Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perbandingan Kandungan Vitamin C Jus Buah Dari Beberapa Buah Lokal Sumatera Barat Dengan Blender Dan Cold Press Juice Yulia, Mega; Reza, Adhiatul
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.44

Abstract

Buah-buahan adalah salah satu sumber vitamin C. Vitamin C merupakan vitamin penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel dalam tulang, gigi, kulit dan jaringan lainnya. Buah selain dimakan langsung bisa dikonsumsi dengan cara dibuat jus buah. Proses pembuatan jus selain dengan menggunakan blender juga bisa dilakukan dengan menggunakan cold press juice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembuatan jus terhadap kandungan senyawa vitamin C. Metode pembuatan jus dilakukan dengan teknik blender dan cold press. Jus yang diperoleh kemudian dihitung kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometer UV Vis. Dari penelitian didapatkan kadar vitamin C pada buah naga blender 2,286 ppm dan cold press 1,041 ppm, buah jeruk blender 4,381 ppm dan cold press 4,653 ppm serta buah terong belanda blender 3,938 ppm dan cold press 4,472 ppm. Disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh metode pembuatan jus terhadap kandungan vitamin C.
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin): Mega Yulia; Safitri, Rahmi; Rahmayulis, Rahmayulis
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.74

Abstract

Minyak atsiri adalah minyak yang mudah menguap. Bahan baku minyak atsiri dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit biji, serta akar atau rimpang. Minyak atsiri memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai aromaterapi. Aromaterapi dipercaya dapat memberikan efek tenang, memperbaiki suasana hati sehingga mampu meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Pada penelitian ini minyak atsiri akan dijadikan lilin aromaterapi. Minyak atsiri yang digunakan adalah minyak sereh wangi dan minyak nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam dapat diformulasikan menjadi lilin aromaterapi. Penelitian eksperimental ini menggunakan 5 formulasi dengan perbandingan konsentrasi minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam (4% : 0%), (3% : 1%), (2% : 2%), (1% : 3%), (0% : 4%) dan perbandingan paraffin padat dan asam stearat (40% : 60%). Sedian lilin yang sudah diformulasi, dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, uji titik leleh, uji waktu bakar, uji efek terapi, uji ketahanan aroma dan uji kesukaan. Lilin aromaterapi dengan kombinasi minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi dengan formula terbaik yaitu formula 3 (F3).
PENGARUH PERBEDAAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L) rahmayulis; Mega Yulia; Riflyani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.86

Abstract

Jatropha plant is a plant that contains secondary metabolites, including steroids, phenolics, flavonoids and saponins. Jatropha plants are also known to have antioxidant activity. This study aims to determine the best drying temperature for the antioxidant activity test of jatropha leaves. The antioxidant activity test was carried out by drying test jatripha leaves using ovens with different temperatures, namely temperatures of 40oC, 50oC and 60oC wich was then tested for antioxidant activity using the DPPH method (2-2 diphenyl-picrylhydrazil) using a UV-Vis Spectrophotometer. The results of antioxidant activity testing in Jatropha were obtained, at drying temperature 40oC IC50 value of 1,868.87 ppm, temperature 50oC IC50 value of 1,116.97 ppm and temperature 60oC IC50 value of 319,90 ppm. From the results of the study, it can be concluded that drying samples using an oven at 60oC has a better IC50 value than drying at 40oC and 50oC, which is 319,90 ppm and classified as weak antioxidants.
Uji Aktivitas Sitotoksik Daun Sirsak (Annona muricata L.) Berdasarkan Tempat Tumbuh Mega Yulia; Dona, Aulia Rahma
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 2 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i2.108

