Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Transformasi limbah organik batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat Rahmawati Rahmawati; Ulil Amna; Ida Ratna nila; Nirmala Sari; Teuku Andi Fadlly; Fitriani Fitriani; Wilda Jerohmita; Muhammad Fatah Firdaus
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.3276

Abstract

Limbah batok kelapa yang banyak terbuang di Desa Penggalangan, Kecamatan Blang Kejeren, Aceh, merupakan sumber daya lokal potensial sebagai bahan baku arang aktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memanfaatkan limbah sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat. Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan cara mengolah batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif sehingga limbah organik dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Metode pelatihan ini bersifat partisipatif, dimulai dengan pemaparan teori arang aktif dan pengelolaan limbah rumah tangga. Selanjutnya, peserta mempraktikkan pengolahan batok kelapa menjadi arang aktif dan pembuatan sabun colek. Tahapan pembuatan sabun meliputi pencampuran bahan dan pencetakan produk. Mahasiswa KKN mendampingi setiap tahap sehingga pelatihan berjalan interaktif dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya keterampilan warga dalam membuat sabun colek berbahan arang aktif serta terciptanya produk sabun ramah lingkungan bernilai jual. Warga antusias mengikuti pelatihan dan tertarik mengembangkan produksi sabun secara mandiri. Pengolahan batok kelapa menjadi produk berguna berhasil mengurangi volume limbah organik. Transformasi limbah batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif memberikan dampak positif secara lingkungan dan sosial. Secara ekologis, limbah berkurang dan produk baru ramah lingkungan dihasilkan. Secara sosial, masyarakat memperoleh keterampilan ekonomi baru yang meningkatkan kemandirian. Pendekatan inovatif ini mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Penerapan Pestisida Nabati Daun Pepaya untuk Pemberdayaan Petani di Desa Marpunge, Kabupaten Gayo Lues Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Rahmawati Rahmawati; Misdi Misdi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/598kgy59

Abstract

Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Aceh, namun petani di wilayah ini masih bergantung pada pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit. Penggunaan yang berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, lingkungan, serta kualitas hasil panen. Sebagai alternatif ramah lingkungan, kegiatan pengabdian ini memperkenalkan pestisida nabati berbahan daun pepaya. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan serta penggunaan pestisida nabati. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan pelatihan praktik langsung. Hasil evaluasi terhadap 32 peserta menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelum kegiatan, hanya 26,92% peserta yang mengetahui cara pembuatan pestisida nabati dan 42,31% yang memahami keunggulannya dibanding pestisida kimia. Setelah kegiatan, seluruh peserta (100%) telah memahami bahan, proses pembuatan, aplikasi, dan manfaat pestisida nabati. Selain itu, minat petani untuk membuat dan menggunakan pestisida nabati meningkat dari 76,92% menjadi 100%. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan kapasitas petani, serta berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Revitalisasi Aktivitas Keagamaan Pasca Banjir Melalui Bantuan Peralatan Ibadah di Gampong Ie Bintah, Aceh Tamiang Rahmawati Rahmawati; Afrahun Naziah; Teuku Andi Fadlly; Nirmala Sari; Ayu Syahputri; Sara Gustia Wibowo; Fera Annisa; Muhammad Gempa
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): November (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5by07p36

Abstract

Banjir yang melanda Gampong Ie Bintah, Kabupaten Aceh Tamiang, tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada menurunnya aktivitas keagamaan masyarakat akibat hilangnya atau rusaknya peralatan ibadah. Kondisi ini berdampak pada menurunnya semangat beribadah serta terganggunya interaksi sosial berbasis keagamaan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini mengusulkan program revitalisasi aktivitas keagamaan melalui pemberian bantuan peralatan ibadah yang dipadukan dengan pendekatan psikososial berbasis silaturahmi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kembali semangat beribadah masyarakat serta memperkuat kondisi sosial dan spiritual pasca bencana. Metode yang digunakan meliputi pendataan partisipatif, pengadaan dan pengemasan bantuan, serta penyaluran bantuan secara langsung ke rumah penerima. Selain itu, dilakukan evaluasi melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan motivasi beribadah masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang menunjukkan perubahan positif pada motivasi beribadah, dari 62% kategori tinggi sebelum kegiatan menjadi 90% setelah kegiatan, disertai meningkatnya partisipasi dalam aktivitas keagamaan. Pendekatan distribusi yang humanis juga terbukti mampu memberikan dampak positif secara emosional dan memperkuat hubungan sosial. Dengan demikian, kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi bantuan material dan dukungan psikososial-spiritual merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pemulihan dan revitalisasi kehidupan keagamaan masyarakat pasca bencana