Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KEPEMIMPINAN WANITA DALAM PERSPEKTIF HADIS (Kajian Kritik Hadis dengan Pendekatan Sosio-Historis-Kontekstual) Firdaus Firdaus; Siar Ni'mah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v6i2.339

Abstract

Kepemimpinan wanita selalu menjadi polemik, padahal sandaran hadis yang digunakan adalah teks hadis yang sama. Karena itu muncul pertanyaan-pertanyaan mengapa sebuah hadis dapat melahirkan beragam interpretasi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan tematik hadis. Pengumpulan data terkait dengan hadis kepemimpinan wanita didapatkan melalui aplikasi al-maktabah asy-syamilah. Adapun analisa data dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis) atau lazim disebut analisis takhrij al-hadits dalam hadis, selain itu penelitian ini melalui pendekatan sosio, historis, dan kontekstual. Hasil yang ditemukan mengandung dua sudut pandang, yakni kaum tekstualis dan kontektualis. Simpulannya, tekstualis mengatakan dengan tegas bahwa menurut hadis ini wanita tidak diperbolehkan untuk memimpin. Sementara kontekstualis juga mengatakan dengan tegas bahwa hadis larangan pemimpin wanita tidak boleh dipahami secara kasat mata teksnya, tetapi dengan menggunakan pendekatan yang tepat, sehingga hasilnya adalah wanita boleh memimpin, baik domestik maupun publik.The woman leadership has always been a polemic, whereas the hadits used is the same hadits. Therefore, there are some questions about the hadits interpretation, the question was how could that one hadits arise many interpretations. This research is alibrary research with the thematic hadits approach. The collection of data that concerning of the women’s leadership used the application called al-maktabah asy-syamilah. The data analysis used is content analysis or often called by takhrij hadits analysis with the socio, historical, and contextual approaches. The result in this research was found two point of view from the textualists and the contextualists. The conclusion are, the textualist said that according to the hadith women are not allowed to lead. Meanwhile, the contextualist said that according to the hadith too, the women are allowed to lead, domestic nor public.
Perspektif Al-Qur'an Tentang Tadabbur Siar Nimah; Amir Hamzah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v4i1.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tadabbur dalam pandangan al-Qur’an. Metode kajian yang digunakan adalah dengan kajian tematik, sebuah metode yang lazim digunakan untuk mengungkap perspektif al-Qur’an terkait sebuah tema. Setelah menetapkan tema tadabbur, penelusuran terhadap ayat-ayat terkait dilakukan guna untuk mengetahui makna tadabbur dengan akurat. Selanjutnya untuk melengkapi data dalam kajian ini, dikemukakan juga beberapa pendapat mufassir. Akhirnya, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa al-Qur’an bukan hanya teks yang dibaca, namun lebih dari itu ia adalah firman Allah yang harus ditaddaburi. Artinya, setelah al-Qur’an dibaca, dihafal, atau bahkan ditafsirkan, sebagai muslim, sejatinya ketiga unsur ini diwujudkan dengan tindak laku sebagaimana yang diinginkan oleh ayat-ayat-Nya.
Eksistensi Angka Dalam Al-Qur’an Siar Nimah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v4i2.228

Abstract

Angka merupakan satu dari banyak elemen yang turut hadir dalam al-Qur`an. Kehadirannya tentu saja bukan tanpa makna. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap eksistensi tersebut, yakni pesan di balik sebuah angka. Namun, perlu untuk dikemukakan bahwa penelitian ini bukan perihal mengungkap sisi kemukjizatannya yang lazim disebut dengan i’jâz ‘adadî, tetapi lebih condong kepada keingintahuan tentang pesan apa yang hadir melalui eksistensinya. Metode kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kajian tematik dengan menetapkan angka sebagai tema. Sebagai sebuah kajian tematik, maka untuk mendapatkan pemaknaan yang jelas, pengumpulan datanya dilakukan dengan menelusuri ayat-ayat yang terdapat angka di dalamnya. Setelahnya, mengemukakan pendapat mufassir juga dilakukan guna melengkapi data yang ada agar menghasilkan sebuah kesimpulan yang valid. Akhirnya, penelitian ini memberikan sebuah kesimpulan bahwa angka di dalam al-Qur`an meliputi bilangan pokok, genap, maupun pecahan. Ketiga model ini memberikan pesan tentang ketauhidan, hari akhir, hukum, juga tentang masa dan lainnya.
Revitalisasi Iptek Modern Dalam Gagasan Ilmuan Dan Perspektif Islam Umar Umar; Siar Nimah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v5i1.294

