Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGGUNAAN APLIKASI DIGITAL KEARSIPAN PADA PAUD ARRAHMAN DESA KARANGMANGU KABUPATEN CIREBON Sri Wulandari; Aghnia Dian Lestari; Otto Fajarianto
Abdimas Awang Long Vol 4 No 2 (2021): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.873 KB) | DOI: 10.56301/awal.v4i2.210

Abstract

Di era perkembangan teknologi yang begitu pesat memiliki dampak positif terhadap kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan berbagai kegiatan salah satunya kearsipan. Optimalisasi fungsi teknologi dapat mempermudah proses pencarian data, dokumen atau arsip. Masalah yang dihadapi oleh mitra adalah pengelolaan arsip dokumen yang masih manual (mencari satu per satu) dan konvesional. Hal tersebut membuat rentan hilangnya data-data karena masih tersimpan dalam sebuah map atau box. Mitra pada pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Paud Arrahman, Desa Karangmangu, Kabupaten Cirebon. Menggunakan metode kualitatif, kegiatan ini memperoleh data dan informasi dengan melakukan tes wawancara, observasi, Forum Group Discussion (FGD), dan kajian literatur. Pelaksanaan pelatihan ini melalui ceramah, diskusi dan praktik. Adapun solusi yang kami berikan terhadap permasalahan tersebut adalah dengan adanya digitalisasi arsip dokumen, kemampuan pencarian dan bagian file dapat dengan mudah ditemukan dan diambil. Backup data digunakan sebagai mekanisme pemulihan data yang bisa digunakan untuk mengembalikan data jika rusak atau hancur. Program ini diharapkan dapat membantu tertatanya pengelolaan kearsipan yang berbasis digital bagi sekolah demi peningkatan efisiensi waktu dan keterbatasan SDM.
Pengaruh Sosialisasi Bahaya HIV/ AIDS Oleh HUPMAS PT Pertamina EP Region Jawa Terhadap Sikap Masyarakat Tentang HIV/ AIDS di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon Renatha Rosaline; Mukarto Siswoyo; Sri Wulandari
JURNAL SIGNAL Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.156 KB) | DOI: 10.33603/signal.v1i2.687

Abstract

Penelitian yang penulis angkat mengenai “Pengaruh Sosialisasi Bahaya HIV/ AIDS Oleh HUPMAS PT Pertamina EP Region Jawa Terhadap Sikap Masyarakat Tentang HIV/ AIDS di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sosialisasi terhadap sikap masyarakat tentang HIV/ AIDS. PT Pertamina EP Region Jawa mengadakan program CSR salah satunya yaitu sosialisasi bahaya HIV/ AI DS dalam rangka bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kecamatan Gunung Jati. Seperti telah diketahui HIV/ AIDS adalah penyakit menular terkejam di dunia, penyakit ini ditularkan melalui virus. Penyakit ini pertama muncul di Negara Afrika, penyakit ini telah menginfeksi lebih dari 38 juta jiwa penduduk dunia. Berawal dari keinginan penulis mengambil judul tentang CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan dan pada akhirnya sampai kepada sosialisasi mengenai bahaya HIV/ AIDS yang dirasa kurang optimal seperti dari segi komunikasi yang kurang efektif, pengambilan waktu pelaksanaan yang tidak sesuai, kondisi tempat yang kurang memungkinkan, undangan yang dibatasi menjadi hambatan dalam proses sosialisasi. Hipotesis yang penulis ajukan adalah : “Sosialisasi yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Region Jawa berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap sikap masyarakat di Kecamatan Gunung Jati” dimana Ha diterima dan H0 ditolak. Metode yang penulis gunakan adalah survai dengan teknik deskriptif kuantitatif yaitu menganalisis variabel penelitian dengan didukung dengan data yang diolah dengan menggunakan rumus statistik. Hasil penelitian membuktikan bahwa PT Pertamina EP Region Jawa dalam mengadakan sosialisasi bahaya HIV/ AIDS kurang optimal hal tersebut terbukti dari total skor sosialisasi 1682 atau sebesar 58.1%. Kemudian variabel sikap masyarakat tentang HIV/ AIDS 840 atau sebesar 60%. Sosialisasi bahaya HIV/ AIDS berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap masyarakat tentang HIV/ AIDS di Kecamatan Gunung Jati terlihat dari nilai ryx hitung sebesar 0.770 dibandingkan nilai ryx tabel sebesar 0.632 dinyatakan signifikan. Koefisien Penentu sebesar 59.3% berarti pengaruh sosialisasi terhadap sikap masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS sebesar 59.3% dan pengaruh faktor lain (yang tidak terindifikasi) sebesar 40.7%
Participation of City Communities in Paying Land and Building Taxes in the Rural and Urban Sectors (PBB-P2) Riva Ratna Krisnandia; Nopa Pujihastuti; Aussy Mahardika Putri; Hery Nariyah; Sri Wulandari
Jurnal Syntax Transformation Vol 5 No 7 (2024): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v5i7.983

