Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS BAHAYA POTENSIAL PSIKOSOSIAL DAN KARAKTERISTIK PEKERJA TERHADAP KEJADIAN BURNOUT AKIBAT KERJA DI RUMAH SAKIT Ardiningrum, Nisrina; Pratama, Susilo Budi; Setiawan, M. Riza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i2.13288

Abstract

Burnout merupakan sindrom psikologis yang berhubungan dengan pekerjaan yang meliputi kelelahan emosional, depersonalisasi, dan rasa kurangnya pencapaian pribadi. Berdasarkan survei U.S Department of Health and Human Services pada 2020, dari 20.947 tenaga kesehatan, terdapat 49% (10.264 petugas kesehatan) mengalami burnout. Data hasil Riskesdas di Kota Semarang tahun 2018, menunjukkan gangguan mental emosional sebesar 5,24% (3.540 orang) yang kemungkinan salah satunya adalah burnout. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan terhadap 47 perawat RS Charlie Hospital yang telah memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel adalah concecutive sampling. Instrumen penelitian ini dengan kuesioner Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey for Medical Personnel (MBI-HSS-MP), The Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ II), dan kuesioner karakteristik pekerja (usia, jenis kelamin, masa kerja, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan status kepegawaian). Berdasarkan uji statistik Chi square, terdapat hubungan bahaya potensial psikososial terhadap burnout dengan p-value 0,035 (p < 0,05) dan tidak terdapat hubungan karakteristik pekerja terhadap burnout dengan p-value seperti usia 1,000 (p > 0,05), jenis kelamin 0,342 (p > 0,05), masa kerja 0,164 (p > 0,05), tingkat pendidikan 0,170 (p > 0,05), status perkawinan 0,761 (p > 0,05), dan status kepegawaian 0,093 (p > 0,05).
Analisis Faktor Risiko terhadap Gejala Silikosis pada Pekerja Pengasap Ikan di Desa Karimunjawa Noor, Ratna Amalia; Setiawan, M. Riza; Faizin, Chamim
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i2.26837

Abstract

Abstrak: Menurut skema Surveillance of Work-related and Occupational Respiratory Disease (SWORD), insiden silikosis memiliki rata-rata tahunan sekitar 30 kasus, dan memiliki angka kematian di Indonesia mencapai 69,2 kasus. Silikosis disebabkan oleh debu silika yang umum terjadi pada pekerjaan yang berhubungan dengan debu seperti pertambangan, konstruksi, dan lainnya. Pekerja pengasapan ikan berisiko terkena silikosis karena paparan debu silika dari abu sabut kelapa yang terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi paparan, masa kerja, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap adanya gejala silikosis pada pekerja pengasapan ikan di Desa Karimunjawa. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional menggunakan kuesioner Gejala Silikosis dari penelitian Jayanti tahun 2017, dengan jumlah sampel 23 responden. Data dikumpulkan pada bulan Februari 2023, dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,4% responden memiliki gejala silikosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama paparan memiliki korelasi yang signifikan dengan gejala silikosis (p = 0,017), masa kerja tidak memiliki korelasi dengan gejala silikosis (p = 0,176), dan penggunaan APD tidak memiliki hubungan dengan gejala silikosis (p = 0,366). Dari hasil penelitian ini di simpulkan bahwa makin lama terpapar debu, makin besar risiko timbulnya gejala silikosis.