Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Efficient: Indonesian Journal of Development Economics

DETERMINANT MEAN YEARS OF SCHOOLING IN CENTRAL JAVA Lestari, Dina Hernita; Setyadharma, Andryan
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 2 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.402 KB) | DOI: 10.15294/efficient.v2i3.35905

Abstract

The purpose of this research is to determine factors that affect mean years schooling in Central Java between 2014-2017. The data used in this research is panel data. The panel data consists of time series data (2014-2017) and cross section data (35 districts/cities in Central Java). The variables used in this research are dropouts school rate, child labor, BOS fund allocation, per capita income, and poverty rate. The results of this research indicate that: dropouts school rate has insignificant effect on MYS, child labour has a negative and significant effect on MYS, BOS has insignificant effect on MYS, per capita income has a positive and significant effect on MYS, poverty rate has a negative and significant effect on MYS. Based on the results of this research, it is suggested that: (1) The local goverment need to do coordination regulary with related institute; (2) First before other things, finish the poverty problems so the child labor will be decreased; (3) The government needs to maximize work programs other than BOS fund allocation such as the Poor Students Program (BSM) and the Smart Indonesia Card (KIP); (4) The increasement of human welfare will improve the capability to defray education tp the next level; (5) The goverment must maximize more the work program that have been made such as the BSM and KIP programs so it can be reached by children from the poor family.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rata-rata masa sekolah di Jawa Tengah antara 2014-2017. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel. Data panel terdiri dari data deret waktu (2014-2017) dan data penampang (35 kabupaten / kota di Jawa Tengah). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah angka putus sekolah, pekerja anak, alokasi dana BOS, pendapatan per kapita, dan tingkat kemiskinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tingkat putus sekolah berpengaruh tidak signifikan terhadap MYS, pekerja anak memiliki efek negatif dan signifikan terhadap MYS, BOS memiliki efek tidak signifikan pada MYS, pendapatan per kapita memiliki efek positif dan signifikan terhadap MYS, tingkat kemiskinan memiliki efek negatif dan signifikan pada MYS. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar: (1) Pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi secara teratur dengan lembaga terkait; (2) Pertama sebelum hal-hal lain, selesaikan masalah kemiskinan sehingga pekerja anak akan berkurang; (3) Pemerintah perlu memaksimalkan program kerja selain alokasi dana BOS seperti Program Siswa Miskin (BSM) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP); (4) Peningkatan kesejahteraan manusia akan meningkatkan kemampuan untuk membiayai pendidikan ke tingkat berikutnya; (5) Pemerintah harus memaksimalkan lebih banyak program kerja yang telah dibuat seperti program BSM dan KIP sehingga dapat dijangkau oleh anak-anak dari keluarga miskin.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan Keberadaan PLTU Tanjung Jati B Terhadap Masyarakat Lulufani, Regina; Setyadharma, Andryan
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v3i3.43517

Abstract

PLTU Tanjung Jati B is a steam power plant built in Tubanan Village, Kembang Sub-district, Jepara Regency. The aim of the this research is to find the impact of economy and environment of PLTU Tanjung Jati B to Tubanan Village society, Kembang Sub-district, Jepara Regency. The analysis units of the research are key informants in Tubanan Village society and supporting informants such as labors in PLTU Tanjung Jati B and public figure in Tubanan Village. This research used a descriptive quantitative method. The used data collection technique are interviews and questionnaire. The keyperson on this research 9 keyperson.The sampling technique of this research is Convenience Sampling Method. Sample of this research was 60 respondents. The results showed that there was an impacts of economy and evironment PLTU Tanjung Jati B to Tubanan Village society, Kembang Sub-district, Jepara Regency such as getting employment opportunities, unemployment, education, income, infrastructure, UKM training for the community. As well as environmental impacts which include pollution, water availability, reduced agricultural land. PLTU Tanjung Jati B adalah pembangkit listrik tenaga uap yang dibangun di Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak ekonomi dan dampak lingkungan keberadaan PLTU Tanjung Jati B terhadap masyarakat di Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Pengumpulan data untuk analisis kuantatif dilakukan dengan teknik wawancara yang dilakukan terhadap 9 orang yang menjadi keyperson dalam penelitian ini. Selain itu, dilakukan juga penyebaran kuesioner sebagai salah satu cara untuk memberikan bukti pendukung bagi hasil wawancara dalam rangka triangulasi. Teknik penyebaran kuesioner dalam penelitian ini adalah teknik Convenience Sampling Method sebanyak 60 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya PLTU Tanjung Jati B berdampak terhadap ekonomi masyarakat di Desa Tubanan seperti mendapatkan kesempatan kerja, pengangguran, pendidikan, pendapatan, dan pelatihan UKM bagi masyarakat. Serta dampak lingkungan yang meliputi pencemaran, ketersediaan air, lahan pertanian berkurang dan infrastruktur.
Determinants of Environment Quality Index In Indonesia Noormalitasari, Audina Rizka; Setyadharma, Andryan
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v4i2.45107