Abstract

Sirsak merupakan tumbuhan tropis yang dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Daun ini diketahui memiliki aktivitas sitotoksik. Daun sirsak mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, steroid dan saponin. Lingkungan tempat tumbuh akan mempengaruhi kandungan metabolit sekunder pada tumbuhan yang nantinya akan berpengaruh kepada aktivitas yang dihasilkan. Pada penelitian ini sampel diambil di 2 daerah yang berbeda yaitu Bukittinggi mewakili sampel dari dataran tinggi dan Payabungan mewakili sampel dari dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tempat tumbuh memengaruhi aktivitas sitotoksik. Metode penelitian yaitu sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol destilasi. Aktivitas sitotoksik diukur dengan metode BSLT menggunakan larva udang Artemia salina Leach. Dari hasil penelitian diketahui aktivitas sitotoksik dengan nilai LC₅₀ untuk ekstrak daun sirsak Bukittinggi sebesar 29,51 ppm dan ekstrak daun sirsak Panyabungan sebesar 43,65 ppm. Kesimpulan bahwa ekstrak daun sirsak Bukittinggi (dataran tinggi) mempunyai nilai aktivitas sitotoksik yang lebih kuat dibandingkan ekstrak daun sirsak Panyabungan (dataran rendah).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense L.) DENGAN EKSTRAKSI BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE DPPH Mega Yulia; Reviska Prihartini; Riki Ranova
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2392

Abstract

Jambu bol (Syzygium malaccense L.) secara empiris masyarakat ssudah menggunakan daun jambu bol untuk berbagai pengobatan penyakit secara tradisional seperti, muntah, disentri, dan menstruasi tidak teratur. Sebelumnya beberapa melaporkan bahwa ekstrak etanol daun jambu bol memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Namun belum banyak penelitian yang melaporkan   aktivitas daun jambu bol menggunakan ekstraksi secara bertingkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu bol berdasarkan tingkat kepolaran pelarut yang digunakan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang pada fraksi mana aktivitas antioksidan yang lebih kuat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Proses ekstraksi sampel dengan metode sokletasi dilakukan dengan teknik ekstraksi bertingkat menggunakan tiga jenis pelarut yaitu n-heksan (nonpolar), etil asetat (semipolar) dan etanol 96% (polar). Dari 50 gram sampel kering diperoleh ekstrak n-heksan sebanyak 0,55 gram, ekstrak etil asetat sebanyak 1,38 gram dan ekstrak etanol 96% sebanyak 1,42 gram.   Antioksidan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% secara berturut-turut nilai IC50 sebesar  30.124 ppm, 474,42 ppm dan 4.368 ppm. Ekstrak  n-heksan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah, ekstrak etil asetat lemah dan ekstrak etanol 96% sangat lemah.   Aktivitas  antioksidan lebih kuat ekstrak etil asetat dibandingkan ekstrak etanol 96% dan ekstrak n-heksan.
Uji Aktivitas Larvasida Minyak Atsiri Daun Tanaman Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium Walp) Terhadap Jentik Nyamuk (Culex Spp) Ranova, Riki; Yulia, Mega; Rahmi, Zulfa
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 1 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i1.124

Abstract

Tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Aroma khas yang dihasilkan daun pucuk merah mengindikasikan adanya kandungan minyak atsiri. Diketahui ekstrak etanol daun pucuk merah memiliki aktivitas sebagai larvasida terhadap jentik nyamuk. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida minyak atsiri daun pucuk merah terhadap larva nyamuk instar III. Minyak atsiri daun pucuk merah diperoleh dengan metode destilasi uap-air. Untuk pengujian larvasida menggunakan konsentrasi 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm dan kontrol negatif. Aktivitas larvasida diamati dari jumlah larva yang mati terhadap masing-masing konsentrasi, dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri daun tanaman pucuk merah menunjukan adanya aktivitas larvasida yang termasuk dalam kategori efektif dengan nilai LC50 sebesar 250,03 ppm
Formulasi Sediaan Body Scrub Dari Ekstrak Etanol Daun Cempedak (Artocarpus integer (thunb.) Merr) Dengan Menggunakan Serbuk Beras Putih (Oryza sativa (l.)) Sebagai Scrub Ariya, apt. Ariya Eka Kusuma, M.farm; Yulia, Mega; Wahyuni, Rizki
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 1 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i1.128