Abstract

Globalisasi Abad 21 dan Revolusi Industri 4.0 menyebabkan terjadinya gelombang besar teknologi sebagai kemajuan ilmu pengetahuan dalam peradaban modern. Orientasi manusia makin takluk pada ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) modern yang bebas nilai bahkan menjauh dari eksistensi Tuhan dan ajaran Islam padahal epistemologis Iptek bersumber dari ajaran Islam. Tulisan ini bertujuan menggarisbawahi kembali khazanah Iptek modern yang sejalan dengan nilai-nilai Islam agar manusia sebagai pengembang, teknolog, dan ilmuan tak terjebak makin dalam pada lorong gelap sains dan teknologi yang jauh dari cahaya Islam. Melalui metode kajian kualitatif pendekatan library research ditelaah sumber otentik dari buku-buku, jurnal, artikel online maupun fakta empiris kemudian disimpulkan. Khazanah Iptek modern kini inovatif manusia makin berkembang secara dinamis dan terdapat kecenderungan pada pengikisan hakikat kemanusiaan dan keislaman. Gagasan ilmuan Islam dalam beberapa dekade telah memprakarsai revitalisasi ini sehingga penting paradigma ajaran Islam senantiasa ditempatkan lebih strategis di atas promosi dan gagasan Iptek dalam berbagai konteks kehidupan modern baik tantangan dan perubahannya termasuk implikasinya dalam pendidikan Islam.
KORELASI HASIL BELAJAR ILMU TAJWID DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN MAHASISWA PRODI IAT IAI MUHAMMADIYAH SINJAI Siar Nimah; Firdaus; Amir Hamzah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v6i1.491

Abstract

Pembelajaran ilmu tajwid penting dilakukan sebagai dasar mengukur kemampuan membaca Al-Qur’an. Idealnya, seorang yang mahir dalam ilmu tajwid, maka kemampuan membaca Al-Qur’annya pun baik, begitu sebaliknya. Penelitian ini mengambil populasi pada mahasiswa prodi IAT IAIM Sinjai dengan 38 sampel dari angkatan 2017, 2018, dan 2019. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan perspektif korelasional. Pengumpulan datanya dengan teknik dokumentasi, observasi, dan tes. Data yang ada kemudian dianalisa dengan menggunakan alat bantu aplikasi SPSS 21. Hasilnya, terdapat korelasi yang signifikan antara variabel independen (pemahamn ilmu tajwid) dan variabel dependen (kemampuan membaca Al-Qur’an), dengan tingkat korelasi sedang atau cukup. Kesimpulan ini sesungguhnya memberikan alarm bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik selalu berbanding lurus dengan penguasaan keilmuan tajwid.
METODE DAKWAH DALAM AL-QUR’AN Faridah Faridah; Siar Ni'mah; Kusnadi Kusnadi
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v6i2.740

Abstract

The Qur'an explains in full how to preach properly and correctly. It is intended that all aspects can run well too. This research is a literature study using the thematic interpretation method, namely setting a da'wah theme as the axis of the study. Therefore, this research makes QS. An-Nahl verse 125 as a focus in tracing the procedures for carrying out da'wah activities. As a conclusion from this study, it was found that there are three types of da'wah methods or methods of da'wah, namely da'wah bi al-hikmah (wisdom), mau'izah hasanah (good advice), and mujadalah bi allatii hiya ahsan (dialogue in a better way)
KAJIAN TAFSIR ILMI TENTANG HEWAN MAMALIA DALAM AL-QUR’AN Siar Ni'mah; Muzakkir Muhammad Arif Ahmad Marzuki
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v7i2.1397

