Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Penurunan Cemaran Logam Timbal dalam Ikan Bandeng (Chanos chanos) Sunardi Sunardi; Putri Erdia Ningrum
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 5 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol5.iss2.art1

Abstract

Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan ikan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat karena harganya yang murah dan bergizi tinggi. Ikan bandeng dapat tercemar logam timbal (Pb) karena akumulasi dari pencemaran limbah industri dan kapal-kapal pada habitat ikan bandeng, serta paparan udara yang tercemar logam Pb yang kemudian terakumulasi dalam tubuh ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar logam Pb dalam bandeng setelah direndam dengan air perasan jeruk nipis. Analisis kadar logam Pb dalam bandeng dapat digunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penetapan kadar logam Pb dalam bandeng dilakukan dengan merendam ikan bandeng dalam air perasan jeruk nipis kemudian mendestruksi sampel ikan bandeng dengan cara diabukan menggunakan furnace dan dilarutkan dengan HNO3 pekat lalu diaddkan dengan aquabidest. Larutan yang diperoleh kemudian diukur absorbansinya dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom pada panjang gelombang 283,31 nm. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa konsentrasi logam Pb dalam ikan bandeng asli yaitu sampel I 0.4288 mg/kg; sampel II 0.4873 mg/kg; dan sampel III 0.5653 mg/kg. Dalam sampel artificial sebelum direndam dengan air perasan jeruk nipis diperoleh kadar logam Pb dalam sampel I, II, dan III yaitu 3.9376 mg/kg; 4.3275 mg/kg; dan 3.5477 mg/kg. Sedangkan kadar Pb dalam sampel artificial yang telah direndam dengan air perasan jeruk nipis mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu 0.6238 mg/kg; 0.7407 mg/kg; dan 0.6043 mg/kg dengan efektivitas penurunan lebih dari 80%.
ANALISIS GUGUS FUNGSI DAN PENENTUAN KADAR TOTAL FENOL EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH DAN PUTIH Sunardi Sunardi
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i1.976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gugus fungsi dan menentukan kadar total fenol ekstrak air kulit buah naga merah dan buah naga putih. Analisis gugus fungsi ditentukan dengan FTIR. Penetapan kadar total fenol memakai metode Follin Ciocalteu. Hasil penelitian menginformasikan bahwa ekstrak air kulit buah naga merah dan putih mengandung gugus fungsi O-H, C-H, C-O, dan C=C. Ekstrak air kulit buah naga merah dan putih muncul vibrasi yang menunjukkan senyawa fenolik, saponin, dan tanin dari gugus O–H pada bilangan gelombang 3470,09 dan 3471,22 cm-1; senyawa terpenoid dan steroid untuk gugus fungsi C–H alkana pada bilangan gelombang 2921,32 dan 2923,25 cm-1; senyawa terpenoid dan steroid untuk gugus fungsi C=C alkena pada bilangan gelombang 1637,64 dan 1638,60 cm-1; senyawa flavonoid, alkaloid, tanin untuk gugus C–O pada bilangan gelombang 1079,22 dan 1081,15 cm-1; dan senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin untuk gugus C–H aromatik pada bilangan gelombang 699,23 dan 697,30 cm-1. Kadar total fenol pada ekstrak air kulit buah naga merah sebesar 52,99478 + 0,6678 mg/L sedangkan untuk kulit buah naga putih sebesar 78,8739 ± 1,1301 mg/L.
SINTESIS FERRI KLORIDA DARI SCRAP BESI BENGKEL BUBUT Sunardi S.; Maria Endah Prasadja; Ferdianta Sembiring
Ekosains Vol 7, No 02 (2015)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.357 KB)

