Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pendampingan Masyarakat Petani di Tomohon Dalam Pemanfaatan Biopestisida dari Jamur Beauveria bassiana Isolat Lokal Untuk Pengendalian Hama-Hama Tanaman Pangan Siahaan, Parluhutan; Siahaan, Saroyo
The Studies of Social Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v6i2.60307

Abstract

Untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi petani maka perlu dilakukan solusi untuk mengatsinya. Solusi yang akan dilakukan adalah dengan penerapan teknologi pengendalian hayati yang menggunakan jamur B. bassiana yang disekitar lahan pertanian mereka. Untuk itu maka akan dilakukan hal-hal sebagai berikut: a). Edukasi Masyarakat Petani Mitra tentang pengenalan organisme merugikan dan organisme menguntungkan yang ada di lahan persawahan petani mitra, edukasi tentang pengetahuan dampak-dampak negatif penggunaan pestisida sintetik dan cara pemakaian pestisida dengan cara yang dan dosis yang tepat serta seminimum mungkin, edukasi tentang cara bertani yang sehat dan berwawasan lingkungan. b). Penerapan Teknologi Pengendalian Hayati Beauveria bassiana isolat lokal dalam bentuk pelatihan atau workshop. Hal yang akan dilatih dalam penerapan ini teknologi yaitu: Teknik eksplorasi jamur entomopatogen dari lahan pertanian petani mitra sendiri, Teknik isolasi B. bassiana, Teknik perbanyakan jamur entomopatogen B. bassiana dengan media sederhana, Teknik Formulasi jamur B. bassiana agar siap pakai, Teknik Aplikasi B. bassiana di lapangan dengan menggunakan jamur B. bassiana yang telah dieksplorasi dan diisolasi, Teknik penyimpanan isolat B. bassiana. c). Penyediaan alat yang dibutuhkan. Hasil kegiatan Petani mitra mengenal dan dapat membedakan jenis-jenis organisme yang merusak dan mana yang menguntungkan, petani mitra mengenal teknik pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, petani mitra siap untuk mengurangi pembelian pestisida sintetik, petani mitra siap untuk melakukan cara bertani yang berwawasan lingkungan dan petani mampu membuat biopestisida dari jamur B. bassiana dan menerapkannya pada lahan pertanian mereka.
Keragaman Pohon Pionir di Taman Wisata Alam Batuputih, Kota Bitung, Sulawesi Utara Saroyo; Siahaan, Parluhutan; Papu, Adelfia
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/hrmt0m68

Abstract

Tumbuhan pionir merupakan tumbuhan yang menginvasi dan tumbuh pada awal suksesi suatu ekosistem yang mengalami gangguan, seperti kebakaran atau tumbangnya pohon besar. Tumbuhan ini berperan penting dalam memulihkan ekosistem, menyediakan naungan bagi spesies lain, serta melindungi tanah dari erosi akibat curah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis pohon pionir di Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Kota Bitung, yang dilakukan pada Desember 2023 – Mei 2024. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dengan penjelajahan di area terganggu untuk mencatat spesies pionir yang ditemukan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima jenis pohon pionir utama, yaitu anggrung (Trema orientalis), kiacret (Spathodea campanulata), sosoro (Dendrocnide microstigma), sirih hutan (Piper aduncum), dan mahang (Macaranga tanarius). Anggrung, kiacret, dan mahang memiliki peran penting dalam menyediakan lingkungan yang sesuai bagi suksesi ekosistem hutan. Sosoro sering ditemukan di area dengan gangguan alami, seperti pohon tumbang, sementara sirih hutan lebih banyak dijumpai pada fase awal hutan sekunder. Selain itu, sirih hutan dimanfaatkan oleh monyet yaki (Macaca nigra) sebagai sumber pakan. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengelolaan kawasan konservasi serta strategi restorasi ekosistem berbasis spesies pionir.
Pelatihan Pemanfaatan Sabut Kelapa sebagai Bahan Pembuatan Kompos di Kelurahan Batu Putih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara Siahaan, Parluhutan; Rengkung, Franky R.D.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/q7fny555

