Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KINERJA FERMENTASI SAGU ASAM MENGGUNAKAN STARTER CAIR DAN PADAT DARI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT INDIGENOUS Dedy Suseno, Anja Meryandini, dan Titi Candra Sunarti
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 1 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In eastern part of Indonesia, sago starch is usually used as staple food.  Most of sago starch produced from traditional processing unit which not used clean potable water for its starch extraction, and the starch was kept and stored as wet starch.This causes the spontaneous fermentation of starch to become sour sago starch and contaminated by pathogenic microorganisms; which made the starch not suitable for human consumption and has short product self-life. Fruit water from settling process of starch slurry was used as microbe isolates source. Compared to solid starter, liquid starter showed high adaptation and ability to grow during fermentation, and it caused high acid accumulation in fermentation broth and dried sago starch.  Fermentation process could improve the quality of sago starch, but its viscoamylography characteristic tended to reduce on peak viscosity and end viscosity lower. Sour sago had good quality since it could minimize the microbial contamination, especially pathogenic microorganisms.Keywords: lactic acid bacteria, fermentation, nanoporous sago, sour sago starch, solid starter
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Boraks Pada Bakso Menggunakan Kertas Turmerik, FT – IR Spektrometer dan Spektrofotometer Uv -Vis Dedy Suseno
Indonesia Journal of Halal Vol. 2 (1) 2019
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.782 KB) | DOI: 10.14710/halal.v2i1.4968

Abstract

Bakso merupakan salah satu makanan yang banyak dikonsumsi karena penyajiannya yang praktis, memiliki harga yang terjangkau dan banyak tersedia diberbagai tempat seperti pasar tradisional, pasar swalayan dan masih banyak lagi. Banyaknya masyarakat yang mengonsumsi bakso membuat para pedagang berlomba-lomba membuat bakso yang enak, namun dengan alasan kualitas dan awet ada pedagang yang menggunakan boraks sebagai bahan tambahan pangan. Boraks merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur Boron (B) dan memiliki nama dagang bleng, pijer atau gendar. Boraks biasa digunakan sebagai bahan solder, pembuatan gelas, bahan pembersih/pelicin porselin, pengawet kayu dan antiseptik kayu. Penelitian terhadap bakso dikota Medan menunjukkan bahwa 8 dari 10 sampel bakso yang diperiksa ternyata mengandung boraks dengan konsentrasi 0,08% - 0,29%. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 033 tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan, boraks merupakan salah satu dari jenis bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya boraks pada bakso sapi secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil analisis boraks menggunakan kertas turmerik menunjukkan bahwa perubahan warna pada kertas turmerik hanya terjadi pada kontrol positif saja sedangkan analisis boraks menggunakan FTIR Spektrometer semua sampel dan kontrol positif tidak menunjukkan adanya spektrum sidik jari pada bilangan gelombang 1500 sampai 1000 cm-1. Hasil analisis boraks menggunakan spektrofotometer Uv-Vis menunjukkan bahwa 9 dari 12 positif mengandung boraks dengan konsentrasi terbesar pada sampel B1 sebesar 2414.375 µg/mL.
Analisis Kadar Alkohol dalam Obat Batuk Sirup dengan Menggunakan Metode Headspace Kromatografi Gas Dedy Suseno; Qomariyah Qomariyah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.65911

