Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementasi Breathing Exercise Terhadap Fatigue pada Pasien Hemodialisa Di RSAU dr. Esnawan Antariksa Kasih Maharani, Valencia; Harwina Widya Astuti; Sinta Fresia
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/4gkshn62

Abstract

Gagal ginjal diartikan sebagai kerusakan ginjal yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus di angka 15 ml/menit/1,73 m2. Penyakit gagal ginjal kronis meningkat sebesar 50% dari tahun sebelumnya. Seseorang yang mengalami gagal ginjal diharuskan menjalani terapi hemodialisa untuk kelangsungan hidup. Salah satu keluhan yang sering dialami pasien pada saat menjalani hemodialisa yaitu fatigue atau kelelahan. Fatigue dapat diatasi dengan teknik non farmakologi yaitu breathing exercise dengan tujuan menurunkan tingkat fatigue yang dialami. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan gambaran implementasi pada tindakan keperawatan dalam melaksanakan breathing exercise terhadap fatigue pada pasien hemodialisa di RSAU dr. Esnawan Antariksa. Desain penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan studi kasus. Penelitian ini menggunakan dua subyek sebagai studi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner facit fatigue scale. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan pada skor fatigue dengan jumlah > 30, dimana subyek 1 didapatkan hasil skor 38 dan 39, kemudian subyek 2 didapatkan hasil skor 34 dan 31, angka tersebut masuk ke dalam kriteria lelah ringan. Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian ini yaitu breathing exercise dapat mengatasi tingkat fatigue pada pasien hemodialisa di RSAU dr. Esnawan Antariksa.   Acute kidney injuryis defined as kidney damage characterized by a decrease in the glomerular filtration rate at 15 ml/minute/1.73 m2. Chronic acute kidney injuryhas increased by 50% from the previous year. A person who experiences acute kidney injuryis required to undergo hemodialysis therapy for survival. One of the complaints often experienced by patients during hemodialysis is fatigue. Fatigue can be overcome with non-pharmacological techniques, namely breathing exercise with the aim of reducing the level of fatigue experienced. The purpose of this study is to provide an overview of the implementation of nursing actions in carrying out breathing exercises for fatigue in hemodialysis patients at RSAU dr. Esnawan Antariksa. The design of this study is descriptive research with a case study. This study has two study subjects. The instrument used in this study is the facit fatigue scale questionnaire. The results of the study showed that the increase in fatigue scores with a total of > 30, where subject 1 obtained scores of 38 and 39, then subject 2 obtained scores of 34 and 31, these numbers are included in the criteria for mild fatigue. The conclusion obtained in this study is that breathing exercise can overcome fatigue levels in hemodialysis patients at RSAU dr. Esnawan Antariksa.
Efektivitas Hypnosis Lima Jari Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Pasien Preoperasi di Rumah Sakit Dik Pusdikes Sinta Fresia; Nur Afni W; Dwi Ambarwati; Marina
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 1: Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/wbe6at75

Abstract

Prosedur pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi medis yang dapat menimbulkan rasa takut, cemas, dan stress. Pada tindakan pembedahan, perawat mempunyai peran yang untuk membantu pasien mendapatkan informasi tentang tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa cemas tersebut. Pada pengamatan yang dilakukan pada 2 orang pasien dengan rencana operasi dan telah di berikan informed consent, didapati pasien tersebut tampak kurang tenang merasa gelisah, cemas selama menunggu jam operasi. Gangguan kecemasan atau ansietas merupakan kelompok gangguan psikiatri yang paling sering ditemukan. Hypnosis lima jari telah terbukti efektif dalam mempengaruhi sistem limbik seseorang serta memengaruhi pelepasan hormon (hormon adrenalin) yang merupakan salah satu penyebab stress dan kecemasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi nilai kecemasan sebelum dan sesudah diajarkan teknik Hypnosis lima jari. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan metode komparatif. teknik yang digunakan pemberian teknik hypnosis lima jari pada 2 subjek. Instrumen yang digunakan yaitu video terapi hypnosis lima jari dan lembar kuesioner skala kecemasan menurut The Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil dari penelitian yang dilakukan sebelum tindakan pembedahan pada subyek A dan subyek B menunjukkan adanya perubahan skala kecemasan sedang menjadi skala kecemasan ringan. Teknik hypnosis lima jari terbukti efektif menurunkan skala kecemasan.
Evaluasi Lingkungan Belajar Klinik dan Kepuasan Mahasiswa Keperawatan Terhadap Pembelajaran Klinik Sinta Fresia; Imelda Avia; Nur Afni Wulandari Arifin; Wahyuni Dwi Rahayu; Sri Kurnia Dewi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.22168

