Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN KELINCI PADA TANAMAN PAKCOY(Brassica rapa L) Widyana Rahmatika; Edy Soenyoto; Retno Dwi Andayani; Yunus Susilo
BUANA SAINS Vol 22, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v22i3.4487

Abstract

The aimed this study was to determine the effect of rabbit urine liquid organic fertilizer on N uptake, growth, and yield of pakcoy plants and to determine the dose of rabbit urine liquid organic fertilizer on pakcoy plants. This research used a randomized block design which repeated four times. Treatment factor: administration of rabbit urine concentration consisting of 6 treatments: U0 = 0 ml/Plant (Control or no treatment), U1 = 25 ml/Plant, U2 = 30 ml/Plant, U3 = 35 ml/Plant, U4 = 40 ml/ Plant, U5 = 45 ml/ Plant. Two phases of observation parameters were observed in this study, namely the vegetative phase which includes the height of the pakcoy plants in cm units, the number of pakcoy leaves (strands), and the area of the leaves using the length x width times the constant method. The generative phase was observed fresh weight of the plants and the total N uptake at harvest. There are significant differences in the parameters of plant height, number of leaves, and leaf area. Meanwhile, there was no significant difference in the fresh weight of the plants. There were differences in the percentage of nitrogen uptake in each treatment, the highest uptake was in treatment U5, namely using rabbit urine 45 ml/plant, and the lowest in treatment U4, namely using rabbit urine 40 ml/plant.
Pelatihan Mahasiswa dalam Pembuatan Mie Ayam Spesial di Laboratorium Agroteknologi UNISKA Helilusiatiningsih, Nunuk; Soenyoto, Edy; Irawati, Titik; Fitriyah, Nur
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v5i2.4052

Abstract

Mie ayam adalah olahan pangan yang mengandung gizi dan rasanya nikmat serta digemari masyarakat sebagai kuliner yang populer. Potensi bisnis mie ayam sangat menguntungkan karena harga jual terjangkau dan merupakan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, serat dan vitamin. Tujuan Pelatihan bagi mahasiswa adalah menambah wawasan ilmu bisnis dan ketrampilan yang bermanfaat untuk memotivasi terbentuknya UMKM, Industri Rumah Tangga sehingga meningkatkan pendapatan atau nilai ekonomi dikalangan masyarakat. Metode pelaksanaan yaitu menggunakan penyuluhan materi dilanjutkan dengan pelatihan ketrampian hingga uji organoleptik produk. Parameter yang diukur adalah rasa, penampakan, aroma dari mie ayam spesial yang disajikan secara lengkap dengan tambahan bakso, somay, ayam, sayuran sawi, acar mentimun. Hasil Kegiatan pelatihan menyatakan semua mahasiswa menyukai dan uji organoleptik pada produk menghasilkan kesimpulan menyukai mie ayam 80% dan sangat menyukai 20%. Menyukai Bakso 75%, sangat menyukai bakso 25%, menyukai somay 85%, sangat menyukai 15%. Jadi pelatihan pengolahan mie ayam spesial dapat meningkatkan ketrampilan dan memotivasi mahasiswa menjadi wirausaha yang dapat meningkatkan nilai ekonomi.
RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) VARIETAS MENTIK WANGI TERHADAP KONSENTRASI PUPUK NANOSILIKA SEKAM PADI DAN JARAK TANAM Sani, Muhammad Yulius; Rosanti, Aulia Dewi; Fitriyah, Nur; Soenyoto, Edy; Helilusiatiningsih, Nunuk
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 12 No. 5 (2024): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) tergolong  komoditas tanaman pangan yang sangat penting bagi seluruh manusia di dunia pada umumnya  khususnya Indonesia.  Hal ini dikarenakan, beras yang  merupakan hasil pengolahan dari padi adalah bahan pangan utama. Mengingat semakin banyaknya permintaan produksi beras sehingga perlu dilakukan langkah alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman Padi yaitu salah satunya adalah menggunakan teknologi nano.  Penggunaan Si yang mempunyai ukuran nano (10-9 m) diharapkan akan mudah diserap oleh tanaman daripada silika dengan ukuran yang lebih besar. Demikian juga dengan pengaturan jarak tanam merupakan salah satu upaya yang  dapat menghindari terjadinya tumpang tindih diantara tajuk tanaman, memberikan ruang bagi perkembangan akar dan meningkatkan efisiensi penggunaan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuli pengaruh pemberian Silika dalam ukuran nano dan jarak tanam terhadap pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama  adalah Konsentrasi pupuk nano dan faktor kedua adalah jarak tanam. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi nano silika dan jarak tanam pada variabel pengamatan : tinggi tanaman umur 20 hst pada perlakuan K3J2 ( konsentrasi nano 60 ppm + jarak tanam 25x25 cm). Pada perlakuan tunggal konsentrasi nano silika pada semua perlakuan menunjukkan hasil yang tidak nyata. Pada perlakuan tunggal jarak tanam 20x20 cm menunjukan pengaruh nyata pada pengamatan laju pertumhuhan umur 30 hst yaitu sebesar 0.0064 dan pada pengamatan jumlah malai jarak tanam 30x30cm menunjukkan pengaruh nyata dengan hasil 18.99 malai.
Respon Agronomis Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Variasi Jenis Pupuk Kandang dan Tingkat Pemupukan Fosfat: Respon Agronomis Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Variasi Jenis Pupuk Kandang dan Tingkat Pemupukan Fosfat Fitriyah, Nur; Soenyoto, Edy; Rahmatika, Widyana; Ramadhan, Akbar
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v26i1.6224

