Anak usia 7–12 tahun di Desa Percut banyak mengalami kecanduan gadget yang memicu cyberbullying, paparan konten tidak pantas, dan melemahnya moral. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan teknologi terhadap pendidikan karakter dalam meningkatkan moral anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Subjeknya 73 anak usia 7–12 tahun di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Februari–Juli 2026. Alur penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan, analisis data, dan pelaporan kepada mitra. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan statistik deskriptif, uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan penggunaan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendidikan karakter (Y = 33,837 + 0,730X; t = 9,257; F = 85,691; p < 0,05) dengan kontribusi 54,7% (R² = 0,547). Penggunaan teknologi berkategori baik (4,05) dan pendidikan karakter sangat baik (4,23), tetapi literasi digital (3,84), kepatuhan jam penggunaan gawai (3,62), empati (3,95), dan kerja sama (3,94) masih lemah. Disimpulkan bahwa penggunaan teknologi yang terarah memperkuat moral anak. Direkomendasikan pendampingan dialogis orang tua, integrasi literasi digital di sekolah, program edukasi desa, dan penelitian longitudinal.