Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EVALUASI KEYAMANAN TERMAL DENGAN MODEL STATIS PADA KANTIN KAMPUS UNIVERSITAS ICHSAN GORONTALO Siola, Amru; Apriyanto, Bambang
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 9 No. 2 (2021): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v9i2.252

Abstract

Abstrak: Evaluasi Keyamanan Termal Dengan Model Statis Pada Kantin Kampus Universitas Ichsan Gorontalo. Bangunan berfungsi sebagai penyedia ruang untuk menunjang aktivitas manusia. Aktivitas manusia dapat terlaksana secara baik melalui pemenuhan ruang yang nyaman. Kenyamanan didefinisikan sebagai suatu kondisi tertentu yang dapat memberikan sensasi yang menyenangkan, khususnya bagi pengguna bangunan. Saat ini, eksistensi kantin atau cafe di Gorontalo semakin berkembang dan tumbuh pesat di Kota Gorontalo, seperti kedai, warung, coffee shop, dan cafe. Desainnya yang direfleksikan juga beragam seperti desain ruang dalam, ruang luar, dan ruang semi outdoor yang berfungsi sebagai tempat berkumpul sehingga kenyamanan termal pada kantin sangatlah penting. Kombinasi secara tepat beberapa variabel dapat menciptakan kenyamanan termal di dalam bangunan. Fokus penelitian adalah kenyamanan termal kantin kampus Universitas Ichsan Gorontalo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi lapangan yang memanfaatkan alat pengukur temperatur dalam dan luar ruangan, pergerakan udara, kelembaban, dan temperatur lingkungan. Hasil pengukuran dijabarkan dalam bentuk grafik dan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif. Karakteristik lingkungan termal menunjukkan bahwa suhu udara pada jam 09.00 masih dalam tahap normal, namun ada peningkatan pada jam 10.00 (jam istirahat sesi pertama). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lingkungan termal berada pada suhu minimum 30,9°C dan suhu maksimumnya 32,3°C. Hal itu mengindikasikan bahwa suhu udara telah melewati ambang batas nyaman, yaitu 31°C. Kata Kunci: Evaluasi, Kenyamanan Termal, Model Statis, Ruang Semi Outdoor, Kantin Kampus. Abstract: Evaluation Of Thermal Comfort Using Static Model At Campus Canteen Of Universitas Ichsan Gorontalo. A building functions as a space provider to support human activities. The fulfillment of a comfortable space helps humans in carrying out activities properly. Comfort means a specific condition that can provide a pleasant sensation, especially for building users. Currently, the existence of a canteen or cafe in Gorontalo has been increasing rapidly in Gorontalo City, such as shops, stalls, coffee shops, and cafes. They reflect in a variety of designs, such as indoor spaces, outdoor spaces, and semi-outdoor spaces that function as gathering places so that thermal comfort in a canteen is very significant. The right combination of several variables can create thermal comfort in the building. The research focus is the thermal comfort at the campus canteen of Universitas Ichsan Gorontalo. The research method applies field observation using indoor and outdoor temperature measuring instruments, air movement, humidity, and ambient temperature. The measurement results are described in graphs and elaborated in a quantitative descriptive method. The characteristics of the thermal environment show that the air temperature at 09.00 is categorized as at the normal stage, but there is an increase at 10.00 (first session break). The results show that the characteristics of the thermal environment were at a minimum temperature of 30.9°C and a maximum temperature of 32.3°C. This indicates that the air temperature has passed the comfortable threshold, which is 31°C. Keywords: Evaluation, Thermal Comfort, Static Model, Semi Outdoor Room, Campus Canteen.
PENGARUH PENGGUNAAN DINDING PAPAN TERHADAP LINGKUNGAN TERMAL RUMAH ADAT DULOHUPA KOTA GORONTALO Siola, Amru; Haisah, St.; Saman, Satar
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengaruh Penggunaan Dinding Papan Terhadap Lingkungan Termal Rumah Adat Dulohupa Kota Gorontalo. Dinding merupakan elemen bangunan yang diharapkan dapat merespon faktor iklim dan lingkungan, sebagai alat untuk memanipulasi iklim mikro, sehingga tercipta kenyamanan. Fokus penelitian adalah pada masalah termal, yang berkaitan dengan pengaruh dinding papan terhadap lingkungan termal rumah adat Dulohupa, agar di ketahui sejauh mana pengaruh dinding terhadap pelepasan panas kedalam ruang, Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat ukur termokopel, anemometer, termometer dan humidity sebagai alat bantu ukur dalam mengukur temperatur permukaan dinding dalam dan luar, pergerakan udara, kelembaban dan temperatur lingkungan. Hasil pengukuran suhu pada Rumah Adat Dulohupa Kota Gorontalo ada ruang yaitu ruang teras depan, ruang tamu/keluarga dan ruang kamar, untuk ruang kamar 03 dan kamar 04 suhu udara tertinggi terjadi pada pukul 13.00 WITA dengan suhu 31,02 °C. dan suhu terendah yaitu 30,07 °C. pada pukul 07.00 WITA. Hasil simulasi dengan menggunakan software autodesk Ecotect pada rumah adat Dulohupa, yaitu suhu tertinggi didapatkan pada jam 11.00– 12.00 sebesar 36,1 °C sedangkan diluar bangunan 35,3 °C dan sedikit megalami penurunan pada jam 13.00-14.00 sebesar 36,00 °C namun di luar bangunan mengalami kenaikan yaitu 35,7 °C. Jadi meskipun temperatur diluar bangunan tinggi namun temperatur didakam bangunan tetap rendah. Kata kunci: Dinding Papan; Kenyamanan Termal; Termal Lingkungan; Rumah Adat Dulohupa. Abstract: The Effect Of Board Walls Use On The Dulohupa Traditional House Thermal Temperature In Gorontalo City. The wall is a building element expected to respond to climatic and environmental factors as a tool to manipulate the microclimate for comfort. This research focuses on the thermal problem related to the effect of the board walls on the thermal environment of the Dulohupa traditional house, aiming to find the effect of wall use on heat release into the room. This study utilizes a thermocouple, anemometer, thermometer, and humidity for measuring inner and outer walls' surface temperatures, air movement, humidity, and ambient temperature. This research explains that the Dulohupa Traditional House has rooms, namely a front terrace, living/family room, and bedroom. Rooms 03 and 04 have the highest air temperature of 31.02°C, occurring at 13.00 WITA (Central Indonesia Time). The lowest is 30.07°C at 07.00 WITA. The simulation by the Autodesk Ecotect software indicates the highest of 36.1°C at 11.00-12.00. Its outside temperature is 35.3°C. It slightly decreases to 36.00°C at 13.00-14.00. However, there has a temperature increase of 35.7°C outside. The temperature inside remains low even though the outside is high. Keywords: board wall; thermal comfort; environmental thermal; Dulohupa traditional house
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA SPASIAL PERMUKIMAN SUKU BAJO DI DESA TOROSIAJE LAUT Saman, Satar; Siola, Amru
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 11 No. 1 (2023): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v11i1.380