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) menempati posisi ketiga sebagai sumber pangan kacang-kacangan terpenting di Indonesia dan berpotensi dikembangkan pada berbagai agroekosistem. Produktivitas kacang hijau di tingkat petani masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh pengelolaan hara yang belum optimal, khususnya penggunaan pupuk organik dan pupuk fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap pemberian macam pupuk kandang dan dosis pupuk fosfat. Penelitian dilaksanakan di Desa Punjul, Kabupaten Kediri, pada bulan Desember 2024 sampai Maret 2025, dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor, faktor pertama adalah macam pupuk kandang (K1: pupuk kandang sapi, K2: pupuk kandang kambing, K3: pupuk kandang ayam) dan faktor kedua adalah dosis pupuk fosfat SP-36 (P1: 100 kg/ha, P2: 200 kg/ha, P3: 300 kg/ha). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya interaksi aritara macam pupuk kandang dan dosis pupuk fosfat pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang produktif. Perlakuan pupuk kandang berpengaruh nyata pada jumlah polong, bobot polong basah, dan bobot biji kering per tanaman. Sementara itu, perlakuan dosis pupuk fosfat SP-36 berpengaruh nyata pada bobot biji kering per tanaman, dan bobot 100 biji per petak.
Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Kapasitas Usaha Klasterisasi Pengolahan Buah Nanas Menjadi Sari Buah dan Selai Nanas Habibi, Imam; Irawati, Titik; Helilusiatiningsih, Nunuk; Soenyoto, Edy
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v6i2.5624

Abstract

Pineapple was a potential commodity in Kediri Regency, favored because of its sweet taste mixed with acid which contains nutrients and antioxidants. The community service activity involves Faculty of Agriculture UNISKA in collaboration with the Pineapple Farmer Group and PT. PNM Kediri Branch. The purpose of the activity was identifying problems with pineapple farmers through survey activities, solving problems through training activities. Pineapple processing in Kediri district was not yet fully implemented. Still maintaining sales in fresh form so it was necessary to add value to the product. The training was held in September 2019. The tools and materials used were a set of cooking utensils and pineapple fruit. The expected output of activities was in the form of a cluster map of pineapple plant farmers in Kediri district and product diversification from pineapple plants. The results obtained were that farmers can produce fruit juice, pineapple jam and pineapple business assistance.