Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN EMPAT PILAR PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI TUBERKULOSIS PARU Pitaloka, Winda; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.33147

Abstract

Abstrak Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian. Puskesmas Bandarharjo mempunyai kasus TB BTA positif tertinggi di Kota Semarang sebesar 54 kasus tahun 2017 dan 58 kasus tahun 2018, sehingga perlu diterapkan program PPI TB untuk mencegah terjadinya penularan. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran secara mendalam terkait pelaksanaan empat pilar program PPI TB di Puskesmas Bandarharjo. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan studi kasus dengan fokus penelitian input, proses, dan output. Teknik pengambilan informan secara pusposive sampling terdiri dari 4 informan utama dan 2 informan triangulasi. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kendala pelaksanaan PPI TB seperti belum adanya SOP khusus terkait PPI TB, pengorganisasian belum terstruktur, kepatuhan pasien dalam penggunaan APD masih rendah, ruangan TB belum sesuai standar dan belum tersedia tempat pembuangan dahak untuk pasien TB dan evaluasi masih belum terlaksana dengan baik. Pelaksanaan empat pilar PPI TB di Puskesmas Bandarharjo belum berjalan secara optimal sesuai standar yang ditetapkan. Abstract Tuberculosis is an infectious disease caused the increase of morbidity and mortality rate. Bandarharjo community health center has the highest TBA BTA positive cases in Semarang city such as 54 cases in 2017 and 58 cases in 2018, that the implementation of PPI TB program is important to be done to prevent the transmission. This research aims to know the implementation of the PPI TB four pillars program at Bandarharjo community health center in depth. This research used descriptive analysis based on the qualitative approach. The design of this research used a case study which focused on input, process, and output. The technique to get the participants was adopted by using purposing sampling technique which consisted of 4 main participants and 2 triangulate participants. The technique to get the data were including the in-depth interview, observation, and documentation. The result of this research showed that there are some problems in the implementation of PPI TB such as there is no specific SOP about PPI TB, the unstructured organization, the low patient compliance in the use of APD, the unavailable sputum disposal for the TB patients, the low standard of TB room, and the deficient implementation of the evaluation. The implementation of four pillars program in the Tuberculosis prevention and infection control program at Bandarharjo community health center has not been implemented optimally by following the specified standard.
Pengembangan Buku “Aksi Santri” Sebagai Upaya Early Detection Penyakit Kulit Cahyati, Widya Hary; Siyam, Nur; Hasan, Karnowo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.35360

Abstract

Personal hygiene and environmental sanitation greatly affect the incidence of infectious diseases. Skin and respiratory diseases are often occur in boarding schools. Skin disease is the most common disease in developing countries. It was 20-80% of population. The intervention of this study was education about the prevention and control of skin diseases in a boarding house. It was conducted by developing a book entitled “AKSI SANTRI” (Ayo Jaga Kulit Sehat Santri Mandiri). The research was conducted in June 2019 until September 2019 at SMPIT Bina Amal Semarang which is a boarding school. The data instrument was a questionnaire to measure students' knowledge, attitudes, and practices in preventing and controling skin diseases. Respondents in this study were students at SMPIT Bina Amal Gunungpati Semarang. Based on the research results, it was concluded that the activity of providing education through counseling by providing the book "AKSI SANTRI" in an effort to detect skin diseases in boarding schools was significantly increase the knowledge and attitudes of boarding school students. Keywords: AKSI SANTRI Book, Skin Disease, Dormintory
Faktor Lingkungan dan Peran Pengendalian Puskesmas terhadap Praktik Pengendalian Leptospirosis Sulistiyawatin, Indah Ayu; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.40570