Abstract

Penelitian sintesis ferri klorida dilakukan dengan memanfaatkan limbah besi bengkel bubut. Penelitian dilakukan dengan mereaksikan limbah besi dengan asam klorida konsentrasi 28%, 30% dan 32%. Sedangkan waktu reaksi yang digunakan adalah 1, 2 dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah besi dapat disintesis menjadi ferri klorida. Analisis uji kualitatif menunjukkan bahwa kristal tersebut mengandung ion Fe3+ dan ion Cl-. Konsentrasi asam klorida optimal adalah 32% menghasilkan kristal ferri klorida 28,20%. Waktu reaksi yang optimal adalah 2 jam menghasilkan ferri klorida sebesar 28,60%
Pengaruh Waktu Ekstraksi dan Konsentrasi HCL terhadap Rendemen dan Kadar Kalsium pada Sintesis Nanokalsium Oksida dari Cangkang Telur Ayam Sunardi Sunardi; Erlynda Desy Krismawati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.652 KB)

Abstract

Cangkang telur ayam merupakan limbah yang bisa mencemari lingkungan. Kandungan cangkang telur hampir 95,1% terutama garam organik, khususnya kalsium karbonat (CaCO3). Kalsium adalah mineral yang sangat dibutuhkan tubuh. Cangkang telur dapat dimanfaatkan sebagai sebagai sumber kalsium untuk pencegahan osteoporosis. Kalsium yang dikonsumsi, pada umumnya dalam bentuk mikro kalsium yang diserap tubuh sekitar 50%, sehingga sering menyebabkan defisiensi. Agar penyerapan dalam tubuh menjadi lebih besar, perlu dikembang teknologi untuk membuat ukuran menjadi nano. Jika dalam nano, kalsium dapat langsung terserap oleh tubuh dengan sempurna, hampir 100%. Tujuan penelitian ini adalah mensitesi nano kalsium dari cangkang trlur dan mengetahui pengaruh waktu ekstraksi dan konsentrasi HCl terhadap rendemen dan hadar kalsium pada sintesis nanokalsium dari cangkang telur ayam. Metode yang digunakan untuk mensintesis nanokalsium dari cagkang telur ayam adalah metode presipitasi. Pada metode ini, komponen kalsium cangkang telur diekstraksi dengan pelarut asam klorida (HCl). Larutan NaOH ditambahkan ke dalam larutan HCl yang telah mengandung kalsium. Reaksi asam dengan basa ini mengakibatkan larutan menjadi jenuh dan menghasilkan endapan kalsium yang halus dan berukuran nano. Analisis kadar kalsium menggunakan metode Spektrofotomer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukan bahwa Waktu ekstraksi dan konsentrasi HCl berpengaruh terhadap rendemen tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar nanokalsium oksida. Waktu ekstraksi makin lama semakin besar rendemennya nanokalsium oksida dari cangkang telur. Kesimpulan penelitian adalah waktu ekstraksi dan konsentrasi HCl mempengaruhi rendemen nanokalsium oksida. Semakin lama waktu ekstraksi dan semakin tinggi konsentrasi HCl akan menghasilkan rendemen yang tinggi, yaitu pada saat waktu 2 jam dan konsentrasi HCl 2N sebesar 44,22%. Waktu ekstraksi dan konsentrasi HCl tidak berpengaruh terhadap kadar kalsium pada nanokalsium dari cangkang telur ayam. Kadar kalsium tertinggi diperoleh pada waktu ekstraksi 1 jam dan konsentrasi HCl 1 N sebesar 56,25%.
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Produksi Pengrajin Jamu melalui Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Pengemasan Sunardi Sunardi; Argoto Mahayana; Widi Hariyanti; Sugiyarmasto Sugiyarmasto; Muhammad Dzakwan
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v7i1.8316

