Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MENCUKUPI STATUS GIZI ANAK DENGAN GERAKAN AKSI “AKU SUKA MAKAN IKAN” Puspito Panggih Rahayu; Casnuri Casnuri
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7, No 01 (2022): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v7i01.342

Abstract

Latar belakang: Balita termasuk kelompok rawan gizi karena masih dalam masa pertumbuhan. Konsumsi makanan terutama energi dan protein merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap status gizi. Angka konsumsi ikan masih rendah sehingga salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah dengan membentuk sikap yang positif gemar makan ikan sejak dini pada balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui status gizi balita setelah diberikan intervensi asupan ikan.Metode: Penelitian eksperimen dengan rancangan one group pretest-postest design. Subjek dalam penelitian ini adalah balita usia 12-59 bulan di wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman DIY sebanyak 25 subjek. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Variabel bebas adalah pemberian intervensi ikan sebanyak 100 gram dengan frekuensi satu kali setiap hari selama 30 hari sedangkan varibel terikat adalah berat badan, tinggi badan, dan status gizi balita berdasarkan z-score TB/U. Analisis data dengan paired sampel t-test.Hasil: Ditemukan 44% balita berstatus gizi stunting pada awal penelitian. Setelah intervensi, terjadi penurunan persentase kejadian stunting menjadi 36%. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan tinggi badan (p=0,004) dan perbaikan status gizi berdasarkan Z-score (p=0,003) yang signifikan antara sebelum dan setelah intervensi. Namun, tidak demikian dengan berat badan yang tidak menunjukkan peningkatan antara sebelum dan setelah intervensi (p=0,982).Simpulan: Pemberian intervensi ikan sebanyak 100 gram dengan frekuensi satu kali setiap hari selama 30 hari dapat meningkatkan tinggi badan dan memperbaiki status gizi balita secara signifikan pada akhir intervensi. Kata Kunci: Balita; Stunting; Konsumsi Ikan; Protein
Pemberdayaan Remaja dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja Masruroh, Masruroh; Setyaningsih, Dewi; Rahayu, Puspito Panggih
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol6.iss1.318

Abstract

The phenomenon of sexual violence is increasingly prevalent and constitutes a serious issue in various countries. Sexual violence can affect both women and men, irrespective of age, and may occur in schools, communities, or public spaces. Each year, the incidence of sexual violence among adolescents continues to rise. The escalating cases of sexual harassment among adolescents each year are influenced by several factors, one of which is the inadequate knowledge and attitudes of adolescents. Therefore, it is essential to provide sexual health education to adolescents as a preventive measure against sexual violence. The method employed in this community engagement activity involves interactive participation accompanied by case-based discussions, question-and-answer sessions, as well as discussions conducted in the form of Focus Group Discussions (FGD) and educational sessions. As part of the evaluation process, pre-tests and post-tests related to the educational material will be administered to all participants. The outcomes of this activity indicate that participants have gained benefits, including additional knowledge and understanding regarding sexual violence and its prevention. Thus, aligning with the objective of the activity, it aims to empower the community, especially adolescents, in efforts to prevent sexual violence in their surrounding environment.
Sosialisasi Edukasi Jenis Pelayanan Terapi Komplementer dalam Mengatasi Nyeri Persalinan Kala I Nugrahaningtyas, Jacoba; Wijayanti, Heny Noor; Rahayu, Puspito Panggih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18277