Abstract

Land and Building Tax (PBB) has an important role in supporting the development and administration of local government. However, low community participation can hinder the achievement of the maximum potential of this revenue source. This study aims to analyze the factors that cause the unoptimal participation of urban communities in the payment of Land and Building Tax (PBB) in Kuningan District. This research method uses a qualitative approach with descriptive research type. Data collection techniques were conducted through field studies with interviews, which were supported by data analysis. The research location is in Kuningan Sub-district, Kuningan Regency. The results of this study identified socio-economic, administrative, and psychological factors and found regulatory factors to be the cause of low community participation in PBB payments. This research also provides recommendations regarding efforts that need to be made to optimize the level of urban community participation in PBB payments in Kuningan Sub-district.
Pentahelix Model Collaboration In Shaping The Independence of Vagrants and Beggars Eva Ropiah; Alma Renata; Sri Wulandari; Raden Mahendra Haryo Bharoto
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 10 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i10.327

Abstract

This research aims to analyze the collaboration of the pentahelix model in forming the independence of homeless people and beggars. Cirebon City Regional Regulation Number 13 of 2019 concerning the Implementation of Public Order and Community Peace was issued to tackle homeless people and beggars in Cirebon City but its implementation is not yet optimal. The method used in this research is a qualitative method with data collection techniques, interviews, observation and documentation. The theory used is the theory of collaborative governance by (Ansell and Gash, 2008) "Collaborative governance is therefore a type of governance in which public and private actors work together in a distinctive way, using particular processes, to establish laws and rules for the provision of public goods", namely there are five indicators, face-to-face dialogue, building trust, commitment to the process, mutual understanding, and interim results. Based on this research, it can be concluded that the pentahelix model of collaboration in establishing the independence of homeless people and beggars is not optimal, so there is a need for good collaboration and implementing the pentahelix model from each institution to be able to realize the independence of homeless people and beggars in Cirebon City.
Population Activation Service Through Digital Civil Identification App Fatwa Mutaqin; Angga Kurniawan; Syuban Tri Andoyo; Siti Khumayah; Sri Wulandari
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 3 No. 1 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v3i1.382

Abstract

Digital population identity is a government innovation for the digitization of population documents as stated in the Minister of Home Affairs Regulation No. 72 of 2022 concerning standards and specifications for hardware, software and electronic identity card forms as well as the implementation of digital population identity. This study describes the quality of population activation services through the IKD application. The type of research used is empirical which is descriptive with a qualitative approach, primary data research data sources and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documents. Data analysis techniques use data reduction, data recitation and conclusion research. The quality of service in this study uses the theories of Parasuraman, Zeithaml, and Berry (2013:23), namely tangibles, reability, responsivess, assurance and empathy. The result of this research is that the quality of IKD services is not optimal, as seen from the tangibles dimension (realized) in the infrastructure and facilities of IKD services and there are still obstacles, namely in the IKD activation procedure due to limited public knowledge.
Pentahelix Model Collaboration In Shaping The Independence of Vagrants and Beggars Eva Ropiah; Alma Renata; Sri Wulandari; Raden Mahendra Haryo Bharoto
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 10 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i10.327

Abstract

This research aims to analyze the collaboration of the pentahelix model in forming the independence of homeless people and beggars. Cirebon City Regional Regulation Number 13 of 2019 concerning the Implementation of Public Order and Community Peace was issued to tackle homeless people and beggars in Cirebon City but its implementation is not yet optimal. The method used in this research is a qualitative method with data collection techniques, interviews, observation and documentation. The theory used is the theory of collaborative governance by (Ansell and Gash, 2008) "Collaborative governance is therefore a type of governance in which public and private actors work together in a distinctive way, using particular processes, to establish laws and rules for the provision of public goods", namely there are five indicators, face-to-face dialogue, building trust, commitment to the process, mutual understanding, and interim results. Based on this research, it can be concluded that the pentahelix model of collaboration in establishing the independence of homeless people and beggars is not optimal, so there is a need for good collaboration and implementing the pentahelix model from each institution to be able to realize the independence of homeless people and beggars in Cirebon City.
Kolaborasi Pentahelix Dalam Pengelolaan Sumber Data Air Kawasan Gunung Tilu Kabupaten Kuningan Rifaldy Rizkianto; Moh. Taufik Hidayat; Sri Wulandari
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3083