Abstract

This research aims to determine the factors that influence spatial settlement patterns, because a deep understanding of these factors can help in the planning and management of sustainable coastal areas. Settlement area, is a place to live and a place to carry out activities to support the lives of its inhabitants, namely the relationship between humans and humans, with nature and with their creator. This research uses a rationalistic method, the analysis is done in qualitative description. The number of samples in this study were: 30 residential units of the Bajo tribe, from the total population of 112 residential units of the Bajo tribe that were found (remaining). Factors affecting the spatial pattern of settlements in the Bajo Tribe of Torosiaje Laut village, Poguwato district, the existence of geometric patterns that stand out in the main bridge network and the mass order of buildings is inseparable from natural factors in the form of the sea or tides. Patterns are seen in the mass order and network of main bridges and divider bridges. There is a short branching pattern. The smallest network is within the settlement area. Linear patterns are seen in the building mass order and bridge network in the eastern region, while the organic pattern factor is seen in the building mass order, and the connecting bridge network that develops due to spontaneity and irregularity of the building mass due to lack of planning.
Metacommunication in public discourse: A case study of the utterance of 'Stupid Worldwide' by Ahmad Sahroni Rusli, Rusli; Fatra, Emil; Siola, Amru; Manguma, Thiara Tri Funny
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 7 (2025): July 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i7.717

Abstract

This study aims to analyze how metacommunication works in the case of the worldwide stupid speech controversy by Ahmad Sahroni related to the dissolution of the House of Representatives of the Republic of Indonesia. The remark gained public attention not because of the substance of the message about the danger of dissolving the House of Representatives, but because of the choice of words that were considered rude and inappropriate to be uttered by a state official. This research uses a qualitative approach with a case study method through the analysis of critical discourse on statement texts, media reports, and public interaction on social media. The results show that the metacommunication aspect, especially diction and delivery style, is more dominant in shaping public perception than the substance of political messages. Media framing that highlights the world's stupid diction and virality on social media magnifies the resonance of controversy, making it a digital popular culture phenomenon. This controversy not only impacts Sahroni's personal image but also has implications for the institutional delegitimization of the House of Representatives, further deepening the crisis of public trust. Thus, this study confirms that in political communication in the digital age, legitimacy is not only determined by substantive performance, but also by the way elites choose words and communication styles, as well as how their messages are perceived and reproduced in the media space.
Pola Hunian Suku Bajo Di Desa Torosiaje Laut Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Saman, Satar; Siola, Amru
JARI: Journal of Architecture, Research and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jari.v1i2.1620

