Claim Missing Document
Check
Articles

TANTANGAN PERUSAHAAN MENGELOLA PERBEDAAN GENERASI KARYAWAN Susi Adiawaty
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 22 No 3 (2019): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.256 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v22i3.182

Abstract

Pada dekade terakhir ini perusahaan menghadapi komposisi tenaga kerja yang berbeda secara usia berdasarkan generasinya yang harus dimenej perusahaan agar memiliki kinerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Bila kita melihat rentang penduduk usia kerja yang cukup lebar, merupakan tantangan bagi perusahaan saat ini untuk mengelola dinamika multigenerational dalam lingkungan kerja. Generasi adalah sekelompok individu yang mengidentifikasi kelompoknya berdasarkan kesamaan tahun kelahiran, umur, lokasi, dan kejadian – kejadian dalam kehidupan kelompok individu tersebut yang memiliki pengaruh signifikan dalam fase pertumbuhan mereka. Terdapat tiga generasi yang saat ini dikelola perusahaan sebagai karyawan, yaitu : Baby Boomers (1945-1964), generasi X (1965-1981) dan generasi Y (1982-2000). Terdapat perbedaan karakteristik dari tiga generasi tersebut : perbedaan dalam Sikap terhadap pekerjaan, Sikap terhadap peraturan/otoritas, sikap terhadap penghargaan, Kecenderungan mempelajari soft skill, Kecenderungan mempelajari hard skill, sikap terhadap Umpan balik dan supervise, Sikap pada pemberi kerja, Keseimbangan kehidupan/kerja sikap terhadap Faktor kesuksesan, sikap terhadap Prioritas pengembangan serta sikap terhadap kecenderungan pada gaya kepemimpinan. perusahaan juga perlu menaruh perhatian kepada generasi yang paling muda dalam dunia kerja yaitu generasi Y yang disebut juga sebagai generasi Millenial yang memandang bekerja bukan hanya sekedar menerima gaji tetapi memiliki tujuan mengejar yang dicita-citakan, tidak hanya sekedar mengejar kepuasan kerja tetapi lebih mengejar pengembangan dirinya. Begitu juga sikap mereka terhadap atasan yang tidak suka melihat atasan hanya sekedar memberikan perintah kerja dan menginginkan sesuatu yang sifatnya on going conservation.Keywords : Generasi, Generasi Karakteristik generasi , Generasi Millenials
PANDEMI COVID-19 DAN KINERJA DOSEN (STUDY KASUS KINERJA DOSEN PADA PT XYZ) Susi Adiawaty
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 23 No 2 (2020): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.78 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v23i2.204

Abstract

Fenomena pada masa Pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua sendi kehidupan termasuk dunia kampus adalah diberlakukannya pembelajaran jarak jauh. Mahasiswa dan dosen melakukan proses pembelajaran menggunakan teknologi yang sebelumnya telah menjadi wacana dunia kampus untuk menerapkan teknologi 4.0. Dosen dituntut menjalankan tanggung jawab dan peran sesuai Tridarma perguruan tinggi menggunakan teknologi. Perubahan situasi yang mendadak ini berdampak serta ketidaksiapan dalam menguasai teknologi yang harus dijalankan akan membawa situasi stres tersendiri bagi para dosen serta berdampak pada kinerja dosen. Kajian ini menyajikan temuan empiris berupa data statistik deskriptif yang memberikan gambaran frekuensi jawaban responden. Hasil kajian menunjukkan Dosen Lembaga pendidikan Tinggi XYZ tidak mengalami stres kerja atas situasi perubahan pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Meskipun kemampuan teknologi yang dimiliki para dosen belum mampu mengatasi trouble shooting yang terjadi namun semangat yang cukup tinggi mampu mengatasi kendala dalam proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Dampak penerapan pembelajaran jarak jauh menggunakan teknologi ini tidak menurunkan kinerja para dosen, di mana para dosen masih mampu memenuhi tuntutan kualitas, kuantitas, target waktu dalam menyelesaikan tugas kerja sebagai dosen. Hanya saja komitmen terhadap aspek pengabdian pada masyarakat sebagai salah satu tridarma yang harus dilakukan masih rendah yang dapat disebabkan belum adanya informasi yang jelas dari pemerintah terkait hal tersebut.
DIMENSI DAN INDIKATOR KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI YANG MEMPENGARUHI PEMBERDAYAAN Susi Adiawaty
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 23 No 3 (2020): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.435 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v23i3.217

