Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Prevalensi dan Risk Assessment Hipertensi pada Petani di Wilayah Kerja Puskesmas Indriana Noor Istiqomah; Laili Nur Azizah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.322 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.77

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa hipertensi mengalami peningkatan menjadi 34,1% dari 25,8% pada tahun 2013. Dari jumlah tersebut angka kejadian hipertensi pada masyarakat perdesaan, hampir sama dengan di perkotaan. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa 25,0 persen prevalensi hipertensi terjadi pada kelompok petani/nelayan. Risiko hipertensi pada petani terjadi akibat kontak dengan benda atau bahan yang mempunyai dampak pada tekanan darah yaitu bahan kimia di dalam pestisida. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi risiko dan prevalensi hipertensi pada petani di wilayah Puskesmas Kunir, Kab. Lumajang. Partisipan adalah masyarakat yang bekerja sebagai petani dan berumur di atas 18 tahun dengan pengambilan sampel melalui accidental sampling. Pengumpulan data faktor risiko dilakukan melalui wawancara, sedangkan prevalensi hipertensi dilakukan melalui pemeriksaan tekanan darah. Hasil penelitian terhadap 35 partisipan menunjukkan 10 partisipan termasuk dalam kategori hipertensi, 10 orang pra hipertensi, dan 15 orang mempunyai tekanan darah normal. Dari 25 orang yang masih memiliki tekanan darah normal dan pre hipertensi tersebut, didapatkan 7 orang memiliki risiko rendah, 13 orang risiko sedang, dan 5 orang berisiko tinggi untuk menderita hipertensi di kemudian hari. Kesimpulan penelitian ini adalah prevalensi hipertensi pada petani sebesar 28,6%, dan 52% memiliki risiko sedang mengalami hipertensi. Saran penelitian, diperlukan pengendalian risiko hipertensi dari pelayanan kesehatan terkait, serta diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menambah jumlah partisipan, mengulang pengukuran tekanan darah 1 minggu setelah pengukuran awal, dan memperbaiki kekurangan penelitian ini.
Pemanfaatan Bekam dalam Menurunkan Ketergantungan Penggunaan Analgetika pada Penderita dengan Gangguan Nyeri Persendian Mokh. Sujarwadi; Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah; Indriana Noor Istiqomah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.571 KB)

Abstract

Pola hidup yang tidak sehat dan lingkungan yang kurang menunjang kesehatan dapat memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan. Diperkirakan radikal bebas sebagai penyebab munculnya nyeri sendi kronis yang tidak kunjung sembuh meskipun dengan pemberian obat analgetika. Prevalensi nyeri persendian dengan berbagai penyebab penyakit masih tinggi sekitar 90 persen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui manfaat bekam dalam menurunkan ketergantungan penggunaan analgetika pada penderita dengan gangguan nyeri sendi yang terus menerus di praktik mandiri perawat Sahara yang meliputi penilaian intensitas nyeri sendi, frekwensi penggunaan obat analgetika. Pra eksperimental adalah sebagai jenis penelitian ini memiliki rancang bangun one group pre-post test design, dengan memberikan perlakuan pada satu group/kelompok. Diperoleh data penelitian berupa data sebelum intervensi dan setelah intervensi diberikan, selanjutnya dibandingkan hasil pengukurannya menggunakan instrument penilaian nyeri. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan reumathoid arthritis yang periksa di praktik mandiri perawat Sahara ukuran sampelnya adalah 16 responden. Tekhnik pengambilan sampel yaitu total sampling mengingat keterbatasan jumlah populasi yang akan diteliti. Instrument pengambilan data penelitian menggunakan Visual Analog Scale. Data yang didapat kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis data penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil yang significant sebelum dan sesudah perlakuan dengan tingkat kemaknaan sebesar 0,00 (p<0,05). Sebagai kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada manfaat yang besar dari terapi bekam terhadap penurunan nyeri pada penderita rheumatoid arthritis, yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan obat analgetika secara terus-menerus.
Edukasi Pencegahan Ulkus Diabetik pada Petani Diabetisi di Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i1.73

