Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

BUNISHING BUREAUCRACY SYSTEM DALAM PENCEGAHAN KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME (KKN) Bambang Martin Baru; Sripeni Rusbiyanti; Retno Iswati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi birokratis sampai saat ini belum mampu dituntaskan, karena masih banyak kasus korupsi yang menjerat pejabat publik baik ditingkat pusat, daerah dan bahkan di desa. Terdapat dua faktor yang menonjol sebagai penyebab maraknya praktek korupsi birokratis, yaitu: faktor manusia, dan faktor sistem. Faktor manusia menunjukkan bahwa setiap pegawai publik harus memiliki moralitas dan integritas yang tinggi untuk selalu menjalankan tugas pelayanan publik dengan baik. Sedangkan faktor sistem, menyangkut prosedur yang dimungkinkan untuk meminimalisir terjadinya potensi penyimpangan dengan memanfaatkan ITI dalam proses pelayanan publik. Untuk itu, diperlukan penataan sistem birokrasi yang kredibel dengan orientasi capaian kinerja yang efektif dan efisien. Banishing Bureaucracy System sebagai strategi dalam membangun pemerintahan yang bersih, bebas dari unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), berupa program meredifinikan secara jelas visi, misi, tujuan dan fungsi utama pemerintah yaitu melayani masyarakat dengan mengedepankan perubahan dan dinamika sosial. Lima strategi perubahan sistem birokrasi itu, adalah: Strategi inti (centre strategy), Strategi konsekuensi (consequency strategy), Strategi pelanggan (customer strategy), dan Strategi budaya (cultural strategy). 
HUBUNGAN PARTISIPASI PUBLIK TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA : Suatu Penelitian Tentang Hubungan Partisipasi Publik Terhadap Pengembangan Desa Wisata Di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan Tahun 2021 Kharisma Meypurba Ningrum; Bambang Martin Baru; Harianto
JURNAL SOSIAL Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 24 No. 1 (2023): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v24i1.161

Abstract

The process of public participation involves the general public taking part in decision-making. Policy, strategy, communication, media for social issues, and social treatment all benefit from participation. It is known that a local initiator and members of the community worked together to create the Genilangit Tourism Park in the Poncol District of the Magetan Regency. With this in mind, every activity and program that runs in various capacities must be included in the construction of a public tourism village. The potential for development can be battled for and reaped jointly with the help of the community. In this study, it is determined how public involvement will affect the creation of a tourist village in 2021 in Genilangit Village, Poncol District, Magetan Regency. Because this tourist destination is growing quickly and is in high demand from visitors outside the city, it was chosen as a research subject. An explanatory quantitative methodology was used in this investigation. 100 respondents were given questionnaires to complete in order to gather the research's findings. According to the study's findings, there was a STRONG link between the two variables, with a result of 0.504 indicating that the association's strength was between 0.5 and 0.75. In this instance, it is possible to deduce that Ho is refused whereas Ha is approved, indicating a connection between community involvement and the creation of a tourist town in Genilangit Village., Poncol District, Magetan Regency, 2021.
Hubungan Desa Wisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat: Suatu Penelitian Tentang Hubungan Desa Wisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo Tahun 2021 Dinda Aulia Putri Prafendia; Bambang Martin Baru; Harianto
JURNAL SOSIAL Vol. 25 No. 1 (2024): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v25i1.165

Abstract

Tourism is part of economic development aimed at expanding employment opportunities and equalizing people's welfare. Currently, the tourism potential in Ponorogo has not been optimally developed, one of which is Ngebel Lake. Currently, the Ngbel village community, which used to be Ngbel Lake, is full of visitors. . The research aims to determine the relationship between rural tourism and community welfare in Ngebel Village, Ngebel District, Ponorogo Regency, in 2021. The type of research used in this research is quantitative with an explanatory type. The results of the study were obtained by distributing questionnaires to 70 respondents. The population in this study were the people of the Ngbel village and the managers of the Ngbel Lake. The sampling technique uses random sampling where all individuals in the independent population or groups are given the same opportunity to choose sample members. The reason for choosing a tourist object for research was because the ngebel tourist attraction became empty of visitors due to rising ticket prices and the access road to the lake being difficult and the dominant Ngbel village community working as traders around the lake being affected. From the results of the study it was found that the relationship between the two variables was STRONG with a result of 0.690 which stated the degree of strength of the relationship between the two variables was at 0.50-0.75. In this case, it can be interpreted that there is a tourism village relationship to the welfare of the people in Ngebel Village, Ngebel District, Ponorogo Regency, in 2021.
Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan Sustiani, Sustiani; Murti, Endang; Baru, Bambang Martin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, dengan fokus pada efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, keadilan, inklusivitas, transparansi, responsivitas, dan inovasi. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis berdasarkan teori kinerja publik Robert D. Behn (2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Maospati telah mencapai efisiensi yang maksimal dalam penyediaan informasi, prosedur, dan solusi, serta ketepatan waktu jam buka. Efektivitas pelayanan juga baik dengan adanya petugas yang kompeten dan buku laporan keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi. Akuntabilitas dan keadilan dalam pelayanan telah diterapkan dengan baik, didukung oleh transparansi informasi melalui berbagai media. Responsivitas dan inovasi pelayanan juga terlihat melalui pemanfaatan kotak saran dan teknologi seperti WhatsApp. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala, seperti kekurangan fasilitas nomor antrian, keterbatasan blangko KTP pada periode tertentu, dan ruang operator pelayanan yang kurang luas. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan pegawai, penyediaan fasilitas nomor antrian, dan koordinasi dengan pihak pusat untuk memastikan ketersediaan blangko KTP.
SOSIALISASI PENCEGAHAN TINDAKAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Muhammad Wahyu Afandi; Deva Bipasha Esha Shif Dasani; Harianto; Endang Murti; Bambang Martin Baru
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 1 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i1.4949