Abstract

Tulisan ini merupakan studi literatur tentang pemberdayaan (empowerment), kepemimpinan dan budaya organisasi yang membahas dimensi dan indikatornya yang sangat dibutuhkan oleh para manajer dalam memahami variabel-variabel tersebut ketika menjalankan fungsi tugas sebagai pemimpin. Dalam pembahasan dijabarkan definisi dari beberapa ahli serta sitasi menurut penulis guna memudahkan pemahaman pada tiap-tiap variabel. Tulisan ini diperlukan terutama bagi mereka yang ingin melakukan penelitian terkait ketiga variabel tersebut di mana dimensi dan indikator sangat diperlukan untuk menjaring data. Kesimpulan dari tulisan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan memiliki enam dimensi, kepemimpinan memiliki tujuh dimensi serta budaya organisasi memiliki tujuh dimensi.
DIMENSI-DIMENSI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DALAM PERSPEKTIF ISLAM Susi Adiawaty
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 24 No 1 (2021): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.699 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v24i1.233

Abstract

Organizational Citizenship Behavior adalah sikap yang ditunjukkan oleh produktivitas individu di luar tanggung jawabnya dan diartikan sebagai kemauan karyawan untuk bekerja sama (willingness to cooperative) yang menjadi faktor penting untuk efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Perilaku OCB juga merupakan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam yang mengajarkan dalam Al-Qur’an bahwa umat Islam untuk saling tolong menolong dalam berbuat kebajikan dan taqwa dan melarang umatNya. Dalam perspektif Islam OCB merupakan tindakan sukarela dari individu yang sesuai dengan Syariah Islam dan hanya mengharapkan falah atau ridha Allah SWT. Dari hasil review pada beberapa literatur dan hasil penelitian maka dimensi OCB yang berperspektif Islam adalah: Dimensi Ta’awun (saling tolong menolong), Dimensi Mujahaddah (sungguh-sungguh), Dimensi Al-Eathaar (Suci, ikhlas), Dimensi Da’wah (menyeru dan mengajak kebaikan), Dimensi Raf’al haraj (menghilangkan kesukaran/kerugian), Dimensi Jujur dalam bekerja, Dimensi qona’ah (rela menerima, tidak mengeluh), Dimensi muru’ah (menjaga harga diri). Karyawan dengan OCB berperspektif Islam akan menunjukkan sikap ukhuwah Islamiah yang menerapkan dan menjalankan ajaran dalam syariat Islam dan proses bisnis organisasi akan berjalan damai, tenteram dan membawa ketenangan bagi seluruh karyawan. Organisasi sangat perlu mendapatkan kinerja karyawan yang benar-benar bekerja dengan hati ikhlas dan sepenuh hati agar organisasi mencapai keunggulannya.
KOMITMEN TERHADAP ORGANISASI, PADA KARYAWAN GENERASI Y Susi Adiawaty
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 24 No 3 (2021): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55886/esensi.v24i3.420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah pengaruh nilai kerja dan kepuasan kerja terhadap komitmen terhadap organisasi pada karyawan generasi Y. Penelitian melihat pengaruh secara parsial dan secara simultan antara nilai kerja, kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. Sampel penelitian merupakan generasi Y sebanyak 120 orang pada perusahaan XYZ dengan teknik sampling non probability sampling dan penarikan data menggunakan kuesioner berskala Likert. Pengujian data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas pada kuesioner serta menggunakan uji regresi untuk melihat pengaruh antar variabel dependen dengan variabel independen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan nilai kerja dan kepuasan kerja secara simultan terhadap komitmen karyawan pada generasi Y. Variabel nilai kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap komitmen karyawan pada generasi Y sedangkan kepuasan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap komitmen karyawan pada generasi Y.
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI MELALUI VARIABEL INTERVENING KOMPETENSI PEGAWAI DAN PENGARUH PRODUKTIVITAS KERJA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDI KASUS PESERTA PELATIHAN DI BNI CORPORATE UNIVERSITY) Lodewyck Z. S. Pattihahuan; Aloysius Harry Mukti; Susi Adiawaty
JURNAL ILMIAH BISNIS, PASAR MODAL DAN UMKM Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM (JIBPU)
Publisher : Magister Manajemen Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel pelatihan terhadap variabel produktivitas kerja pegawai melalui variabel intervening kompetensi pegawai dan pengaruh variabel produktivitas kerja pegawai terhadap variabel kinerja perusahaan (studi kasus peserta pelatihan di BNI Corporate University). Data diperoleh langsung dengan memberikan kuesioner kepada peserta yang mengikuti pelatihan di BNI Corporate University di Jakarta selama periode waktu November 2018 sampai dengan Desember 2018, dengan jumlah sampel sebanyak 149 sampel. Dalam menganalisis data, penelititian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan statistik Structural Equation Modelling (SEM) dengan software Lisrel. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai, variabel pelatihan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai, variabel kompetensi pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai, produktivitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan dan variabel pelatihan tidak mampu mempengaruhi secara signifikan variabel produktivitas kerja tanpa melalui variabel intervening kompetensi kerja.
