Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Correlation between Residential Density and Greenhouse Gas Emissions in Surabaya City Rulli Pratiwi Setiawan; Ema Umilia; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.59 KB) | DOI: 10.14710/ijpd.1.1.29-34

Abstract

Population growth is happening in cities, including Surabaya as the second largest metropolitan region in Indonesia. The population growth has an impact to the residential density, whereas residential is usually the largest part of land use in urban areas. In urabaya, residential use covers more than 60% of the total area. The intensive use of residential area has impacts on the environment. One significant issue is the consumption of energy that produces greenhouse gas emissions. This study is aimed at explaining the relationships between residential density and greenhouse gas emissions in Surabaya City, Indonesia. The residential density will be divided into three categories, i.e. low, medium and high density. The category of density is taken from the Identification Report of Surabaya Spatial Plan. The results of this study indicate that there are significant differences in the electrical energy consumption for the household sector in each residential density. These differences are mainly influenced by variables such as car ownership, ventilation system, the use of electrical power, cooking fuel and the way to use the home appliances. The highest total energy consumption per month exists in high density type. Although the average smallest energy consumption per household exists in medium density, the total energy consumption in medium density is much greater than that in the low density because the number of households in medium density is greater. The final result shows that the correlation between the total production of GHG emissions (CO2) and density has a direct or positive relationship, which means that the greater the density, the higher the production rate of GHG emissions (CO2).
Penyediaan Air Bersih pada Kawasan Rawan Air Bersih di Pesisir Utara Lamongan Evlina Noviyanti; Rulli Pratiwi Setiawan
TATALOKA Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.59 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.16.2.116-132

Abstract

Permukiman di pesisir Utara Kabupaten Lamongan merupakan salah satu kawasan rawan air bersih yang ada di Jawa Timur.Selama ini, distribusi air bersih dilakukan melalui sambungan rumah yang diperoleh dari PDAM dan HIPPAM, namun pelayanan yang didapatkan ini masih sangat minim dan jauh dibawah standar pelayanan minimum air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskanarahan penyediaan air bersih pada kawasan rawan air di permukiman pesisir Utara Lamongan.Metode yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif untuk mengidentifikasi kebutuhan dan cakupan pelayanan air bersih, analisis regresi spasial dengan GWR (Geographically Weighted Regresion)untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyediaan air bersih dan analisis deskriptif untuk merumuskan arahan penyediaan air bersih di pesisir Utara Lamongan
Perbedaan Karakteristik Kunjungan ke Ruang Terbuka Hijau di Masa Pandemi Covid-19: Studi Kasus Taman Kota di Kota Bekasi: Differences in the Characteristics of Green Open Space Visits during The Covid-19 Pandemic: A Case Study of City Parks in Bekasi City Annamaria Heni Ayuningtyas; Rulli Pratiwi Setiawan
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 6 No. 2 (2022): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W LPPM IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2022.6.2.165-175

Abstract

Green open space is one of the most needed spaces in a city, especially during the Covid-19 pandemic. However, the number of green open spaces in many cities is insufficient. Another problem is the increasing population growth which has an impact on the need for built-up land. The emergence of the Covid-19 pandemic has raised people’s awareness on the need for green open spaces. The presence of green open spaces in the form of city parks is widely used by the community for various activities during the Covid-19 pandemic. Therefore, it is necessary to understand the differences in the use of parks and park visits, both before and during the Covid-19 pandemic. This study aims to analyze the differences between the characteristics of park visits before and during the Covid-19 pandemic and the socioeconomic characteristics of the visitors. Analytical methods used in this study include a cross-tabulation analysis, Chi-square test, and Cramer’s V test to determine whether there are relationships and to identify the strengths of the existing relationship between the characteristics of park visits and visitors before and during the Covid-19 pandemic. Data on the characteristics of park visits and visitors were obtained through an online survey. A number of 141 valid responses were used for further analysis. Results of this study indicated that there are differences in park visits related to the characteristics of visitors before and during the Covid-19 pandemic. The differences in the characteristics of park visits are found in the frequency of visits, duration of visits, and habitual companion.
Faktor Fisik dan Non Fisik yang Memengaruhi Aksesibilitas secara Perseptual dan Aktual terhadap Taman Monas, Jakarta Nadhira Putri Rizkia; Rulli Pratiwi Setiawan
TATALOKA Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.23.4.452-465