Abstract

Latar Belakang: Alkohol atau etanol merupakan salah satu bahan baku obat yang biasa digunakan sebagai bahan pelarut dalam obat batuk sirup. Penggunaan alkohol tersebut perlu dikritisi, terutama dalam penggunaan konsentrasi yang tinggi. Nilai konsentrasi alkohol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan gangguan penglihatan, reaksi yang melemah, gangguan koordinasi, dan kelabilan emosi. Ditemukannya kandungan alkohol dalam obat batuk herbal yang dalam kemasannya tidak mencantumkan keterangan alkohol perlu menjadi perhatian serius, khususnya bagi konsumen.Tujuan: Menganalisis konsentrasi alkohol dalam obat batuk sirup yang dalam kemasannya tidak mencantumkan keterangan alkohol.Metode: Empat belas sampel obat batuk sirup yang tidak menuliskan keterangan alkohol dan satu sampel obat batuk sirup yang menuliskan keterangan alkohol dalam kemasan dianalisis kandungan alkoholnya menggunakan metode headspace kromatografi gas. Konsentrasi alkohol dalam sampel didapatkan dengan memasukkan nilai persamaan regresi standar alkohol ke dalam rumus kadar residual solvent.Hasil: Sembilan sampel terdeteksi mengandung alkohol dengan rentang konsentrasi alkohol 0,045 % b/b sampai 0,503% b/b dan 0,074% v/v sampai 1,569 % v/v.Kesimpulan: Sembilan sampel terdeteksi mengandung alkohol dengan konsentrasi terbesar yaitu 1,569% v/v dan 0,503 % b/b.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PRODUK HALAL DAN THAYYIB Himmi Marsiati; Anna P. Roswiem; Triayu Septiani; Dedy Suseno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 1 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v6i1.2655

Abstract

Halal products generally can be seen from the Halal Certificate and or Halal Label on the product packaging. However, halal products often are sold with products that have not been guaranteed to the Halal in one place of display such as in supermarkets or the market, so it can’t be known the halalness of the product. To know halal and thayyib products, knowledge of foodstuffs are classified as halal and thayyib is needed. The purpose of this Community Service (PKM) activity is to socialize and educate related halal and thayyib products, the ingredients used in the product manufacturing process, and the halal critical point of each ingredient and or product. This form of activity is in the form of education and socialization about halal and thayyib materials and or products that enter, circulate, and be traded in the territory of Indonesia. To see the success rate and satisfaction of participants in this PKM activity are done through pretest, posttest, and questionnaire. The result of this PKM is that the participants can understand that the products that enter, circulate, and are traded in the territory of Indonesia are syubhat, so they must be halal certified. In addition, the participants of the PKM program can know and or distinguish what ingredients or products are halal or haram, as well as which are thayyib and which are not thayyib.
Kandungan Pewarna Rhodamin B Pada Kerupuk Berwarna Merah yang Beredar di Pasar Tradisional Rawasari Cempaka Putih dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Aqillah Munawwarah Khairunnisa; Yulia Suciati; Dedy Suseno; Anna P. Roswiem; Qomariyah Qomariyah; Muhammad Arsyad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 9 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.991 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i9.428

Abstract

Rhodamin B merupakan zat pewarna berupa kristal yang tidak berbau dan berwarna hijau atau ungu kemerahan yang beredar di pasar untuk industri sebagai zat pewarna tekstil. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mengidentifikasi ada atau tidaknya zat pewarna sintetis Rhodamin B pada kerupuk berwarna merah yang beredar di Pasar Tradisional Rawasari Cempaka Putih. Penelitian bersifat eksperimental dengan melakukan uji laboratorium secara kualitatif dengan metode kromatofrafi lapis tipis dan uji kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV Vis. Pengambilan sampel menggunakan teknik berupa Random Sampling, yaitu cara pengambilan sampel secara acak di Pasar tradisional Rawasari Cempaka Putih. Terdapat kandungan zat pewarna sintetis Rhodamin B pada salah satu sampel kerupuk berwarna merah yang beredar di Pasar Tradisional Rawasari Cempaka Putih.
Kandungan Pewarna Rhodamin B Pada Saus Sambal Dalam Kemasan yang Beredar di Pasar Tradisional Rawasari Cempaka Putih dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dindana Caesarea Salsabila; Yulia Suciati; Dedy Suseno; Anna P. Roswiem; Qomariyah Qomariyah; Muhammad Arsyad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 10 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.89 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i10.429