Abstract

Hewan, sebagaimana manusia adalah makhluk Allah yang di dalam Al-Qur’an menduduki posisinya masing-masing. Penelitian ini adalah penelitian yang membahas tentang penafsiran ilmi terkait hewan, khususnya hewan mamalia di dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian yang dipilih dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan yang dimaksud adalah meninjau literatur khususnya literatur kitab tafsir untuk menganalisa bagaimana hewan mamalia diketengahkan di dalam Al-Qur’an. Karena itu analisis isi (content analysis) dipilih sebagai analisis data untuk menghadirkan kesimpulan yang tepat. Hasilnya: 1) di dalam Al-Qur’an ketika disebutkan jenis hewan mamalia maka tidak hanya sekedar disebutkan tetapi kehadiran hewan juga sebagai ladang tafakur bagi manusia, 2) hewan mamalia yang disebutkan tidak selalu bermakna hakiki, tetapi juga bermakna majazi.
DOA DALAM AL-QUR’AN Firdaus Firdaus; Amir Hamzah; Siar Ni'mah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v8i1.2109

Abstract

Prayer is a daily practice that is intended as a form of solemn communication to the Lord. In praying, a Muslim has been given guidance in the Qur'an. This study discusses the intended prayer and how the actual meaning is related. This research was conducted to reveal what kinds of actions are contained in the Al-Qur'an and how the interpretation of mufasir interprets them. The research method used is literature with a thematic interpretation approach. The results found several explanations related to the meaning of the prayer itself, such as the importance of praying, the conditions that must be met for the prayer to be granted, and what the types of prayer are like in the Qur'an. This is so that it becomes a common reference in the process of human closeness to the Almighty, the answerer of prayer.
PERANAN AKAL DAN WAHYU DALAM PEMIKIRAN ISLAM siar, Siar Nimah; Andi Aderus; Barsihannor
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2024): TASAWUF DAN KAJIAN AL QURAN
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v10i1.859

Abstract

This article discusses how the reason and the revelation play a role in the treasures of Islamic thought. The type of research used is library research by collecting data from the library, both primary and secondary data. Then the data that has been collected is analyzed using analytical descriptive data analysis to present a complete conclusion. This research produces at least three main points, namely: first, the reason has a high value in the Qur'an, including the command for humans to think. Second, from a theological perspective, the reason and revelation are given their own portions, the Mu'tazilah with a larger portion of reason and the Asy'ariyah with a smaller portion of reason dissolving revelation. Third, from a philosopher's perspective, the eason and revelation are two things that are compatible in the view of Ibn Rushd and al-Kindi.
MADRASAH TAFSIR DI IRAK Ni'mah, Siar; Firdaus, Firdaus; Hamzah, Amir
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i1.2940

Abstract

The Tafsir madrasas are an inseparable part of the discussion of tafsir schools. This research describes how madrasah tafsir in Iraq and who the figures are, along with their contribution to the development of further tafsir. This research is library research which uses documentary data collection techniques. The appropriate documentation data collection technique was chosen considering that discussion information about tafsir madrasas, especially in Iraq, can be traced through primary and secondary books. The primary sources used are books on tafsir and history, while secondary sources are used to find related information from books and articles. The data that has been collected from library sources is then processed and analyzed to obtain comprehensive conclusions. The results of this research provide information regarding who the influential interpretive figures were in Iraq during the Tabi'in period, examples of their interpretations, and the facts and dynamics of Iraqi interpretation during the Tabi'in period, where they taught the Al-Qur'an as well as its simple interpretations. In this period, the interpretation of bi al-ra'yi also emerged without abandoning the interpretation of bi al-ma'sur, and became one of the foundations for the development of tafsir in the future, especially in the interpretation of bi al-ra'yi.