Abstract

Monas park as the biggest urban park in Jakarta has various social, economic, and environmental benefits for its visitors. These benefits can be acquired if the park is accessible to the community. Previous research found that there are differences between visitor perception and the actual measured distances, where visitor perception is more important than measured distance. In addition, benefits gained by visitors can be more valuable than the accessibility cost of a park. This shows that if a park can provide benefits to the visitors, the visitors will not consider the accessibility cost as a burden. This research aims to find the factors affecting the visitors’ accessibility to Monas Park, in which the accessibility is measured based on perceptual and actual. This research involved active visitors who live in the Greater Jakarta area. The data were analyzed using Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM PLS) to find the factors affecting both perceptual and actual accessibilities. The results showed that security, transportation, and personal aspects affect perceptual accessibility, while park facilities and personal aspects affect the actual accessibility. Besides the physical factors, the non-physical factor such as leisure time availability also affects the perceptual and actual accessibilities to Monas Park.
Penilaian Tingkat Kepentingan dan Kinerja Jalur Pejalan pada Kawasan Perdagangan dan Jasa di Surabaya Pusat berdasarkan Preferensi Pengguna Fildza Destri Safira; Rulli Pratiwi Setiawan
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.112517

Abstract

Dalam mewujudkan visi terwujudnya kota perdagangan dan jasa internasional berkarakter lokal yang cerdas, manusiawi dan berbasis ekologi, dan misi meningkatkan kualitas penataan ruang dan infrastruktur kota yang dapat meningkatkan aksesbilitas publik berwawasan lingkungan dan nyaman, Pemerintah Kota Surabaya mengadakan pembangunan serta melakukan perbaikan jalur pejalan kaki terutama pada ruas-ruas jalan utama. Tahun 2010, Pemerintah Kota Surabaya membangun 16 proyek jalur pedestrian dan 14 proyek jalur pedestrian pada Tahun 2011. Salah satu wilayah di Surabaya yang menjadi perhatian dalam pembangunan jalur pejalan kaki yaitu wilayah Surabaya Pusat tepatnya pada Kecamatan Genteng yang direncanakan sebagai pusat kota serta pusat pembangunan ekonomi. Pembangunan jalur pejalan kaki pada kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Tegalsari tersebut belum diiringi dengan evaluasi kinerja secara optimal dan berkala. Preferensi pengguna juga sangat penting dalam perencanaan jalur pejalan kaki yang sesuai dengan keinginan. Karena itulah, perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui tingkat kinerja serta tingkat harapan pengguna terhadap jalur pedestrian pada kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Tegalsari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian tingkat kepentingan dan kinerja jalur pedestrian pada kawasan perdagangan dan jasa di Surabaya Pusat berdasarkan preferensi pengguna sebagai salah satu cara untuk menciptakan ruang jalan yang aman, nyaman dan dinamis untuk mendukung Kota Surabaya dalam mewujudkan visi dan misi dalam membangun serta mengembangkan jalur pejalan kaki melalui 2 tahap analisis. Tahap pertama yaitu menentukan variabel yang berpengaruh terhadap penilaian kepentingan dan kinerja jalur pedestrian pada Kawasan Perdagangan dan Jasa Surabaya Pusat menggunakan metode analisis delphi. Tahap kedua yaitu menilai tingkat kepentingan dan kinerja terhadap jalur pedestrian Kawasan Perdagangan dan Jasa di Surabaya Pusat berdasarkan Preferensi Pengguna dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor dengan nilai tingkat kepentingan dan kinerja jalur pedestrian tertinggi di Surabaya Pusat, khususnya Jalan Embong Malang dan Jalan Tunjungan.
Hubungan antara Karakteristik Sosio-Demografi dan Penggunaan Taman dengan Subjective Well-being Penduduk Kota Surabaya Alfiansyah, Talitha Aurellia; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Soshum Insentif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v5i2.829

