Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisa Kelayakan Proyek Pembangunan Gedung Parkir Di Kawasan Pasar Raya Kota Solok Febrian, Viky; Purnawan, Purnawan; Yosritzal, Yosritzal
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v9i2.508

Abstract

Kawasan Pasar Raya terletak pada daerah pusat kegiatan Kota Solok. Kawasan ini merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi masyarakat. Banyaknya pengunjung tidak disertai dengan penyediaan fasilitas parkir yang memadai serta fasilitas parkir badan jalan yang tidak sesuai aturan. Oleh karena itu perlu pembangunan gedung parkir di kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial pembangunan gedung parkir Kota Solok. Metode yang digunakan adalah menghitung NVP, BCR, IRR Payback Periode dan analisa sensitivitas dengan skenario tarif flat dan tarif progresif. Kedua skenario tersebut dikatakan layak karena nilai NVP positif, (BCR>1) dan IRR lebih dari tingkat suku bunga 4,87%. Analisa sensitivitas untuk skenario tarif flat tidak layak apabila terjadi peningkatan biaya konstruksi hingga 80%, peningkatan tingkat suku bunga diatas 8% dan penurunan pengguna parkir hingga 40%. Sedangkan Analisa sensitivitas tarif progresif tidak layak ketika terjadi peningkatan tingkat suku bunga di atas 12% dan tetap layak walaupun terjadi peningkatan biaya konstruksi hingga 100% atau penurunan pengguna parkir hingga 50%. Berdasarkan hasil analisa di atas direkomendasikan pembangunan Gedung Parkir lokasi eksisting yang ada dengan luas bangunan 5.866 m² yang dibagi menjadi 3 lantai. Lantai 1 merupakan parkir motor dengan jumlah 2.250 SRP serta lantai 2 dan 3 merupakan parkir mobil dengan jumlah 348 SRP.
Simulasi Evakuasi Tsunami bagi Pejalan Kaki di Kawasan Ulak Karang - Lolong Kota Padang Afioni, Nurul Qori; Yosritzal, Yosritzal; Junaidi, Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i3.9414

Abstract

Mengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar dan tenaga pendidik yang tinggal di kawasan pesisir, maka diselenggarakan kegiatan simulasi evakuasi tsunami sebagai upaya edukasi dan pelatihan dini. Salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah simulasi evakuasi tsunami bagi pejalan kaki. Kegiatan ini berlangsung di Kawasan Lolong-Ulak Karang, Kota Padang, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya kelompok usia sekolah dasar dan tenaga pendidik. Sebelum simulasi dimulai, para peserta diberikan arahan mengenai prosedur evakuasi saat terjadi gempa bumi. Materi yang disampaikan mencakup tata cara perlindungan diri ketika terjadi guncangan hebat yang tidak memungkinkan untuk bergerak, serta langkah-langkah evakuasi yang harus dilakukan ketika situasi sudah memungkinkan untuk berpindah ke tempat yang lebih aman. Simulasi ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Para peserta dapat memahami dengan baik prosedur evakuasi, serta menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Hasil dari kegiatan ini dapat digunakan sebagai bahan edukasi dan pedoman bagi pejalan kaki dalam menghadapi situasi darurat bencana gempa bumi dan tsunami. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat, khususnya kelompok rentan, dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat di kawasan pesisir Kota Padang semakin siap dan tanggap terhadap potensi bencana. Edukasi dini seperti ini sangat penting dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam di masa mendatang.
Analysis of Factors Affecting the Quality Achievement of Road Preservation Work on the Long Segment Scheme of National Roads in West Sumatra Gusman, Gusman; Yossyafra, Yossyafra; Yosritzal, Yosritzal
ASTONJADRO Vol. 14 No. 3 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i3.18021