Abstract

Limbah perkebunan kelapa yang berupa sabut kelapa sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos, baik dengan teknologi fermenter maupun secara konvensiaonal. Telah dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan kompos dari sabut kelapa di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung untuk meningkatkan keterampilan petani kelapa dalam memanfaatkan limbah pertanian untuk bahan kompos. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2018 dengan peserta terdiri dari 9 orang yang bekerja di perkebunan kelapa, baik milik sendiri maupun milik orang lain. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah ceramah dan praktik dalam pembuatan kompos dengan bahan dasar sabut kelapa. Evaluasi keberhasilan dilakukan dengan pengamatan untuk perubahan keterampilan dalam membuat kompos dengan bahan dasar limbah sabut kelapa dengan menggunakan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta telah memiliki keterampilan dalam mengelola limbah sabut kelapa untuk dijadikan kompos, baik melalui teknologi fermentasi maupun secara konvensional.
Workshop Soft Skill bagi Pecinta Alam Provinsi Sulawesi Utara Saroyo; Siahaan, Parluhutan
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/saqeym79

Abstract

Sebagai bagian dari Subkawasan Sulawesi, Sulawesi Utara memiliki kekayaan hayati yang sangat unik, yaitu keragamannya yang cukup tinggi serta memiliki beberapa bentuk endemik. Berbagai upaya pelestarian kekayaan hayati tersebut telah dilaksanakan oleh pemerintah, yaitu penetapan beberapa kawasan perlindungan atau kawasan konservasi, penetapan jenis-jenis yang dilindungi, maupun penegakan hukum terkait dengan pelanggaran undang-undang tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Keberhasilan dalam upaya konservasi, tidak hanya ditentukan oleh hal-hal tersebut di atas semata, tetapi juga oleh kesadaran masyarakatnya sendiri. Salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam sosialisasi maupun teladan dalam upaya konservasi tersebut ialah Kelompok Pencinta Alam (KPA). Hanya sayangnya, masih banyak anggota komunitas ini yang belum sepenuhnya memahami peran dan tanggung jawab dalam upaya konservasi ini. Oleh karena itu perlu dilakukannya upaya penanaman soft skill bagi kelompok pencinta alam. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada tanggal 7 Agustus 2020 dengan menggunakan media teleconference Zoom Meeting. Peserta sebanyak 30 orang anggota KPA seluruh Sulawesi Utara. Materi workshop meliputi: Konsep Pencinta Alam, Kode Etik Pencinta Alam Indonesia, serta diskusi implementasi soft skill dalam kegiatan kepencintaalaman. Untuk mendapatkan gambaran soft skill peserta dan perubahannya setelah kegiatan dilakukan survei. Hasil survei awal menunjukkan nilai rata-rata peserta ialah 2,9 dan survei akhir dengan nilai rata-rata 3,6 dengan rentang skor 0-4.
Perspektif Iman Kristen dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Siahaan, Parluhutan
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4jdd1p75

Abstract

Virus Corona baru yang dikenal dengan singkatan Covid-19 atau kadangkala disebut 2019-nCoV, menjadi isu yang paling populer beberapa bulan belakangan ini, yang dikaji baik oleh praktisi kesehatan, pemimpin berbagai organisasi, kaum intelektual, orang dewasa dan anak-anak. Virus ini dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan dan mematikan. Akibat virus ini telah terdapat banyak korban meninggal. Virus ini sama sekali tidak memandang ras, status sosial, usia, pendidikan, dan bangsa. Setiap orang menjadi sangat rentan termasuk orang percaya dan bahkan hamba Tuhan sekalipun. Artikel ini memberikan penjelasan yang benar bagaimana manusia seharusnya memandang Covid-19 berdasarkan Perspektif Iman Kristen. Kegiatan webinar dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020, jumlah peserta yang mendaftar 106 peserta. Seluruh peserta diberikan sertifikat, diberikan bantuan pulsa untuk dapat bergabung. Hasil menunjukan bahwa pandemi Covid-19 bukanlah hukuman Tuhan atau hasil pekerjaan Tuhan tapi atas izin Tuhan segala Sesuatu terjadi di bumi ini dan bisa jadi ini menjadi sarana Allah untuk mendidik dan mengajar kita agar lebih dekat pada Tuhan.
Workshop Kegiatan Kepencitaan-alam di Sulawesi Utara pada Masa Pandemi Covid-19 Saroyo; Siahaan, Parluhutan; Papu, Adelfia
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/m4y4zc46

