Ahmad Yamani
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS LAJU DAN BESARNYA VOLUME INFILTRASI PADA BERBAGAI TUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MALUKA Akhmad Hidayat; Badaruddin Badaruddin; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.908 KB) | DOI: 10.20527/jss.v2i5.1860

Abstract

Forests with canopy layers hold back the strength caused by precipitation in the form of water droplets, while the litter layer and various other understorey plants will be useful to increase soil infiltration capacity, so.that the amount of surface flow can.be.reduced. The infiltration rate in a location will be different from the other locations, depending on various factors such as soil texture, organic.matter, soil structure, soil.water.content, soil porosity which will affect the storage and availability of water in the soil and run of . The infiltration rate study is intended to find out the speed and magnitude of the entry or absorption of water vertically into the body of the soil. This.research was.conducted from February to April 2018 including preparation, data collection and report preparation activities in the Maluka Watershed in South Kalimantan. The purpose of this study was to analyze the rate of infiltration in various land cover in the Maluka watershed and analyze the amount of infiltration volume in various land cover in the Maluka watershed. The results of this study indicate that the highest infiltration rate in secondary forest is 5.696 mm / hour and the lowest infiltration in reeds is 0.234 mm / hour. While the highest value of infiltration volume in mixed gardens was 3.151 mm³, while the lowest infiltration volume was in Imperata 0.123 mm³.Keywords: Infiltration; Maluka; watershed
KAJIAN TINGKAT KERUSAKAN ANAKAN TREMBESI (Samanea saman) AKIBAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT DI SHADEHOUSE Hasmiah Hasmiah; Ahmad Yamani; Susilawati Susilawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.939 KB) | DOI: 10.20527/jss.v2i4.1851

Abstract

The aim of this research is to know the frequency, intensity and level of damage which is caused by pests and diseases on Trembesi (Samanea saman) seedling in shade house. Based on the results, the frequency of pests and diseases attacks in shade house is 87 seedlings. Intensity of pests and diseases attacks on Trembesi in shade house is 46,26%. The level of damage on Trembesi seedlings due to pests and diseases in shade house, make a minor damage levels. Pests which attack Trembesi seedlings are green grasshopper, caterpillar and egg caterpillar. The diseases which attack Trembesi seedlings in shade house are leaf blotches, discoloration and fungus withered.Keywords: pests, diseases, trembesi, shade house
ANALISIS KADAR HARA MAKRO TANAH PADA HUTAN LINDUNG GUNUNG SEBATUNG DI KABUPATEN KOTABARU Ahmad Yamani
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i2.1534