Abstract

The long segment road preservation scheme represents the government's effort to achieve strategic objectives for well-maintained roads and standards across the segments. Initially, all national road maintenance programs were implemented through self-management by individual road segment managers or Project Implementation Units (PPK), utilizing a conventional contract system executed periodically and focusing solely on the primary works for the effective road length. Routine maintenance of functional lengths was conducted by service users through self-management. Currently, the long segment road preservation scheme is set to replace conventional/self-management contracts, with the expectation of addressing longstanding issues. However, in practice, the implementation of the long segment road preservation projects still encounters challenges, as evidenced by instances of project delays resulting in penalties, substandard construction quality, and overdue project completion. Therefore, this research aims to identify the variables influencing the quality achievement of the long segment road preservation scheme and to ascertain which factors have the most significant impact. Utilizing the Delphi method, we gathered experts with relevant expertise in national road preservation under the long segment scheme in West Sumatra and collected their opinions. Based on the results of our survey, the factors deemed most significant by the experts affecting the quality achievement of the long segment road preservation are material factors, followed by equipment factors, quality testing standards, labor factors, and finally, work method factors. Consequently, several aspects warrant attention in future long segment road preservation projects to ensure quality achievement, including: (1) Utilizing materials that meet quality requirements, (2) Ensuring the suitability of the heavy equipment used, (3) Conducting regular calibrations of the Asphalt Mixing Plant (AMP) and other quality testing equipment, (4) Enhancing labor skills through various training programs, and (5) Adjusting work methods to align with other quality standards.
Road Damage Analysis using PCI and SDI Methods and Types Repair Putri, Elsa Eka; Jamal, Riko; Yosritzal, Yosritzal
CIVED Vol. 10 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i3.20

Abstract

The By-Pass Pariaman road section is a National Road under the authority of the West Sumatera National Road Implementation Agency with road section number N.048 with a length of 3.600 meters with the starting point of the “simp. IV Jati” and the ending point of the “simp. Apar”. In this study, an analysis of road damage conditions was carried out using PCI method and SDI method with the results: PCI method for the “simp. IV Jati – simp. Apar obtained that the most dominant percentage is good 40%, for the “simp. Apar – simp. IV Jati” the most dominant percentage is fair 36%. The SDI method for the “simp. IV Jati – simp. Apar” is good at 56%, medium at 30%, lightly damaged at 14% and heavily damaged at 0%, with a steady condition percentage of 86% and 14% unstable. The value of the road condition of the “simp. Apar – simp. IV Jati” is good at 47%, medium at 20%, lightly damaged at 33%, heavily damaged at 0%, with a steady condition percentage of 67% and unstable at 33%. For this type of road repair with PCI method for “simp. IV Jati – simp. Apar” is 2.200 meters of routine maintenance and 1.400 meters of periodic maintenance. The “simp. Apar – simp. IV Jati” can be routinely maintained for 2.000 meters and periodic maintenance for 1.600 meters. Road repairs with SDI method are generated for the “simp. IV Jati – simp. Apar” is 3.100 meters of routine maintenance and 500 meters of periodic maintenance. The “simp Apar – simp. IV Jati can be routinely maintained for 2.400 meters and regular maintenance for 1.200 meters.
Evaluation of Road Pavement Performance and Conditions Simp. Duku (Ketaping) – Pariaman Section Yosritzal, Yosritzal; Kurniawan, Aidil; Putri, Elsa Eka
CIVED Vol. 10 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i3.21

Abstract

Road section Simp. Duku (Ketaping) - Pariaman is one of the strategic routes in the area of ​​West Sumatra Province. This road section has the potential to be developed because it is a fast lane to the Minangkabau International Airport and the City of Padang as the center of government for the Province of West Sumatra. This study aims to determine the performance of the Simp. Duku (Ketaping) – Pariaman seen from the level of service which refers to MKJI 1997 and the value of road pavement conditions at STA 16+420 to STA 20+500 refers to the PCI (Pavement Condition Index). From the research results for the Performance of Jalan Simp. Duku (Ketaping) - Pariaman is at service level D (0.91 <93) during peak hours (17-00 to 18.00 WIB). Meanwhile, from the analysis conditions of Pavement use the Pavement Condition Index (PCI) method, a PCI value of 53.69 was obtained, which means that the pavement condition was generally poor, dominated by grain ejection damage (63.23%) and crocodile skin crack damage (20.75%). ). For handling of road pavement conditions, after being correlated with the Pavement Condition Index (IKP) from the Ministry of Public Works, the type of handling is Reconstruction / Recycling.
Variabel yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Angkutan Lanjutan di Bandara Internasional Minangkabau Ismail, Ismail; Purnawan, Purnawan; Yosritzal, Yosritzal
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.363112