Abstract

ABSTRAK Persalinan merupakan suatu proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari rahim ibu pada usia yang cukup bulan tanpa disertai penyulit. Dalam melewati persalinan ibu akan merasakan nyeri persalinan. Nyeri persalinan ini dapat menimbulkan kecemasan pada ibu, menyebabkan timbulnya hiperventilasi sehingga membuat kebutuhan oksigen ibu meningkat, kenaikan tekanan darah dan berkurangnya motilitas usus serta vesika urinaria. Keadaan ibu akan mempengaruhi kondisi ibu berupa kelelahan, rasa takut, khawatir dan menimbulkan stress, sehingga diperlukan upaya untuk dapat mengatasi nyeri persalinan yaitu dengan meningkatkan pemahaman ibu tentang cara mengatasi nyeri persalinan kala I dengan pelayanan terapi komplementer. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, dan pemahaman ibu tentang mengatasi rasa nyeri persalinan kala I dengan pelayanan terapi komplementer. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan, demonstrasi dan observasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024, dengan melibatkan dosen, mahasiswa  dan asisten bidan. Sasaran 13 orang ibu hamil trimester III di PMB Watik Subagyo. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata nilai pre test dari 13 responden sebesar 75 dengan kategori pengetahuan cukup, sedangkan rata-rata nilai post test sebesar 89 dengan kategori pengetahuan baik. Kegiatan pemberian edukasi ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin secara berkesinambungan hingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik dan menggunakan media yang lebih inovatif lagi dalam pemberian terapi komplementer sehingga dapat diaplikasikan secara mandiri oleh ibu hamil di rumah. Kata Kunci: Edukasi, Terapi Komplementer, Nyeri Persalinan  ABSTRACK Childbirth is the process of expelling the baby, placenta and amniotic membranes from the mother's womb at term without any complications. During the birth process, the mother will feel labor pain. This labor pain can cause anxiety in the mother, causing hyperventilation, thereby increasing the mother's need for oxygen, increasing blood pressure and reducing intestinal and bladder motility. The mother's condition will affect the mother's condition in the form of feelings of fatigue, fear, worry and stress, so efforts are needed to overcome labor pain, namely by increasing the mother's understanding of how to deal with first stage labor pain with complementary therapy services. The aim of this activity is to increase mothers' knowledge and understanding about managing first stage labor pain with complementary therapy services. The method used is by providing counseling, demonstration and observation. This service activity will be carried out in July 2024 involving lecturers, students and midwife assistants. The target is 13 third trimester pregnant women at PMB Watik Subagyo. The results obtained were that the average pre-test score of the 13 respondents was 75 in the sufficient knowledge category, while the average post-test score was 89 in the good knowledge category. It is hoped that this educational activity can be carried out routinely and continuously until there is a change in behavior for the better and using more innovative media in providing complementary therapy so that it can be applied independently by pregnant women at home. Keywords: Education, Complementary Therapy, Labor Pain
Perkembangan Anak Pra Sekolah pada Pre dan Post Stimulasi Yoga Kids Ceria, Inayati; Rahayu, Puspito Panggih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18537

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini merupakan masa golden age. Anak-anak di era digital tidak terlepas dari gadget dan TV. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat meningkatkan stressor pada anak. Yoga Kids merupakan terapi holistic yang khusus dirancang untuk anak-anak dengan latihan gerakan yang indah dalam meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan koordinasi tubuh melalui cara yang menyenangkan dengan kreasi permainan sesuai usia anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan anak pra sekolah pada pre dan post dilakukannya stimulasi Yoga Kids. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain Quasy Eksperimental pre-post test. Tempat penelitian di TK Mekar Siwi Kecamatan Depok, Sleman DIY, menggunakan total sampling sebanyak 28 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai positif rank = 10, nilai Z score -3,162, nilai p-value = 0,002 (< 0,05). Terdapat perbedaan perkembangan positif dan signifikan antara pre dan post stimulasi yoga kids pada anak pra sekolah
Pelvic rocking exercise pada ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan Nugrahaningtyas, Jacoba; Wijayanti, Heny Noor; Rahayu, Puspito Panggih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.787

Abstract

Background: Labor begins when uterine contractions occur or often called HIS and women release mucus mixed with blood, this happens because the cervix begins to open. Problems in the first stage in Indonesia are still widely found, including prolonged labor of 42.96% which is one of several causes of maternal and newborn death. The consequences that will arise for mothers with a long first stage include premature rupture of membranes, uterine rupture, pelvic floor injuries, and dehydration. Midwives can overcome labor pain in order to shorten the time of labor by providing complementary therapy to mothers in labor. Complementary therapy is a therapy that complements and enhances conventional therapy. Purpose: To determine the effect of pelvic rocking exercises on mothers in labor on the length of the first stage of labor. Method: Quantitative research with a quasi-experimental design. The population in this study were all maternity visits, both primipara and multipara, at the independent practice of midwife Wati Subagyo which were carried out in July - August 2024. The population in this study were primigravidarum mothers with a sample size of 20 participants divided into 2 groups, namely intervention and control. Data analysis of characteristics using the chi square test and statistical tests using the Independent T test. Results: The test of the length of the first stage of labor with treatment showed a p value of more than 0.05, so Ho was accepted, in other words, all treatments were not accepted and all treatments were the same. Conclusion: There is no significant effect of the mother's pelvic rocking movements on the length of the first stage of labor.   Keywords: Mother Giving Birth; Opening I Period; Pelvic Rocking.   Pendahuluan: Persalinan dimulai bila timbul kontraksi uterus atau sering disebut HIS dan wanita mengeluarkan lendir yang bercampur darah, hal ini terjadi karena servik mulai membuka. Permasalahan pada kala I di Indonesia, masih banyak ditemukan diantaranya adalah partus lama sebesar 42.96% yang merupakan salah satu dari beberapa penyebab kematian ibu dan bayi baru lahir. Akibat yang akan timbul bagi ibu dengan kala I lama yaitu diantaranya ketuban pecah dini, ruptur uteri, cedera dasar panggul, dan dehidrasi. Bidan dapat mengatasi rasa nyeri persalinan guna mempersingkat waktu persalinan dengan memberikan terapi komplementer pada ibu bersalin. Terapi komplementer merupakan terapi yang bersifat melengkapi dan menyempurnakan terapi konvensional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelvic rocking exercise pada ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kunjungan persalinan, baik primipara maupun multipara di tempat praktik mandiri bidan (TPMB) Wati Subagyo, dilaksanakan pada dari bulan Juli - Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu primigravidarum dengan jumlah sampel sebanyak 20 partisipan, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu intervensi dan kontrol. Analisis data untuk karakteristik menggunakan uji chi square dan pada uji statistik menggunakan T Independent test. Hasil: Uji lama persalinan kala 1 dengan perlakuan, menunjukkan bahwa p-value lebih dari 0.05, maka Ho diterima, dengan kata lain semua perlakuan tidak diterima dan semua perlakuan adalah sama. Simpulan: Tidak ada pengaruh yang signifikan gerakan pelvic rocking ibu bersalin terhadap lama kala I dalam persalinan.   Kata Kunci: Ibu Bersalin; Lama Kala I; Pelvic Rocking.
Pemberdayaan Remaja dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja Masruroh, Masruroh; Setyaningsih, Dewi; Rahayu, Puspito Panggih
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol6.iss1.318