Abstract

Selama pandemi COVID-19, taman dinilai memiliki manfaat lingkungan dan kesehatan yang lebih krusial (Huerta dan Utomo, 2021). Penelitian terdahulu menyatakan bahwa keberadaan taman turut berperan dalam kesejahteraan masyarakat sekitarnya, baik secara fisik maupun psikis. Kesejahteraan ini bisa dinilai secara subjektif oleh tiap individu dan dikenal dengan istilah subjective well-being (SWB). Kondisi SWB seorang individu bisa dipengaruhi banyak faktor, di antaranya yakni karakteristik sosio-demografi mereka sendiri dan penggunaan ruang terbuka hijau di sekitarnya. Adanya kebijakan pembatasan yang diterapkan selama pandemi dalam berbagai aspek (termasuk ruang publik) di Kota Surabaya, mampu memunculkan indikator-indikator stres yang berdampak pada SWB dan kesejahteraan sosial. Sehubungan dengan kondisi tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara karakteristik sosio-demografi dan penggunaan taman dengan subjective well-being penduduk Kota Surabaya sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini melibatkan 500 responden dengan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui survei primer dan sekunder. Karakteristik sosio-demografi, penggunaan taman, dan kondisi SWB diidentifikasi menggunakan statistik deskriptif. Selanjutnya uji chi-square dan cramer’s V digunakan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik sosio-demografi dan penggunaan taman dengan SWB. Hasilnya tidak ditemukan adanya hubungan antara karakteristik sosio-demografi dengan SWB untuk kedua periode. Sebelum dan selama pandemi COVID-19, hubungan yang sangat kuat justru ditemukan antara variabel jarak, moda transportasi, jenis aktivitas, intensitas, dan durasi kunjungan dengan SWB penduduk Kota Surabaya.
INFRASTRUKTUR DAN SMART CITY: TINJAUAN BIBLIOMETRIK Larasati, Aida Fitri; Salimah, Miftachus; Amrullah, Muhammad Lutfi; Santoso, Eko Budi; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 10, No 2: Desember 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.10.2.127-140

Abstract

Isu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat membutuhkan solusi optimal untuk menghadapi tantangan baru dikarenakan adanya transisi era teknologi dalam perkembangan kota dipicu dengan menghadirkan konsep kota pintar. Jurnal ini membahas terkait hubungan antara kota pintar dan infrastruktur melalui kajian bibliometrik; dan mengidentifikasi perkembangan smart city di berbagai kota di dunia untuk dapat diadaptasi pada penelitian mendatang. Hasil dari kajian bibliometrik dengan hubungan, pola dan kata kunci “smart city” dan “infrastructure” dalam kurun waktu 2017 sampai 2021, dihasilkan visualisasi kedekatan hubungan berdasarkan kata kunci. Hasil studi bibliometrik menunjukkan 6 klaster dari 40 negara yang banyak membahas topik penelitian dengan kata kunci tersebut. Temuan lainnya pada tahun 2017 menjadi titik perkembangan smart city yang berkaitan erat dengan perkembangan Internet of Things yang diadaptasi dalam pelayanan publik. Sedangkan pada tahun 2020, temuan bergeser pada topik blockchain dimana banyak penelitian menggambarkan bagaimana internet dan sistem smart city mampu mengefisiensikan pendataan kependudukan, pengaturan keamanan, serta penggunaan sensor.
Identifikasi Pemangku Kepentingan yang Berpengaruh pada Pelaksanaan Perbaikan Kawasan Permukiman Kumuh di Kabupaten Tuban Amiroh, Amiroh; Santoso, Eko Budi; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 4 (2022): JPWK Volume 18 No. 4 December 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i4.30050

Abstract

Berbagai penelitian sebelumnya tentang upaya untuk meningkatkan pelaksanaan perbaikan di lingkungan kumuh menunjukkan bahwa salah satu aspek penting adalah keterlibatan pemangku kepentingan yang ada. Kabupaten Tuban melakukan upaya untuk mengembangkan kawasan kumuh yaitu melalui Program KOTAKU. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemangku kepentingan yang memiliki suara dalam perbaikan kawasan kumuh, salah satunya melalui Program KOTAKU. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari berbagai penelitian terdahulu tentang bagaimana merehabilitasi kawasan kumuh dengan berbagai metode yang ada. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analitik berupa analisis matriks dampak dan kepentingan Eden dan Ackermann. Penelitian ini mengidentifikasi sepuluh pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam pola kemitraan dan mengklasifikasikannya sebagai berikut: 4 key players (bupati, SKPD, tim Pokja PKP, dan lurah), 2 context setters (askot KOTAKU dan tim fasilitator kelurahan), 1 subject (masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman kumuh), dan 3 crowds (BKM, TIPP, KSM/KPP).
Pengaruh Fasilitas Taman Alun-Alun Kota Kediri terhadap Keputusan Berkunjung dengan Minat Berkunjung sebagai Variabel Mediasi Adkha, Ajeng Elliya Maulidia; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.124688