Abstract

The content of harmful dyes such as Rhodamine B in food, especially chili sauce in packaging, can be dangerous. The purpose of this study was to determine and identify the presence or absence of synthetic dye Rhodamin B in packaged chili sauce circulating in the Rawasari Cempaka Putih Traditional Market. This research is an experimental research, namely by conducting qualitative laboratory tests with thin layer chromatography and quantitative with UV-vis spectrophotometer to analyze the presence of Rhodamine B in packaged chili sauce sold in the traditional market of Rawasari Cempaka Putih. The samples used in this study were all types of packaged chili sauce which had striking red color characteristics and were taken randomly from the survey results at the Rawasari Cempaka Putih traditional market with a random sampling determination of the sample. The results showed that the five samples of packaged chili sauce sold at Pasar Rawasari Cempaka Putih had final results which stated that Rhodamine B dye was not detected.
Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil dalam Sertifikasi Produk Halal di Kabupaten Pandeglang Verni Yuliaty Ismail; Anna Roswiem; Dedy Suseno
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v5i3.1430

Abstract

Kabupaten Pandeglang memiliki sekitar 1000 Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dimana diantara UMK yang memproduksi makanan dan/atau minuman masih terdapat UMK yang tidak memiliki sertifikat halal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, semua produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di Indonesia harus memiliki Sertifikat Halal. Ruang lingkup sertifikasi halal berlaku untuk semua kategori, termasuk untuk usaha berskala mikro dan kecil yang menghasilkan barang atau jasa. Universitas YARSI bermaksud memberikan solusi terhadap permasalahan para pelaku UMK di Kabupaten Pandeglang yang masih belum memahami tentang produk halal dan mengalami kesulitan dalam mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikasi halal. Pembekalan dilaksanakan melalui edukasi dan simulasi tentang produk halal dan tata cara untuk mendapatkan Sertifikat Halal. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan para peserta terkait pengetahuan tentang produk dan proses sertifikasi halal. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan nilai pre-test dan post-test tentang pengetahuan peserta terhadap materi edukasi dan simulasi yang diberikan. Pelaku UMK di Kabupaten Pandeglang telah memahami pentingnya pemahaman tentang produk halal pada produk yang mereka hasilkan dan perjualbelikan. Terjadi peningkatan kemampuan peserta untuk melakukan proses pengajuan Sertifikasi Halal pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).Kata kunci: Halal Produk, Sertifikasi Halal, UMK
Identifikasi kandungan ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) dan ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys sp) pada otak-otak: Identification of mackerel (Scomberomorus commerson) and suckermouth catfish (Pterygoplichthys sp) in otak-otak Dedy Suseno; Intan Razari
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i2.45368

Abstract

Mackerel fish is commonly used in the manufacturing of otak-otak. Authentication of fish-based food products by visual method is not possible so counterfeiting or mislabeling in these products is very likely to occur. Suckermouth catfish meat can also be used as a raw material for fish-based products because it contains high protein content. However, the source of suckermouth catfish taken from the Ciliwung River has the potential to contain heavy metals such as Pb, Cd, Hg, Sn, and As. The purpose of this study was to analyze the content of mackerel and suckermouth catfish in otak-otak, and identify the presence of heavy metal content in otak-otak samples containing suckermouth catfish. Nineteen otak-otak samples analyzed with 3 samples wrote the description of mackerel on the packaging. DNA analysis of suckermouth catfish and mackerel in otak-otak using Polymerase Chain Reaction (PCR) methods that use a specific primer. Analysis of heavy metals using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method. Twelve of the nineteen samples identified a 423 bp band in the electrophoresis gel. The band was confirmed belonging to the suckermouth catfish species after analysis using sanger sequencing methods. Nine of the nineteen samples showed a 238 bp band that corresponded to mackerel. A total of 12 otak-otak samples were identified as containing suckermouth catfish, 11 of which contained Pb metal with a concentration of <0.034 mg/kg and 1 sample containing Pb metal with a concentration of 0.34 mg/kg. The presence of heavy metal content in the otak-otak samples whose concentration exceeds the maximum limit makes this otak-otak can’t halalan thayyiban for consumption.
Identifikasi DNA Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.) Pada Siomai dengan DNA Barcoding Dedy Suseno; Intan Razari
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i2.34277