Abstract

Permukiman Suku Bajo di Desa Torosiaje Laut, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dikenal sebagai masyarakat maritim yang memiliki pola hunian unik dan berakar kuat pada budaya laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola permukiman, konfigurasi ruang, serta hubungan antara budaya dan bentuk hunian Suku Bajo. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan observasi lapangan, penelitian ini menemukan bahwa pola hunian masyarakat Bajo sangat dipengaruhi oleh kedekatan mereka dengan laut sebagai pusat kehidupan. Rumah-rumah panggung di atas laut disusun membentuk pola linier dan menyatu dengan jalur sirkulasi berupa jembatan kayu. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pola hunian Suku Bajo mencerminkan adaptasi ekologis dan sistem sosial-komunal yang khas dan lestari.
Perancangan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang Di Kabupaten Sidenreng Rappang Dengan Pendekatan Arsitektur Modern Fauzan, M. Daviq; Siola, Amru; Arifuddin, Arifuddin
Venustas Vol 1 No 1 (2021): November
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.187 KB) | DOI: 10.37195/venustashome.v1i1.65

Abstract

Perancangan ini bertujuan 1) untuk mengetahui konsep makro dan mikro dalam, merancang Universitas Ichsan Sidenreng Rappang di Kabupaten Sidenreng Rappang dengan pendekatan Arsitektur modern 2) untuk mengetahui desain dan penerapan dari segi kenyamanan dan stuktur dengan pendekatan Arsitektur Modern, 3) untuk mewujudkan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang di Kabupaten Sidenreng Rappang dengan pendekatan Arsitektur modern dan menjadikan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang yang dapat mewadahi masyarakat Sidenreng Rappang dan sekitarnya untuk melanjutkan Pendidikan Tinggi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam perancangan ini melalui pengambilan data primer yang memerlukan beberapa metode, pengamatan (observasi) yakni pengamatan kondisi eksternal maupun internal, masalah dan potensi objek rancangan serta melalui pengambilan data sekunder dengan melakukan studi literatur dan dokumen-dokumen sebagai penunjang dalam perancangan. Hasil Perancangan ini berada pada kawasan strategis yang sesuai dengan RTRW Kabupaten Sidenreng Rappang yakni di Kecamatan Arawa
Penataan Kawasan Wisata Danau Teratai Di Boalemo Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Rauf, Suleman; Siola, Amru; Haisah, ST
Venustas Vol 1 No 1 (2021): November
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.436 KB) | DOI: 10.37195/venustashome.v1i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, merencanakan dan merancang konsep penataan Kawasan Wisata Telaga Teratai di Boalemo sesuai dengan fungsi utamanya sebagai tempat rekreasi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara olehmemanfaatkan keindahan alam danau dan tanaman teratai sebagai objek wisata. Penelitian dilakukan di Kecamatan Boalemo Kecamatan Dulupi dengan mengumpulkan data terkait yaitu review dari jumlah wisatawan baik lokal maupun asing, tinjauan fasilitas yang mendukung kegiatan wisata dan langsung pengamatan objek terkait untuk dijadikan bahan analisis dalam Penataan Danau Teratai Kawasan Wisata di Boalemo. Kurangnya fasilitas yang menunjang dan menunjang kegiatan pariwisata serta semakin banyaknya pengunjung yang datang ke Danau merupakan faktor pendukung kegiatan Perencanaan dan Penataan Kawasan Wisata Danau. Penampilan bangunan ini dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain hasil analisis situs yang menimbulkan zonasi pada tapak yang kemudian disesuaikan dengan kondisi alam dan ekologi di sekitarnya konsep desain arsitektur yang akan diterapkan baik pada tampilan bangunan maupun dari segi penataan daerah. Bentuk dasar bangunan di kawasan ini banyak mengambil bentuk persegi untuk ruang efisiensi. Pendekatan konsep arsitektur ekologi untuk menciptakan integrasi antara bangunan, manusia dan lingkungan alam sekitar sehingga akan tercipta kenyamanan dan keberlanjutan wisata danau daerah.
Pengembangan Kawasan Benteng Orange Sebagai Wisata Edukasi Di Kabupaten Gorontalo Utara Dengan Pendekatan Arsitektur Humanis L. Yahya, Zulman; Siola, Amru; Arifuddin, Arifuddin
Venustas Vol 1 No 1 (2021): November
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.388 KB) | DOI: 10.37195/venustashome.v1i1.71