Abstract

Petani yang menderita diabetes mellitus beresiko terjadinya ulkus diabetik karena aktifitas petani diawali dengan menyiapkan media tanam dengan proses persiapan mengolah tanah sampai dengan membajak tanah. Biasanya kegiatan ini dilakukan petani tanpa menggunakan alas kaki. Hal ini yang perlu diwaspadai karena beresiko terjadi cedera pada kaki yang disebabkan karena gigitan binatang, cidera alat pertanian, tidak menggunakan alas kaki/sepatu, membiarkan kaki terbakar matahari, atau terendam air/lumpur dalam waktu yg lama. Salah satu bentuk pencegahan salah satunya adalah dengan meningkatkan pemahaman petani tentang pencegahan ulkus diabetik yang dapat dilakukan dengan pemberian edukasi. Tujuan kegiatan ini adalah petani diabetisi memahami tentang pencegahan ulkus diabetik serta mengetahui tentang cara deteksi awal risiko ulkus diabetik. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan/pemberian edukasi dengan tahapan sebagai berikut: 1)Ceramah dengan media Power Point Presentation (PPT) dan list deteksi risiko ulkus diabetik, 2)Melatih petani diabetisi untuk melakukan deteksi awal risiko kaki diabetik menggunakan list, 3)Evaluasi pemahaman petani diabetisi tentang materi pencegahan ulkus diabetik dan deteksi awal risiko ulkus diabetik. Hasil dari kegiatan ini adalah pada tahap evaluasi, 69 % petani memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan ulkus diabetik. Tingkat pengetahuan cukup terjadi pada 31% petani yang umumnya belum terdiagnosis DM. Hal ini terjadi karena pada petani yang belum terdiagnosis DM belum memahami tentang penyakit yang mendasari ulkus diabetik, seperti diabetes mellitus. Kemudian pada tahapan evaluasi praktik, sebanyak 76% petani cukup mampu melakukan deteksi awal risiko ulkus diabetik. Kata kunci: edukasi; ulkus diabetik; petani diabetesi EDUCATION OF DIABETIK ULTIMATE PREVENTION IN DIABETITAN FARMERS IN KUNIR DISTRICT, LUMAJANG DISTRICT ABSTRACT Farmers who suffer from diabetes mellitus are at risk of diabetik ulcers because the farmer's activities begin with preparing the planting media with the process of preparing to cultivate the land up to plowing the land. Usually this activity is carried out by farmers without using footwear. This should be watched out for the risk of injury to the feet caused by animal bites, injury to agricultural tools, not using footwear / shoes, leaving the feet sunburned, or submerged in water / mud for a long time. One form of prevention is to increase farmers' understanding of the prevention of diabetik ulcers that can be done by providing education. The purpose of this activity is for farmers with diabetes to understand about the prevention of diabetik ulcers and know about how to detect the risk of diabetik ulcers early. The activities carried out are counseling / providing education with the following stages: 1) Lectures with Power Point Presentation (PPT) media and diabetik ulcer risk detection list, 2) Training diabetik farmers to conduct early detection of diabetik foot risk using a list, 3) Evaluation of understanding diabetik farmers regarding material for prevention of diabetik ulcers and early detection of the risk of diabetik ulcers. The results of this activity are at the evaluation stage, 69% of farmers have good knowledge about the prevention of diabetik ulcers. This level of knowledge is sufficient for 31% of farmers who generally have not been diagnosed with DM. This happens because farmers who have not been diagnosed with diabetes do not understand the underlying diseases of diabetik ulcers, such as diabetes mellitus. Then in the practice evaluation stage, as many as 76% of farmers are quite capable of early detection of the risk of diabetik ulcers. Keywords: education; diabetik ulcer; diabetik farmers
Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Menggunakan Media Audio Visual pada Siswa SMAN Yosowilangun Kabupaten Lumajang Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.79