Abstract

Sumber daya air Gunung Tilu, yang vital bagi 15 desa rawan kekeringan di Kuningan, memerlukan pengelolaan terintegrasi melalui kolaborasi pentahelix (pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, media). Namun, kerusakan infrastruktur pascalongsor (2018) dan lemahnya koordinasi aktor menghambat kemajuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kolaborasi pentahelix dan mengusulkan kearifan lokal sebagai dimensi baru untuk meningkatkan pengelolaan air. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara (13 informan), observasi, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Kolaborasi belum optimal akibat keterbatasan anggaran, ambiguitas kepemimpinan (DPUTR & BBWS Cimanuk-Cisanggarung), dan keterlibatan akademisi/media yang minimal. Kearifan lokal terbukti krusial, misalnya penolakan masyarakat terhadap proyek pipa yang mengabaikan norma adat. Studi ini merekomendasikan pelembagaan nilai lokal dalam kerangka kolaborasi dan penguatan komunikasi multiaktor untuk mitigasi kekeringan.
Partisipasi Masyarakat dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Brebes Eni Listiana; Siti Khumayah; Sri Wulandari
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3084

Abstract

Penelitian ini mengkaji partisipasi masyarakat dalam membayar Pajak Tanah dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Desa Sitangga, Kabupaten Brebes, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi ini bertujuan untuk (1) menilai tingkat partisipasi, (2) mengidentifikasi faktor penghambat, dan (3) mengusulkan solusi untuk meningkatkan kepatuhan. Temuan mengungkapkan bahwa sementara wajib pajak memahami peraturan PBB-P2, kesadaran yang rendah dan ketidakpercayaan kelembagaan menghambat pembayaran tepat waktu. Hambatan utama termasuk kurangnya kepatuhan sukarela, sosialisasi yang tidak efektif, dan keterlibatan wajib pajak yang buruk dalam penetapan tarif. Studi ini menyoroti perlunya penjangkauan yang ditargetkan, penggunaan dana yang transparan, dan sistem pembayaran berbasis teknologi. Implikasi praktis menyarankan untuk mengintegrasikan partisipasi masyarakat dalam tata kelola pajak dan memanfaatkan pemimpin lokal untuk meningkatkan kepercayaan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur kebijakan pajak lokal dengan menerapkan teori partisipasi Putnam, menekankan dimensi sosio-perilaku yang sering diabaikan dalam studi fiskal.
Strategi Pengelolaan Obyek Wisata Mangrove di Kabupaten Brebes : (Studi Kasus Wisata Mangrove Sari di Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes) Junaedi Junaedi; Arief Prayitno; Sri Wulandari
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3085

Abstract

Studi ini menyelidiki strategi untuk merevitalisasi pariwisata Mangrove Sari di Kabupaten Brebes, Indonesia, menyusul penurunan yang signifikan akibat COVID-19 dan tantangan sistemik. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan data kualitatif dari wawancara dan pengamatan pemangku kepentingan dengan analisis SWOT kuantitatif (matriks IFAS/EFAS) untuk menilai status situs pariwisata saat ini. Temuan mengungkapkan potensi Strategi Berorientasi Pertumbuhan, mengidentifikasi kekuatan utama seperti persatuan masyarakat dan sumber daya alam, di samping hambatan kritis termasuk infrastruktur yang buruk (35% jalan tidak beraspal) dan pendanaan terbatas (hanya 10-15% dari anggaran desa yang dialokasikan untuk pariwisata). Studi ini mengusulkan solusi terpadu yang mencakup pembangunan infrastruktur, model pendanaan inovatif (CSR dan kemitraan publik-swasta), strategi pemasaran digital, dan program konservasi mangrove. Temuan ini menawarkan rekomendasi kebijakan praktis untuk pemerintah daerah, menekankan investasi infrastruktur, realokasi anggaran, dan program literasi digital. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pariwisata berkelanjutan dengan menunjukkan bagaimana situs ekowisata dapat secara bersamaan mencapai pemulihan ekonomi, konservasi lingkungan, dan tujuan pemberdayaan masyarakat. Arah penelitian masa depan termasuk mengevaluasi efektivitas implementasi strategi digital yang diusulkan dan langkah-langkah adaptasi iklim.
Semiotic Analysis of The Meaning of Protective Instincts on the Lyrics of the Song "Nina" by Feast Salwa Salsabila; Ahnaf Baihaqy; Sri Wulandari; Dian Andriany
Jurnal Syntax Transformation Vol 6 No 5 (2025): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v6i5.1075

Abstract

Music, as a communicative medium, often conveys profound emotional and social messages. Feast’s "Nina" (2024), a viral Indonesian rock ballad, resonates widely but lacks scholarly analysis of its themes of protective instincts and familial sacrifice. This study deciphers the song’s layered meanings using Roland Barthes’ semiotics (denotation, connotation, myth) and explores how listeners interpret its lyrics. A qualitative-descriptive approach was employed, combining document analysis of lyrics, interviews with teenagers (aged 11–24), and triangulation to validate findings. The denotation depicts a father’s physical and emotional labor; the connotation reveals hope and sacrifice, while the myth aligns with Daedalus-Icarus, symbolizing guidance and life’s struggles. Audience interpretations varied, viewing the song as parental love, sibling bonds, or self-motivation. The study enriches semiotic applications in music analysis and highlights cultural subjectivity in decoding lyrics. Future research could compare cross-generational or cross-cultural interpretations of similar themes.