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hara makro pada tanah yakni unsur Nitrogen (N), Phosfor (P),Kalium (K) , Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).  Dari hasil penelitian ini akan diperoleh informasi keadaan sifat kimia tanah pada hutan lindung Gunung Sebatung untuk dapat dipergunakan dalam rangka pembinaan hutannya dimasa yang akan datang. Prosedur penelitian setelah survey lapangan  menentukan tempat titik pengamatan yang dilakukan dengan Purposive sampling.Mengambil sampel tanah pada lapisan olah tanah dengan kedalaman 0 – 20 cm, dengan pertimbangan bahwa unsur hara sebagian besar berada pada kedalaman ini.Sampel tanah yang diambil padasetiap titik pengamatan selanjutnya dikompositkan, maksudnya satu sampel tanah yang diambil dari beberapa titik  dengan jarak 1,0 meter dicampur dan diaduk secara merata, kemudian diambil sebanyak + 1 kg untuk dianalisis di Laboratorium. Data hasil analisis di laboratorium, selanjutnya akan dibandingkan dengan Kriteria Penilaian Sifat Kimia Tanah menurut Lembaga Pusat Penelitian Tanah (LPPT) Bogor. Kandungan unsur hara N dan Mg rendah. Sedangkan unsur hara P, K dan Ca relatif sangat tinggi. Oleh sebab itu untuk menjaga tingkat kesuburan tanahnya atau ketersediaan hara bagi pertumbuhan tanaman perlu segera dilakukan upaya konservasi terhadap tanah, baik secara biologi maupun ternik sipil.Kata kunci : Kadar, Hara, Makro, Tanah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hara makro pada tanah yakni unsur Nitrogen (N), Phosfor (P),Kalium (K) , Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).  Dari hasil penelitian ini akan diperoleh informasi keadaan sifat kimia tanah pada hutan lindung Gunung Sebatung untuk dapat dipergunakan dalam rangka pembinaan hutannya dimasa yang akan datang. Prosedur penelitian setelah survey lapangan  menentukan tempat titik pengamatan yang dilakukan dengan Purposive sampling.Mengambil sampel tanah pada lapisan olah tanah dengan kedalaman 0 – 20 cm, dengan pertimbangan bahwa unsur hara sebagian besar berada pada kedalaman ini.Sampel tanah yang diambil pada setiap titik pengamatan selanjutnya dikompositkan, maksudnya satu sampel tanah yang diambil dari beberapa titik  dengan jarak 1,0 meter dicampur dan diaduk secara merata, kemudian diambil sebanyak + 1 kg untuk dianalisis di Laboratorium. Data hasil analisis di laboratorium, selanjutnya akan dibandingkan dengan Kriteria Penilaian Sifat Kimia Tanah menurut Lembaga Pusat Penelitian Tanah (LPPT) Bogor. Kandungan unsur hara N dan Mg rendah. Sedangkan unsur hara P, K dan Ca relatif sangat tinggi. Oleh sebab itu untuk menjaga tingkat kesuburan tanahnya atau ketersediaan hara bagi pertumbuhan tanaman perlu segera dilakukan upaya konservasi terhadap tanah, baik secara biologi maupun ternik sipil.
STUDI KANDUNGAN KARBON PADA HUTAN ALAM SEKUNDER DI HUTAN PENDIDIKAN MANDIANGIN FAKULTAS KEHUTANAN UNLAM Ahmad Yamani
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v1i1.1488

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi kandungan karbon yang tersimpan dalam biomassa pada hutan sekunder. Setelah mendapatkan gambaran komposisi vegetasi dan sebaran diameter, maka dipilih pohon contoh secara purposif yang diharapkan dapat mewakili ketersebaran diameter dan jenis yang ada di lokasi penelitian. Penghitungan biomassa dengan menggunakan metode destructive sampling, yaitu melakukan penebangan kemudian penimbangan berat basah secara langsung pada tiap bagian komponen vegetasi (daun, cabang, batang dan akar) dan mengkonversinya menjadi berat kering (biomassa) menggunakan berat kering tiap contoh bagian vegetasi pada tiap pohon contoh. Kandungan karbon vegetasi hutan sekunder dapat diestimasi menggunakan nilai biomassa yang diperoleh dimana 50% dari biomassa adalah karbon yang tersimpan. Total kandungan karbon di lokasi penelitian sebesar 81,59 ton/ha, untuk tingkat pohon 31,518 ton/ha; tingkat tiang 38,899 ton/ha; tingkat pancang 11,142 ton/ha dan tingkat semai/tumbuhan bawah 0.031 ton/ha. Persentase kandungan karbon tertinggi terdapat pada batang (51 %), kemudian diikuti oleh cabang/ranting (27 %); akar (16 %) dan daun (0,05 %).Kata kunci : Karbon; Hutan Alam Sekunder
PENGARUH PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN TANAMAN TANJUNG (Mimusops elengi L) DI SEED HOUSE FAKULTAS KEHUTANAN UNLAM BANJARBARU Ahmad Yamani; Sulaiman Bakri; Asmuri Achmad; Normela Rachmawati
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v1i3.1540