Abstract

Traditional medicine / herbal medicine is a product consumed by many people, so the security aspect must be maintained. In order for herbal products to be safely consumed, herbal medicine producers must understand and apply sanitation and hygiene in their production processes and packaging methods. The community service activities aim to improve the knowledge and skills of herbal medicine craftsmen about sanitation and herbal hygiene production and how to pack using continuous sealer machines. This activity was held at PJ SUTI SEHATI, having its address at Pengkol RT 02 RW 1 Nguter Sukoharjo and PJ Bintang Mas having the address at Tenongan RT 2 RW 1 Gupit Nguter Sukoharjo. The form of the activity is providing counseling (lectures and question and answer), training and mentoring. The target of the activity is the leader / owner and employees of herbal medicine craftsmen. The steps of the activity include, preparation, implementation and evaluation. The participants received an explanation of sanitation and hygiene and how to pack using continuous sealer machines. Evaluation has been carried out after service activities which result in packaging using a continuous sealer machine 3-4 times faster and more hygienic.
Synthesis and Characterization of SiO2/ZnO Nanocomposites from Zinc Waste and Mount Merapi Volcanic Ash Sunardi Sunardi; Silviana Silviana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 10 (2020): Volume 23 Issue 10 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2342.508 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.10.365-369

Abstract

Research on the synthesis and characterization of SiO2/ZnO nanocomposites from zinc waste and Mount Merapi volcanic ash has been carried out. The semiconductor used was ZnO using a SiO2 as the host material. The use of SiO2 was due to its high efficiency and abundant raw materials. This is because the eruption of Mount Merapi occurs regularly every four years. Apart from the abundant presence of SiO2, the source of ZnO from lathe workshop waste is also easy to obtain. The research aims to reduce the volume of zinc waste from the lathe and volcanic ash, which was not optimized. Zinc waste and volcanic ash were synthesized into nanocomposites. Then the obtained nanocomposites were characterized to determine their effectiveness in degrading various wastes. The synthesis of SiO2/ZnO nanocomposites was carried out using the sol-gel method as easy and highly effective. The method used is to transform zinc waste into Zn(OH)2. The volcanic ash was extracted with KOH to form potassium silicate (K2SiO3). Zn(OH)2, (K2SiO3) and HCl were reacted together when sonicated, then calcined at 550°C. The results showed that SiO2/ZnO nanocomposites made from volcanic ash and zinc waste produced composite sizes with a size range of 100-200 nm and a uniform circular shape. FTIR analysis results show that SiO has the peaks at wavenumbers of 993.34 and 1109.07 cm-1, while the ZnO peak is at wavenumbers of 443.63 cm-1. The XRD diffractogram of SiO2/ZnO nanocomposites shows peaks at 2θ of 30.42°, 31.56°, and 44.40°.
PERBERDAYAAN IBU-IBU PKK MELALUI KARAK TANPA BORAKS Argoto Mahayana; Sunardi Sunardi; Muhammad Dzakwan; Widi Hariyanti; Sugiyarmasto Sugiyarmasto; Waluyo Budi Atmoko
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i1.11558

Abstract

The partners in the Community Service Programme activities are the mothers of RT 1 RW 8 Jumok Jaten. Partners are housewives who have been affected by the Covid 19 pandemic because most of them were laid off by the company. Partners have the opportunity to produce karak without borax. The problems faced by partners are: 1) Lack of knowledge of PKK mothers about the dangers of borax; 2) Limited knowledge and skills about making karak without borax; and 3) Limited knowledge and skills about food safety and packaging. The method that will be carried out to realise the objectives of the Community Service implementation programme is through: 1) Making karak without borax; 2) Financial management training; 3) Marketing management training. The results obtained by the partners were able to make karak without borax which has a compact texture, crispy, and savoury taste, making it safe for consumption.
PROGRAM KEMANDIRIAN MASYARAKAT (PKM) DI CV BINTANG JAYA SUKOHARJO Sunardi Sunardi; Argoto Mahayana; Gregorius Prima Indra Budianto; Sumardiyono Sumardiyono; Ifandari Ifandari; Waluyo Budi Atmoko; Nur Hidayati; Soebiyanto Soebiyanto
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v5i2.10698