Abstract

Penumpang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) meningkat setiap tahunnya pada tahun 2014 sebanyak 2.791.411 penumpang tahun 2015 naik 13,53%, tahun 2016 naik 13,6%, tahun 2017 naik 9,87% tahun 2018 naik 4.66%. Permasalahannya adalah peningkatan jumlah penumpang tidak didukung dengan peningkatan moda transportasi lanjutan dari bandara. Penelitian ini bertujuan mendapatkan model matematika pemilihan moda angkutan, proporsi pengguna moda di BIM antara mobil pribadi, kereta api, taksi konvensional, taksi online, travel dan mini bus damri serta untuk mendapatkan variabel-variabel yang paling berpengaruh pada pemilihan moda angkutan lanjutan di bandara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data preferensi penumpang dengan mengkombinasikan model logit binomial dan logit multinomial terhadap 14 variabel-variabel yang dianggap mempengaruhi pemilihan transportasi akses dari bandara dengan menggunakan perangkat lunak SPSS untuk medapatkan model logit pemilihan moda. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi pengguna kendaraan pribadi sebesar 0,413, proporsi pengguna kereta api 0,080, proporsi pengguna taksi konvensional 0,032, proporsi pengguna taksi online 0,273, proporsi pengguna jenis travel 0,170 dan proporsi pengguna mini bus damri 0,033. Pemilihan moda angkutan umum dari bandara sangat dipengaruhi oleh beberapa varibel yaitu jarak perjalanan, ketepatan waktu moda kendaraaan, waktu tempuh, kenyamanan, jumlah bagasi, jumlah anggota rombongan, pendapatan dan latar pendidikan.
The Sub-Criteria for Evacuation-Based Pedestrian Route Design Parameters Agenta, Veiga Mustika; Rifwan, Fitra; Yosritzal, Yosritzal; Purnawan, Purnawan; Yossyafra, Yossyafra
invotek Vol 23 No 3 (2023): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v23i3.1128

Abstract

Indonesia, surrounded by three major tectonic plates—the Indo-Australian plate, the Pacific plate, and the Eurasian plate—faces a relatively high disaster risk. The city of Padang in West Sumatra, located on the western side of Sumatra Island and in proximity to tectonic plates, is particularly susceptible to earthquakes and tsunamis. To mitigate disaster risk, Padang requires evacuation-focused road infrastructure, including pedestrian paths. This study aims to assess the validity of sub-criteria parameters for creating pedestrian evacuation routes in Padang. It employs quantitative descriptive research methods, utilizing Aiken's V and Cronbach Alpha. The study involved distributing validation forms to five experts, comprising two Civil Engineering lecturers and three members of Padang City's BPBD (Regional Disaster Management Agency) specializing in Planning and Preparedness. The participants' responses, recorded through the forms, served as data for analyzing and identifying sub-criteria for evacuation-oriented pedestrian route design parameters. The study's findings reveal that one sub-criteria—Safety Fence from the Amenities parameter with a value of V = 0.7—is invalid.
Studi Perbandingan Prioritas Penanganan Jalan Provinsi di Sumatera Barat Antonius, Toni; Purnawan, Purnawan; Yosritzal, Yosritzal
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.13.1.43-54.2017

Abstract

Visi Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat adalah  mewujudkan prasarana jalan handal guna memacu daya saing ekonomi kerakyatan dan ekonomi skala besar. Tujuannya untuk pemerataan pembangunan di segala bidang. Dibutuhkan jalan yang stabil dan selalu mendapat penanganan. Keterbatasan dana diperlukan skala prioritas.. Tujuan penelitian menentukan urutan proritas penanganan jalan dengan metoda AHP, AMK, Metoda Bina Marga dan dilaksanakan Dinas serta membandingkan hasil urutan prioritas dengan metoda. Metoda AHP menggunakan pembobotan (weighting) hasil persepsi responden dan penilaian (scoring) dengan liniear models menghasilkan  prioritas utama dalam  pemeliharaan rutin adalah ruas Air Balam – Air Bangis (034), pemeliharaan berkala ruas Baso – Batusangkar (036), penanganan peningkatan Payakumbuh – Suliki – Koto Tinggi (069.2) dan  pembangunan adalah ruas Pasar Baru – Alahan Panjang (073). Metoda AMK menggunakan pembobotan dan penilaian dari responden menghasilkan penanganan rutin pada ruas Air Balam – Air Bangis (034), penanganan berkala pada ruas Simpang Koto Baru – Tj. Simalidu (011), penanganan peningkatan pada ruas Pangkalan - Sialang – Gelugur (076) dan penanganan pembangunan pada ruas Abai Sangir – Sungai Dareh (056.3). Metoda Bina Marga menggunakan volume Lalu Lintas Harian (LHR) sebagai input utama menghasilkan penanganan rutin pada ruas Surian – Simpang Pd. Aro (014.2), berkala pada ruas Jl. Veteran (Payakumbuh) (069.1), peningkatan pada ruas Simpang Duku Pariaman (075) dan pprioritas utama dalam penanganan pembangunan adalah ruas Pasar Baru – Alahan Panjang (073). Yang dilaksanakn Dinas penanganan pembangunan pada ruas jalan Alahan Panjang – Pasar Baru (073), ruas jalan Alahan Panjang – Kiliran Jao (082) dan ruas jalan Guguak Cino – Sawahlunto (038) dan penanganan peningkatan diprioritaskan pada ruas jalan Payakumbuh-Suliki-Koto-Tinggi (069.2).Kata kunci : prioritas, perbandingan, AHP, AMK, bina marga
Persepsi Owner Terhadap Kompetensi Manajemen Kontraktor Jalan di Sumatera Barat Repadi, Evita Kartikaratu; Yosritzal, Yosritzal; Purnawan, Purnawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.13.2.91-100.2017