Abstract

Bullying adalah masalah serius yang sering terjadi di lingkungan sekolah, termasuk sekolah dasar. Tindakan kekerasan ini tidak hanya berdampak negatif pada korban secara fisik dan psikologis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang tidak kondusif. Sosialisasi pencegahan kekerasan bullying di lingkungan SD khususnya di SDN 2 Baleasri merupakan inisiatif penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa melalui konsep diskusi, tanya jawab, dan permainan sederhana kepada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi interaktif yang melibatkan seluruh elemen sekolah mampu meningkatkan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, dampaknya, dan cara mencegahnya. Selain itu, program tersebut berhasil membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan inklusif. Penting untuk ditekankan bahwa pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau sekolah, tetapi juga melibatkan peran aktif orang tua dan siswa itu sendiri. Melalui sosialisasi ini, orang tua diharapkan dapat lebih memahami tanda-tanda bullying pada anaknya dan memberikan dukungan yang diperlukan. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk memiliki keberanian untuk melaporkan bullying yang mereka lihat atau alami, serta bagaimana melindungi diri dan teman-temannya. Dengan melibatkan semua pihak, diharapkan bahwa.
ANALYSIS OF COFFEE SHOP ENVIRONMENTAL FACTORS IN ENCOURAGING LEARNING CREATIVITY: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN COFFEE SHOP DALAM MENDORONG KREATIVITAS BELAJAR Azam Yusbyakto; Harianto; Bambang Martin Baru
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 5 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i5.6451

Abstract

This study aims to analyze the environmental factors of coffee shops that contribute to enhancing students’ learning creativity in Madiun City, particularly at the Kopi Dari Hati coffee shop. In the modern era, coffee shops are not only places for leisure but have evolved into alternative spaces for students to study and express creativity. A comfortable, aesthetic, and flexible environment is believed to influence mood, motivation, and creative thinking during learning activities. This research employs a descriptive qualitative approach through field observation, interviews, and documentation. The informants consist of the owner, employees, and student visitors of the coffee shop. The findings reveal that physical factors such as spatial layout, interior design, and lighting have significant effects on comfort and concentration during study activities. Meanwhile, social factors such as visitor interactions and the level of social comfort also contribute to creating an inspiring and stress-free learning atmosphere. Flexible room arrangements, aesthetic interiors, warm lighting, and the presence of both quiet and lively zones are identified as dominant elements that support the emergence of creative ideas. However, minor obstacles such as limited power outlets, noise, and small table sizes remain challenges for some visitors. Overall, the study concludes that coffee shops can serve as effective alternative learning spaces when they successfully balance functional, aesthetic, and social aspects to facilitate students’ creative learning processes.
Student Perception of the Legitimacy of the People's Representative Council (DPR) After the National Demonstration Action Yunita Rizky; Agus Wiyaka; Bambang Martin Baru
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 5 No 2 (2026): Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/jmv74950

Abstract

This research explores student perceptions of the legitimacy of the People’s Representative Council (DPR) in Indonesia following national demonstration actions. It investigates how political demonstrations have influenced public trust and the perceived legitimacy of the DPR, particularly among the younger generation—students—who play an essential role in shaping democratic processes. Using a qualitative research design, the study examines cognitive, affective, and conative aspects of student perceptions through interviews, observations, and documentary analysis. The results indicate that students are generally critical of the DPR, citing concerns over transparency, accountability, and responsiveness. Although students acknowledge the importance of the DPR, they perceive a gap between its ideal role and its actual performance, particularly in legislative processes. Students expressed disappointment and disillusionment with the DPR, although some still hold hope for reform. The findings highlight a growing trend of youth-driven political participation, with students actively engaging in political discourse and demonstrations. The study suggests that improving communication, transparency, and responsiveness to public aspirations can enhance the legitimacy of the DPR.
Demokrasi Deliberatif pada Musyawarah Pembangunan Daerah Kabupaten Magetan Annas Apritasari; Bambang Martin Baru; Harianto Harianto
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 6 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i6.3321