Abstract

ABSTRACT The clinical learning environment is a crucial element in nursing education that plays an important role in developing the professional competence of Nursing Students. The clinical practice environment includes interactions between Nursing Students, health workers, patients, and access to facilities and resources that support learning. The purpose of this study was to analyze the relationship between the evaluation of the clinical learning environment which includes the clinical learning environment, leadership style, care in the room and the role of clinical Perceptorship associated with the satisfaction of Third Grade Nursing Students towards clinical learning at RSAU which includes satisfaction with provisioning and reflection as well as satisfaction with clinical reasoning experiences. This study used quantitative research methods and data analysis used were univariate and bivariate with Chi Square statistical tests. Respondents were 57 Nursing Students of Level III Nursing Diploma study program who had completed field clinical practice at the Air Force Hospital dr. Esnawan Antariksa. Sample collection used a total sampling technique. Research Results Based on the analysis obtained from data processing The results of the bivariate test obtained p-value = 0.000 0.05, indicating that Ho was rejected, it was concluded that there was a relationship between the implementation of clinical learning evaluation and student satisfaction in clinical learning. This study is expected to be beneficial for Hospital institutions as a place for clinical practice and the community, so that it can improve the quality of the clinical learning environment and improve learning renewal methods in the appropriate clinical environment for Nursing Students. Keywords: Evaluation of the Clinical Learning Environment, Student Satisfaction and Clinical Learning.  ABSTRAK Lingkungan belajar klinik adalah elemen krusial dalam pendidikan keperawatan yang memainkan peran penting dalam mengembangkan kompetensi profesional Mahasiswa Keperawatan. Lingkungan praktik klinik mencakup interaksi antara Mahasiswa Keperawatan, tenaga kesehatan, pasien, serta akses ke fasilitas dan sumber daya yang mendukung pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa Hubungan evaluasi lingkungan belajar klinik yang meliputi lingkungan belajar klinik, gaya kepemimpinan, perawatan di ruangan dan peran Perseptorship klinik dihubungkan dengan kepuasan Mahasiswa Keperawatan TK III terhadap pembelajaran klinik di RSAU yang meliputi kepuasan terhadap pembekalan dan refleksi serta kepuasan terhadap pengalaman penalaran klinis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan Analisa data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square. Responden merupakan Mahasiswa Keperawatan program studi Diploma keperawatan Tingkat III sejumlah 57 orang yang telah menyelesaikan praktek klinik lapangan di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa. Pengumpulan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian Berdasarkan   analisis  diperolehhasil pengolahan data Hasil uji bivariat diperoleh p-value = 0.000  0.05, menunjukan bahwa Ho ditolak, disimpulkanbahwa terdapat hubungan  adanya pelaksanaan evaluasi pembelajaran klinik dan kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran klinik. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi institusi Rumah Sakit sebagai lahan praktik klinik  dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar klinik serta meningkatkan metode pembaharuan pembelajaran di lingkungan klinik yang tepat bagi Mahasiswa Keperawatan. Kata Kunci: Evaluasi Lingkungan Belajar Klinik, Kepuasan Mahasiswa dan pembelajaran Klinik.
Edukasi Konsumsi Jajanan Sehat dan Penguatan Literasi Pendidikan Bagi Anak Jalanan Sinta Fresia; M. Iqbal; Nur Afni Wulandari
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4xfdw369

