Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Vocational High School Students’ Difficulties in Practicing Speaking Farida Aryani; Farid Noor Romadlon; Agung Dwi Nurcahyo
Prominent Vol. 8 No. 1 (2025): Prominent: Journal of English Studies
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/pro.v8i1.13204

Abstract

English is becoming essential in this quickly changing world because it is crucial for practically every aspect of life, especially communication. Speaking skills is a foundation for being able to communicate in English. However, many students still find it challenging to practice speaking English because it is not the mother tongue in Indonesia. This study investigated students' difficulties and the factors that cause them in English speaking practice. 80 students of Grade 10 Accounting students at SMK PGRI 2 Kudus were the participants in this study. A qualitative method was applied and the data of this study were collected through questionnaires and in-depth interviews. The questionnaire results revealed that students have difficulties in English practice; inhibition, nothing to say, low participation, and mother tongue use with "nothing to say" as the dominant difficulty. The factors that cause these difficulties include clustering (difficulty arranging sentences), redundancy (not knowing to explain correctly), still unfamiliar with the reduced form, low speaking performance, lack of vocab and not understanding what others are saying, low rate of delivery, and difficulty in pronunciation, stress, and intonation with clustering as the dominant factor. Regarding the dominant difficulty and its factor in the result of this study, the researcher suggests that teachers should always introduce new vocabulary daily so that students' vocabulary continues to increase. Moreover, the teacher should give the students an easy way to construct good sentences in speaking because they are still confused about arranging a correct sentence when practicing speaking.
Pelatihan Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis “Critical Thinking” Bagi Guru-Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 6 Blora Achmad Hilal Madjdi; Muh Syafei; Agung Dwi Nurcahyo; Atik Rokhayani
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i1.11901

Abstract

Merujuk pada hasil survei Programme of International Student Assessment (PISA) yang dilaksanakan pada tahun 2018, kemampuan literasi dan numerasi para siswa Indonesia berada pada posisi lebih rendah dibandingkan dengan siswa di negara-negara lain. Posisi Indonesia pada tahun 2018 untuk membaca berada di peringkat 72 dari 77 negara, dan sains berada di peringkat 70 dari 78 negara (OECD, 2018).  Melihat tingkat literasi yang rendah dari para siswa di Indonesia, maka harus ada upaya yang terus menerus untuk meningkatkan literasi mereka, mengingat literasi menjadi tuntutan bagi para siswa/peserta didik untuk memenuhi kualifikasi kompetensi di abad 21 ini. Saat ini Kemendikbudristek telah mencanangkan penggunaan Kurikulum Merdeka pada satuan-satuan pendidikan di Indonesia. Pengembangan literasi menjadi salah satu fokus dan perhatian pada kurikulum ini sedikit banyak telah mendorong para peneliti, guru dan praktisi pendidikan untuk melakukan eksplorasi keilmuan dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang menyenangkan, sesuai dengan ragam karakteristik peserta didik dan mampu memacu mereka untuk mengembangkan literasi. Oleh karena itulah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan para guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 6 Blora untuk mengembangkan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis “Critical Thinking”.
Pelatihan English for Tour Guide bagi Pelaku Sektor Pariwisata Lokal Agung Dwi Nurcahyo; Rusiana Rusiana; Mutohhar Mutohhar
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14908