Abstract

Taman Alun-alun merupakan salah satu taman publik di Kota Kediri yang minim pengunjung dan masih kurang optimal dalam penyediaan fasilitas taman. Minimnya fasilitas taman membuat masyarakat kurang berminat mengunjungi Taman Alun-alun dan dapat cenderung memutus-kan untuk mengunjungi taman lain di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas Taman Alun-alun Kota Kediri terhadap minat berkunjung dan keputusan berkunjung masyarakat serta pengaruh minat ber-kunjung sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis skoring untuk mengidentifikasi persepsi pengunjung terhadap fasilitas Taman Alun-alun dan untuk mengukur minat berkunjung serta keputusan berkunjung masyarakat terhadap Taman Alun-alun. Metode analisis Structural Equation Model Partial Least Square (SEM-PLS) digunakan untuk mengetahui pengaruh fasilitas Taman Alun-alun terhadap minat berkunjung dan keputusan berkunjung serta mengetahui pengaruh minat berkunjung sebagai variabel mediasi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menghasilkan fasilitas bermain, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendukung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung sementara fasilitas rekreasi dan sosialisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap minat berkunjung. Selanjutnya, fasilitas bermain dan fasilitas olahraga berpengaruh signifikan terha-dap keputusan berkunjung sementara fasilitas rekreasi sosiali-sasi dan fasilitas pendukung berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan berkunjung. Sementara itu, minat berkun-jung ditemukan memediasi pengaruh fasilitas bermain, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendukung terhadap keputusan berkun-jung. Minat berkunjung tidak memediasi fasilitas rekreasi dan sosialisasi terhadap keputusan berkunjung.
Perubahan Persepsi Pengunjung Terhadap Revitalisasi Pasar Baru Magetan Hidayani, Inna; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.125114

Abstract

Pasar Baru Magetan merupakan pasar tradisional yang strategis dan menjadi jantung perekonomian Magetan. Namun, popularitasnya menurun akibat perkembangan sektor perdagangan dan industri, pusat perbelanjaan modern, serta tren belanja online. Untuk menghidupkan kembali kejayaannya, Pemerintah Kabupaten Magetan memutuskan revitalisasi Pasar Baru Magetan pada tahun 2019 hingga tahun 2023. Revitalisasi dilakukan melalui empat tahap yang meliputi modernisasi interior, pembaruan fasad, pembangunan foodcourt, dan penataan ruang publik. Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang publik Pasar Baru Magetan dan menarik lebih banyak pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan persepsi pengunjung terhadap Pasar Baru Magetan sebelum dan sesudah revitalisasi berdasarkan komponen placemaking. Metode analisis yang digunakan adalah metode campuran yaitu secara kuantitatif dan kualitatif. Variabel yang diguanakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan komponen placemaking. Identifikasi komponen placemaking di Pasar Baru Magetan Teknik analisis perubahan persepsi pengunjung menggunakan uji beda dan deskriptif. Revitalisasi Pasar Baru Magetan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan. Hasil analisis berdasarkan persepsi pengunjung menunjukkan perubahan yang positif dalam kenyamanan, keamanan, akses dan penghubung, aktivitas dan fungsi, serta sosiabilitas. Meskipun revitalisasi telah meningkatkan kualitas ruang publik, masih terdapat beberapa masalah yang perlu diperhatikan, seperti fasilitas yang kurang terawat dan kios yang kosong. Rekomendasi untuk pemeliharaan dan pengembangan Pasar Baru Magetan setelah revitalisasi meliputi pemeliharaan dan penambahan fasilitas, penyediaan Wi-Fi gratis, penambahan CCTV dan APAR, peningkatan kebersihan di area pasar, penambahan pencahayaan dalam ruangan, penataan kios dan los yang lebih rapi, perbaikan plafon, penambahan penanda (signage), dan penambahan sarana dan prasarana transportasi umum. Rekomendasi diharapkan Pasar Baru Magetan dapat kembali menjadi pusat perbelanjaan yang ramai dan hidup, serta dapat meningkatkan perekonomian.