Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Maserasi fetus sebagian pada kambing peranakan etawa Widyastuti, Rini; Setiawan, Rangga; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.13-14

Abstract

Maserasi fetus adalah kondisi patologis selama masa kebuntingan ditunjukkan dengan adanya kematian janin diikuti dengan proses pembusukan dan penghancuran jaringan fetus. Maserasi fetus pada laporan kasus kali ini terjadi pada induk kambing peranakan etawa yang menjadi resepien program sinkronisasi birahi dan inseminasi buatan (IB). Hasil pemeriksaan ultrasonografi dan palpasi abdomen pada kambing menunjukkan tanda kebuntingan 3 bulan pasca IB. Namun hingga bulan ke 7 tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kelahiran. Hasil pemeriksaan fisik terlihat pembesaran abdomen dan teraba janin pada palpasi abdominal, akan tetapi pada vulva terdapat leleran darah dan nanah. Terapi dengan penyuntikan hormon PGF2α dilakukan untuk mendilatasi servik dan kontraksi myometrium sehingga janin dapat keluar. Kondisi janin yang keluar tampak abdominal hingga ekstremitas caudal sudah membusuk dan lisis. Induk kambing PE didiagnosa mengalami maserasi sebagian pada fetus. Terapi pada induk dilanjutkan dengan pemberian antibiotik dan multivitamin.
Abortus idiopatik superfetasi alami pada sapi Pasundan Widyastuti, Rini; Setiawan, Rangga; Hilmia, Nena; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.63-64

Abstract

Abortus pada sapi merupakan kondisi ketidakmampuan fetus untuk bertahan hidup di dalam rahim hingga saat akan dilahirkan. Tulisan ini merupakan laporan pertamakali kasus abortus idiopatik superfetasi dari perkawinan alami yang terjadi pada induk sapi Pasundan primipara. Sapi-sapi awalnya dipelihara dengan sistem kandang koloni dan bercampur antara jantan (n=10) dan betina dara (n=18) selama 2 minggu pascapemindahan sapi dari kandang ternak di Kabupaten Ciamis. Terjadi kebuntingan oleh perkawinan alami pada sapi dara tanpa diketahui usia dan riwayat kebuntingan. Seekor induk sapi teramati menunjukkan gejala perdarahan pervagina, mengejan dan disertai pengeluaran fetus berukuran kecil (panjang ~25 cm, usia fetus ~120 hari) beberapa jam kemudian, sebelumnya sapi telah mengalami abortus dengan ukuran fetus yang besar (panjang ~36 cm, usia fetus ~150 hari). Induk sapi Pasundan primipara yang mengalami abortus kemudian dipisahkan ke kandang individu untuk mengurangi stress dan untuk observasi lebih lanjut. Terapi yang diberikan adalah dengan pemberian antibiotik dan multivitamin.
Mastitis klinis pada seekeor domba persilangan Etawah Widyastuti, Rini; Setiawan, Rangga; Hilmia, Nena
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.59-60

Abstract

Mastitis pada ruminansia kecil menimbulkan tantangan besar dalam kedokteran hewan karena berdampak signifikan pada kesejahteraan dan produktivitas hewan. Studi kasus ini menggambarkan mastitis klinis pada domba Etawah betina berumur empat tahun setelah melahirkan. Pemeriksaan fisik mengungkapkan adanya peradangan di kelenjar susu kanan. Kondisi domba tersebut memburuk akibat luka terbuka yang muncul dari gesekan kulit kelenjar susu dengan lantai saat berbaring. Lesi tersebut meluas, menghasilkan eksudat purulen yang berubah menjadi koreng. Penghentian pemerahan pada kelenjar susu yang terinfeksi berakibat buruk pada kesehatannya karena akumulasi susu dalam alveoli mendukung pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Regimen pengobatan yang diterapkan meliputi penggunaan penisilin dan sulpidon; namun, kondisi domba tersebut terus memburuk, menunjukkan bahwa pengobatan tersebut tidak efektif.