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of poor people, slum households with proper sanitation and electricity sources, Gini ratio, open employment, micro, and small industrial production, and forest fires on the environmental quality index in 33 provinces in Indonesia 2012-2018. The type of data in this research uses secondary data obtained from Badan Pusat Statistik (BPS) and Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) in 2012-2018. The results showed that poor people have a negative and significant effect on EQI, Slum Households have a negative and significant effect on EQI, Households with Proper Sanitation have a positive and significant effect on EQI, Households with lighting sources from electricity have a positive but not significant effect on EQI, Gini Ratio has a negative and significant effect on EQI, the Open Unemployment Rate has a negative and significant effect on EQI, Forest has no influence on EQI, and IMK Production has a positive and significant effect on EQI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penduduk miskin, rumah tangga kumuh dengan sanitasi layak dan sumber listrik, rasio Gini, lapangan kerja terbuka, produksi industri mikro, dan kecil, dan kebakaran hutan terhadap indeks kualitas lingkungan di 33 provinsi di Indonesia tahun 2012 -2018. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2012-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat miskin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EQI, Rumah Tangga Kumuh berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EQI, Rumah Tangga dengan Sanitasi Layak berpengaruh positif dan signifikan terhadap EQI, Rumah tangga dengan sumber penerangan dari listrik berpengaruh positif tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap EQI, Rasio Gini berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EQI, Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EQI, Hutan tidak berpengaruh terhadap EQI, dan IMK Production berpengaruh positif dan signifikan terhadap EQI.
Determinant Mean Years of Schooling in Central Java Lestari, Dina Hernita; Setyadharma, Andryan
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 2 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v2i3.35905

Abstract

The purpose of this research is to determine factors that affect mean years schooling in Central Java between 2014-2017. The data used in this research is panel data. The panel data consists of time series data (2014-2017) and cross section data (35 districts/cities in Central Java). The variables used in this research are dropouts school rate, child labor, BOS fund allocation, per capita income, and poverty rate. The results of this research indicate that: dropouts school rate has insignificant effect on MYS, child labour has a negative and significant effect on MYS, BOS has insignificant effect on MYS, per capita income has a positive and significant effect on MYS, poverty rate has a negative and significant effect on MYS. Based on the results of this research, it is suggested that: (1) The local goverment need to do coordination regulary with related institute; (2) First before other things, finish the poverty problems so the child labor will be decreased; (3) The government needs to maximize work programs other than BOS fund allocation such as the Poor Students Program (BSM) and the Smart Indonesia Card (KIP); (4) The increasement of human welfare will improve the capability to defray education tp the next level; (5) The goverment must maximize more the work program that have been made such as the BSM and KIP programs so it can be reached by children from the poor family. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rata-rata masa sekolah di Jawa Tengah antara 2014-2017. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel. Data panel terdiri dari data deret waktu (2014-2017) dan data penampang (35 kabupaten / kota di Jawa Tengah). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah angka putus sekolah, pekerja anak, alokasi dana BOS, pendapatan per kapita, dan tingkat kemiskinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tingkat putus sekolah berpengaruh tidak signifikan terhadap MYS, pekerja anak memiliki efek negatif dan signifikan terhadap MYS, BOS memiliki efek tidak signifikan pada MYS, pendapatan per kapita memiliki efek positif dan signifikan terhadap MYS, tingkat kemiskinan memiliki efek negatif dan signifikan pada MYS. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar: (1) Pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi secara teratur dengan lembaga terkait; (2) Pertama sebelum hal-hal lain, selesaikan masalah kemiskinan sehingga pekerja anak akan berkurang; (3) Pemerintah perlu memaksimalkan program kerja selain alokasi dana BOS seperti Program Siswa Miskin (BSM) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP); (4) Peningkatan kesejahteraan manusia akan meningkatkan kemampuan untuk membiayai pendidikan ke tingkat berikutnya; (5) Pemerintah harus memaksimalkan lebih banyak program kerja yang telah dibuat seperti program BSM dan KIP sehingga dapat dijangkau oleh anak-anak dari keluarga miskin.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan Keberadaan PLTU Tanjung Jati B Terhadap Masyarakat Lulufani, Regina; Setyadharma, Andryan
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v3i3.43517

