Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JKMM

WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAROWO KABUPATEN TOJO UNA-UNA Muh. Alwy Arifin; Sri Rahayu; Arifin Seweng
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 1: Januari 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i1.8699

Abstract

ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh determinan pemberian ASI eksklusif di Posyandu wilayah kerjaPuskesmas Marowo kabupaten Tojo Una-Una. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif denganpendekatan cross secttional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 6 – 24bulan di wilayah kerja Puskesmas Marowo berjumlah 358 orang dan sampel penelitian sebanyak 195 orang.Teknik penyampelan yang digunakan adalah penyampelan acak proporsional.. Pengumpulan data dilakukandengan kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi square dengan convidance interval (CI) 95% dan α = 0,05.Ujistatistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah is regresi logistik berganda dengan menggunakan softwareSPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif masih sangat rendah (43,1%). adapengaruh yang signifikan antara pengetahuan (p= 0,000), sikap (p=0,11) informasi tentang ASI yang diterimaibu (p=0,000), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,009) terhadap perilaku pemberian Asi eksklusif diPusksesmas Marowo. Sementara paritas (p=0,340) dan dukungan keluarga (p=0,163) tidak berpengaruhsignifikan terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif. Variable yang paling berpengaruh terhadap perilakupemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan dan sikap.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAHIR MATI DI KABUPATEN KONAWE Elis Daniar Barunawati; Arifin Seweng; Andi Arsunan Arsin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 2: Maret 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i2.8707

Abstract

Lahir mati merupakan penyumbang utama kematian perinatal, hal ini perlu diatasi untuk meningkatkanderajat kesehatan perinatal yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa akan datang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang meliputi berat badan lahir, umur ibu, paritas,penolong persalinan, dan tempat persalinan terhaadap bayi lahirmati di Kabupaten Konawe. Jenispenelitian adalah penelitian observasional dengan desain studi kasus kontrol (case control study). Sampel padapenelitian ini sebanyak 180 yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kasus dan kelompokkelola masing - masing sebanyak 45 kasus dan 135 kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi-Square danRegresi Logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang berisiko terjadinya lahir mati yaituberat badan lahir (OR=13,5), penolong persalinan (OR=11,4), tempat persalinan (OR=4,5),variabel yang tidak berisiko terhadap lahir mati adalah umur dan paritas. Analisis multivariatmenunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian lahir mati adalah BeratBadan lahir (OR=9,2). Penelitian ini menyarankan perlu adanya peningkatan kualitas kehamilanmelalui antenatal care serta pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA ASPEK-ASPEK PENGONTROLAN DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA GAY DI WILAYAH KOTA BAU-BAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA Sri Hertati Endang; Arifin Seweng; Andi Mardiah Tahir
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 2: Maret 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i2.8717

Abstract

Pada hakikatnya manusia itu diciptakan Tuhan sebagai makhluk sempurna, sehingga mampu mencintai dirinya,mencintai orang lain beda jenis, maupun yang sejenis, sehingga kemungkinan terjadi perilaku menyimpangdalam perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan antara aspek-aspek pengontrolan diridengan perilaku seksual, dan menilai seberapa besar pengaruh dari pengontrolan diri terhadap berperilakuseksual pada Gay. Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional Study. Data di analisis menggunakanuji Chi-Square dan uji multiple logistik regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontrol pengetahuantidak berpengaruh terhadap 5 komponen perilaku seksual. Kontrol perilaku hanya berpengaruh terhadap 1komponen perilaku seksual saja yaitu perilaku anal seks, dengan nilai p=0,007 (p<0,05), nilai OR=7,636(OR&ge;1), nilai CI=1,736 (CI&ge;1). Kontrol keputusan hanya berpengaruh terhadap 1 komponen perilaku seksualsaja yaitu perilaku petting, dengan nilai p=0,047 (p<0,05), nilai OR=4,133 (OR&ge;1), nilai CI=1,020 (CI&ge;1).
PENGARUH PENDIDIKAN GIZI ANEMIA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA ANAK REMAJA SMA NEGERI 21 MAKASSAR Darmayanti Waluyo; Healthy Hidayanty; Arifin Seweng
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8821

