Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Teh Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) Berdasarkan Teknik Pengolahan Mega Yulia; Riki Ranova
Jurnal Katalisator Vol 4, No 2 (2019): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v4i2.3930

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat setelah air.   Berbagai macam jenis daun telah diolah menjadi teh oleh masyarakat seperti daun sirsak. Manfaat yang diharapkan dari mengkonsumsi teh daun sirsak adalah sebagai sumber antioksidan yang dapat menangkal berbagai jenis penyakit karena adanya kandungan acetogenin. Untuk menghasilkan teh yang bermutu tinggi, penanganan pucuk pasca panen perlu dilakukan dengan teknik sebaik mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak teh daun sirsak berdasarkan variasi teknik pengolahan teh. Pengolahan dilakukan dengan 3 (tiga) variasi teknik pengolahan teh yaitu teh hijau, teh hitam dan teh oolong. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metoda penangkapan radikal bebas menggunakan DPPH (1,1-Difenil-2-pikrihidrazil).  Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase inhibisi teh hijau sebesar 42,776%, teh oolong 39,962%, dan teh hitam 43,902%.  Aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada pengolahan teh hitam daun sirsak.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan teknik pengolahan teh tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas antioksidan.Tea is one drink that is widely consumed by people after water. Various types of leaves have been processed into tea by the people such as soursop leaves. The expected benefits of consuming soursop leaf tea is as a source of antioxidants that can ward off various types of diseases due to the presence of acetogenin. To produce high quality tea, handling after harvest needs to be done with the best possible technique. This study aims to determine the antioxidant activity of soursop leaf tea extract based on variations in tea processing techniques. Processing is done with 3 (three) variations of tea processing techniques, there are green tea, black tea and oolong tea. The antioxidant activity test was carried out by the method of capturing free radicals using DPPH (1,1-Diphenyl-2-pikrihidrazil). The results showed that the percentage of inhibition of green tea was 42.777%, oolong tea was 39.962%, and black tea was 43.902%. The highest antioxidant activity was found in the processing of soursop leaf is a black tea. From the results of this study can concluded there are differences in tea processing techniques do not affect the antioxidant activity
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Karlina, Nonok; Aris, Muhammad; Sendra, Eny; Jenice Sanaky, Marisca; Yulia, Mega
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 3 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2220

Abstract

Tuberkulosis (TB) is an infectious disease which is caused by tuberculosis mycobacterium bactery which can attack some various organs, especially the lungs. Based on data of Pekanbaru health office in 2017. The rejosari healthy center in Pekanbaru city was the healthy center which ranked the first of tuberculosis case, and also the highest numberof pulmonary TB cases at 155 cases. The result of the initial survey research around the working area of Rejosary healthy center in Pekanbaru city, the physical condition of society’s home environments in the working area of Rejosari Public healthy center in Pekanbaru City were mostly inadequate, where the researcher saw that moost of the houses had buildings which had not been permanent and the distance between each house was close enough. The purpose of this research was to determine the reletionship of economic status and physical condition of the reletionship of economic status and physical condition of the society’s home environment with the incident of pulmonary TB disease in the rejosari areal healthy center in Pekanbaru. The method of this research is quantitative researching with a sectional cross design. The samples which were taken by researching with a sectional cross design. The samples which were taken by the researcher was a random sampling by taking samples from the society population based on certain criteria The sample which was as many as 78 respondents. The data collection tool is a questionnaire. Data analysis was done by univariate by using the chis square test with a limit of 95% significance level. The results founded that there was a significant relationship between economic status (p value 0,001) and home environments which includes ventilation (p value 0,011), lighting (p value 0,007), wall (p value 0,011), occupancy (p value 0,026), and humidity (p value 0,007).Keywords: Tuberculosi, economic status, physical condition of the home environment
FORMULASI SERBUK EFFERVESCENT SARI BUAH KUNDUR (Benincasa hispida (Thunb) Cogn.) DENGAN VARIASI NATRIUM BIKARBONAT Yulia, Mega; Wulandari, Yudia
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v1i2.6