Abstract

PLTU Tanjung Jati B is a steam power plant built in Tubanan Village, Kembang Sub-district, Jepara Regency. The aim of the this research is to find the impact of economy and environment of PLTU Tanjung Jati B to Tubanan Village society, Kembang Sub-district, Jepara Regency. The analysis units of the research are key informants in Tubanan Village society and supporting informants such as labors in PLTU Tanjung Jati B and public figure in Tubanan Village. This research used a descriptive quantitative method. The used data collection technique are interviews and questionnaire. The keyperson on this research 9 keyperson.The sampling technique of this research is Convenience Sampling Method. Sample of this research was 60 respondents. The results showed that there was an impacts of economy and evironment PLTU Tanjung Jati B to Tubanan Village society, Kembang Sub-district, Jepara Regency such as getting employment opportunities, unemployment, education, income, infrastructure, UKM training for the community. As well as environmental impacts which include pollution, water availability, reduced agricultural land. PLTU Tanjung Jati B adalah pembangkit listrik tenaga uap yang dibangun di Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak ekonomi dan dampak lingkungan keberadaan PLTU Tanjung Jati B terhadap masyarakat di Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Pengumpulan data untuk analisis kuantatif dilakukan dengan teknik wawancara yang dilakukan terhadap 9 orang yang menjadi keyperson dalam penelitian ini. Selain itu, dilakukan juga penyebaran kuesioner sebagai salah satu cara untuk memberikan bukti pendukung bagi hasil wawancara dalam rangka triangulasi. Teknik penyebaran kuesioner dalam penelitian ini adalah teknik Convenience Sampling Method sebanyak 60 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya PLTU Tanjung Jati B berdampak terhadap ekonomi masyarakat di Desa Tubanan seperti mendapatkan kesempatan kerja, pengangguran, pendidikan, pendapatan, dan pelatihan UKM bagi masyarakat. Serta dampak lingkungan yang meliputi pencemaran, ketersediaan air, lahan pertanian berkurang dan infrastruktur.
Determinants of Environment Quality Index In Indonesia Noormalitasari, Audina Rizka; Setyadharma, Andryan
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v4i2.45107

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of poor people, slum households with proper sanitation and electricity sources, Gini ratio, open employment, micro, and small industrial production, and forest fires on the environmental quality index in 33 provinces in Indonesia 2012-2018. The type of data in this research uses secondary data obtained from Badan Pusat Statistik (BPS) and Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) in 2012-2018. The results showed that poor people have a negative and significant effect on EQI, Slum Households have a negative and significant effect on EQI, Households with Proper Sanitation have a positive and significant effect on EQI, Households with lighting sources from electricity have a positive but not significant effect on EQI, Gini Ratio has a negative and significant effect on EQI, the Open Unemployment Rate has a negative and significant effect on EQI, Forest has no influence on EQI, and IMK Production has a positive and significant effect on EQI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penduduk miskin, rumah tangga kumuh dengan sanitasi layak dan sumber listrik, rasio Gini, lapangan kerja terbuka, produksi industri mikro, dan kecil, dan kebakaran hutan terhadap indeks kualitas lingkungan di 33 provinsi di Indonesia tahun 2012 -2018. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2012-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat miskin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EQI, Rumah Tangga Kumuh berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EQI, Rumah Tangga dengan Sanitasi Layak berpengaruh positif dan signifikan terhadap EQI, Rumah tangga dengan sumber penerangan dari listrik berpengaruh positif tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap EQI, Rasio Gini berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EQI, Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh negatif dan signifikan terhadap EQI, Hutan tidak berpengaruh terhadap EQI, dan IMK Production berpengaruh positif dan signifikan terhadap EQI.
The Effect of Innovation, Economic Freedom, Macroeconomic Variables on GDP Elina, Sefria; Setyadharma, Andryan
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v5i1.50287

Abstract

The G-20 is a group of 19 countries with the largest economies in the world plus the European Union. Basically, the role of the G-20 in the economy is to maintain stable and high economic growth, realizing balanced growth between developed and developing countries. but based on data, the average GDP growth of the G-20 group in 2014 to 2019 was always below the world average even though the G-20 member countries had a systemic impact on the global economy. This study aims to analyze the effect of innovation, economic freedom, and macroeconomic variables on economic growth in the G-20. The data used in this research is secondary data. This study uses a fixed-effect model with panel data regression, consisting of 19 G-20 member countries for the 2009-2019 period. The results of this study indicate that innovation and economic freedom have no significant effect on economic growth in the 19 G-20 member countries. Inflation and population have a negative and significant effect on economic growth in the 19 member countries of the G-20. Meanwhile, FDI and trade have a positive and significant impact on economic growth in the 19 G-20 member countries. G-20 adalah 19 negara dengan ekonomi besar di dunia ditambah dengan organisasi Uni Eropa yang berperan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tinggi antara negara maju dan negara berkembang. Berdasarkan data, rata-rata pertumbuhan PDB kelompok G-20 pada tahun 2014 hingga 2019 selalu berada di bawah rata-rata dunia meskipun negara-negara anggota G-20 berdampak sistemik terhadap perekonomian global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi, kebebasan ekonomi, dan variabel makroekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi di G-20. Data yang digunakan adalah data sekunder. Penelitian ini menggunakan model fixed effect dengan regresi data panel, terdiri dari 19 negara anggota G-20 periode 2009-2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi dan kebebasan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di 19 negara anggota G-20. Inflasi dan jumlah penduduk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di 19 negara anggota G-20. Sedangkan FDI dan perdagangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di 19 negara anggota G-20.