Abstract

Meningkatnya jumlah remaja penderita HIV dan AIDS dimungkinkan karena keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan yang berdampak pada rendahnya pengetahuan tentang HIV dan AIDS yang benar. Pemahaman remaja tentang HIV dan AIDS masih sangat minim, padahal remaja termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku berisiko. Meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan/edukasi khususnya pada siswa SMAN Yosowilangun. Tujuan kegiatan ini adalah seluruh siswa SMAN Yosowilangun Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang menjadi lebih memahami tentang pencegahan HIV/AIDS. Beberapa faktor yang sangat menunjang atas keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah koordinasi yang baik antara pemateri dengan pihak sekolah, Penyampaian materi berupa Video yang cukup menarik bagi siswa SMA yang tergolong usia remaja, adanya diskusi dan tanya jawab yang tidak dibatasi waktu, serta adanya hadiah bagi peserta yang berani bertanya. Beberapa faktor penghambat pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemateri (yang dalam hal ini adalah beberapa mahasiswa) membutuhkan penguasaan terhadap sasaran penyuluhan yang berjumlah lebih dari 100 peserta serta dalam usia yang tidak beda jauh. Tetapi hal ini bisa diatasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil karena 93% siswa mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pencegahan HIV/AIDS setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hal ini dapat diamati pada tingkat kehadiran, keaktifan peserta, Kata kunci: audio visual; edukasi; HIV/AIDS HIV/AIDS PREVENTION EDUCATION USING AUDIO VISUAL MEDIA IN YOSOWILANGUN STUDENTS, LUMAJANG DISTRICT ABSTRACT The increasing number of adolescents with HIV and AIDS is possible because of limited access to information and health services which has an impact on the lack of true knowledge about HIV and AIDS. Understanding adolescents about HIV and AIDS is still very minimal, even though adolescents, including age groups are vulnerable to risk behavior. Increasing adolescent understanding about HIV / AIDS prevention can be done by providing health education / education especially for high school students Yosowilangun. The purpose of this activity is that all students of Yosowilangun High School, Yosowilangun District Lumajang Regency become more understanding about HIV / AIDS prevention. Some factors that are very supportive of the success of this community service activity are good coordination between the speaker and the school, Submission of material in the form of a video that is quite interesting for high school students classified as teenagers, there are discussions and questions and answers that are not limited by time, as well as prizes for participants who dare to ask. Some inhibiting factors in this community service activity are presenters (which in this case are a few students) need mastery of counseling targets totaling more than 100 participants and in the age that is not much different. But this can be overcome. The results of these community service activities can be said to be successful because 93% of students have good knowledge and understanding of HIV / AIDS prevention after being given health education. This can be observed at the level of attendance, participant activity, Keywords: audio visual; education; HIV / AIDS
RISK FAKTORS FOR DIABETIK FOOT IN FARMERS WITH DIABETES MELLITUS Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah
UNEJ e-Proceeding 2023: 5th International Agronursing Conference (5th IANC) In Conjunction with 1st International Post
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a progressive chronic disease that requires constant medical supervision and patient education for self-care. Diabetes is associated with an increased risk of neuropathy which causes loss of touch and perception of pain. High agricultural work area (in some places) and constant risk of injury (animal bites, injuries from farming tools, not wearing footwear/shoes, feet exposed to sunlight). Farmers experiences who have to prepare planting media starting from the process of preparing the soil to plowing the land (either using a hoe, cow or tractor, and barefoot). Examination of the feet is necessary to prevent foot ulcers from occurring. The purpose of this study is to identify risk faktors for diabetik foot in farmers with diabetes mellitus in Lumajang. Methods: The research method is quantitative descriptive research. The population of this study were 141 farmers with purposive sampling technique. The data collection technique used was observation, using the 2009 Diabetes Care Program of Nova Scotia (DCPNS) foot risk assessment form. Includes skin assessment, assessment of the bone structure of the foot, assessment of blood vessels, sensation, and movement of the foot. Results: The results found that the majority of respondents were female and in the early elderly age category. While the results of observations of risk faktors for diabetik foot, almost half of the respondents have a high risk of diabetik foot. Conclusions: This study concluded that several actions need to prevent an increased risk of diabetik foot. Therefore it is necessary to have an integrated diabetik ulcer prevention management strategy, sharing consultations and optimizing effective resources to get quality care.
Pemanfaatan Teh sebagai Hasil Pertanian untuk Pencegahan Penyakit Kronis pada Masyarakat di Wilayah Gunung Gambir Jember Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah; Mashuri Mashuri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh merupakan suatu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat herbal. Teh kaya akan senyawa polifenol, kafein, serta asam amino. Senyawa yang terkandung di dalam teh banyak digunakan dalam pengobatan penyakit, diantaranya menurunkan kadar tekanan darah, anti kanker, anti mikroba, menurunkan kolesterol darah, mengurangi gula darah dan sebagai antibakterial. Perlunya dilakukan penyuluhan pada masyarakat di Gunung Gambir, sebagai masyarakat yang berdomisili di wilayah agrowisata perkebunan teh Gunung Gambir Jember. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan teh untuk pencegahan penyakit kronis. Metode yang di gunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Sasaran peserta adalah masyarakat petani petik teh. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan dan pelaksanaan. Peserta penyuluhan sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kader kesehatan setempat diarahkan untuk selalu memantau kesehatan masyarakat dan melakukan penyelesaian masalah kesehatan.
Potensi Tanaman Ganjan (Artemisia vulgaris) dalam Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus (Sprague Dawley): The Potential of Ganjan (Artemisia vulgaris) in Wound Healing in Rats (Sprague Dawley) Istiqomah, Indriana Noor; Mashuri; Abdillah, Achlish; Azizah, Laili Nur
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 17 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v17i1.1159