Abstract

Buah kundur (Benincasa hispida (Thunb) Cogn.) biasa dimanfaatkan masyarakat sebagai obat penurun panas dan penambah stamina. Buah ini memiliki bau yang langu sehingga pemanfaatan pada masyarakat masih kurang maksimal. Salah satu usaha untuk meningkatkan kepraktisan dan kesegaran adalah dengan cara dibuat sebagai serbuk effervescent sari buah kundur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui formulasi serbuk effervescent dengan sifat fisik yang baik untuk sari buah kundur dengan variasi konsentrasi natrium bikarbonat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan natrium bikarbonat yang dibedakan konsentrasinya untuk masing-masing formula, 2,5% untuk formula A, 3% untuk formula B dan 3,5% untuk formula C. Semua bahan dicampur dengan metode kering, lalu serbuk yang dihasilkan diayak dengan ayakan mesh 60. Pengamatan dilakukan terhadap organoleptik serbuk, sifat aliran serbuk, kadar air, waktu larut, tinggi buih dan pH. Hasil penelitian disimpulkan bahwa buah kundur bisa dibuat menjadi sediaan serbuk effervescent dimana semua formulasi sediaan effervescent telah memenuhi persyaratan eveluasi serbuk (organoleptik, sifat aliran serbuk, tinggi buih dan pH), tetapi dalam evaluasi kadar air semua formulasi belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Profil Pengetahuan Pasien Terhadap Swamedikasi Obat Batuk Di Apotek Kota Bukittinggi Yulia, Mega; Aprillia, Annisa; Jamal, Rizqan
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 1 (2023): SITAWA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i1.30

Abstract

Telah dilakukan penelitian deskriptif profil pengetahuan pasien terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek Kota Bukittinggi dengan pengambilan data dilaksanakan secara acak dari total populasi pasien yang melakukan swamedikasi obat batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran pengetahuan pasien terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek Kota Bukittinggi dengan menggunakan kuisioner yang diambil dari 52 responden. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin diketahui jumlah responden terbanyak adalah laki-laki (57,7%) sedangkan perempuan (42,3%). Pekerjaan tertinggi adalah swasta (30,77%) dan mayoritas dengan tamatan SMA (59,61%). Berdasarkan usia, pengetahuan tertinggi di usia 20-29 tahun (40,30%). Hasil keseluruhan dari gambaran pengetahuan pasien terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek Kota Bukittinggi dapat dikategorikan tinggi (86,53%).
Perbandingan Kandungan Vitamin C Jus Buah Dari Beberapa Buah Lokal Sumatera Barat Dengan Blender Dan Cold Press Juice Yulia, Mega; Reza, Adhiatul
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.44

Abstract

Buah-buahan adalah salah satu sumber vitamin C. Vitamin C merupakan vitamin penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel dalam tulang, gigi, kulit dan jaringan lainnya. Buah selain dimakan langsung bisa dikonsumsi dengan cara dibuat jus buah. Proses pembuatan jus selain dengan menggunakan blender juga bisa dilakukan dengan menggunakan cold press juice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembuatan jus terhadap kandungan senyawa vitamin C. Metode pembuatan jus dilakukan dengan teknik blender dan cold press. Jus yang diperoleh kemudian dihitung kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometer UV Vis. Dari penelitian didapatkan kadar vitamin C pada buah naga blender 2,286 ppm dan cold press 1,041 ppm, buah jeruk blender 4,381 ppm dan cold press 4,653 ppm serta buah terong belanda blender 3,938 ppm dan cold press 4,472 ppm. Disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh metode pembuatan jus terhadap kandungan vitamin C.
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin): Mega Yulia; Safitri, Rahmi; Rahmayulis, Rahmayulis
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.74

Abstract

Minyak atsiri adalah minyak yang mudah menguap. Bahan baku minyak atsiri dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit biji, serta akar atau rimpang. Minyak atsiri memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai aromaterapi. Aromaterapi dipercaya dapat memberikan efek tenang, memperbaiki suasana hati sehingga mampu meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Pada penelitian ini minyak atsiri akan dijadikan lilin aromaterapi. Minyak atsiri yang digunakan adalah minyak sereh wangi dan minyak nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam dapat diformulasikan menjadi lilin aromaterapi. Penelitian eksperimental ini menggunakan 5 formulasi dengan perbandingan konsentrasi minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam (4% : 0%), (3% : 1%), (2% : 2%), (1% : 3%), (0% : 4%) dan perbandingan paraffin padat dan asam stearat (40% : 60%). Sedian lilin yang sudah diformulasi, dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, uji titik leleh, uji waktu bakar, uji efek terapi, uji ketahanan aroma dan uji kesukaan. Lilin aromaterapi dengan kombinasi minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi dengan formula terbaik yaitu formula 3 (F3).
PENGARUH PERBEDAAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L) rahmayulis; Mega Yulia; Riflyani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.86