Abstract

AbstrakLeptospirosis merupakan salah satu penyakit bersumber binatang (zoonosis) yang memerlukan upaya penanggulangan yang serius. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri berbentuk spiral dari genus Leptospira yang menyerang hewan dan manusia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dan peran pengendalian puskesmas terhadap praktik pengendalian leptospirosis pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas sekaran. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 110 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar kuesioner. Dan uji statistik dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan uji fisher (= 0,05). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan Antara Variabel Pengetahuan (PR=2,4;95% CI=1,5-3,9), Sumber Informasi (PR=2,7;95% CI=1,7-4,4), Dukungan Keluarga (PR=2,4;95% CI=1,6-3,6), Keberadaan Tikus (PR=0,4;95% CI=0,3-0,7), Kondisi Tempat Sampah (PR=2,0;95% CI=1,2-3,4), Keberadaan Genangan air (PR=1,7;95% CI=1,1-2,8), Pengendalian Faktor Risiko (PR=3,7;95% CI=2,1-6,6), Promosi Kesehatan (PR=3,6;95% CI=1,8-7,5) dengan praktik pengendalian Leptospirosis. Tidak berhubungan Antara Variabel Umur (p=0,13), Pendidikan (p=0,23), Pendapatan (p=0,48), Kondisi Selokan (p=0,70), Surveilans pada Manusia dan Faktor Risiko (p=0,58) dalam penelitian ini tidak berhubungan dengan prakti pengendalian Leptospirosis. AbstracLeptospirosis is a disease of animal origin (zoonoses) which requires serious countermeasures. This disease is caused by a spiral-shaped bacterial infection of the genus Leptospira which pathogens attack animals and humans. The purpose of this study was to determine the environmental risk factors and the role of public health center control on leptospirosis control practices in communities in the working area of the current health centers. This research design uses an approach cross-sectional. The sample was set at 110 with using purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire. And statistical tests were analyzed using the test chi square and fisher test ( α = 0.05). The results showed that there was a relationship between Knowledge Variables (PR = 2.4; 95% CI = 1.5-3.9), Information Sources (PR = 2.7; 95% CI = 1.7-4,4), Family Support (PR = 2.4; 95% CI = 1.6-3.6), Presence of Rats (PR = 0.4; 95% CI = 0.3-0.7), Conditions of the trash (PR = 2.0; 95% CI = 1.2-3.4), Presence of standing water (PR = 1.7; 95% CI = 1.1-2.8), Control of Risk Factors (PR = 3.7; 95% CI = 2.1-6.6), Health Promotion (PR = 3.6; 95% CI = 1.8-7.5) with Leptospirosis control practices. Unrelated Between Age Variables ( p = 0.13), Education ( p = 0.23), Revenue ( p = 0.48), Sewer Condition ( p = 0.70), Surveillance on Humans and Risk Factors ( p = 0.58) in this study it was not related to leptospirosis control practice.
Improving Teenage Awareness of Healthy Behavior by Mapping Adolescent Programming and Measurement (MAPM) Framework Siyam, Nur; Cahyati, Widya Hary; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Fauzi, Lukman
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v16i2.25419

Abstract

The improvement of healthy behavior awareness of teenagers is still a serious concern. There are three major problems in teenage: sexuality, drugs, and addictive substance and sexually transmitted diseases, especially HIV and AIDS. Among steps that can be taken to build teenage awareness to have healthy behavior is by applying Mapping Adolescent Programming and Measurement (MAPM) Framework. The objective of the research is to build an MAPM Framework model and obtaining a description of its effectiveness as an effort to improve teenage awareness of healthy behavior. The research conducted at Walisongo Kedungwuni Islamic Junior High School. Samples are students that have problem as mapped and measured from MAPM.  A non-randomized one group pre-test- post-test design was implemented in this study. The results indicate that attitude towards counseling, cigarette, juvenile delinquency, smoking attitude, attitude towards drugs, and premarital sex after the application of the MAPM positively changed (p-value <0,05). The attitude and behavior of students were improved. Teenage awareness of healthy behavior significantly increases (p value= 0,000) after the application of the MAPM framework. Further discussion will be discussed in the article below.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa Melalui Metode Team Based Project dengan pendekatan Active Learning pada Mata Kuliah Dasar Epidemiologi Siyam, Nur
widiyanto Vol 7, No 2 (2021): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v7i2.30593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Dasar Epidemiologi Materi Desain Penelitian Epidemiologi melalui metode Team Based Project dengan Active Learning bagi mahasiswa Semester II Prodi Kesehatan Masyarakat Tahun Pelajaran 2020/2021. Subjek yang diteliti adalah mahasiswa Semester II Prodi Kesehatan Masyarakat Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 53 orang. Objek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah metode Team Based Project dengan model Active Learing, aktivitas belajar mahasiswa yang kurang dan hasil belajar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research dengan dua siklus. Adapun langkah-langkahnya mulai dari perencanaan, implementasi, observasi sampai dengan refleksi. Teknik analisis yang digunakan teknik deskriptif komparatif, yang dilanjutkan dengan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Team Based Project dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Dasar Epidemiologi materi Desain Penelitian Epidemiologi bagi Semester II Prodi Kesehatan Masyarakat Tahun Pelajaran 2020/2021. Hal ini nampak dari kondisi awal keaktifan belajar mahasiswa yang rendah ke kondisi akhir keaktifan belajar mahasiswa yang meningkat. Pemanfaatan metode Team Based Project dengan Model Active Learning pada materi Desain Epidemiologi dapat meningkatkan hasil Semester II Prodi Kesehatan Masyarakat Tahun Pelajaran 2020/2021, dari kondisi awal nilai rerata hasil belajar mahasiswa adalah 85 ke siklus II (kondisi akhir) nilai rerata hasil belajar mahasiswa adalah 90. Ini berarti hasil belajar siswa dari kondisi awal ke kondisi akhir meningkat dengan Delta sebesar 12.This study aims to increase the activities and learning outcomes of Basic Epidemiology of Epidemiology Research Design Materials through the Team Based Project method with Active Learning for Semester II students of the Public Health Study Program for the 2020/2021 academic year. The subjects studied were the second semester students of the Public Health Study Program for the academic year 2020/2021, totaling 53 people. The object of this Classroom Action Research is the Team Based Project method with an Active Learning model, lacking student learning activities and student learning outcomes. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR) or Classroom Action Research with two cycles. The steps start from planning, implementation, observation to reflection. The analysis technique used was a comparative descriptive technique, followed by reflection. The results showed that the Team Based Project media could increase activities and learning outcomes of Basic Epidemiology for Epidemiology Research Design materials for Semester II of Public Health Study Program for the 2020/2021 Academic Year. This can be seen from the initial condition of low student learning activity to the final condition of increasing student learning activity. The use of the Team Based Project method with the Active Learning Model in Epidemiology Design material can improve the results of Semester II of the Public Health Study Program for the 2020/2021 academic year, from the initial condition the average value of student learning outcomes is 85 to cycle II (final condition) the average value of student learning outcomes is 90. This means that student learning outcomes from the initial condition to the final condition increased by 12.00%.
Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Temephos Cahyati, Widya Hary; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.28665