Abstract

Recent studies have focused on exploring natural remedies to accelerate wound healing. One such herbal plant is the Ganjan plant (Artemisia vulgaris), which contains essential oils, coumarins, flavonoids, triterpenoids, and phenolic acids, which make it a good candidate for natural remedies. This study analyzed the wound-healing potential of the Ganjan plant using a true experimental research design on 16 male Sprague Dawley rats. The rats were divided into four groups and subjected to different treatments, including a negative control group without treatment (K1), a 10% Ganjan herbal extract ointment group (K2), a 30% Ganjan herbal extract ointment group (K3), and a positive control group with 10% betadine ointment (K4). The ointments were applied once daily for 21 days or until the wounds healed, and wound area measurements were taken every three days. The results showed that the 10% and 30% Ganjan ointments effectively reduced the wound area, and there was no difference in wound contraction between 10% and 30% Ganjan ointment and 10% Betadine. The study concludes that Ganjan plant extract ointment is an effective natural remedy for wound healing and that the best results are seen in the 30% Ganjan extract ointment group.
Pengembangan Aplikasi Risiko Kaki Diabetik (Si RiDa) sebagai Alat Deteksi yang Efektif Azizah, Laili Nur; Noor, Istiqomah Indriana; Abdillah, Achlish; Mashuri, Mashuri; Rondhianto, Rondhianto
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1795

