Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Hewan Firdaus Adji Prasetyo; I Made Sepud; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Analogi Hukum 276-280
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.276-280

Abstract

Hewan itu makhluk yang memiliki rasa untuk merasakan apa yang dinamakan rasa sakit tidak hanya dijadikan hewan peliharan dan hewan pekerja atau ternak yang hanya diakui kepemilikannya tetapi juga harus dijaga sehingga tidak dari penganiayaan itu dilarang. Diangkat yaitu dua rumusan dari masalah, Bagaimanakah pengaturan tindak pidana penganiayaan hewan di Indonesia? Serta Bagaimanakah sanksi pidana terhadap pelaku penganiayaan hewan sehingga menyebabkan kematian? Manfaat dari metode normatif sekira mampu membantu menjawab masalah ini. Hasil teliti diketahui pada UU No.18/2009 diubah UU No.41/2014 serta dalam hukum KUHP yang dicantumkan dalam pasal Pasal 302 serta Pasal 540 mengatur terkait penganiayaan terhadap hewan dengan sanksi yang dapat diterima jika melakukan penganiayaan terhadap hewan dapat berupa sanksi penjara, kurungan maupun denda. Adanya aturan terkait larangan penyiksaan hewan tapi pada nyatanya masih banyak penyiksaan terhadap hewan sehingga dibutuhkan penegakan hukum yang ketat yang mampu mengurangi tingkat penyiksaan terhadap hewan.
Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penjualan Jimat Sukma, Luh Gede Anglika Gayatri; Sepud, I Made; Subamia, I Nyoman
Jurnal Analogi Hukum 92-98
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.6.1.2024.92-98

Abstract

The sale of amulets in the community is very troubling because many lead to fraud. The sale of amulets in the Criminal Code has been regulated in Article 546 of the Criminal Code but, in practice, it is charged with Article 378 of the Criminal Code on fraud. The formulation of the problem in this study, namely how is the regulation of the criminal act of selling amulets in positive law in Indonesia? and how are the criminal sanctions against the perpetrators of the criminal act of selling amulets? This type of research is normative with the approach of legislation and concepts. The sources of legal materials used are primary, secondary, and tertiary legal materials. The technique of collecting legal materials by means of documentation and notes. Analysis of legal materials is descriptive and analytical. The results of this study are that the seller of amulets is threatened with a maximum imprisonment of three months or a maximum fine of four thousand five hundred rupiahs, but in practice the perpetrators of selling amulets are more often subject to Article 378 of the Criminal Code on fraud which proves that Article 546 of the Criminal Code is no longer relevant in society.