Abstract

The phenomenon of sexual violence is increasingly prevalent and constitutes a serious issue in various countries. Sexual violence can affect both women and men, irrespective of age, and may occur in schools, communities, or public spaces. Each year, the incidence of sexual violence among adolescents continues to rise. The escalating cases of sexual harassment among adolescents each year are influenced by several factors, one of which is the inadequate knowledge and attitudes of adolescents. Therefore, it is essential to provide sexual health education to adolescents as a preventive measure against sexual violence. The method employed in this community engagement activity involves interactive participation accompanied by case-based discussions, question-and-answer sessions, as well as discussions conducted in the form of Focus Group Discussions (FGD) and educational sessions. As part of the evaluation process, pre-tests and post-tests related to the educational material will be administered to all participants. The outcomes of this activity indicate that participants have gained benefits, including additional knowledge and understanding regarding sexual violence and its prevention. Thus, aligning with the objective of the activity, it aims to empower the community, especially adolescents, in efforts to prevent sexual violence in their surrounding environment.
Efektifitas Pemberian Aloe Vera Untuk Mengurangi Strae Gravidarum Kehamilan Pada Ibu Hamil Pradita, Rossalia; Rahayu, Puspito Panggih; Arintasari, Farida
Winayaka - Jurnal Sosial Humaniora Vol 3 No 1 (2025): Winayaka (Juli 2025)
Publisher : Ganesha Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sendiri ibu hamil yang mengalami Striae Garvidarum yaitu mencapai 95% dengan tingkatan yang bervariasi karena masih sedikitnya edukasi kesehatan bagi wanita yang sedang hamil sehingga mereka kurang tepat dalam melakukan penanganan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Aloe Vera pada ibu hamil di Posyandu Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Metode : Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode Quasi- experiment dengan pendekatan non equivalent control group pretest-posttest design. Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok, yaitu 1 kelompok intervensi dan 1 kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan gel Aloe Vera selama 2 minggu sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil didessa Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis bivariat dengan Uji Mann Whitney. Hasil dan kesimpulan didapatkan hasil usia ibu hamil tidak beresiko sebanyak 81,08%, sedangkan 18,91% usia beresiko. Paritas responden mayoritas adalah multipara sebanyak 64,86%, sedangkan 35,13% paritas responden adalah primipara. Hasil uji Paired T-tes menunjukan bahwa dengan probabilitas/tingkat signifikansi 0,000 (p value<0,05), maka kedua rata-rata populasi adalah tidak identik (rata-rata nilai pretest dan posttest berbeda secara nyata).
Optimalisasi Peran Masyarakat Melalui Penerapan Therapy Komplementer Dalam Mengoptimalkan Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita Pradita, Rossalia; Arintasari, Farida; Rahayu, Puspito Panggih
Wigneswara - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Wigneswara (Juli 2025)
Publisher : Ganesha Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma pelayanan kebidanan saat ini telah mengalami pergeseran, asuhan kebidanan dilaksanakan dengan mengkombinasikan pelayanan kebidanan konvensional dan komplementer.Salah satu contoh masyarakat beralih untuk memberikan pengobatan ke balitadenganMassage Therapydalam bentuk Stimulation Massage. Stimulation Massage dilakukan dengan caramemberikan usapan berupa tekanan dan teknik yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan, yang bertujuan untuk penyembuhan dan rilaksasi.Massage therapybagi balita sangat berperan sebagai immune booster(kekeblan tubuh) terhadap strees. Stress ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan system immune dan system hormone, dengan memberikan massage secara rutin dapat membantu menurunkan strees pada balita, sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh yang dapat mempengaruhi peningkatan status gizi menjadi lebih optimal. Permasalahan Mitra :Setiap orang tua mengharapkan anaknya memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tercapainya pertumbuhan dan perkembanganyang optimal merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor salah satunya dengan stimulasi. Pijat bayi sebagai seni perawatan kesehatan pada bayi dengan terapi sentuh dengan teknik tertentu sehingga bermanfaat sebagai pengobatan. Pijat bayi dapat mempengaruhi sistem saraf dari tepi sampai ke pusat, tekanan pada reseptor saraf di kulit menyebabkan pelebaran vena,arteri dan kapiler yang akan menghambat penyempitan, melemaskan ketegangan otot, melambatkan detak jantung dan meningkatkan gerakan usus di saluran cerna. Pemijatan yang dilakukan dengan benar dan teratur akan sangat besar manfaatnya bagi tumbuh kembang bayi sehingga mempengaruhi status gizi. Masyarakat luas saat ini sudah mulai beralih dari pengobatan modern (medis) ke pengobatan komplementer.Salah satu contoh masyarakat beralih untuk memberikan pengobatan ke balitanya dalam bentuk stimulasi dengan Massage Therapydalam bentuk Stimulation Massage. Stimulation massage dilakukan dengan cara memberikan tekanan dan tekhnik yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan, yang bertujuan untuk penyembuhan dan rilaksasi. Solusi yang ditawarkan: Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan balita di padukuhan Krodan dibentuk gerakan MASTER melalui peningkatan edukasi tentang pertumbuhan dan perkembangan pada balita serta ketrampilan masyarakat padukuhan Krodanadalah dengan pemberian penyuluhan dan pelatihan . Sasaran peserta adalah kader balita dan ibu yang memiliki balita usia 1 – 60 bula
Pendidikan kesehatan tentang terapi komplementer pada anak balita dalam meningkatkan kesehatan Wijayanti, Heny Noor; Rahayu, Puspito Panggih; Putri, Lusiana
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i3.2107