Abstract

Sekolah MASTER atau akronim dari Sekolah Masjid Terminal adalah sebuah sekolah gratis yang didirikan untuk anak-anak jalanan, masyarakat tidak mampu, pemulung, pengamen, gelandangan dan sebagainya yang berlokasi di area Terminal Kota Depok Jawa Barat. Sekolah ini merupakan sekolah gratis di bawah naungan Yayasan Bina Insan Mandiri (YABIM) yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu, kaum dhuafa dan fakir miskin di sekitar terminal Depok. Hasil Observasi dan wawancara dengan koordinator sekolah dasar Master memiliki kendala keterbatasan relawan guru pengajar serta terdapat laporan bahwa anak-anak di sekolah dasar banyak yang mengalami sakit akibat jajanan tidak sehat serta  kurangnya kesadaran mereka tentang makanan sehat dan bergizi. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan memberikan pendampingan pembelajaran khususnya di belajar Bahasa Inggris serta peningkatan  pengetahuan pada anak-anak sekolah dengan metode pembelajaran edukatif dan interaktif melalui penyuluhan kesehatan tentang konsumsi jajanan sehat bergizi untuk meningkatkan kesadaran untuk mengkonsumsi jajanan sehat bergizi dan membiasakan hidup sehat sejak dini. Dengan memberikan edukasi dan pendampingan pengajaran berbasis audiovisual, diharapkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi sebanyak 60%, setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 96%.
Edukasi kesehatan untuk Meningkatkan Kenyamanan dan Mengurangi Resiko Kesehatan Selama Penerbangan Sinta Fresia; Dwi Ambarwati; Nur Afni Wulandari
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2s3tyf57

Abstract

The number of Umrah pilgrims from Indonesia is increasing every year. Long-haul flights to Saudi Arabia with a duration of 9–12 hours can pose a risk of various health problems for Umrah pilgrims, such as Deep Vein Thrombosis (DVT), dehydration, Jet Lag, Respiratory Tract Infections (ARI), and fatigue. Lack of knowledge regarding preventive measures and healthy behaviors during long-haul flights on airplanes can increase health risks and disease complications. The results of the assessment of the level of knowledge before being given health education regarding aviation health were for 40 respondents in the Qathunnadaa Islamic study group Umrah pilgrims, obtained that the majority of respondents had a good level of knowledge, namely 17 people (42.5%). Respondents with a moderate level of knowledge numbered 15 people (37.5%), while respondents with a low level of knowledge numbered 8 people (20%). The method of community service activities starts from preparation, implementation of counseling with interactive lectures, demonstrations of stretching exercises during the plane, discussions, distribution of booklets and educational videos, mentoring and evaluation (pre-test-post-test) and reporting on program sustainability. After being given Health Education on the topic of aviation health, there was an increase in the level of knowledge to good for 30 people (75%) and a moderate level of knowledge for 10 people (25%). Thus, this community service program is expected to increase the congregation's understanding of the importance of maintaining health and minimizing health risks, especially during airplane flights.
Implementasi Kompres Hangat dengan Warm Water Zack (WWZ) terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Dyspepsia di Ruang Merpati RSAU Dr. Esnawan Antariksa Depi Apriyani; Sinta Fresia; Harwina Widya Astuti
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/wvx6hx13