Abstract

Ekstrak etanol daun cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr) memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC₅₀ yaitu 10,13 µg/mL yang termasuk dalam kategori kuat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak etanol daun cempedak dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan body scrub dengan menggunakan serbuk beras putih sebagai scrub. Sampel diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang didapatkan sebanyak 12,75 g dari 1,5 kg daun cempedak segar. Pada penelitian ini dibuat menjadi 3 formulasi sediaan body scrub dengan konsentrasi yang berbeda yaitu F1 sebanyak 1 g, F2 sebanyak 2 g, dan F3 sebanyak 3 g ekstrak. Ketiga formulasi body scrub dilakukan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji tipe krim, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji iritasi. Daun cempedak yang digunakan telah diidentifikasi sebagai Artocarpus integer (Thunb.) Merr. Kesimpulan yang didapat bahwa sediaan body scrub dari ekstrak etanol daun cempedak dengan menggunakan serbuk beras putih sebagai scrub dapat diformulasikan menjadi sediaan body scrub karena telah memenuhi parameter uji fisik yaitu uji organoleptis, uji tipe krim, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji iritasi.
Pelatihan Pembuatan dan Evaluasi Tablet Untuk Siswa SMK Farmasi di Kota Bukittinggi Hilmarni, Hilmarni; Ranova, Riki; Yulia, Mega; Elwan, Shaula Febriyoldini; Mulyani, Dwi; Kusuma, Ariya Eka; Rahmayulis, Rahmayulis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6054

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat tehadap siswa SMK Farmasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa dalam pembuatan dan evaluasi tablet. Untuk meningkatkan mutu dan daya saing Sekolah Menengah Kejuruan hendaklah menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum vokasi dengan kompetensi sesuai dengan kebutuhan lulusan (link and match) yang merupakan salah satu Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan. Pelatihan ini merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan praktis siswa dalam bidang menyiapkan sediaan obat. Pengabdian ini dilakukan oleh dosen AKFAR Imam bonjol beserta mahasiswa dengan pemberian penyuluhan melalui presentasi yang dilakukan oleh dosen, pelatihan cara pembuatan dan evaluasi tablet serta diskusi. Dari hasil evaluasi pretest menunjukan bahwa masih ada peserta yang belum mengetahui cara penggunaan alat pencetak tablet dengan hasil rata-rata pengetahuan 78%. Setelah pemberian pemahaman, pengetahuan peserta di ukur kembali, dan diperoleh tingkat pemahamannya sebesar 93,3%.
Uji Aktivitas Antioksidan Daun Sirsak (Annona muricata L) Berdasarkan Tempat Tumbuh Mega Yulia; Halimah, Nur
Jurnal Pharmacopoeia Vol 3 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v3i2.744

Abstract

Sirsak merupakan tumbuhan tropis yang dapat hidup di dataran tinggi juga di dataran rendah. Daun ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan metabolit sekunder daun sirsak yaitu alkaloid, fenolik, flavonoid, steroid dan saponin. Lingkungan tempat tumbuh akan mempengaruhi kandungan metabolit sekunder pada tumbuhan yang nantinya akan berpengaruh kepada aktivitas yang dihasilkan. Pada penelitian ini sampel diambil di 2 daerah berbeda yaitu Bukittinggi mewakili dataran tinggi dan Payabungan mewakili dataran rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tempat tumbuh memengaruhi aktivitas antioksidan. Metode penelitian yaitu sampel diekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol destilasi. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis dengan standart vitamin C. Dari hasil penelitian diketahui aktivitas antioksidan dengan nilai IC₅₀ untuk ekstrak daun sirsak Bukittinggi sebesar 360,49 ppm dan ekstrak daun sirsak Panyabungan sebesar 804,09 ppm. Kesimpulan bahwa ekstrak daun sirsak Bukittinggi (dataran tinggi) mempunyai nilai aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan ekstrak daun sirsak Panyabungan (dataran rendah).
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL BUAH KETUMBAR (Coriandrum sativum Linn) TERHADAP ARTEMIA SALINA LEACH DENGAN UJI BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Yulia, Mega; Anggraini, Rani; Farizal, Farizal
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v2i3.72

Abstract

Coriander is a common herb can be used as traditional medicine. One of the expected benefits of Coriander fruits is an anti-cancer. This study aims to determine the cytotoxic activity of Coriander extract (Coriandrum sativum Linn) on shrimp larvae (Artemia salina Leach) with the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method. Coriander fruits was extracted using methanol solvent and maceration method, then concentrated it with a rotary evaporator until a thick extract. Cytotoxic activity test used methanol extract with several concentration : 1,000 ppm, 100 ppm, 10 ppm, and 1 ppm. The result of this research reveal that methanol extract of Coriander fruits has cytotoxic activity with LC50 value is 32.35 ppm.