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat termasuk para komunitas pencinta alam, yang mencakup aspek perekonomian, kesehatan, pendidikan, maupun kegiatan di alam bebas. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baik dalam kegiatan kepencintaalaman di era Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga kegiatan dapat dilaksanakan secara aman dan sehat. Untuk sosialisasi tentang permasalahan ini, telah dilaksanakan workshop kegiatan kepencintaalaman di Sulawesi Utara di masa pandemi Covid-19. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada tanggal 18 September 2021 dengan peserta sebanyak 77 orang dari dari mahasiswa pencinta alam (MPA), kelompok pencinta alam (KPA), serta umum. Workshop terdiri dari kegiatan pretes, pemaparan materi dan diskusi, serta postes. Materi terdiri dari: Biodiversitas dan Konservasi di Sulawesi Utara (Kasus di Kota Bitung) dan Pelaksanaan Protokol Kesehatan dalam Kegiatan Kepencintaalaman di Era PPKM. Hasil pretes dan postes menunjukkan rata-rata skor jawaban terhadap aspek pengetahuan ialah 78 dan postes ialah 87, sedangkan rata-rata hasil pretes dan postes terhadap aspek sikap ialah 76 dan postes ialah 77. Nilai ini menunjukkan bahwa untuk aspek pengetahuan, peserta dapat menyerap materi pemaparan dan diskusi, sementara untuk aspek sikap hanya terjadi sedikit sekali perubahan.
Pelatihan dalam Penggunaan Aplikasi Website untuk Mempelajari Satwa Kunci Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung Saroyo; Siahaan, Parluhutan; Tenda, Edwin
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/m1pbwq50

