Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analysis Of Food Security In Rice Farming Households That Experience Land Fragmentation In Buay Madang Sub-District, OKU Timur District Munajat Munajat; Fifian Permatasari; Ema Pusvita
Tropical Plantation Journal Vol 5, No 1 (2026): TROPICAL PLANTATION JOURNAL
Publisher : Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56125/tpj.v5i1.80

Abstract

Fragmentation is agricultural land that is scattered or not in one whole area of land. Penelitian diakukan di Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah metode studi kasus. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak serta berasal dari anggota populasi yang ada. Responden di ambil dari tiga desa yaitu Desa Tebat Jaya, Aman Jaya, Desa Sukaraja dan Desa Sridadi, dengan alasan keempat desa ini merupakan desa yang paling banyak terjadi fragmentasi lahan, dengan kriteria luas lahan lebih dari 1 Ha. Based on the results of the study using formula calculations, the level of food security for rice farming households experiencing land fragmentation in Buay Madang Timur District was 49.78% of total household expenditure. That is, according to the criteria, if the share of household food expenditure is 60%, household is said to be food insecure. Thus the tolerance value for the percentage share of household food expenditure is 60% assuming the ideal value of the share of household food expenditure is 49.78% of total household expenditure, meaning food security. Factors that affect the food security of rice farmers who experience land fragmentation in Buay Madang Timur District, OKU Timur Regency are land area (x1), access to food (x2), income (x3), price (x4) have a significant effect while length of education (x5 ) has no real effect.
Pendampingan Inovasi Dendeng Kulit Singkong Di Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten OKU Fifian Permata Sari; Munajat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DIASYA)
Publisher : Rumah Jurnal PT Citra Air Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71200/diasya.v2i1.232

Abstract

Komoditas Singkong merupakan komoditas yang sangat banyak ditanam di Indonesia karena suburnya tanah Indonesia membuat tanaman ini sangat mudah tumbuh dan dibudidayakan.  Hasilnya pun banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tepung, kue, kerupuk dan keripik.  Banyak UKM yang memanfaatkan bahan baku singkong untuk diolah kembali karena harganya yang murah dan tersedia sangat banyak. Kepedulian terhadap banyaknya sampah rumahtangga, khususnya kulit singkong di beberapa UKM yang menggunakan bahan baku singkong, membuat munculnya ide untuk mengolah kulit singkong menjadi bahan olahan pangan baru, yaitu dendeng kulit singkong (denlitkong). Dendeng kulit singkong merupakan salah satu camilan yang bisa dijadikan bahan lauk.  Dikemas dalam keadaan agak basah selayaknya rendang dan kaya akan bumbu rempah, bisa dijadikan sebagai gulai pendamping makan nasi layaknya lauk pauk yang lain.  Berdasarkan analisa ekonominya, usaha dendeng kulit singkong membutuhkan modal (nilai investasi) sebesar Rp. 9,007,220 dengan biaya tetap Rp.1,547,797. Pengeluaran dengan nilai variabel Rp. 14,787,000 dan total biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp.16,334,797. Pendapatan yang dihasilkan selama sebulan dari bisnis ini adalah sebesar Rp. 19,500,000. Dengan begitu keuntungan bisnis dendeng kulit singkong selama sebulan sebesar Rp.3,165,203. Untuk balik modal dalam bisnis ini membutuhkan waktu yang tak lama yakni selama 3 bulan. Usaha baru ini dapat menggandeng usaha lainnya yang telah ada untuk diajak kerjasama dalam hal mengatasi limbah usaha, contohnya dengan menggandeng UKM Keripik yang operasionalnya selalu menggunakan bahan baku singkong dan selama ini kulit singkong menjadi bahan buangan atau limbah rumahtangga dari UKM tersebut.  Dendeng kulit singkong menjadi salah satu produk inovasi yang mampu.
Pendampingan Inovasi Pemanfaatan Bonggol Jagung Sebagai Media Tanam Jamur Di Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten OKU Munajat; Fifian Permata Sari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DIASYA)
Publisher : Rumah Jurnal PT Citra Air Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71200/diasya.v2i1.233

Abstract

Pemanfaatan bonggol jagung menjadi media tanam jamur merupakan upaya pendampingan yang diberikan pada masyarakat Kecamatan Binaan Sosoh Buay Rayap OKU, dimana mayoritas penduduk adalah sebagai petani jagung. Kegiatan panen jagung yang kemudian diolah menjadi jagung pipilan kering menghasilkan banyak sampah berupa bonggol jagung kering yang dalam waktu lama menumpuk menjadi sampah dan menimbulkan masalah karena tumpukan bonggol jagung sulit untuk diuraikan oleh lingkungan. Pendampingan pemanfaatan bonggol jagung ini selain mengatasi masalah sampah juga mendatangkan keuntungan buat petani melalui usahatani jamur janggel dan hilirisasi usaha ini mampu membuka lapangan pekerjaan baru untuk Masyarakat melalui pengolahan jamur menjadi keripik jamur. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terbukanya lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat lewat tumbuhnya UMKM baru di Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Luaran yang diharapk