengolah wet felting dengan penggabungan teknik reka latar nantinya dapat diterapkan pada produk fashion sehingga luaran dari penelitian ini adalah menghasilkan produk fashion wanita ready-to-wear.Kata kunci: Felting, Wet Felting, Reka latar, Ready-to-Wear.
PENGOLAHAN KAIN SISA KONFEKSI DI KAWASAN SENTRA KAIN CIGONDEWAH DENGAN TEKNIK MANIPULATING FABRIC Dewanti, Fika; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri fashion di Indonesia mengalami perkembangan yang meningkat, haltersebut terdorong karena masyarakat mulai menunjukkan ketertarikan pada produkfashion. Sifat konsumerisme masyarakat membuat para pesaing bisnis sadar akankebutuhan tersebut yang pada akhirnya memproduksi produk sebagai pemenuhankebutuhan hidup. Namun produksi secara berlebihan menghasilkan limbah tekstil yangbelum terolah secara optimal. Di Cigondewah terdapat toko-toko yang menjual kembalisisa kain konfeksi dengan harga yang murah, akan tetapi pergantian trend membuatlimbah kain terus berdatangan mengakibatkan sebagian jenis kain yang kurang diminatimengalami penumpukkan salah satunya adalah kain crinkle. Penelitian ini menerapkanmetode upcycle dengan teknik manipulating fabric yaitu teknik menghias sebagai upayamenaikkan nilai jual produk. Teknik ini berupa fabric slashing dan patchwork. Produk yangmengandung unsur kebudayaan juga dapat menambah nilai jual lebih sehingga produkpenelitian ini terinspirasi dari ikon khas kepulauan riau yaitu gonggong. Metode penelitianyang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan cara terjun langsung kekawasan tekstil Cigondewah untuk mengumpulkan data, mewawancarai sumber secaralangsung, dan studi literatur dari berbagai jurnal, buku, media dan berita. Penulismenganalisis kain dengan melakukan eksplorasi. Produk akhir penelitian ini berupabusana wanita yang memanfaatkan limbah kain sisa konfeksi menggunakan kombinasiteknik fabric slashing dan patchwork.Kata Kunci: Limbah Tekstil, Kain Sisa Konfeksi, Upcycle, Manipulating Fabric, Gonggong
PENGOLAHAN KAIN SISA PRODUKSI GARMEN KAWASAN TEKSTIL CIGONDEWAH DENGAN METODE UPCYCLE UNTUK PERANCANGAN PRODUK OUTERWEAR Siregar, Putri Zahra Mardita; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri fashion di Indonesia semakin meningkat didorong dengan banyaknya minat masyarakat dan adanya kemunculan berbagai fashion trend, sehingga meningkatkan skala produksi garmen setiap tahunnya. Hanya sekitar 15% limbah yang didaur ulang, sedangkan 85% lainnya dibakar, ditimbun atau berada di tempat penampungan. Seperti halnya yang terjadi di Kawasan Tekstil Cigondewah, pemanfaatan limbah kain sisa produksi garmen di kawasan tersebut belum dimaanfatkan secara optimal. Hasil dari penjualan masih menyisakan tumpukan kain yang patut untuk dimanfaatkan lebih baik. Penelitian secara kualitatif menggunakan metode pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi, wawancara, dan tahapan ekplorasi. Eksporasi yang dilakukan berupa proses pemetaan kain secara digital, penyusunan pola, dan berbagai pengembangan teknik manipulating fabric dan transformable / detachable design. Hasil dari eksplorasi menghasilkan susunan lembaran kain baru yang tersusun dalam produk utuh. Banyaknya limbah membuka potensi terhadap pengolahan kain sisa produksi garmen menjadi produk outerwear yang memiliki nilai fungsi dan estetika yang jauh lebih tinggi. Kata Kunci : Limbah Kain Sisa, Kawasan Tekstil Cigondewah, Upcycle
PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL MENGGUNAKAN METODE UPCYLING DENGAN MENERAPKAN TEKNIK BORO UNTUK PRODUK BUSANA WANITA Nurshifa, Vina Lucyana; Arumsari, Arini; Putri, Liandra Khansa Utami