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan nyeri atau ketidaknyamanan pada perut bagian atas, kembung, mual, muntah, dan rasa cepat kenyang. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan nyeri pada pasien dispepsia adalah kompres hangat menggunakan Warm Water Zack (WWZ). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat dengan WWZ pada pasien dispepsia di Ruang Merpati RSAU dr. Esnawan Antariksa. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua subjek dengan keluhan nyeri akibat dispepsia. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi skala nyeri. Intervensi kompres hangat dengan WWZ diberikan selama 3 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengamatan skala nyeri sebelum dan sesudah tindakan. Hasil menunjukkan bahwa pada subjek A skala nyeri menurun dari 6 menjadi 0, sedangkan pada subjek B menurun dari 5 menjadi 0 setelah tiga hari intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat dengan WWZ pada kedua subjek disertai penurunan skala nyeri dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kenyamanan pasien dispepsia.   Dyspepsia is a digestive disorder characterized by pain or discomfort in the upper abdomen, bloating, nausea, vomiting, and early satiety. One of the non-pharmacological interventions that can be used to help reduce pain in patients with dyspepsia is a warm compress using Warm Water Zack (WWZ). This study aimed to describe changes in pain scale before and after the application of warm compress therapy using WWZ in dyspepsia patients in the Merpati Ward of RSAU dr. Esnawan Antariksa. This study employed a descriptive case study design involving two subjects experiencing pain associated with dyspepsia. The instrument used was a pain scale observation sheet. The warm compress intervention using WWZ was administered for three consecutive days, and pain scale observations were conducted before and after each intervention. The results showed that the pain scale in Subject A decreased from 6 to 0, while in Subject B it decreased from 5 to 0 after three days of intervention. These findings indicate that the application of warm compresses using WWZ in both subjects was accompanied by a reduction in pain scale and may be considered a non-pharmacological intervention to help improve comfort in patients with dyspepsia.
Studi Kasus Penerapan aromaterapi daun mint terhadap penurunan sesak nafas pada pasien asma bronkial di RSAU Dr. Esnawan Antariksa Natasya safitri; Sinta fresia; Harwina Widya Astuti
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan (Impress)
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/km6pq903

Abstract

Bronchial asthma is a chronic inflammatory disease of the airways that often causes dyspnea. Mint leaf aromatherapy, which contains menthol, is known to help relieve respiratory discomfort. This case study aimed to describe the implementation of mint leaf aromatherapy in reducing dyspnea among patients with bronchial asthma at RSAU dr. Esnawan Antariksa. The method used was a descriptive case study involving two patients with bronchial asthma who experienced dyspnea. The intervention consisted of inhalation of mint leaf aromatherapy using 5 drops of essential oil mixed with 200 ml of warm water through a diffuser for 15 minutes, three times a day for three days. Measurements were conducted using the Borg Dyspnea Scale, observation sheets, and a pulse oximeter. The results showed a reduction in dyspnea levels in both patients, with Borg Dyspnea Scale scores decreasing from 5 to 0 in Subject 1 and from 4 to 0 in Subject 2. Mint leaf aromatherapy has the potential to be used as a complementary therapy to help reduce dyspnea in patients with bronchial asthma.
Implementasi Terapi Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan  Skala Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi di RSAU dr. Esnawan Antriksa Annisa Xenoglosi Widyadhana Jayari; Sinta fresia; Harwina Widya Astuti
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan (Impress)
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/q1jmrf63

Abstract

Hypertension is an elevation in blood pressure that may lead to complications, including headache, which can impair comfort and daily activities. Autogenic relaxation is a non-pharmacological intervention that may help control pain by promoting the body’s relaxation response. This case study aimed to describe changes in headache intensity following autogenic relaxation therapy in patients with hypertension at dr. Esnawan Antariksa Air Force Hospital, Jakarta. A descriptive case study design with a nursing care approach was applied to two hypertensive patients experiencing moderate headache. The intervention was administered for 10–15 minutes once daily for three consecutive days. Pain intensity was assessed before and after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS), while data were collected through assessment, observation, pain measurement, and documentation. The results showed that the pain score of Subject A decreased from 6 to 3, whereas Subject B decreased from 5 to 1. Pain reduction was accompanied by greater relaxation, reduced muscle tension, and improvement in headache complaints. Autogenic relaxation therapy demonstrated potential as a complementary nursing intervention for hypertensive patients with headache. However, these findings were limited to two subjects and cannot be generalized as evidence of effectiveness in a broader population.