Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Desiminasi Peningkatan Pengetahuan Siswa/Siswi SMA 1 Gapura Tentang Pernikahan Usia Dini Nur Inna Alfiyah; Dwi Listia Rika Tini
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2023.4.2.185-191

Abstract

Remaja merupakan bagian penting dari lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas, hal ini berdasarkan pada fakta bahwa remaja merupakan tunas awal dari pendidikan dan pengetahuan mulai berkembang. Akan tetapi pada banyak kasus, banyak remaja terjebak pada pergaulan bebas yang berujung pada putus sekolah dan menikah di usia dini. Sehingga tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan terhadap remaja terutama siswa/siswi SMA 1 Gapura terkait dampak pernikahan usia dini. Hal ini juga didukung dengan fakta bahwa di Kabupaten Sumenep menjadi salah satu daerah penyumbang kasus pernikahan dini. Hal ini tidak lepas dari budaya dan tradisi yang masih dimilki dan dipegang teguh oleh masyarakat Sumenep dan ditambah dengan maraknya pergaulan bebas yang terjadi pada remaja. Metode pengabdian ini menggunakan ceramah dan diskusi, penyampaian materi dengan memberikan beberapa contoh kasus sebagai bahan ajar bagi siswa/siswi. Pemberian materi mampu menghasilkan pemahaman dan tambahan wawasan bagi siswa/siswi mengerti dan paham akan dampak pernikahan usia dini bagi kesehatan dan ekonomi pasca pernikahan. Hasil dari pengabdian dapat dilihat dari persentase pemahaman siswa melalui kusioner dengan kurang lebih 75% mengerti dan paham dampak dari pernikahan dini bagi siswa/siswi. Sehingga perlu adanya desiminasi lebih lanjut secara berkala yang perlu dilakukan oleh pemerintah ataupun cendikiawan untuk memutus rantai pernikahan dini.
Analysis of Public – Private Partnership Model in Cooperation and Management of Sembilan Gili Beach Tourism, Genting, Sumenep District Tini, Dwi Listia Rika; Alfiyah, Nur Inna
Pancasila International Journal of Applied Social Science Том 2 № 02 (2024): Pancasila International Journal of Applied Social Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/pancasila.v2i02.733

Abstract

The aim of this research is to describe the Public – Private Partnership model or collaboration between the public sector and the private sector in collaborating and managing Sembilan Beach Tourism. The cooperation model or Public Private Partnership in this research looks in more detail at each type which is seen from several provisions, namely: Asset Ownership, Operations and Management, Capital Investment, Commercial Risk, Duration of Collaboration, Need for technical expertise and managerial expertise, Need for Efficiency Operations, Large financial investments, Need for Political Commitment, Determination of Service Tariffs, Regulatory Framework, Information. The results of this research show that the Bringsang Village Government uses the Public-Private Partnerhip model in collaborating with the private sector. The variant used as the basis for cooperation is the BOT or Build-Operate-Transfer model which contains the simple meaning that this cooperation is related to development, management and at a predetermined time the authority to provide these services will be returned to the government. However, the reality on the ground turns out that there are several conditions of this cooperation model that are not fulfilled or even exceed the capacity of one of the parties in the cooperation for the development, development and management of Pantai Sembilan Tourism. However, apart from some discrepancies and also some adjustments to the characteristics and offers that might be taken into consideration by both parties, what needs to be noted is that this cooperation model can now be said to have succeeded in achieving its initial objectives. Agreement.
Blater's power in local politics, village head election in Madura Hidayaturrahman, Mohammad; Muhammad, Nur Shidqi; Tini, Dwi Listia Rika; Ubaid, Ahmad Hasan
Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP) Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jisop.v5i2.20562