Abstract

Permasalahan pada anak balita saat ini tidak hanya pada masalah gizi saja tetapi juga pertumbuhan dan perkembangan juga perlu diperhatikan. Hal ini masih menjadi focus perhatian pemerintah Indonesia. Banyak upaya yang bisa dilakukan baik secara konvensional maupun tradisional, salah satunya yaitu dengan pemberian terapi komplementer untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta sikap dasar dalam upaya mengatasi permasalahan yang dialami pada anak balita, dengan harapan dapat diimplementasikan ibu balita dirumah. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di Padukuhan Karangwuni Caturtunggal pada bulan Juli-Agustus 2023 dengan menggunakan kombinasi beberapa metode yaitu metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Kegiatan ini dihadiri 16 peserta ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan, kader posyandu dan ibu dukuh. Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari kenaikan nilai rata-rata dari pre test 30 menjadi 90,67 saat post test. Peserta sangat antusias dan puas untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan ibu balita dalam terapi komplementer dan praktik pijat bayi, sehingga dihrapakan dapat memberikan kontribusi terhadapat status kesehatan anak balita
Peran Bidan Dalam Pencegahan Infeksi Saluran Reproduksi Melalui Pendekatan Promotif dan Preventif Puspito Panggih Rahayu
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bidan dalam pencegahan infeksi saluran reproduksi (ISR) melalui pendekatan promotif dan preventif, serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap peningkatan kesehatan reproduksi perempuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilakukan melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber akademik terbaru berupa artikel ilmiah, buku, dan laporan resmi yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran dan analisis dokumen yang berfokus pada praktik promotif, preventif, serta penerapan protokol pencegahan infeksi di berbagai konteks pelayanan kebidanan. Analisis data dilakukan dengan tahapan identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan berperan penting dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, serta memastikan kepatuhan terhadap protokol pencegahan infeksi, baik dalam konteks umum maupun spesifik seperti HIV dan COVID-19. Peran bidan juga terbukti memperkuat sistem kesehatan melalui edukasi berbasis komunitas dan penerapan pendekatan empatik yang sensitif terhadap budaya. Temuan ini memperkaya teori health promotion model dan community-based midwifery dengan menegaskan pentingnya integrasi peran edukatif bidan dalam kebijakan kesehatan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan bidan dan dukungan kebijakan berkelanjutan merupakan kunci dalam menekan angka infeksi reproduksi. Studi selanjutnya disarankan mengeksplorasi praktik pencegahan ISR berbasis partisipatif untuk memperkuat penerapan di lapangan.