Abstract

Dalam menunjang keberhasilan pembangunan infrastruktur, maka diperlukan  kerja sama yang baik antara owner, kontraktor dan konsultan yang harus didukung dengan penerapan sistem manajemen proyek. Beberapa penyebab keterlambatan penyelesaian proyek pada Dinas Prasarana Jalan, Tataruang dan Permukiman Prov. Sumbar berhubungan dengan penerapan sistem manajemen proyek yang masih rendah, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja manajemen proyek kontraktor jalan untuk paket non kecil di Prov. Sumatera Barat, mengetahui  persepsi owner terhadap penyedia jasa konstruksi dan memberikan gambaran mengenai  kinerja manajemen proyek  yang perlu ditingkatkan kinerjanya oleh kontraktor nonkecil jalan di Prov. Sumatera Barat. Dari penelitian ini teridentifikasi terdapat 9 faktor yang mempengaruhi kompetensi manajemen kontraktor jalan, Melalui metode CSI diketahui  nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 69% yang terletak pada rentang nilai antara 65% < CSI ≤ 80%) yaitu level ke IV (Puas) sehingga Owner merasa puas terhadap kompetensi manajemen kontraktor paket nonkecil yang bekerjasama dengan Dinas Prasarana Jalan, Tataruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat, Dengan Metode Requirement Satisfacton Analysis yaitu metode kuadran dan gap analysis diketahui terdapat 3 faktor yang menjadi fokus dalam perbaikan yaitu  faktor  sistem manajemen pelaksanaan jalan, faktor administrasi dan dokumentasi dan faktor sumber daya. Faktor administrasi dan dokumentasi adalah  faktor yang memiliki Gap (selisih nilai)  kebutuhan dan kepuasan yang paling besar sehingga menjadi faktor yang paling prioritas untuk ditingkatkan kinerjanya karena sangat berpengaruh terhadap kinerja kompetensi manajemen kontraktor jalan untuk paket nonkecil di Provinsi Sumatera Barat.
Vehicles Speed in Platoon, Case Study Padang - Bukittinggi Road Ramayanti, Sri; Adji, Bayu Martanto; yosritzal, yosritzal; Gunawan, Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.97-107.2021

Abstract

The increase in vehicle ownership number will affect the increase in traffic flow, which will usually result in congestion on the road network. This phenomenon causes vehicles to tend to travel close to one another (platoon). Characteristics used in describing the platoon phenomenon are the distance between vehicles (headway), average speed, and the number of vehicles in the platoon. This study is to analyzes the effect of variations in the leader and platoon length on vehicle speed. This research was conducted on Padang – Bukittinggi Road. Based on the Decree of the Minister of PUPR No: 248/KPTS/M/2015, Padang - Bukittinggi Road is categorized as a primary arterial road. This research used the primary data, a field survey, by recording vehicle traffic flow (traffic platoon) for two days. A distance of 50 meters is taken to determine the speed, and the time is measured with a stop program. The average headway on weekdays is 1.32 seconds and on holidays is 1.47 seconds. The size of the platoon and the type of platoon leader have a significant effect on the average speed of the vehicle in the platoon if the headway is  ≤ 2 seconds. At the addition of one vehicle in the platoon, which can change the vehicle's average speed, follows the equation y = -4.30x + 67.09.