Abstract

The involvement of elite groups or certain groups in winning political contests is often carried out by candidates for political office. This also happens in local political contestations, village head elections. This research was conducted to reveal the role and behavior of blater in village elections in Sumenep, Madura, East Java. This research uses a descriptive qualitative model. The data collection technique was carried out using in-depth interviews with various informants involved in the election, such as blater, village head candidates and voters. Apart from that, document searches were also carried out regarding village election activities and after the election of the village head. To obtain accurate data, the research cross-checked the data collected, between the data obtained through in-depth interviews, and the documents traced and obtained by the researcher. From the research conducted, blater has an important role in the election of village heads. This is caused by several factors. Blater has influence, blater also has a strategy for carrying out his role, blater has certain preferences when the village head election takes place, and blater's role has an impact on the village head election process. Apart from that, the blater has a network that shapes the winning process.
STRATEGI COLLABORATIVE COMMUNICATION DALAM MENCEGAH KONFLIK KEPENTINGAN PENGELOLAAN WISATA OKSIGEN GILI IYANG Arifin, Syamsul; Tini, Dwi Listia Rika; Azinuddin, Muaz; Rachmad, Teguh Hidayatul; Triandika, Lulus Sugeng
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 7 No 2 (2024): May
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Gili Iyang as a new tourist destination has quite complex problems, one of which is due to mutual claims to the oxygen location point between the people of Bancamara Village and Banraas Village. Therefore, this research aims to prevent conflicts of interest between the two villages using a collaborative communication approach. This research uses qualitative methods, including observation and interview data collection methods. The results of this study show that 1) The collaboration process can occur through open communication. 2) Conflict prevention of Gili Iyang tourism management can be done through several stages: consensus, mediation, deliberation, peace declaration, and direct perception. 3) The role of collaborative communication in the joint management of Gili Iyang tourism is based on the willingness to share understanding, open dialog, commit to goals, and build trust. 4) A collaborative communication strategy is built dynamically to increase participation and willingness to build a shared understanding of the importance of joint management.
Deterrence Strategy Dalam Era Nuklir Alfiyah, Nur; Rika Tini, Dwi Listia; Rasaili, Wilda
PUBLIC CORNER Vol 18 No 2 (2023): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v18i2.3074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana lahirnya strategi baru akibat dari adanya kemajuan tekhnologi serta pengaplikasian dari strategi tersebut. Strategi-strategi yang dulu bersifat klasik kemudian berubah menjadi modern tatkala perkembangan teknologi tersebut semakin meningkat. Perkembangan tersebut kemudian membawa manusia kepada era yang disebut dengan era nuklir sebagai hasil dari kemajuan tekhnologi. Nuklir yang merupakan senjata pemusnah massal pertama kali digunakan pada masa Perang Dunia II ketika Amerika Serikat melakukan penyerangan terhadap Jepang. Besarnya korban jiwa serta dampak yang ditimbulkan dari penggunaan senjata tersebut kemudian mendorong untuk ditemukannya startegi baru dalam era nuklir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menjelaskan bagaimana lahirnya strategi deterrence. Implementasi konsep detterence dapat dilihat hingga saat ini ketika banyak negara-negara berusaha untuk mengembangkan nuklir sebagai stratregi pertahanan negara mereka.
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Al-Barokah Desa Patean Dani, Rovi; Resdiana, Enza; Rika Tini, Dwi Listia
PUBLIC CORNER Vol 19 No 1 (2024): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v19i1.3520

Abstract

The establishment of bumdes Al-Barokah in Patean is an effort to improve the welfare of the village community. So that the programs launched have been considered according to their potential. The management of the Al-Barokah BUMDes program that has been carried out today is able to move in 4 different program areas with the aim of serving and meeting the basic needs of the Patean village community. This type of research is descriptive qualitative. The data sources used are primary and secondary data sources, the number of informants in this study is 8 informants, then draw the final conclusion of the interview results. Based on the results of the study, it is shown that the Management of Business Entities Owned by Al- Barokah Village, Batuan District, there are 4 aspects that affect management, namely the planning aspect of BUMDes Al-Barokah implementing a long-term program in the Al- Barokah BUMDes program, the second organizing, namely the availability of human resources / HR sets the duties and responsibilities on. Keyword : BUMDes, Management Abstrak BUMDes Al-Barokah didesa Patean merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program yang dicanangkan telah dipertimbangkan sesuai potensi yang dimilikinya. Pengelolaan program BUMDes Al-Barokah yang telah dijalankan saat ini mampu bergerak pada 4 bidang program yang berbeda dengan tujuan melayani serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa Patean. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder, jumlah informan dalam penelitian ini adalah 8 informan, kemudian menarik kesimpulan akhir hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Al-Barokah Kecamatan Batuan, terdapat 4 aspek yang mempengaruhi pengelolaan, yaitu Aspek planning BUMDes Al-Barokah melaksanakan program jangka Panjang pada program BUMDes Al-Barokah, Kedua organizing yaitu tersedianya sumber daya manusia/SDM menetapkan tugas dan tanggung jawab pada program BUMDes Al- Barokah dan non sumber daya manusia/SDM yang berupa dari alam maupun sarana dan prasarana yang mendukung pengelolaan program BUMDes Al-Barokah. Ketiga actuating menambah kerja sama serta menigkatkan jumlah penjualan pada program BUMDes Al- Barokah. Keempat controlling Koreksi pembukuan setiap satu sekali per 31 Desember yang dihadiri ketua, bendahara, sekretaris serta pelaksana unit-unit program BUMDes Al-Barokah. Kata Kunci : Badan Usaha Milik Desa, Manajemen
Analisis Peran Badan Pengawas Pemilu dalam Mencegah Kecurangan Pada Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 Alfiyah, Nur Inna; Hidayat, Imam; Rika Tini, Dwi Listia; Resdiana, Enza
PUBLIC CORNER Vol 19 No 1 (2024): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v19i1.3575