Abstract

Latar belakang masalah ialah Pulau Sulawesi memiliki kekayaan hayati dan endemisitas satwa yang sangat unik yang merupakan percampuran antara flora dan fauna khas Asia dan Australia. Beberapa kawasan yang menyimpan kekayaan hayati endemik Sulawesi terlah berstatus sebagai kawasan konservasi, antara lain Cagar Alam DuasudaraTangkoko, Taman Wisata Alam Batuputih, Taman Wisata Alam Batuangus, Hutan Lindung Gunung Wiau, dan Hutan Lindung Gunung Klabat. Hanya sayangnya, banyak kekayaan hayati di Sulawesi Utara yang sedang menghadapi kepunahan akibat faktor perburuan untuk konsumsi dan perusakan habitat. Oleh karena itu permasalahan utama ialah rendahnya tingkat kesadaran generasi muda akan pentingnya keanekaragaman hayati, terutama satwa kunci Sulawesi di Kota Bitung, yang salah satu penyebabnya ialah kurangnya pengetahuan dan pemahaman digital di era saat ini dalam dalam mendukung upaya konservasi satwa kunci. Solusi yang disepakati dengan kedua mitra (Resort KSDA Batuputih dan Kelompok Pencinta Alam Tarantula) untuk mengatasi permasalahan di atas ialah pemanfaatan teknologi dalam rangka sosialisasi konservasi satwa kunci Sulawesi di Kota Bitung dengan kegiatan workshop dan praktik bagi generasi muda, yaitu siswa sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk murid-murid sekolah dasar di Kelurahan Batuputih, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung tentang konservasi satwa endemik Sulawesi di Kota Bitung terutama perubahan pengetahuan dan keterampilan dalam identifikasi satwa kunci dalam upaya konservasi biodiversitas, juga dalam mencegah/menghentikan praktik perburuan dan konsumsi satwa liar. Target kegiatan ialah terjadinya perubahan pengetahuan dan keterampilan atau pandangan dalam aspek konservasi satwa endemik Sulawesi terutama untuk menghentikan praktik perburuan dan konsumsi satwa liar. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah (1) Pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi website untuk mempelajari satwa kunci Sulawesi (2) Praktik dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi website untuk mempelajari satwa kunci Sulawesi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pretes dan postes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan aplikasi website untuk mempelajari satwa kunci Sulawesi, serta sikap terhadap aspek konservasi satwa endemik Sulawesi. Komponen evaluasi mencakup aspek kognitif (pengetahuan/penguasaan materi) dengan menggunakan pre-tes dan pos-tes, serta psikomotorik (keterampilan) dengan menggunakan rubrik penilaian. Hasil pelaksanaan kegiatan ialah: terjadinya peningkatan pengetahuan peserta tentang satwa endemik serta peningkatan keterampilan dalam memanfaatkan Google Lens untuk mengakses informasi tentang satwa tersebut. Hasil kegiatan telah memberikan hasil sebagai berikut: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang satwa kunci Sulawesi pada peserta, yaitu dari rata-rata skor 62 menjadi 78; dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang penggunaan Google Lens untuk mendapatkan informasi tentang satwa kunci Sulawesi, dari 0 menjadi 65. Dengan demikian program kemitraan masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta.
Model and Simulation of Solar-Powered PEM Water Electrolysis for Green Hydrogen and Environmental Assessment in the IKN Siahaan, Parluhutan; Sulistyo, Sulistyo; Kusdiyantini, Endang
Journal of Bioresources and Environmental Sciences Accepted Issue
Publisher : BIORE Scientia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/jbes.2025.19985

Abstract

Energy demand in Indonesia continue to rise inline with population and economic growth. Using Jakarta city of Indonesia as representative case, energy consumption in the  transportation sector has risen significantly from year to year. This escalation contributes to deteriorating air quality and poses adverse impacts on public health. To prevent similar condition in the new capital city (IKN), this study examines green hidrogen production to support Fuel Cell Electrical Vehicle (FCEV)-based transportation. The objective of this research is to evaluate the technical,  economic feasibility and environmental benefit of a solar pv-power driven Proton Exchange Membrane Water Electrolizer (PEMWE) system for large-scale hydrogen generation in IKN. A dynamic PEMWE model was developed and simulated using Matlab/Simulink/Simscape under operating temperature of 60 °C, 80 °C and 100 °C at a current density of 1,2 A/cm2. Key performance indicators evaluated include membrane water diffusion flux, electro-osmotic drag, hydrogen production rate and system efficiency.  Result shown that operation 80 °C achieves the optimal performance. Scaled-up calculation indicate a hydrogen output of 3,006.62 kg/day with an electricity demand of 143,617 kWh, resulting in specific energy consumption of 47,9 kWh/kg outperforming the commercial PEMWE range 51-55 kWh/kg. This production capacity can fuel approximately 1,500 FCEVs corresponding to a potential CO2 emission reduction of 13,112.7 kg CO2-eq/day. Economic analysis using the Levelized Cost of Hydrogen (LCOH), with a 6% WACC and 20-years project life, yields an annualized CAPEX of roughly MUSD 31 and electricity dominated OPEX of KUSD 577 per year. The resulting LCOH od USD 3.0/kg H2 aligns with projected 2030 green hydrogen cost target. In conclusion, Solar pv-powered PEMWE development in IKN is demonstrates holistic feasibility in term of technical viable, economically competitive and environment impactful.