Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Management of Blood Glucose Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Through Ramadan Fasting: a Literature Review: Manajemen Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Melalui Puasa Ramadhan: Literatur Review Agustin, Leony Delvechia; Istiqomah, Indriana Noor; Mashuri
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 2 No 1: December 2022
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.711 KB) | DOI: 10.58545/jkki.v2i1.23

Abstract

Diabetes Mellitus causes about 5% of deaths from all total deaths in the world due to lack of self care in DM patients, causing instability of blood glucose levels that cause acute and chronic complications. Nurses have a role in overcoming the instability of blood glucose levels by performing the main intervention, namely hyperglycemia management. From these interventions, Ramadan fasting is a safe dietary choice for patients with type 2 diabetes. This study uses a literature review method with article searches conducted on the PubMed electronic database, Science Direct, and Open Knowledge Maps. The results of the literature review show that the length of Ramadan fasting carried out by participants from all journals is 30 days, with a fasting duration of 10-15 hours/day. Blood sugar levels of type 2 DM participants after Ramadan fasting showed a decrease of 4-43.33 mg/dl, and 1.81-3.01 mmol/L, and the HbA1c value decreased by 0.21-2.2%. The results of statistical tests showed that fasting during Ramadan was quite effective in reducing KGD/HbA1c with a p value of < 0.05. This literature review concludes that Ramadan fasting is effective in reducing blood glucose levels in type 2 DM patients and the practice still conforms to the International Diabetes Federation – Diabetes And Ramadan (IDF-DAR) guidelines.
Potensi Tanaman Ganjan (Artemisia vulgaris) dalam Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus (Sprague Dawley): The Potential of Ganjan (Artemisia vulgaris) in Wound Healing in Rats (Sprague Dawley) Istiqomah, Indriana Noor; Mashuri; Abdillah, Achlish; Azizah, Laili Nur
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 17 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v17i1.1159

Abstract

Recent studies have focused on exploring natural remedies to accelerate wound healing. One such herbal plant is the Ganjan plant (Artemisia vulgaris), which contains essential oils, coumarins, flavonoids, triterpenoids, and phenolic acids, which make it a good candidate for natural remedies. This study analyzed the wound-healing potential of the Ganjan plant using a true experimental research design on 16 male Sprague Dawley rats. The rats were divided into four groups and subjected to different treatments, including a negative control group without treatment (K1), a 10% Ganjan herbal extract ointment group (K2), a 30% Ganjan herbal extract ointment group (K3), and a positive control group with 10% betadine ointment (K4). The ointments were applied once daily for 21 days or until the wounds healed, and wound area measurements were taken every three days. The results showed that the 10% and 30% Ganjan ointments effectively reduced the wound area, and there was no difference in wound contraction between 10% and 30% Ganjan ointment and 10% Betadine. The study concludes that Ganjan plant extract ointment is an effective natural remedy for wound healing and that the best results are seen in the 30% Ganjan extract ointment group.
Promosi Kesehatan dan Pemanfaatan Semangka Lokal untuk Pencegahan Hipertensi di Desa Kepanjen, Jember Azizah, Laili Nur; Istiqomah, Indriana Noor; Mashuri, Mashuri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22694

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di komunitas petani, yang umumnya belum mendapatkan intervensi berbasis sumber daya lokal. Program pengabdian ini bertujuan mempromosikan pencegahan hipertensi melalui edukasi gaya hidup sehat dan pemanfaatan semangka lokal yang kaya kalium dan likopen. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, survei precision health, penyusunan materi edukasi, dan perencanaan pelatihan pengolahan semangka. Survei awal menunjukkan 44% responden memiliki tekanan darah tinggi dan 64% jarang mengonsumsi semangka. Sebanyak 60 eksemplar modul dan 100 leaflet telah didistribusikan. Hasil akhir menunjukkan 90% responden mengalami peningkatan pemahaman tentang hipertensi dan 100% responden bersedia dan antusias berpartisipasi dalam pelatihan pangan sehat. Program ini menunjukkan potensi pemanfaatan pangan lokal dalam promosi kesehatan komunitas Kata Kunci: Agronursinhipertensi, Petani, Precision Health, Promosi Kesehatan, Semangka.  ABSTRACT Hypertension is a significant health problem in farming communities, which generally lack access to locally sourced interventions. This community service program aims to promote hypertension prevention through education on healthy lifestyles and the use of locally grown watermelons, rich in potassium and lycopene. The program included outreach, a precision health survey, the development of educational materials, and the planning of watermelon processing training. The initial survey revealed that 44% of respondents had high blood pressure and 64% rarely consumed watermelon. Sixty modules and 100 leaflets were distributed. Initial results indicate an 90% respondens have increase in understanding of hypertension and 100% respondens have willingness and enthusias to participate in healthy food training. This program demonstrates the potential of utilizing local foods in community health promotion. Keywords: Farmers, Health Promotion, Hypertension, Precision Health, Watermelon.
IDENTIFIKASI HAMBATAN PADA ORANG AWAM UNTUK MEMBERIKAN RESUSITASI JANTUNG PARU: SCOPING REVIEW I Gusti Ngurah Juniartha; Indriana Noor Istiqomah; Retno Tri Astuti Ramadhana
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p03

Abstract

Memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh orang terdekat dengan korban henti jantung. Namun, dalam praktiknya RJP seringkali tidak dilakukan atau dilakukan dengan tidak benar. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya hambatan yang menghalangi transfer pengetahuan, keterampilan afektif, dan psikomotorik yang diperlukan untuk melakukan RJP dengan benar. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan tersebut agar dapat dikembangkan solusi yang efektif. Artikel ini merupakan Scoping Review dengan analisis artikel pada Sciencedirect, PubMed, dan DOAJ dengan database hingga Juni 2025. Artikel yang disertakan mencakup kata kunci hambatan, RJP, henti jantung, RJP oleh orang awam, dan aplikasi smartphone. Artikel yang disertakan mencakup sampel, seperti dari orang awam, mahasiswa, paramedis, respon panggilan, dan kasus yang terekam. Selain itu, studi ini berfokus pada penelitian yang diterbitkan antara 2020 hingga Juni 2025. Analisis artikel yang termasuk dalam tinjauan ini menggunakan Diagram Alur PRISMA 2020 dan kerangka kerja ‘PICOST’ (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design, Timeframe). Dari 405 studi yang diskrining, 25 artikel memenuhi kriteria seleksi. Hambatan yang diidentifikasi meliputi kurangnya pelatihan (15), batasan penggunaan aplikasi (5), kurangnya kepercayaan diri (3), dan bias gender (2). Hambatan-hambatan ini terutama terlihat dalam studi yang dilakukan di negara-negara di luar Indonesia. Semua studi yang dianalisis bersifat kuantitatif, oleh karena itu, untuk temuan yang lebih mendalam, pendekatan mixed-methods, termasuk studi kualitatif, dapat diterapkan selanjutnya. Selain itu, pendekatan terhadap pandangan budaya menjadi pertimbangan untuk temuan selanjutnya. Ketika orang awam melakukan RJP, beberapa hambatan dapat memengaruhi kualitas dan hasil pada korban henti jantung. Meskipun hanya empat hambatan yang diidentifikasi dalam studi sebelumnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi hambatan-hambatan ini, terutama di negara-negara berkembang.