Abstract

Benteng orange ini merupakan benteng yang terletak di Kecamatan Talumelito, Kabupaten Gorontalo Utara yang berada tepat di atas bukit. Pada benteng orange terdapat beberapa zonasi antara lain, zona inti 0.31 ha, zona penyangga 2.98 ha, zona pengembang 8.76 ha dan zona penunjang 68.54 ha. Dalam hal ini yang bisa dikembangkan dan ditata kembali hanya pada zona pengembang dan zona penunjang, dikarenakan zona inti dan zona penyangga merupakan area vital yang tidak dapat disentuh ataupun di kembangkan. Perancangan ini bertujuan untuk menata dan mengelola lokasi dan site pada kawasan banteng orange, mendesain penempatan bangunan dan tata massa yang terbaik dan menarik serta untuk dapat menerapkan konsep Arsitektur Humanis pada Pengembangan kawasan banteng orange sebagai wisata edukasi. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, dilaksanakan dengan mengumpulkan kemudian melakukan analisa data untuk memperoleh konsep perencanaan dan perancangan. Hasil perancangan pengembangan kawasan benteng orange ini mengambil zona pengembangan dan penunjang dengan luas site terpilih 8.00 ha dan terbagi 3 zoning/zona: publik, semi publik dan privat yang diantarnya meliputi: (publik) Jalur masuk ke site, Sclupture, pos jaga dan loket, parkir, gedung utama pameran, area camping dan dermaga; (semi publik) gedung masjid dan gedung perpustakaan; (privat) gedung pengelola dan gedung ME. Dalam perancangan ini memakai pendekatan Arsitektur Humanis yang mempertimbangan aspek kebutuhan dasar manusia dalam hal ini pengunjung dalam perancangan kawasan benteng orange ini.
PERANCANGAN MEDICAL CENTRE DI KOTA GORONTALODENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Anjelina Ismail, Mery; Siola, Amru; Tamrin, Moh. Muhrim
Venustas Vol 1 No 2 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.941 KB) | DOI: 10.37195/venustashome.v1i2.182

Abstract

Medical Centre adalah satu bangunan yang berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan. Perancangan MedicalCentre di Kota Gorontalo ini dispesialisasikan untuk kategori penyakit dalam dengan menerapkan pendekatanarsitektur ekologi pada rancangan bangunan. Perancangan ini sebagai bentuk upaya promotif dan preventif, agarpenduduk usia produktif yang berada di Kota Gorontalo dapat tetap produktif dan sehat saat memasuki usia nonproduktif, mengingat banyaknya penderita penyakit dalam di Kota Gorontalo. Penerapan Arsitektur Ekologi padaperencanaan Medical Centre menjadi salah satu alternatif bagi dunia kesehatan sebagai salah satu upayapercepatan proses penyembuhan pasien. Data-data pada perancangan ini diperoleh dengan cara observasi,dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Dari data-data yang diperoleh kemudian akan menghasilkan desainrancangan Medical Centre sesuai dengan yang diinginkan. Tahapan setelah pengumpulan data yang dilakukanyaitu pembuatan konsep desain arsitektur ekologi. Berdasarkan konsep tersebut, kemudian akan menghasilkangambar desain Medical Centre.
PUSAT BUDAYA BOLAANG MONGONDOW DI KOTA KOTAMOBAGU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR Labosang, Irfandi; Siola, Amru; Arifuddin, Arifuddin
Venustas Vol 1 No 2 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.942 KB) | DOI: 10.37195/venustashome.v1i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) lokasi atau site sesuai dengan perancangan Pusat Budaya, (2)konsep arsitektur vernakular yang sesuai dengan Perancangan Bangunan Pusat Budaya, dan (3) bentuk bangunanyang memiliki citra sebagai bangunan Pusat Budaya. Metode yang digunakan yaitu Pendekatan ArsitekturVernakular. Arsitektur vernakular adalah Terbentuk oleh tradisi turun temurun tetapi terdapat pengaruh dari luarbaik fisik maupun non-fisik, bentuk perkembangan arsitektur tradisional. Berdasarkan hasil penelitian dari nilaipembobotan, site yang terpilih untuk lokasi perancangan Pusat Kerajinan Batik di Kota Kotamobagu adalahalternatif 1 yaitu : terletak jalan paloko kinalan, Kelurahan Kotabangon Kecamatan Kotamobagu Timur. PrinsipArsitektur Vernakular pada konsep bangunan yaitu Berkembang setiap waktu untuk merefleksikan lingkungan,budaya dan sejarah dari daerah dimana arsitektur tersebut berada. Transformasi dari situasi kultur homogen kesituasi yang lebih heterogen. Transformasi dari situasi kultur homogen ke situasi yang lebih heterogen. Bentukbangunan yang memiliki citra sebagai sarana yang dapat mewadahi minat dari masyarakat Kota kotamobagu dibidang ilmu pengetahuan, khususnya bidang sektor parawisata dan kebudayaan. Selain itu, dengan adanyaPerancangan Pusat Budaya ini dapat memberikan alternatif lain bagi masyarakat dalam bidang pariwisata yangjuga bersifat edukatif yang saat ini jarang di temui di Bolaang Mongondow.