Abstract

Tanjung (M. elengi L ) adalah spesies tanaman yang sudah terancam punah keberadaannya, meskipun tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan direkomendasikan sebagai salah satu spesies reboisasi dalam rangka untuk memperbaiki atau merehabilitasi hutan dan lahan. Tindakan silvikultur sangat dibutuhkan dalam budidaya tanaman tanjung ini mengingat bahwa pembudayaannya saat masih sangat terbatas dan tidak banyak upaya pelestarian yang dlakukan. Untuk itulah penelitian ini dilakukan sehingga menghasilkan bibit unggul yang berkualitas dan benar-benar siap untuk ditanam di lapangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan bibit tanjung (M.elengi L ) dan untuk menentukan jumlah atau dosis pupuk yang terbaik.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan diulang sebanyak 5 kali , jadi seluruhnya terdapat ada 15 unit percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat signifikan terhadap rata-rata pertambahan tinggi dan diameter batang anakan tanjung. Sedangkan pemberian pupuk NPK tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rata-rata pertambahan jumlah daun anakan tanjung. Direkomendasikan bahwa penggunaan pupuk NPK dengan dosis 5 gram (perlakuan B) untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi dan diameter batang anakan tanjumg.Kata kunci : Pupuk NPK, Pertumbuhan, Tanjung
STUDI BESARNYA EROSI PADA AREAL REKLAMASI TAMBANG BATUBARA DI PT ARUTMIN INDONESIA KABUPATEN KOTABARU Ahmad Yamani
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i1.1494

Abstract

PT Arutmin Indonesia sebagai perusahaan batu bara yang besar, telah berusaha melaksanakan kaidah pertambangan yang berwawasan lingkungan, yakni dengan melaksanakan kegiatan reklamasi pasca penambangan batu baranya. Erosi yang terjadi pada lahan yang sudah direklamasi merupakan masalah utama yang dihadapi, khususnya dalam upaya konservasi dan rehabilitasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya erosi dan besarnya tingkat bahaya erosi (TBE) pada berbagai tipe unit lahan yang sudah direklamasi di PT. Arutmin Tambang Senakin. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada pihak-pihak terkait sebagai bahan pertimbangan dalam kegiatan reklamasi lahan dan upaya kegiatan konservasi tanah dan air, khususnya pada areal bekas tambang batubara. Metode yang digunakan adalah metode USLE oleh Wischmeler dan Smith. Hasil penelitian menunjukkan erosi yang terjadi pada Unit Lahan I sebesar 39,11 ton/ha/tahun merupakan erosi yang tertinggi dibandingkan dengan Unit Lahan lainnya, sedangkan Unit Lahan V dengan nilai IBE 34,41 ton/ha/tahun termasuk dalam TBE ekstrim.Kata kunci : Tambang batu bara, Reklamasi, Erosi
ANALISIS PENGARUH PUPUK KOMPOS CAIR NASKURU TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN ANGSANA (Pterocarpus indicus) Padliannor Padliannor; Damaris Payung; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6707