Abstract

Ulkus kaki diabetik adalah merupakan komplikasi kronik Diabetes Mellitus. Penyakit inilah yang merupakan penyebab amputasi terbesar dan seringkali meningkatkan angka mortalitas.. Angka ini dapat diturunkan dengan deteksi risiko kaki diabetik. Terdapat 5 parameter yang dikaji mengikuti form pengkajian Nova Scotia 2009, antara lain mengkaji kulit dan kuku, struktur kaki, pembuluh darah, sensasi, dan pergerakan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi deteksi risiko kaki diabetik (Si RiDa). Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimental, Software diujicobakan pada 70 sampel. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data diuji tingkat akurasi, presisi, recall dan F1-scorenya menggunakan rumus metrik. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari KEPK Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Hasil penelitian didapatkan tingkatan risiko kaki diabetik yang dihasilkan dari aplikasi ini adalah sebagian besar responden uji memiliki tingkat risiko sedang. Hasil uji menunjukkan bahwa aplikasi Si RiDa memiliki kemampuan 97% benar dalam mendeteksi risiko kaki diabetik pada semua subyek, memiliki kemampuan 94% dalam mendeteksi dengan benar dan konsisten bahkan jika pendeteksian dilakukan berulang kali, mampu mengidentifikasi 100% dengan benar dari yang benar-benar memiliki risiko kaki diabetik, serta memiliki nilai F1-score 97% yang artinya mempunyai kinerja yang baik dalam mendeteksi risiko kaki diabetik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi Si RiDa ini memiliki akurasi dan presisi yang tinggi sehingga dapat diterapkan sebagai alat deteksi cepat risiko kaki diabetik di fasilitas kesehatan demi mencegah terjadinya luka dan amputasi.
Implementation of Tomato Juice in Hypertension with Readiness to Improve Health Management in Farmers: Case Report: Case Report Khotijah; Istiqomah, Indriana Noor; Fibriansari, Rizeki Dwi; Azizah, Laili Nur
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Community-Based Health Management Procedures
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/dnursing.v6i1.1035

Abstract

ABSTRACT Introduction: Hypertension is a major concern in global health due to its high incidence rate. To overcome this problem, there needs to be a strong desire to manage the problem of readiness to improve health management. Efforts that can be made by maintaining a lifestyle in this case are strengthened by providing foods high in potassium, one of which is tomato juice. The purpose of this final project report is to describe the implementation of tomato juice in hypertensive. Method: This report uses a case study design, with participants including 1 member of the farmer group who has hypertension, is 45 years old, has no complications, meets 80% of the symptoms, and has major signs of readiness to improve health management. The study was conducted on June 1-7, 2024 using interview, observation, and documentation techniques. Result: Tomato juice was given for 7 days with a dose of 1 time a day, after meals. The results of the case study showed a decrease in systolic blood pressure of 5.3 mmHg and diastolic blood pressure of 4.8 mmHg and the evaluation criteria for readiness to improve health management increased with participants being able to take action to reduce risk factors, implementing care programs, fulfilling daily activities, not experiencing difficulties in implementing health programs and receiving family support.   Conclusion: Providing tomato juice can be educational material for farmer groups and health management in the community can improve healthy eating patterns by providing tomato juice to control blood pressure.
EFEKTIVITAS LATIHAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: KAJIAN LITERATUR Istiqomah, Indriana Noor; Yuliyani, Nur
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v10i1.196

Abstract

Pendahuluan: Pasien Diabetes Melitus (DM) seringkali mengalami masalah Ketidakstabilan kadar gula darah. Untuk itu diperlukan upaya pengendalian melalui pengelolaan penyakit DM. Terdapat 4 (empat) pilar pengelolaan DM, salah satunya adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian Pustaka. Penyeleksian studi menggunakan protokol dan evaluasi PRISMA Checklist yang disesuaikan dengan tujuan disusunnya literature review ini dengan database elektronik yang digunakan yaitu Pubmed, Springer Link, dan Google Scholar. Hasil: Hasil uji statistik pada 10 (sepuluh) literatur menunjukkan latihan aktivitas fisik berpengaruh pada penurunan kadar gula darah atau nilai HbA1c pasien DM tipe 2, dengan distribusi penurunan sebesar 25.36-76 mg/dl, 0.3-0.4 mmol/L dan 0.02-0.9%. Jenis latihan fisik yang dilakukan meliputi latihan aerobik (40%), senam diabetes (20%), jalan di Treadmill (20%), dan jalan cepat (20%). Latihan dilakukan 3-6 sesi per minggu, selama 30-60 menit per sesi pada 7 (tujuh) literatur, dan pada 2 literatur dilakukan 7 sesi per minggu selama 15-45 menit. Kesimpulan:Latihan aktivitas fisik berpengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah atau nilai HbA1c pada pasien DM tipe 2.