Abstract

Abstract One of the absolute requirements for a country that adheres to democracy is the existence of a means to channel aspirations and elect the country's leader by holding general elections. General elections are a means of realizing people's sovereignty and upholding a democratic political order. However, the democratic elections that every country dreams of are sometimes marred by fraudulent practices in general elections. This can be seen from the strengthening issue of fraud in the 2019 election results which has had an impact on high political tension and hostility between supporters of each candidate. So this then leads the public to question the role of election supervisors in dealing with the issue of fraud. This issue also occurred during the 2024 presidential and legislative elections. The method used in this research is a qualitative-descriptive method to analyze the role of election supervisors in dealing with the issue of fraud in the implementation of simultaneous general elections. This research shows that Bawaslu has carried out its role well in accordance with Law number 7 of 2017, both through early detection of potential fraud and handling it that will occur in various regions. Bawaslu carries out early detection using warning, prevention and action strategies. So by applying this strategy it can be concluded that in dealing with the issue of fraud in the election, Bawaslu has taken several preventive measures to prevent fraud from occurring. Both through monitoring and supervision, handling complaints, investigations, inquiries, law enforcement, collaboration with related parties as well as education and outreach. Keywords: Role, Election, Election Fraud, BAWASLU Abstrak Salah satu syarat mutlak negara yang menganut paham demokrasi adalah adanya sarana untuk menyalurkan aspirasi dan memilih pemimpin negara dengan diadakannya pemilihan umum. Pemilihan umum merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan menegakan suatu tatanan politik yang demokratis. Akan tetapi pemilu demokratis yang di idam-idamkan oleh tiap negara terkadang tercoreng dengan adanya praktek-praktek kecurangan dalam pemilihan umum. Hal ini dapat dilihat dari menguatnya isu kecurangan hasil pemilu 2019 yang memberikan dampak pada tingginya tensi politik hingga permusuhan antar pendukung masing-masing calon. Sehingga hal ini kemudian membawa masyarakat mempertanyakan bagaiman peran dari pengawas pemilu dalam menangani isu kecurangan tersebut. Isu ini juga terjadi pada saat pelaksanaan Pilpres dan Pileg tahun 2024. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif untuk menganalisi peran pengawas pemilu dalam menghadapi isu kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan umum serentak. Penilitian ini menghasilkan bahwa Bawaslu telah melakukan perannya dengan baik sesuai dengan Undang-undang nomor 7 Tahun 2017, baik melalui deteksi dini terkait potensi kecurangan dan penanganannya yang akan terjadi diberbagai wilayah. Deteksi dini yang dilakukan Bawaslu menggunakan stategi imbauan, pencegahan dan penindakan. Sehingga dengan pengaplikasian startegi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam menangani isu kecurangan dalam Pemilu, Bawaslu terlah melakukan beberapa Tindakan pencegahan untuk mencegah kecurangan terjadi. Baik melalui monitoring dan pengawasan, pengananan pengaduan, investigasi, penyelidikan, penegakan hukum, kerjasama dengan pihak terkait serta edukasi dan sosialisasi. Kata Kunci: Peran, Pemilu, Kecurangan Pemilu, BAWASLU
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN DIPONEGORO MELALUI PERDA NOMOR 3 TAHUN 2002 KABUPATEN SUMENEP Rika Tini, Dwi Listia; Berliana Fahira, Risca; Resdiana, Enza; Hidayat, Imam
PUBLIC CORNER Vol 19 No 2 (2024): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v19i2.3883