Abstract

DBD adalah masalah di Indonesia. Pada tahun 2017 IR DBD sebesar 18,14/100.000 dengan jumlah penderita sebanyak 299 kasus. Kota Semarang adalah daerah endemis DBD. Gunungpati adalah kecamatan yang memiliki insiden DBD tinggi, yang setiap tahun selalu ditemukan penderita DBD. Gunungpati adalah daerah yang sangat potensial untuk DBD, karena memiliki mobilitas penduduk yang tinggi, perilaku PSN yang kurang memadai, dan beberapa petugas kesehatan menjual abate (temephos) tanpa memberi tahu dosis yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap praktik masyarakat dalam penggunaan temephos untuk memberantas larva Aedes aegypti. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di Kelurahan Sekaran, Patemon, Kalisegoro, dan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang pada tahun 2018. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 sampel, dengan ketentuan masing-masing Kelurahan diwakili oleh 50 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik masyarakat dalam penggunaan temephos (p=0,0001), serta ada hubungan antara sikap dengan praktik masyarakat dalam penggunaan temephos (p=0,0001).
Pengembangan Sakura (Sistem Konsultasi Tuna Wicara) Upaya Memperbaiki Pelayanan Kesehatan Disabilitas Daryati, Daryati; Fatmasari, Annisa Putri; Setyopambudi, Aldi Nugroho; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30441

Abstract

Sekitar 15% penduduk dunia merupakan orang dengan disabilitas. Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) memperkuat hak penyandang disabilitas untuk mencapai standar tertinggi perawatan kesehatan, tanpa diskriminasi. Sulitnya akses informasi dan komunikasi 2 arah antara penyandang disabilitas dengan pemberi pelayanan kesehatan memunculkan sebuah solusi yaitu penggunaan SAKURA (Sistem Konsultasi Tuna Wicara). Tujuan SAKURA adalah memperbaiki sistem pelayanan dan memperoleh informasi dan komunikasi yang mudah diakses tuna wicara dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian tahap awal yaitu perancangan dan pemodelan alat sistem konsultasi pada tuna wicara (SAKURA). Tahapan penelitian; 1) mengumpulkan informasi dan analisis kebutuhan pengembangan SAKURA, 2) merencanakan sistem dan model alat, 3) mengumpulkan alat dan bahan 4) konsultasi pada ahli terkait rancang bangun sistem, 5) merumuskan alur pelayanan, jenis pelayanan (content pelayanan), 6) mengembangkan sistem dan model, 7) menentukan input dan output data dalam versi website. (SAKURA) memberikan kemudahan tuna wicara mendapatkan layanan kesehatan yang dituju, menghubungkan informasi yang disampaikan oleh tuna wicara kepada pemberi layanan kesehatan terutama dalam proses diagnosis penyakit, dimana penderita tuna wicara dapat dibantu untuk menemukan, mengungkapkan dan mendeteksi keluhan yang dirasakan secara akurat/ tepat sehingga dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat sehingga dapat mengefisienkan waktu pelayanan dan dapat diberikan penanganan dengan tepat.
Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Agustin, Nandya Andila; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.33146