Abstract

Perencanaan pembangunan daerah memerlukan partisipasi aktif masyarakat agar kebijakan publik yang dihasilkan mampu mencerminkan kebutuhan dan aspirasi warga. Salah satu mekanisme yang dirancang untuk mewadahi partisipasi tersebut adalah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), yang berfungsi sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan demokrasi deliberatif pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Magetan, khususnya di Kecamatan Kawedanan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan unsur pemerintah, perwakilan desa, tokoh masyarakat, dan peserta Musrenbang lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip demokrasi deliberatif yang meliputi partisipasi inklusif, kesetaraan, rasionalitas diskusi, transparansi, dan pengambilan keputusan berbasis konsensus telah diterapkan dalam proses Musrenbang. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterlibatan masyarakat umum yang belum optimal, dominasi perwakilan formal, keterbatasan akses informasi publik, serta proses deliberasi yang cenderung bersifat administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Musrenbang Kecamatan Kawedanan telah mencerminkan praktik demokrasi deliberatif secara prosedural, meskipun peningkatan kualitas partisipasi, transparansi, dan diskusi deliberatif masih diperlukan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan yang lebih demokratis dan inklusif.
Analisis Agenda Setting Rencana Kebijakan 19 Juta Lapangan Perkerjaan pada Generasi Z Fresh Graduated Aditya Robert Stefanus; Bambang Martin Baru; Agus Wiyaka
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 6 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i6.3326

Abstract

Indonesia saat ini sedang menghadapi bonus demografi yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif, khususnya Generasi Z. Meskipun demikian, tingginya angka pengangguran usia muda dan terbatasnya kesempatan kerja masih menjadi tantangan utama, terutama bagi lulusan baru. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mencanangkan agenda kebijakan penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan partisipasi ekonomi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses agenda setting rencana kebijakan 19 juta lapangan pekerjaan bagi Generasi Z fresh graduate di Kota Madiun serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan DPRD Kota Madiun, Dinas Tenaga Kerja, serta Generasi Z fresh graduate sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agenda kebijakan tersebut telah memperoleh perhatian publik melalui media sosial dan saluran informasi resmi. Namun, kedalaman informasi, konsistensi pemberitaan, dan kredibilitas sumber informasi masih belum optimal sehingga menimbulkan keraguan di kalangan Generasi Z terhadap implementasi kebijakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan agenda setting sangat bergantung pada komunikasi publik yang efektif, sumber informasi yang kredibel, literasi media yang baik, serta realisasi program yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sasaran.
money politik, pemilihan kepala daerah, perilaku pemilih, demokrasi lokal, Kabupaten Magetan Dony Kurniawan; Harianto; Bambang Martin Baru; Asrifia Ridwan
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v12i1.749

Abstract

Politik uang tetap menjadi tantangan utama bagi implementasi demokrasi lokal, khususnya dalam pemilihan kepala daerah, karena merusak keadilan pemilu dan dapat mewakili kualitas kepemimpinan terpilih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk politik uang, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya, dan dampaknya terhadap perilaku pemilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Magetan 2024. Penelitian ini fokus pada praktik uang politik yang muncul selama tahapan pemilu di Kabupaten Magetan, terutama dalam interaksi antara kandidat, tim kampanye, dan pemilih. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan, dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari aktor dan sumber yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa politik uang termanifestasi dalam berbagai bentuk, termasuk pembayaran tunai kepada pemilih, distribusi paket makanan pokok, janji bantuan atau proyek pembangunan, dan pembiayaan terselubung kegiatan kampanye. Terjadinya praktik-praktik ini didorong oleh kondisi ekonomi yang lemah, tingkat pendidikan politik yang rendah, budaya politik yang permisif, hubungan patron-klien, dan pengawasan serta penegakan hukum yang tidak memadai. Kondisi-kondisi ini mendorong perilaku pemilih yang pragmatis, mengikis kualitas demokrasi lokal, dan meningkatkan kemungkinan terpilihnya pemimpin yang kurang fokus pada kepentingan publik. Studi ini menyarankan penguatan pendidikan politik, peningkatan pengawasan pemilu, dan penegakan langkah-langkah hukum yang lebih ketat untuk mengurangi politik uang dalam pemilu mendatang.