Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FULL DAY SCHOOL: MODEL PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN DAN MANDIRI DI KALANGAN PESERTA DIDIK Dakusta Puspitasari; Maryono
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v13i1.1178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program Full Day School dalam membentuk karakter disiplin dan kemandirian pada peserta didik di TK An-Nahdliyyah Grabag, Kabupaten Magelang. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, tiga guru, dan lima orang tua murid sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Full Day School dapat meningkatkan disiplin dan kemandirian siswa melalui berbagai strategi, termasuk pengaturan jadwal yang ketat, pembelajaran berbasis proyek, dan keterlibatan aktif orang tua. Komitmen pendidik dan dukungan orang tua merupakan faktor pendukung utama dalam keberhasilan program ini. Namun, penelitian juga mengidentifikasi beberapa hambatan, seperti keterbatasan fasilitas, keragaman latar belakang siswa, dan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara beban akademik dan kesejahteraan emosional siswa. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi sekolah dan pendidik dalam mengembangkan dan mengimplementasikan program Full Day School yang lebih efektif. Penelitian ini juga merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari Full Day School serta studi komparatif dengan model pendidikan lainnya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi pada literatur pendidikan mengenai Full Day School tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.
Basic Introduction to Pegon Writing at MTs Walisongo 2 students Krandegan Hamlet, Sukomakmur Village, Kajoran District, Magelang Regency Abdun Nafi'; Titis Rosowulan; Dakusta Puspitasari
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i1.8165

Abstract

Learning to read and write in Arabic Pegon is not just a skill reserved for students in Islamic boarding schools, but it can also be an additional insight for students who have never learned it or are unfamiliar with it. The purpose of introducing the basics of Pegon writing is to facilitate students in understanding the yellow books (traditional Islamic texts). Additionally, this activity aims to cultivate students' enthusiasm for embracing the traditions of scholars and Islamic boarding schools, so they are not easily influenced by foreign cultures with their Latin language instruments. This community service adopted the ABCD approach, which consists of five main stages: Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny. As a result of the learning activities provided with the ABCD approach, students were able to master the patterns of Pegon Arabic writing and apply them in understanding the texts according to the existing rules, as well as read them correctly. Thus, the introduction to basic Pegon writing at Walisongo 2 Junior High School served as an initial foundation for seventh-grade students to master the skills of reading and writing Arabic Pegon, enabling them to be prepared to study yellow books such as Fiqh, Tajwid, and Tauhid. Consequently, in the following grades, seventh-grade students will find it easier to understand yellow books both in reading and writing