Abstract

Jatropha plant is a plant that contains secondary metabolites, including steroids, phenolics, flavonoids and saponins. Jatropha plants are also known to have antioxidant activity. This study aims to determine the best drying temperature for the antioxidant activity test of jatropha leaves. The antioxidant activity test was carried out by drying test jatripha leaves using ovens with different temperatures, namely temperatures of 40oC, 50oC and 60oC wich was then tested for antioxidant activity using the DPPH method (2-2 diphenyl-picrylhydrazil) using a UV-Vis Spectrophotometer. The results of antioxidant activity testing in Jatropha were obtained, at drying temperature 40oC IC50 value of 1,868.87 ppm, temperature 50oC IC50 value of 1,116.97 ppm and temperature 60oC IC50 value of 319,90 ppm. From the results of the study, it can be concluded that drying samples using an oven at 60oC has a better IC50 value than drying at 40oC and 50oC, which is 319,90 ppm and classified as weak antioxidants.
Uji Aktivitas Sitotoksik Daun Sirsak (Annona muricata L.) Berdasarkan Tempat Tumbuh Mega Yulia; Dona, Aulia Rahma
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 2 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i2.108

Abstract

Sirsak merupakan tumbuhan tropis yang dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Daun ini diketahui memiliki aktivitas sitotoksik. Daun sirsak mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, steroid dan saponin. Lingkungan tempat tumbuh akan mempengaruhi kandungan metabolit sekunder pada tumbuhan yang nantinya akan berpengaruh kepada aktivitas yang dihasilkan. Pada penelitian ini sampel diambil di 2 daerah yang berbeda yaitu Bukittinggi mewakili sampel dari dataran tinggi dan Payabungan mewakili sampel dari dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tempat tumbuh memengaruhi aktivitas sitotoksik. Metode penelitian yaitu sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol destilasi. Aktivitas sitotoksik diukur dengan metode BSLT menggunakan larva udang Artemia salina Leach. Dari hasil penelitian diketahui aktivitas sitotoksik dengan nilai LC₅₀ untuk ekstrak daun sirsak Bukittinggi sebesar 29,51 ppm dan ekstrak daun sirsak Panyabungan sebesar 43,65 ppm. Kesimpulan bahwa ekstrak daun sirsak Bukittinggi (dataran tinggi) mempunyai nilai aktivitas sitotoksik yang lebih kuat dibandingkan ekstrak daun sirsak Panyabungan (dataran rendah).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense L.) DENGAN EKSTRAKSI BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE DPPH Mega Yulia; Reviska Prihartini; Riki Ranova
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2392

Abstract

Jambu bol (Syzygium malaccense L.) secara empiris masyarakat ssudah menggunakan daun jambu bol untuk berbagai pengobatan penyakit secara tradisional seperti, muntah, disentri, dan menstruasi tidak teratur. Sebelumnya beberapa melaporkan bahwa ekstrak etanol daun jambu bol memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Namun belum banyak penelitian yang melaporkan   aktivitas daun jambu bol menggunakan ekstraksi secara bertingkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu bol berdasarkan tingkat kepolaran pelarut yang digunakan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang pada fraksi mana aktivitas antioksidan yang lebih kuat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Proses ekstraksi sampel dengan metode sokletasi dilakukan dengan teknik ekstraksi bertingkat menggunakan tiga jenis pelarut yaitu n-heksan (nonpolar), etil asetat (semipolar) dan etanol 96% (polar). Dari 50 gram sampel kering diperoleh ekstrak n-heksan sebanyak 0,55 gram, ekstrak etil asetat sebanyak 1,38 gram dan ekstrak etanol 96% sebanyak 1,42 gram.   Antioksidan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% secara berturut-turut nilai IC50 sebesar  30.124 ppm, 474,42 ppm dan 4.368 ppm. Ekstrak  n-heksan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah, ekstrak etil asetat lemah dan ekstrak etanol 96% sangat lemah.   Aktivitas  antioksidan lebih kuat ekstrak etil asetat dibandingkan ekstrak etanol 96% dan ekstrak n-heksan.
Uji Aktivitas Larvasida Minyak Atsiri Daun Tanaman Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium Walp) Terhadap Jentik Nyamuk (Culex Spp) Ranova, Riki; Yulia, Mega; Rahmi, Zulfa
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 1 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i1.124

Abstract

Tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Aroma khas yang dihasilkan daun pucuk merah mengindikasikan adanya kandungan minyak atsiri. Diketahui ekstrak etanol daun pucuk merah memiliki aktivitas sebagai larvasida terhadap jentik nyamuk. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida minyak atsiri daun pucuk merah terhadap larva nyamuk instar III. Minyak atsiri daun pucuk merah diperoleh dengan metode destilasi uap-air. Untuk pengujian larvasida menggunakan konsentrasi 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 62,5 ppm, 31,25 ppm dan kontrol negatif. Aktivitas larvasida diamati dari jumlah larva yang mati terhadap masing-masing konsentrasi, dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri daun tanaman pucuk merah menunjukan adanya aktivitas larvasida yang termasuk dalam kategori efektif dengan nilai LC50 sebesar 250,03 ppm