Abstract

Mitra dalam kegiatan Program Kemandiran Masyarakat adalah CV Bintang Jaya yang terletak di Jl. Nori 10B Ngepakan, Joho, Sukoharjo. Mitra adalah produsen instan kunyit dengan merek dagang SI PINTAR. Mitra memiliki satu keistimewaan yakni instan kunyit dengan 4 macam rasa. Produk memiliki manfaat, namun instan kunyit hasil produksi mitra belum cukup dikenal masyarakat. Proses produksi dilakukan dalam skala rumahan dimana mitra belum sepenuhnya menerapkan standar produksi berdasarkan kriteria Cara Produksi Pangan yang Baik – Industri Rumah Tangga Pangan (CPPB-IRTP). Masalah yang dihadapi mitra yaitu: 1) Alat produksi tidak higienis; dan 2) Belum mempunyai ijin PIRT. Solusi yang akan dilakukan dari kegiatan ini adalah: 1) intoduksi alat parut dan peras; 2) pengurusan perijinan P-IRT. Metode yang akan dilakukan untuk merealisasikan tujuan dari program pelaksanaan PKM yaitu melalui: 1) Pengadaan mesin parut dan peras yang terbuat dari stainless; 2) Pendampingan pengurusan perijinan P-IRT. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan pengabdian terkait aspek produksi ialah adanya peningkatan pengetahuan pemilik dan karyawan tentang CPPB-IRTP dan perbaikan tempat produksi yang lebih bersih dan layak. Terkait aspek produksi, terdapat peningkatan jumlah produksi dan perolehan ijin P-IRT dari Dinas Kesehatan.
Utilization of Unripened Coconut Waste as An Organic Fertilizer and Its Quality Testing Argoto Mahayana; Sunardi; Sumardiyono; Nur Hidayati; Soebiyanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to create and evaluate the quality of organic fertilizer using Unripened coconut waste. The process involves chopping the waste into small pieces and placing it in a container or bucket. EM4 activator liquid is then sprayed onto the waste, followed by the addition of molasses. This process is repeated for the second and subsequent batches. The prepared Unripened coconut waste is covered withblack plastic to maintain anaerobic conditions and a temperature of no more than 60°C. The pile is turned multiple times to stabilize the temperature at ± 35-45°C. The first turning occurs after one week, followedby weekly turning for up to one month. The resulting fertilizer is dried through aeration, sieved, and tested for quality. The water content was determined using the distillation method, while total nitrogen wasmeasured using the Kjeldahl method. Phosphorus was quantified using a UV-Vis Spectrophotometer, and potassium was analysed using AAS. The results indicate that Unripened coconut waste can be utilised as an organic fertiliser. The fertiliser is brown in colour, soft in texture, has an earthy smell, and a temperature of 28°C. The organic fertiliser contains 22.8% water, 0.833% nitrogen, 0.118% phosphorus, and 5.616% potassium. The produced organic fertilizer meets the specifications for fertilizer from organic waste based on nitrogen, phosphorus, and potassium content according to SNI 19-7030-2004.
Synthesis and Application of ZnO/SiO2 Composite for Methylene Blue Degradation by Photocatalyst Process and Its Kinetics Sunardi; Sumardiyono; Muhamad Ariyanto Adi Saputro; Soebiyanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Methylene blue is considered a persistent organic pollutant due to the presence of a benzene group that resists degradation, making it difficult to break down. One source of SiO2 is volcanic ash from volcanic eruptions, which accounts for more than 50% of the total mixture of compounds. The abundant SiO2 in volcanic ash can be utilised and converted into silica gel by forming potassium silicate through the chemical interaction between the SiO2 present in volcanic ash and potassium hydroxide. The ZnO/SiO2 composite has been used as an adsorbent to degrade methylene blue artificial dye. This study aims to determine the composition that gives maximum results in MB dye degradation. ZnO/SiO2 composite with volume ratio of 1:1, 1:2, 1:3. In this study, the dye degradation under sunlight and UV light exposure was investigated and the effect of various factors such as mass, time, concentration and pH to achieve the highest possible degradation of MB dye was also studied. The results showed that the most effective reduction in MB dye concentration occurred when using a ZnO/SiO2 composite with a 1:3 ratio, using 100 mg of adsorbent, subjecting it to UV irradiation for 60 minutes, and working with a dye concentration of 10 g/l at a relatively neutral pH of 6. The dye degradation efficiency obtained under these conditions was 97.63%