PENGARUH KOMPETENSI INSTRUKTUR YOGA, MOTIVASI, DAN LOKASI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus Studio Yoga di Jakarta) Yoanna Rahman; Anas Lutfi; Susi Adiawaty
JURNAL ILMIAH BISNIS, PASAR MODAL DAN UMKM Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM (JIBPU)
Publisher : Magister Manajemen Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi instruktur yoga, motivasi dan lokasi terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan Studio Yoga di Jakarta. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi instruktur, motivasi dan lokasi. Sedangkan variabel tidak bebas dalam penelitian ini adalah kepuasan dan loyalitas pelanggan.Metode penelitian iniadalah deskriptif kausalitas yang dirancang dengan pengujian hipotesis. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada pelanggan (member) Studio Yoga di Jakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 74 Responden dengan teknik pengambilan sampel acidental sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Strutural Equation Model (SEM) dengan bantuan software SmartPLS version 3.2 for student. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa kompetensi instruktur berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara bersama-sama Kompetensi, Motivasi dan Lokasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEINGINAN BERPINDAH DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI PT.MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA Ita Nursari; Anas Lutfi; Susi Adiawaty
JURNAL ILMIAH BISNIS, PASAR MODAL DAN UMKM Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM (JIBPU)
Publisher : Magister Manajemen Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel budaya organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap variabel kepuasan kerja dan keinginan berpindah karyawan dan apakah variabel kepuasan kerja menjadi variabel intervening antara variabel budaya organisasi dan gaya kepemimpinan dengan variabel keinginan berpindah karyawan studi kasus pada PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia di Jakarta. Sampel peneltian sebanyak 105. Penelitian bersifat deskriptif analisis dan riset kausal dengan pendekatan statistik Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan software Lisrel. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap keinginan berpindah karyawan. Budaya organisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap keinginan berpindah karyawan. Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap keinginan berpindah karyawan. Budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap keinginan berpindah karyawan melalui variabel intervening kepuasan kerja dan kepuasan kerja tidak signifikan menjadi variabel intervening antara gaya kepemimpinan dengan keinginan berpindah karyawan.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN DAN JOB INSECURITY TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. AUGUST INDONESIA JAYA JAKARTA UTARA Risma Wulandari; Aloysius Harry Mukti; Susi Adiawaty
JURNAL ILMIAH BISNIS, PASAR MODAL DAN UMKM Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM (JIBPU)
Publisher : Magister Manajemen Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan dan job insecurity terhadap kinerja karyawan pada PT. August Indonesia Jaya Jakarta Utara. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 40 karyawan PT. August Indonesia Jaya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode analisis dengan program SmartPLS3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Secara parsial job insecurity tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
PENGARUH MASA KERJA, PELATIHAN, MOTIVASI, PENILAIAN KINERJA, KOMPENSASI DAN KINERJA PEGAWAI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA (Studi Kasus Pada PT.Brantas Abipraya(Persero)) Djoko Menutomo; Aloysius Harry Mukti; Susi Adiawaty
JURNAL ILMIAH BISNIS, PASAR MODAL DAN UMKM Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Bisnis, Pasar Modal, dan UMKM (JIBPU)
Publisher : Magister Manajemen Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the tenure, training, motivation, performance appraisal, compensation and employee performance on work productivity. This study uses quantitative methods with the Smart-PLS 3.0 software tool to process questionnaire data. The sample in this study amounted to 92 employee respondents consisting of two units, namely business units consisting of operations division 1, operations division 2 and operating division 3, equipment and precast units, Abipraya Properti and Brantas Energi units and work units consisting of the marketing department, production, finance, human capital, business development, QHSE, internal control unit and corporate secretary. The results of the study show that tenure, work appraisal and performance have a positive effect on work productivity. Training has a negative effect on work productivity. Motivation and compensation have no effect on work productivity.