Abstract

AbstrakSiomai adalah salah satu jenis makanan yang menggunakan bahan baku utama ikan. Pada dasarnya pembuatan siomai dapat menggunakan berbagai jenis ikan, ikan sapu-sapu bisa jadi salah satunya. Ikan sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan yang banyak hidup di perairan Indonesia misalnya pada Sungai Ciliwung. Tercemarnya air Sungai Ciliwung dengan logam berat Hg, Pb, Cd, dan Ag sangat memungkinkan logam-logam berat tersebut terakumulasi pada ikan sapu-sapu. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi DNA ikan sapu-sapu pada sampel siomai dan menganalisis adanya kandungan logam berat pada sampel siomai yang mengandung ikan sapu-sapu. Sampel siomai yang dianalisis sebanyak 28 sampel. Sampel ini didapatkan dari 28 lokasi berbeda di sekitar stasiun kereta api Provinsi DKI Jakarta. Analisis DNA ikan sapu-sapu menggunakan primer spesifik dan analisis logam berat menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Sebanyak 9 dari 28 sampel memperlihatkan pita berukuran 496 pb pada gel elektroforesis. Pita tersebut terkonfirmasi spesies ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis dan Hypostomus plecostomus) setelah dianalisis menggunakan sequencing sanger. Sebanyak 9 sampel yang teridentifikasi mengandung ikan sapu-sapu juga mengandung logam berat Pb dengan rentang konsentrasi 0,06 mg/kg sampai 0,12 mg/kg dan logam berat Cd <0,007 mg/kg. Kandungan logam berat pada sampel siomai masih di bawah ambang batas aman sesuai ketentuan SNI dan BPOM.AbstractSiomai is a type of food that uses fish as the main ingredient. Siomai can be made by using various types of fish, suckermouth catfish can be one of them. Suckermouth catfish is a type of fish that lives a lot in Indonesian rivers, for example in the Ciliwung River. Pollution of Ciliwung River water with heavy metals Hg, Pb, Cd, and Ag makes it possible for these heavy metals to accumulate in the suckermouth catfish. The purpose of this study is to identify the suckermouth catfish DNA in the siomai sample and analyze the presence of heavy metals in the siomai sample containing suckermouth catfish. Siomai samples analyzed were 28 samples. This sample was obtained from 28 different locations around the DKI Jakarta Provincial train station. DNA Analysis of the suckermouth catfish using specific primers and analysis of heavy metals using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method. Nine of the 28 samples showed a 496 bp band on the electrophoretic gel. The band was confirmed by the species of suckermouth catfish (Pterygoplichthys pardalis and Hypostomus plecostomus) after being analyzed using Sanger sequencing. A total of 9 samples that were identified as containing suckermouth catfish also contained the heavy metal Pb with a concentration range of 0.06 mg/kg to 0.12 mg/kg and the heavy metal Cd <0.007 mg/kg. The heavy metals content in the siomai sample is still below the safe threshold according to SNI and BPOM provisions.
Isolasi dan Identifikasi Gelatin pada Sediaan Obat Tablet yang Tidak Berbahan Aktif Protein suseno, dedy; Roswiem, Anna P
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.137 KB) | DOI: 10.30736/jev.v2i2.69

Abstract

Gelatin banyak sekali kegunaannya dan bukan saja terbatas pada produk pangan tetapi juga pada produk non pangan seperti bahan baku pembuatan cangkang kapsul, bahan baku tambahan kosmetik dan obat-obatan. Dalam industri farmasi, gelatin digunakan dalam pembuatan kapsul lunak dan keras serta bahan pengikat obat sediaan tablet. Gelatin adalah senyawa polipeptida yang dihidrolisis dari kolagen yang sumbernya berasal dari tulang sapi dan babi serta kulit sapi, ikan dan babi. Pada tahun 2002, sebanyak 41% gelatin diproduksi dari kulit babi. Hal ini menunjukkan jumlah gelatin babi di pasar dunia sangat besar, sehingga dikhawatirkan menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat khususnya umat islam dalam mengkonsumsi obat khususnya obat sediaan tablet yang menggunakan gelatin sebagai bahan pengikatnya. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi gelatin dari sediaan obat tablet yang tidak berbahan aktif protein menggunakan metode ferris dan mengidentifikasi gelatin hasil isolasi dengan menggunakan pereaksi biuret. Dari 11 sampel yang dianalisis, 9 sampel positif mengandung gelatin sedangkan 2 sampel tidak mengandung gelatin.