Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA TERHADAP KASUS PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADEMAWU PAMEKASAN Solichatin; Ni Made Aulia Novieta Dewi
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini adalah perkawinan yang dilakukan sebelum usia 19 tahun sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, ekonomi, budaya, pergaulan bebas, dan peran orang tua, serta berisiko meningkatkan komplikasi kehamilan, persalinan, dan masalah kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran orang tua terhadap kasus pernikahan dini di wilayah kerja Puskesmas Pademawu. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri yang melakukan pernikahan dini di wilayah kerja Puskesmas Pademawu. Sampel berjumlah 45 responden, terdiri atas 23 kelompok kasus dan 22 kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok pernikahan dini, hampir seluruh responden (82,6%) memiliki peran orang tua dalam kategori kurang baik. Pada kelompok yang tidak mengalami pernikahan dini, kategori peran orang tua baik dan kurang baik memiliki proporsi yang sama, masing-masing sebesar 50%. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p = 0,022 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan kasus pernikahan dini. Disimpulkan bahwa peran orang tua berhubungan dengan kejadian pernikahan dini di wilayah kerja Puskesmas Pademawu. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi bidan untuk meningkatkan edukasi kepada orang tua dan remaja dalam upaya pencegahan pernikahan dini.
Pengaruh Latihan Yoga Pranayama Terhadap Kadar Mean Platelet Volume (MPV) Pada Remaja Putri Dengan Dismenore Primer Latifah; Desta Ayu Cahya Rosyida; Solichatin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1562

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi tanpa adanya kelainan organik yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini berhubungan dengan peningkatan proses inflamasi yang salah satunya dapat tercermin melalui peningkatan kadar Mean Platelet Volume (MPV) sebagai indikator aktivasi trombosit. Salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang berpotensi membantu menurunkan respons inflamasi adalah latihan Yoga Pranayama melalui mekanisme relaksasi yang mampu mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan sistem saraf otonom. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Yoga Pranayama terhadap kadar Mean Platelet Volume (MPV) pada remaja putri dengan dismenore primer. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 43 siswi dengan sampel sebanyak 31 siswi yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengukuran kadar Mean Platelet Volume (MPV) dilakukan sebelum dan sesudah pemberian latihan Yoga Pranayama, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kadar Mean Platelet Volume (MPV) sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai Z = -6,847 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori tinggi, sedangkan setelah intervensi sebagian besar berada pada kategori normal. Disimpulkan bahwa latihan Yoga Pranayama berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar Mean Platelet Volume (MPV) pada remaja putri dengan dismenore primer. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu dasar bagi bidan dalam mengembangkan terapi komplementer nonfarmakologis melalui edukasi dan pendampingan latihan Yoga Pranayama pada pelayanan kesehatan remaja untuk membantu mengurangi respons inflamasi dan keluhan dismenore primer