Abstract

Liquid compost can affect the growth of Angsana tillers, one of which is naskuru liquid compost. The purpose of this study was to determine the live percentage of Angsana (Pterocarpus indicus) seedling and to determine the effect of Naskuru fertilizer concentration on the growth of Angsana seedling. This research was conducted at Shade House, Faculty of Forestry, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru which is located on Jalan A. Yani Km 36, Banjarbaru City, South Kalimantan Province with 50 samples of Angsana Seedlings. The treatments used in this study were 5 different doses of naskuru liquid compost, namely A0 = Control; A1 = 7 ml; A2 = 14 ml; A3 = 21 ml; and A4 = 28 ml, each treatment was repeated 10 times. The data were then analyzed using a completely randomized design and further tests were carried out. The live percentage of Angsana seedling in all treatments using naskuru liquid compost is 100% which indicates a very good category. The best application of naskuru fertilizer was in the A3 treatment with 21 ml/L water with an average plant height growth of 15.13 cm, diameter growth of 1.57 cm and an average increase of 18.20 leaves. The application of naskuru fertilizer had a very significant effect on growth in height, had an insignificant effect on diameter growth and had a very significant effect on the growth of the number of leaves.Pupuk kompos cair dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan anakan Angsana, salah satunya ialah pupuk kompos cair naskuru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase hidup anakan tanaman angsana (Pterocarpus indicus) dan mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk Naskuru terhadap pertumbuhan anakan angsana. Penelitian ini dilaksanakan di Shade House Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru yang berada di jalan A. Yani Km 36, kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dengan 50 sampel anakan angsana. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini ada 5 perbedaan dosis pupuk kompos cair naskuru yaitu A0 = Kontrol; A1 = 7 ml; A2 = 14 ml; A3 = 21 ml; dan A4 = 28 ml, masing-masing perlakuan dilakukan 10 kali ulangan. Data kemudian dianalisis dengan rancangan acak lengkap dan dilakukan uji lanjutan. Persentase hidup anakan angsana pada semua perlakuan menggunakan pupuk kompos cair naskuru yaitu 100% yang menunjukkan kategori sangat baik. Pemberian pupuk naskuru yang terbaik yaitu pada perlakuan A3 dengan 21 ml/L air dengan rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman sebesar 15,13 cm, pertumbuhan diameter 1,57 cm dan rata-rata pertambahan jumlah daun 18,20 helai daun. Pemberian pupuk naskuru berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi, berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan diameter dan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun.
ANALISIS KOMPOSISI TUMBUHAN DAN KETERHIDUPAN MINIMUM DI TAMAN WISATA ALAM PULAU KEMBANG KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Hermawan Hermawan; Gusti Syeransyah Rudy; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i1.8200

Abstract

Research on Plant Composition Analysis and Minimum Livelihood in Pulau Kembang Island Natural Park, Alalak District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province was carried out on Pulau Kembang, Alalak District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province. With the aims of analyzing the composition of plant species and Minimum Livelihood. The method used is a tiled line, to record all growth rates ranging from the level of seedlings, stakes, poles and trees. The results of the study analyzed the dominant type of vegetation at the seedling level, namely fires (Avicennia officinalis L.) with an Important Value Index (INP) of (71.63%), and rambai (Baccaurea motleyana) with an Important Value Index (INP) of (51.08%). From the results of the analysis of vegetation species that dominate at the stake level, namely Api-Api (Avicennia officinalis L.) with an Important Value Index (INP) of (37.12%), and rambai (Baccaurea motleyana) with an Important Value Index (INP) of (35.86%). From the results of the analysis of vegetation, the types that dominate at the pole level are Buta-Buta (Exocoecaria Agallaoca) with an Important Value Index (INP) of (43.02%), and rambai (Baccaurea Motleyana) with an Important Value Index (INP) of (41.42%). Based on the results of the analysis of vegetation species that dominate at the tree level, namely pulantan (Alstonia sp) with an Important Value Index (INP) of (66.67%), and rengas (Gluta Renghas) with an Important Value Index (INP) of (62.50%). The Minimum Livelihood Value (NKM) of all types found in this study exceeded 0.1 so that the condition of the plants at the study site was still preservedPenelitian Analisis Komposisi Tumbuhan Dan Keterhidupan Minimum Di Hutan Wisata Pulau Kembang Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan dilaksanakan di Pulau Kembang Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan tujuan untuk menganalisis komposisi jenis tumbuhan dan Keterhidupan Minimum. Metode yang digunakan adalah garis berpetak, untuk merekam semua tingkat pertumbuhan mulai dari tingkat semai, pancang, tiang dan pohon. Hasil penelitian analisis vegetasi jenis yang mendominasi pada tingkat semai yaitu api-api (Avicennia officinalis L.) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar (71,63%), dan rambai (Baccaurea Motleyana) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar (51,08%). Dari hasil analisis vegetasi jenis yang mendominasi pada tingkat pancang yaitu api-api (Avicennia officinalis L.) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar (37,12%), dan rambai (Baccaurea Motleyana) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar (35,86%). Dari hasil analisis vegetasi jenis yang mendominasi pada tingkat tiang yaitu buta-buta (Exocoecaria Agallaoca) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar (43,02%), dan rambai (Baccaurea Motleyana) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar (41,42%). Dari hasil analisis vegetasi jenis yang mendominasi pada tingkat pohon yaitu pulantan (Alstonia sp) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar (66,67%), dan rengas (Gluta Renghas) dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar (62,50%). Nilai Keterhidupan Minimum (NKM) dari semua jenis yang ditemukan dalam penelitian ini melebihi dari 0.1 sehingga keadaan tumbuhan di lokasi penelitian tersebut masih terjaga kelestariannya
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN PETANI KEMBANG BERENTENG DI DESA LABUAN TABU KECAMATAN MARTAPURA Siti Nisrina Nur; Rusdiana Rusdiana; Husna Karimah; Ahmad Yamani
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15998

