Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pertumbuhan Anggrek Cymbidium ensifolium (L.) Swartz. Setelah Pemberian Pupuk Organik Cair untuk Konservasi Zahrotunnisa, Alfi; Suedy, Sri Widodo Agung; Nurchayati, Yulita; setiari, nintya
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.4.579-586

Abstract

Anggrek Cymbidium ensifolium merupakan anggrek terrestrial dengan ciri bunga berwarna kuning corak merah. Keindahan anggrek tersebut menyebabkan masyarakat melakukan eksploitasi yang dapat mengancam kepunahan, sehingga diperlukan upaya pelestarian salah satunya secara ex situ dengan budidaya. Proses budidaya disesuaikan dengan kondisi alamnya yaitu menggunakan bahan alam sebagai pupuk alami atau organik. Bahan alam yang dapat digunakan dalam pembuatan pupuk adalah air kelapa dan air cucian beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan air kelapa dan air cucian beras dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan anggrek C. ensifolium. Metode yang digunakan adalah ex situ dengan menanam menggunakan polybag dengan medium tanah: sekam: sekam berambut = 1: 1: 1 dan mikoriza 15 gr/tanaman di kebun percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor berupa konsentrasi POC 0%, 15% dan 30%. Metode analisis data menggunakan ANOVA dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan POC berbahan air kelapa dan air cucian beras berpengaruh meningkatkan pertumbuhan C. ensifolium. Pupuk organik cair 30% merupakan konsentrasi optimal untuk panjang tunas, panjang dan lebar daun. Kebaruan penelitian ini adalah digunakannya kombinasi air kelapa dan air cucian beras sebagai bahan dasar pembuatan pupuk dan pada konsentrasi 30% meningkatkan pertumbuhan anggrek.
Callus Growth and Development of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) in Response to Glucose Concentration and Explant Source: Implications for Capsaicin Production via Tissue Culture Syaiful Anam, Muhammad; Nurchayati, Yulita; Setiari, Nintya; Nuryandani, Einstivina
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.26769

Abstract

Callus culture is a promising biotechnological approach for the sustainable production of secondary metabolites, including capsaicin, without dependence on seasonal factors or large-scale cultivation. This study investigated the effect of glucose concentration on callus growth derived from hypocotyl and cotyledon explants of Capsicum frutescens L. seedlings. A Completely Randomised Design with two factors and three replications was applied using Murashige and Skoog medium supplemented with 2 ppm 2,4-D and 0.5 ppm kinetin, and three glucose concentrations: 30, 40, and 50 g/L. Observed parameters included callus initiation time, colour, texture, and wet weight. Data were analysed using two-way ANOVA and Duncan's Multiple Range Test at P < 0.05. Glucose at 30 g/L produced the fastest initiation and highest wet weight in hypocotyl-derived callus, whereas 40 g/L was optimal for cotyledon-derived callus. These findings provide a basis for optimising tissue culture protocols to support capsaicin production in C. frutescens. Pertumbuhan dan Perkembangan Kalus Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) sebagai Respon terhadap Konsentrasi Glukosa dan Sumber Eksplan: Implikasinya terhadap Produksi Kapsaisin melalui Kultur Jaringan ABSTRAK: Kultur kalus merupakan pendekatan bioteknologi yang menjanjikan untuk produksi metabolit sekunder, termasuk kapsaisin, secara berkelanjutan tanpa bergantung pada faktor musiman maupun budidaya skala luas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh konsentrasi glukosa terhadap pertumbuhan kalus yang berasal dari eksplan hipokotil dan kotiledon Capsicum frutescens L. Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor dan tiga ulangan digunakan pada media Murashige dan Skoog yang diperkaya 2 ppm 2,4-D dan 0,5 ppm kinetin, serta tiga konsentrasi glukosa, yaitu 30, 40, dan 50 g/L. Parameter yang diamati meliputi waktu inisiasi kalus, warna, tekstur, dan berat basah. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dan uji Duncan pada taraf P < 0,05. Glukosa 30 g/L menghasilkan inisiasi tercepat dan berat basah tertinggi pada kalus hipokotil, sedangkan 40 g/L optimal untuk kalus kotiledon. Temuan ini menjadi dasar optimasi kultur jaringan untuk mendukung produksi kapsaisin pada C. frutescens.
Glutamic Acid Application for Enhancement of Growth and Productivity of Okra Plant (Abelmoschus esculentus L. Moench) Septiyana, Eva; Setiari, Nintya; Darmanti, Sri
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v7i2.10146

Abstract

Red okra fruit has high nutritional value and fiber but still has low production. Monosodium glutamate (MSG) consists of sodium and glutamic acid. In plants, sodium can role of replacing potassium, stomata physiology, and chlorophyll biosynthesis. Glutamate as the nitrogen donor in primer metabolism and gibberellic acid precursor. The assumption that MSG in plants has a positive impact. This research aimed to examine the effect of MSG and the optimum dosage for enhances of growth and production. This research was conducted with Completely Randomized Designs (CRD) with one factor, is the MSG dosage (0, 3, 6, and 9 g). Quantitative data were analyzed using analysis of variant (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level. The result shows that the MSG treatment enhances the growth of the okra based on parameters of plant’s height, fresh weight of plant, dry weight of plant and the width of the leaf and enhances the production of the okra based on the flowering time, the number of the flower, the number of the fruit, the percentage of flower becoming fruit, the weight of fruit, width of fruit, and the diameter of the fruit. The optimal dosage of MSG for okra production and growth is 3 g/plant.