Abstract

ABSTRAK Tenaga sanitarian adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan di bidang kesehatan lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan data Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Tahun 2017 Puskesmas Adiwerna memiliki 1 tenaga sanitarian. Akan tetapi jika dilihat dari rasio tenaga sanitarian yaitu sebesar 2,86 per 100.000 penduduk di Kabupaten Tegal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas kinerja dalam pelayanan kesehatan lingkungan di Puskesmas Adiwerna. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product/Output) dengan desain deskriptif. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif. Sumber informasi didapatkan dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam. Teknik analisis data dengan menggunakan tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan lingkungan Puskesmas Adiwerna belum berjalan dengan baik. Terdapat 3 indikator kinerja tenaga sanitarian yang sudah mencapai target yaitu penduduk yang memiliki akses terhadap air minum berkualitas, penduduk yang menggunakan jamban sehat, serta rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. Selanjutnya, terdapat 6 indikator kinerja tenaga sanitarian yang belum mencapai target antara lain kualitas air minum yang memenuhi syarat, jumlah desa yang melaksanakan STBM, jumlah desa ODF, tempat-tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan, pengelolaan makanan yang memiliki syarat kesehatan, dan pengelolaan limbah medis fasilitas pelayanan kesehatan. ABSTRACT Sanitarians are all people who have graduated from the field of environmental health education in accordance with statutory provisions. Based on data from the Secretariat of the Tegal District Health Office in 2017 Adiwerna Health Center has 1 sanitarian staff. However, if seen from the ratio of sanitarians, which is 2.86 per 100,000 population in Tegal Regency. The purpose of this study was to determine the quality of performance in environmental health services at the Adiwerna Public Health Center. This study uses a CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product / Output) with a descriptive design. The method used is a qualitative research method. Sources of information obtained from primary data and secondary data. This research was conducted with in-depth interviews. Data analysis techniques using three steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results showed that the context image in environmental health services was in accordance with the guidelines. The input picture is still lacking in terms of facilities and infrastructure. Process quality description of the performance of sanitarians is known that the lack of ability and skills, the relationship of sanitarians with colleagues and patients, and the implementation of environmental health services. Product description, there are 3 out of 9 indicators that have met the target, namely residents who have access to quality drinking water, coverage of residents who use healthy latrines, and homes that meet health requirements. Keywords : Performance, Environmental Health Services, CIPP Evaluation
Penerapan Empat Pilar Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Tuberkulosis Paru Pitaloka, Winda; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.33147

Abstract

Abstrak Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian. Puskesmas Bandarharjo mempunyai kasus TB BTA positif tertinggi di Kota Semarang sebesar 54 kasus tahun 2017 dan 58 kasus tahun 2018, sehingga perlu diterapkan program PPI TB untuk mencegah terjadinya penularan. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran secara mendalam terkait pelaksanaan empat pilar program PPI TB di Puskesmas Bandarharjo. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan studi kasus dengan fokus penelitian input, proses, dan output. Teknik pengambilan informan secara pusposive sampling terdiri dari 4 informan utama dan 2 informan triangulasi. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kendala pelaksanaan PPI TB seperti belum adanya SOP khusus terkait PPI TB, pengorganisasian belum terstruktur, kepatuhan pasien dalam penggunaan APD masih rendah, ruangan TB belum sesuai standar dan belum tersedia tempat pembuangan dahak untuk pasien TB dan evaluasi masih belum terlaksana dengan baik. Pelaksanaan empat pilar PPI TB di Puskesmas Bandarharjo belum berjalan secara optimal sesuai standar yang ditetapkan. Abstract Tuberculosis is an infectious disease caused the increase of morbidity and mortality rate. Bandarharjo community health center has the highest TBA BTA positive cases in Semarang city such as 54 cases in 2017 and 58 cases in 2018, that the implementation of PPI TB program is important to be done to prevent the transmission. This research aims to know the implementation of the PPI TB four pillars program at Bandarharjo community health center in depth. This research used descriptive analysis based on the qualitative approach. The design of this research used a case study which focused on input, process, and output. The technique to get the participants was adopted by using purposing sampling technique which consisted of 4 main participants and 2 triangulate participants. The technique to get the data were including the in-depth interview, observation, and documentation. The result of this research showed that there are some problems in the implementation of PPI TB such as there is no specific SOP about PPI TB, the unstructured organization, the low patient compliance in the use of APD, the unavailable sputum disposal for the TB patients, the low standard of TB room, and the deficient implementation of the evaluation. The implementation of four pillars program in the Tuberculosis prevention and infection control program at Bandarharjo community health center has not been implemented optimally by following the specified standard.
Pengembangan Buku “Aksi Santri” Sebagai Upaya Early Detection Penyakit Kulit Cahyati, Widya Hary; Siyam, Nur; Hasan, Karnowo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.35360