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah merupakan bahan sisa yang dihasilkan oleh kegiatan industri dan manufaktur. Limbah terbagi menjadi limbah organik dan non-organik dan dapat dikategorikan berdasarkan bentuk, sifat, ukuran dan juga darimana sumber limbah berasal. Limbah tekstil dapat dikategorikan sebagai limbah padat yang berasal dari tempat produksi pakaian seperti konfeksi. Strategi pengelolaan limbah atau daur ulang merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengelola limbah tekstil, yaitu dengan menerapkan metode upcycling. Teknik boro merupakan teknik yang berasal dari Jepang yang digunakan untuk memperbaiki sebuah barang yang pernah di pakai atau bahkan di hancurkan dan teknik boro dapat digunakan untuk menerapkan metode upcycling pada limbah tekstil salah satunya dapat dijadikan sebuah produk. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, dimana sumber yang digunakan diperoleh melalui studi literatur, observasi, wawancara dan eksplorasi. Tujuan penelitian dilakukan untuk menghasilkan produk fashion berupa busana kimono modern wanita dengan menerapkan metode upcyclin serta mengaplikasikan teknik boro sebagai teknik yang diguanakan untuk menerapkan metode upcycling pada limbah tekstil tujuannya meningkatkan nilai estetika dan nilai lainnya pada limbah tekstil menjadi sebuah produk dengan menerapkan metode upcycling. Kata kunci: limbah, upcycling, Teknik Boro
Adaptasi Visual Produk Brand ‘Olah Plastic’ pada Material Tekstil Berbasis Wet Felting Technique Putri, Liandra Khansa Utami; Nabila Putri Meisyifa
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6865

Abstract

Industri tekstil di Indonesia merupakan penyumbang limbah yang cukup besar bagi industri fesyen. Jumlah limbah tekstil sisa produksi yang terus meningkat menjadi ancaman bagi lingkungan. PT Fartextile, Gajah Textile, dan Rumah Bordir KIKA, merupakan industri rumahan khusus memproduksi kain, pakaian, dan jasa penjahitan dengan fokus pada pembuatan busana, yang menghasilkan limbah tekstil sisa produksi. Data penelitian dikumpulkan melalui studi literatur mengenai limbah produksi industri, observasi, dan eksplorasi pembuatan kain wet felting yang dihasilkan dari olahan limbah tekstil twill gabardine, kain katun dan rib knit. Mengadaptasi visual dari material produk artisanal Brand Olah Plastic, pada visual material produk Olah Plastic menghasilkan motif marbling dan visual seperti potongan kaca, tampilan dari visual produk ini yang akan dijadikan referensi dalam pengolahan material limbah tekstil berbasis wet felting. Metode pembuatan wet felting dapat menjadi alternatif untuk mengolah tiga jenis limbah tekstil. Teknik wet felting berpotensi untuk mengolah limbah tekstil jenis twill gabardine, kain katun dan rib knit secara kreatif karena kemampuan pemadatan yang baik. Pengolahan limbah tekstil dengan metode wet felting bertujuan untuk memanfaatkan dan mendaur ulang limbah tekstil dengan konsep upcycling, untuk dijadikan lembaran kain baru sehingga menghasilkan bahan alternatif untuk sebuah produk yang memiliki karakteristik dengan tekstur dan warna yang beragam.
DESAIN KAOS MUSIK INDIE SEBAGAI PERGERAKAN BUDAYA POPULER Naufal Aulia Fiermeiza; Putri, Liandra Khansa Utami
CITRAKARA Vol. 7 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena loyalitas fans dalam dunia musik tidak hanya terbatas pada apresiasi terhadap karya, tetapi juga merambah ke aspek gaya hidup, termasuk penggunaan atribut seperti kaos band. Musik indie, sebagai bagian dari subkultur yang lahir dari gerakan independen, memiliki dinamika tersendiri dalam membentuk identitas serta loyalitas fansnya. Kaos band indie bukan sekadar merchandise, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan bagi penggunanya. Dalam ranah budaya populer, kaos band indie mencerminkan lebih dari sekadar mode; ia menjadi media ekspresi yang memperkuat hubungan antara musisi dan pendengarnya. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk menganalisis berbagai kajian terdahulu terkait subkultur musik indie, budaya populer, serta loyalitas fans melalui atribut fesyen seperti kaos band. Dengan menelaah literatur yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk memahami peran kaos band indie dalam membangun identitas fans serta bagaimana elemen ini berkontribusi terhadap eksistensi dan perkembangan subkultur musik indie.