Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA PADA MATERI POKOK UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN DI KELAS XI SMA NEGERI 1 BATANG ONANG Siregar, Ali Padang
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang sejauh mana pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap hasil belajar siswa materi pokok Unsur-Unsur Kebudayaan. Populasi dalam penelitian ini adalah: seluruh Kelas X SMA Negeri 1 Batang Onang sebanyak 4 (empat) kelas dengan jumlah 112 siswa. Untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan teknik random sampling. Oleh karena itu sampel yang ditetapkan penulis dalam penelitian ini 30 % dari jumlah populasi yaitu sebesar 35 orang. Berdasarkan hasil analisis deskriptif model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD diperoleh nilai rata-rata sebesar 2,85 apabila dikonsultasikan dengan kriteria penilaian yang ditetapkan maka nilai tersebut masuk pada kategori “Baik”. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa materi pokok Unsur-Unsur Kebudayaan sebelum menggunakan model pembelajaran Koopratif Tipe STAD diperoleh nilai sebesar 65,14 apabila nilai tersebut dikonsultasikan pada kriteria penilaian yang ditetapkan masuk pada kategori “Cukup”. Kemudian hasil belajar siswa materi pokok Unsur-Unsur Kebudayaan sesudah menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,86 apabila nilai tersebut dikonsultasikan dengan kriteria penilaian yang ditetapkan masuk pada kategori “Baik”. Dari perhitungan diperoleh t-hitung = 2,65, bila dibandingkan dengan t-tabel pada tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5% dengan derajat kebebasan (dk) = n – 2 = 35– 2 = 33. Dari daftar distribusi didapat ttabel = 1,69. Berdasarkan kriteria pengujian maka Ho di tolak jika thitung  > t-tabel. Ternyata t-hitung lebih besar dari t-tabel yaitu 2,65 > 1,69. Dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan diterima yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Pokok Unsur-Unsur Kebudayaan di Kelas XI SMA Negeri 1 Batang Onang dengan kata lain hipotesis yang di ajukan dapat diterima atau di setujui. Artinya tinggi-rendahnya Hasil Belajar Siswa Materi Pokok Unsur-Unsur Kebudayaan dipengaruhi oleh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD khususnya di Kelas XI SMA Negeri 1 Batang Onang.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA PADA MATERI POKOK UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN DI KELAS XI SMA NEGERI 1 BATANG ONANG Ali Padang Siregar
Jurnal Education and Development Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.148 KB) | DOI: 10.37081/ed.v4i2.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang sejauh mana pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap hasil belajar siswa materi pokok Unsur-Unsur Kebudayaan. Populasi dalam penelitian ini adalah: seluruh Kelas X SMA Negeri 1 Batang Onang sebanyak 4 (empat) kelas dengan jumlah 112 siswa. Untuk menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan teknik random sampling. Oleh karena itu sampel yang ditetapkan penulis dalam penelitian ini 30 % dari jumlah populasi yaitu sebesar 35 orang. Berdasarkan hasil analisis deskriptif model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD diperoleh nilai rata-rata sebesar 2,85 apabila dikonsultasikan dengan kriteria penilaian yang ditetapkan maka nilai tersebut masuk pada kategori “Baik”. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa materi pokok Unsur-Unsur Kebudayaan sebelum menggunakan model pembelajaran Koopratif Tipe STAD diperoleh nilai sebesar 65,14 apabila nilai tersebut dikonsultasikan pada kriteria penilaian yang ditetapkan masuk pada kategori “Cukup”. Kemudian hasil belajar siswa materi pokok Unsur-Unsur Kebudayaan sesudah menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,86 apabila nilai tersebut dikonsultasikan dengan kriteria penilaian yang ditetapkan masuk pada kategori “Baik”. Dari perhitungan diperoleh t-hitung = 2,65, bila dibandingkan dengan t-tabel pada tingkat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5% dengan derajat kebebasan (dk) = n – 2 = 35– 2 = 33. Dari daftar distribusi didapat ttabel = 1,69. Berdasarkan kriteria pengujian maka Ho di tolak jika thitung > t-tabel. Ternyata t-hitung lebih besar dari t-tabel yaitu 2,65 > 1,69. Dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan diterima yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Pokok Unsur-Unsur Kebudayaan di Kelas XI SMA Negeri 1 Batang Onang dengan kata lain hipotesis yang di ajukan dapat diterima atau di setujui. Artinya tinggi-rendahnya Hasil Belajar Siswa Materi Pokok Unsur-Unsur Kebudayaan dipengaruhi oleh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD khususnya di Kelas XI SMA Negeri 1 Batang Onang.
PERILAKU EKONOMI ETNIS CINA DI INDONESIA SEJAK TAHUN 1930-AN Ali Padang Siregar
Jurnal Education and Development Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.049 KB) | DOI: 10.37081/ed.v6i3.743

Abstract

This economic behavior ultimately leads to a business that is safe and neutral in the sense that it does not pose much risk to the safety and well-being of the self. The concrete form of ethnic Chinese economics tends to move in the field of retail and financial, business that is not a big business (because the vital efforts of its management are controlled by the state). Economic behavior that tends to be proactive, in the form of business or family company, has become characteristic of ethnic Chinese in Asian region including Indonesia. This is also supported by ethnic Chinese perception to the identification of ethnic Chinese against state inhabited. Particularly in Indonesia, the ethnic Chinese economic perception is divided between the economic and ethnic Chinese perceptions of "totok" and the early peranakans are both present as overseas Chinese. This condition is exacerbated by the attitude of some bureaucrats or high-ranking Indonesian officials who tend to prefer cooperation with ethnic Chinese to run their business, because Chinese ethnicians are considered more experienced and strong capital than natives. Indeed, it has been proved that the majority of emigrants are more successful than ethnic Chinese peranakans, the cause of "totok" ethnic Chinese tend to be innovative and dare to take high risks as entrepreneurs, while ethnic Chinese peranakans are more conservative in business, which tend to be more interested in becoming professionals rather than entrepreneurs.