Abstract

The development of Desa Wisata is one alternative to improve the community’s economy, including Desa Japan in Kudus Regency, Central Java. To support this, improving human resources—especially foreign language skills—is essential. This community service aimed to provide “English for Tour Guide” training for tourism activists in Desa Japan. The training focused on practical English for guiding tourists, particularly foreigners. Participants practiced spoken English relevant to tourism settings. The training outcomes included: (1) increased confidence in speaking English, (2) improved tourism knowledge, (3) enhanced public speaking skills, and (4) better understanding and use of English for tour guiding. Through this activity, tourism activists are expected to become role models in using simple and practical English within the community.Pengembangan Desa Wisata merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk Desa Japan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Untuk mendukung program ini, diperlukan peningkatan sumber daya manusia, khususnya dalam keterampilan berbahasa asing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan “English for Tour Guide” bagi para pelaku wisata di Desa Japan. Pelatihan difokuskan pada penggunaan Bahasa Inggris praktis dalam konteks pariwisata. Hasil kegiatan ini antara lain: (1) meningkatnya kepercayaan diri pelaku wisata dalam berbahasa Inggris, (2) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan di bidang pariwisata, (3) meningkatnya kemampuan public speaking, serta (4) meningkatnya pemahaman dan penggunaan Bahasa Inggris sebagai pemandu wisata. Melalui kegiatan ini, pelaku wisata diharapkan dapat menjadi panutan dalam penggunaan Bahasa Inggris yang sederhana dan praktis di lingkungan masyarakat Desa Japan.
Macrostructure, spontaneity, and interactivity: an analysis of casual talk Muh Syafei; Kurniawan Yudhi Nugroho; Achmad Hilal Madjdi; Titis Sulistyowati; Agung Dwi Nurcahyo; Nuraeningsih Nuraeningsih; Nur Ekaningsih; Andurahman Milad
EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/e.11.1.107-126

Abstract

This study provides a qualitative analysis of a casual talk between two male postgraduate EFL students, who are Indonesian, Javanese, and English-speaking close friends. The conversation, conducted spontaneously without prior planning, consists of 203 turns and forms 23 conversational story sequences. The findings highlight key aspects of casual conversation, including structural, interactive, and interpersonal features. Structurally, the dialogue follows adjacency pairs and the IRF (Initiate-Respond-Follow-up) pattern. Spontaneity is evident in filled pauses, repetitions, false starts, backtracking, incomplete utterances, and frequent use of conjunctions and fixed expressions. Interactivity is demonstrated through turn-taking, respectful silence, occasional interruptions, and discourse markers, with communication strategies employed to prevent breakdowns. Interpersonal engagement is reflected in the use of laughter and chuckles, fostering group solidarity. Coherence emerges through cooperative exchanges, where speakers provide relevant responses and comments. Additionally, negotiation occurs in both interpersonal exchanges and logical-semantic adjustments to maintain clarity and understanding. These findings suggest that the conversation builds engagement through laughter, coherence through cooperation, and clarity through negotiation, maintaining structured storytelling despite its casual tone. However, a key limitation of this study is its reliance on audio recordings, which excludes the analysis of gestures and facial expressions. Further investigation into diverse conversational contexts, participant relationships, and cultural influences could provide deeper insights into the dynamics of casual interactions
Pengembangan Kapasitas Guru Untuk Kelas Bertaraf Internasional: Hasil Program Peningkatan Kemahiran Bahasa Inggris Untuk Guru STEM Atik Rokhayani; Achmad Hilal Madjdi; Agung Dwi Nurcahyo
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17799

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris guru sains dan matematika di sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah di Kabupaten Kudus Jawa Tengah, sebagai persiapan pelaksanaan kelas bertaraf internasional. Sebanyak 36 guru STEM menjadi peserta dalam pelatihan ini. Pelatihan ini dirancang menggunakan kerangka kerja berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dengan mengintegrasikan teknologi, strategi pedagogis komunikatif, dan konten linguistik terkait STEM. Kegiatan ini mencakup lokakarya interaktif, tugas berbasis platform digital, dan simulasi pengajaran dwi bahasa (bilingual) menggunakan piranti digital seperti Google Classroom, Canva for Education, dan Quizziz. Temuan dalam kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi guru dan peningkatan kompetensi bahasa Inggris, terutama dalam pemahaman bacaan, kosakata STEM, dan ekspresi instruksional di kelas. Berdasarkan hasil analisa dari tim pelaksana kegiatan, program ini berkontribusi untuk membangun kapasitas guru untuk pembelajaran abad ke-21 dan kesiapan untuk program kelas bilingual bertaraf internasional.