Abstract

Anemia merupakan keadaan jumlah eritrosit atau kadar Hb dalam darah kurang dari normal (12 g/dl) padaremaja perempuan >15 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan pengetahuan sebelum dansesudah intervensi pendidikan gizi anemia pada remaja kelas X di SMA Negeri 21 Makassar. Penelitian iniadalah penelitian Quasy-experiment dengan desain penelitian &ldquo;Pretest-Posttest with Control Group&rdquo;. Dalampenelitian ini kelompok intervensi diberikan pendidikan gizi melalui penyuluhan, leaflet dan media social (WA),sedangkan untuk kelompok kontrol diberikan pendidikan gizi hanya melalui leaflet. Sampel dalam penelitian iniadalah sebagian dari populasi siswa putri yang memenuhi kriteria inklusi penelitian yang dibagi ke dalam 2kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing jumlah sampel 24 orang tiapkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0,000 < 0,05 adaperbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi pendidikan gizi anemia. Sementarapada kelompok kontrol dengan nilai p value 0,001 < 0,05 yang berarti ada perbedaan tingkat pengetahuansebelum dan setelah diintervensi pendidikan gizi anemia. Sementara itu pada kedua kelompok sebelummendapatkan intervensi pendidikan gizi anemia diperoleh nilai p value 0,289 > 0,05 yang berarti tidak adaperbedaan tingkat pengetahuan pada kedua kelompok, sedangkan setelah mendapatkan intervensi pendidikangizi anemia di dapatkan nilai value p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan tingkat pengetahuan padakedua kelompok. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan setelah dilakukan intervensi pendidikan gizi anemiapada kedua kelompok, dimana kelompok intervensi lebih tinggi peningkatan pengetahuan dengan rata-ratapengetahuan meningkat 2,88 dibandingkan pada kelompok kontrol.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) TERHADAP JUMLAH KASUS GIZI BURUK DI KABUPATEN PASANGKAYU Fadilah Fadilah; Darmawansyah Darmawansyah; Arifin Seweng
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 2 No. 2: Desember 2019
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v2i1.10022

Abstract

Gizi buruk adalah kekurangan kalori atau protein (KKP) atau disebut juga protein energy malnutrien (PEM) dan merupakan suatu ancaman dimasa depan untuk suatu daerah sehingga perlu perhatian yang sangat khusus untuk menuntaskan kasus gizi buruk disuatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program pemberian makanan tambahan bagi balita gizi buruk yang berada di kaupaten pasangkayu. Penelitian ini merupakan jenis peneltian kualitatif Sampel yang diambil sebanyak 15 orang yaitu orang tua anak yang mengalamai gizi buruk sebanyak 8 orang, 6 Tenaga petugas gizi serta 1 Orang penanggung jawab program Gizi Kia di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Snowball Sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei Tahun 2018. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, selanjutnya data dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, kemudian data disajikan dan dianalisis hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran aktor dalam hal ini adalah petugas kesehatan sudah mengimplementasikan kebijakan pemberian makanan tambahan dengan baik dan dapat mempengaruhi jumlah kasus Gizi Buruk di kabupaten pasangkayu karena dilihat dari jumlah kasus pada tahun 2017 sebanyak 9 kasus 7 kasus berubah status dari gizi buruk menjadi membaik. Namun petugas kesehatan dalam hal ini masih perlu keterampilan khusus untuk menyampaikan sosialisasi bagi masyarakat tentang pemberian makanan tambahan serta dampak dari gizi buruk. Untuk organisasi sudah menjalankan fungsinya dengan baik dan melaksanakan kebijakan pemberian makanan tambahan, dan proses implementasi kebijakan dalam hal ini prosedur kebijakan pemberian makanan tambahan sudah berjalan dengan lebih baik.