Abstract

Di wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar kegiatan keagamaan dan budaya seringkali diadakan dengan pemakaian bunga segar. Sejak mewabahnya covid – 19 pemerintah mengeluarkan aturan protokol kesehatan yang membatasi acara kegiatan dan interaksi diantara masyarakat, tidak terkecuali kegiatan keagamaan dan budaya. Kondisi seperti ini sangat berdampak kepada pendapatan petani bunga di desa Labuan Tabu yang mata pencaharian utamanya berkebun bunga. Tujuan penelitian menganalisis pendapatan petani bunga kembang berenteng di desa Labuan Tabu sebelum dan saat pandemi Covid-19. Metode pengambilan sampel yang digunakan peneliti menggunakan metode purposive sampling dengan melakukan observasi lapangan dan pengisian kuesioner sebagai penunjang untuk mendapatkan data. Metode Analisa penelitian ini menggunakan rumus biaya pengeluaran, biaya penerimaan, serta pendapatan bersih. Peneliti menggunakan uji t-berpasangan untuk mengetahui rata-rata perbedaan pendapatan petani bunga antara sebelum dan saat pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pendapatan petani bunga sebelum dan saat pandemi Covid-19 di desa Labuan Tabu berbeda secara signifikan/nyata, adapun pendapatan rata-rata per hektar petani bunga sebelum pandemi Covid-19 sebesar Rp 18.447.223,- sedangkan saat pandemi Covid-19 sebesar Rp 8.314.090,-. Perbandingan persentasi pendapatan petani bunga sebelum pandemi Covid-19 sebesar 69% sedangkan saat pandemi Covid-19 sebesar 31%, sehingga dapat diketahui penurunan pendapatan petani bunga saat pandemi Covid-19 sebesar 38%.
Peningkatan Iptek Pengolahan Minyak Kelapa di Desa Pingaran Ilir Ahmad Jauhari; Ahmad Yamani; Yuniarti Yuniarti; Badaruddin Badaruddin; Dina Naemah; Kurdiansyah Kurdiansyah
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i1.7422

Abstract

Pengolahan jengkol di Desa Pingaran Ilir menghasilkan produk minyak berupa minyak kelapa dari pengolahan bumbu lalaan dari santan kelapa. Minyak dikemas warga dengan plastik seadanya atau dengan botol bekas kemasan air mineral. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan Iptek warga Desa Pingaran Ilir dalam mengolah minyak kelapa. Metode yang dilakukan yaitu persiapan, penyuluhan dan pelatihan serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga Desa Pingaran Ilir telah meningkat pengetahuannya mengenai pengolahan minyak kelapa tradisional sebesar 80%, peningkatan teknik pengemasan foodgrade dan menarik sebesar 85%, dan peningkatan teknik pemasaran sebesar 80%.