Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Organik Dan Anorganik Masyarakat Kelurahan Pancuran Kerambil Sibolga Yulia Anita Siregar; Fitriani; Vitria Larseman Dela; Ainun Mardiyah Lubis; Eli Marlina Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/849sjh66

Abstract

Keberadaan sampah menimbulkan masalah baru yang terjadi di lingkungan masyarakat karena sistem pengelolaan limbah/sampah yang tidak baik dan tidak memiliki adanya pengetahuan yang baik di dalam masyarakat itu sendiri. Hal ini juga lah yang dialami dan terjadi di kelurahan Pancuran Kerambil Kota Sibolga akibat dari minimnya pengetahuan masyarakat. Keadaan fasilitas pendukung yang tidak sesuai standar dan tidak memenuhi indikator untuk mendukung kebersihan yang seharunya tidak memadai dan juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah. Maka penting untuk menumbuhkan kepedulian warga agar tidak sembarang membuang sampah serta mengedukasi bagaimana memilah sampah. Bermula dari permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan solusi melalui edukasi pentingnya menjaga kebersihan, memilih dan membedakan sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan olahan sampah tersebut sehingga memiliki nilai ekonomis. Bentuk nyata kegiatan ini berupa bantuan penyediaan fasilitas tempat sampah yang terpilah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah edukasi melalu tahapan sosialiasi, perijinan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini warga masyarakat menjadi peduli terhadap pentingnya menjaga kebersihan, adanya peningkatan pemahaman pemilahan sampah secara mandiri serta pengetahuan akan manfaatnya. Selain itu, masyarakat Pecalongan juga dapat mengetahui manfaat pengolahan sampah dengan cara 3R yaitu : Reduce, Reuse, Recycle
BULLYING DI SEKOLAH DASAR: PENGERTIAN, DAMPAK, PENCEGAHAN DAN SOLUSI Erlina Harahap; Vitria Larseman Dela; Heni Mulyani; Yogi Fernanda; Ahmad Reza; Rahma Idayanti; Niaramada Yanti
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i2.143-148

Abstract

Bullying adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi kehidupan anak dan remaja di sekolah. Bullying tidak hanya soal fisik, tetapi juga bisa berupa kekerasan verbal, sosial, dan maupun digital. Penting bagi kita untuk memahami dampak negatif perundungan dan bagaimana mencegahnya, sehingga lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Salah satu perilaku siswa yang banyak diperbincangkan adalah perilaku bullying sebagai bentuk penindasan terhadap korban yang lemah dengan melakukan hal-hal yang tidak disukai secara berulang. Perilaku ini tidak dapat diterima dalam kehidupan sosial. Secara fisik, pelaku bullying tidak selalu berasal dari anak yang bertubuh besar dan kuat. Anak dengan postur kecil atau sedang pun dapat menjadi pelaku apabila memiliki pengaruh atau dominasi psikologis yang kuat di antara teman-temannya. Penelitian difokuskan pada upaya mencengah bullying di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anak tentang bullying itu sendiri mulai dari pengertian, bullying, pencegahan dan solusi terhadap tindakan bullying. Pendekatan yang dilakukan dengan metode kualitatif yaitu dengan observasi dan wawancara. Adapun hasil hasil layanan informasi yang didapatkan bahwa masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mengenal apa itu bullying. Walaupun sesungguhnya beberapa siswa pernah mengalami dan diperlakukan kasar oleh teman ataupun guru disekolah. Anak- anak yang menjadi korban bullying memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan, dan masalah tidur yang mungkin berlanjut hingga dewasa. Bertindak tegas terhadap pelaku bullying juga merupakan langkah penting dalam menangani kasus bullying. Tindakan tegas tidak berarti bersikap kasar, namun bertujuan untuk membuat pelaku bullying menyadari kesalahannya dan menanggung konsekuensi atas perbuatannya.