Abstract

Personal hygiene and environmental sanitation greatly affect the incidence of infectious diseases. Skin and respiratory diseases are often occur in boarding schools. Skin disease is the most common disease in developing countries. It was 20-80% of population. The intervention of this study was education about the prevention and control of skin diseases in a boarding house. It was conducted by developing a book entitled “AKSI SANTRI” (Ayo Jaga Kulit Sehat Santri Mandiri). The research was conducted in June 2019 until September 2019 at SMPIT Bina Amal Semarang which is a boarding school. The data instrument was a questionnaire to measure students' knowledge, attitudes, and practices in preventing and controling skin diseases. Respondents in this study were students at SMPIT Bina Amal Gunungpati Semarang. Based on the research results, it was concluded that the activity of providing education through counseling by providing the book "AKSI SANTRI" in an effort to detect skin diseases in boarding schools was significantly increase the knowledge and attitudes of boarding school students. Keywords: AKSI SANTRI Book, Skin Disease, Dormintory
Co-Authors Agustin, Nandya Andila Amalia, Laila Ananditya, Vika Rifti Arub, Lina Pitri Aviana, Rhanindra Azhar, Eky Fadhildansyah Bambang Wahyono Daryati, Daryati Daryati, Daryati Doune Macdonald, Doune Dyah Mahendrasari Sukendra Fadila, Fahma Nur Fahma Nur Fadila Fakhira, Azradina Farida, Eko Fatikha, Nirmala Fatmasari, Annisa Putri Fatmasari, Annisa Putri Fitri Indrawati Fitriani, Nova Alvia Hanan, Latifa Hanifah, Dini Aulina Herlina Tri Damailia, Herlina Tri Hermawati, Bertakalswa I Gusti Ngurah Antaryama Indah Setyowati, Florensia Indriana, Risma Isnaini, Dewi Nur Istighfaroh, Maulina Karnowo - Kunthi Silviana Pangesti Kurniawan, Masnuh Eva Louise McCuaig, Louise Lukman Fauzi Maharani, Rifka Mariezko, Arnayla Nezza Martini Martini Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maulidah, Heni Meisyaroh, Indriani Mohamed, Ani Mazlina Dewi Mohammad Hakimi Muanifah, Erna Zuliana Muhammad Agus Muljanto Nadia Insrswari Utomo Natalia Desy Putriningtyas, Natalia Desy Niken Lestari Niken Lestari, Niken Nur Endah Wahyuningsih Nurrochmah, Siwi Amru Oksidriyani, Safrina Oktia Woro Kasmini Handayani Pitaloka, Winda Prastika, Yuniar Dwi Pungkasari, Roro Trias Rafinda, Ascariena Rahmadhanti, Vina Aprilia Retno Wulandari Rizkia, Salma Rosha, Putri Tiara Rr. Sri Ratna Rahayu Rudatin Windraswara Santi, Yunita Dyah Puspita Sarifah, Mar'atul Satya Riani, Refina Setyopambudi, Aldi Nugroho Setyopambudi, Aldi Nugroho Shanisa, laurell Shiddieqy, Muhammad Hasbi Ash Sholehawati, Ardhita Sifa Ul Janah Siswanto Agus Wilopo Sri Achadi Nugraheni Sulistiyawatin, Indah Ayu Sungatno Sungatno Tamalla, Putri Nur Tandiyo Rahayu Vini Wiratno Putri Wahyono, Bambang Wahyono Wahyuningtyas, Miranda Gita Wicaksari, Erisa Aprilia Widya Hary Cahyati Yunita Dyah Puspita Santik, Yunita Dyah Puspita