Abstract

Kabupaten sumenep telah memiliki perda tentang ketertiban umum yaitu Perda Nomor 3 Tahun 2002, namun fenomena yang saat ini terjadi di lapangan PKL yang berada di Jalan Diponegoro dari tahun 2019 hingga saat ini masih menjamur di jalan tersebut, sehingga Satpol PP Kabupaten Sumenep terkesan tidak punya nyali dalam menegakkan Perda Tentang ketertiban umum Nomor 3 Tahun 2002. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauh mana evaluasi Perda Nomor 3 Tahun 2002 terhadap penertiban PKL di Jalan Diponegoro dengan menggunakan teori evaluasi kebijakan dari Samudra Wibawa (1998). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan kebijakan melibatkan berbagai pihak melalui PROLEGDA, namun terkendala kesenjangan institusional karena Satpol PP baru terbentuk pada 2006. Implementasi kebijakan berdampak positif pada ekonomi PKL tetapi mengalami kendala koordinasi antar instansi. Kebijakan ini mengurangi pengangguran, namun menghadapi tantangan seperti kurangnya fasilitas, masalah sampah, dan kemacetan. Efektivitas kebijakan belum optimal karena ketidaksesuaian regulasi dan keterbatasan anggaran, sehingga diperlukan revisi kebijakan dan peningkatan kerjasama lintas sektor. Peneliti menyarankan revisi rutin kebijakan oleh DPRD berdasarkan masukan pemangku kepentingan, dukungan Diskoperindag dalam pengembangan infrastruktur dan dana.
Pendidikan Politik Pemuda Karang Taruna Tunas Muda Melalui Model Diferensiasi Alfiyah, Nur Inna; Tini, Dwi Listia Rika; Meita, Nisfil Maghfiroh
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16717

Abstract

Pendahuluan: Pendidikan politik menjadi cara paling efektif dalam memberikan gambaran dan pemahaman tentang peran penting masyarakat dalam politik. Kurangnya pendidikan politik ditunjukkan oleh para pelaku politik di Indonesia dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya sikap apatis para pemilih pemula pada penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu). Studi ini bertujuan untuk memberikan edukasi politik terhadap pemuda karang taruna agar lebih aktif dalam berpartispasi dalam politik. Metode: Sosialisasi partisipatif melalui pendekatan model diferensiasi. Hasil: 95% pemuda karang taruna mengalami peningkatan pengetahuan mengenai politik, pentingnya partisipasi pemuda dalam politik, fungsi, tujuan serta komponen dalam pelaksanaan politik. Kesimpulan: Kegiatan ini mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi anggota pemuda karang taruna dengan peningkatan penegetahuannya tetapi pada masyarakat sekitar sebagai hasil selama kegiatan pendidikan politik ini dilakukan.
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA DI KABUPATEN SUMENEP DENGAN METODE FORCE FIELD ANALYSIS Moh. Romzi; Nur Inna Alfiyah; Rillia Aisyah Haris; Dwi Listia Rika Tini; Enza Resdiana
AS-SIYASAH : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Vol 10, No 1 (2025): (MEI) AS SIYASAH - JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Publisher : UPT Publikasi Dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/as.v10i1.18877

Abstract

The tourism industry must continue to be the center of attention for both the central and local governments. Sumenep Regency has great tourism potential, including nature tourism, historical tourism, religious tourism and cultural tourism. The development of tourism in Sumenep Regency is regulated in the Regional Regulation concerning RIPPARKAB Number 4 of 2018. The selection of a good and planned strategy will produce a final result that is directed and in accordance with the initial tourism development plan. The strategy carried out by the Sumenep Regency Government needs to be evaluated annually. This research method uses a qualitative method with the Force Field Analysis approach. Data collection uses observation, interview and documentation methods. The purpose of this study was to identify and analyze the inhibiting and driving factors of tourism development strategies in Sumenep Regency. The results of the study showed that there were a number of driving factors, namely; 1) Economic opportunities, 2) Potential uniqueness of tourism, 3) Location access. Inhibiting factors: 1) Promotion, 2) Facilities and infrastructure, 3) Government support, 4) HRD. The results of the analysis showed that the key factor driving tourism development was ease of road access, while the key factor inhibiting tourism was lack of government support. Improvement of strategies in tourism development in Sumenep Regency, namely digital marketing campaigns, provision of innovative, informative and easily accessible websites or social media, improvement of services, tourism experiences and efficient tourism operations and evaluation of accessibility information structures, development of sustainable tourism based on community welfare, improvement and adjustment of accessible tourism facilities, environmental conservation and tourist education, collaboration with local communities, increasing strategic partnerships, improving human resources regarding service inclusiveness, leadership development, and management