Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Formulasi Pembuatan Biskuit Crackers Berbasis Tepung Ikan Sidat dan Daun Kelor Jamaluddin Jamaluddin; Hajra Hajra; Ni Made Yeni Lisnawati; Gina Nafsiah Putri; Pitriani Pitriani; Bohari Bohari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.918

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formulasi pembuatan biskuit crackers berbasis tepung ikan sidat dan daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui pentingnya penambahan tepung ikan sidat dan tepung daun kelor terhadap mutu biskuit crackers yang dihasilkan dan untuk mengetahui formula berapakah yang menghasilkan gizi terbaik dari biskuit crackers tepung ikan sidat dan tepung daun kelor. Penelitian ini mengunakan metode eksperimen secara Rancangan Acak Lengkap. Adapun hasil penelitian dimana semakin tinggi penambahan tepung daun kelor pada tepung ikan sidat dapat mempengaruhi mutu fisiknya dimana semakin tinggi serat akan menghasilkan crackers yang keras adapun formula kombinasi yang menghasilkan gizi terbaik adalah C=(10g&3g) karena sifat fisik dan kimia nya cukup baik dan tingkat penerimaan panelis terhadap biskuit crackers tinggi dibandingkan dengan formula lain.
The Relationship Between Dietary Patterns and the Incidence of Overweight among Adolescents Hidayah, Rahmah Nur; Nuradhiani, Annisa; Bohari, Bohari
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v3i2.256

Abstract

This study employed a cross-sectional design to investigate the association between dietary patterns and the occurrence of overweight status in urban adolescents. A total of 124 respondents were recruited using purposive sampling. Data collection involved anthropometric measurements and completion of the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) using a self-administered questionnaire method. The study findings revealed that 29% of adolescents experience overweight status. Most frequent food consumption occurs in staple foods (82.3%), animal protein (73.4%), plant-based protein (63.7%), fats (82.3%), and vegetables (50.8%). Conversely, infrequent consumption was observed for fruits (58.9%), snacks (68.5%), fast food (71.8%), and beverages (55.6%). Furthermore, deficits are prevalent in energy (44.4%), protein (46.8%), and carbohydrates (60.5%), while excess intake is seen in fats (57.3%). Respondents exhibit predominantly low physical activity (66.9%). Chi-square tests indicate significant associations between consumption frequency in the plant-based protein and vegetable groups (p ≤ 0.05) and between energy intake and macronutrients (p ≤ 0.05) with overweight status.
Pengaruh Video Gizi terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Gizi Seimbang pada Siswa SMAN 4 Kota Serang Rifa Febriyani; Mukhlidah Hanun Siregar; Bohari Bohari
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 5, No 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v5i1.24897

Abstract

Pemberian edukasi gizi seimbang merupakan salah satu upaya untuk mengatasi timbulnya masalah gizi pada remaja. Keberhasilan edukasi tidak terlepas dari media yang digunakan. Video dipilih sebagai media edukasi karena dapat memberikan informasi yang lebih jelas, dapat diulang, dan cocok untuk semua kelompok usia dari anak-anak hingga dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh video gizi terhada pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang pada siswa SMAN 4 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimen desain dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel merupakan siswa kelas X sebanyak 54 responden di SMAN 4 Kota Serang yang diambil secara random sampling. Pemberian edukasi dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dengan dua kali pemutaran video berdurasi 11 menit. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner pretest dan posttest. Uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan ɑ=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan media video. Pengetahuan responden mengalami peningkatan sebesar 27,8%, sementara sikap positif terhadap gizi meningkat sebesar 57,4%. Hasil uji bivariat pengaruh video gizi terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang siswa SMAN 4 Kota Serang dengan niai p-value masing-masing 0,000 dan 0,000 (<0,05). Terdapat pengaruh pemberian edukasi gizi dengan media video terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMAN 4 Kota Serang.
Phytochemical evaluation and antidiabetic potential (In silico) of corn silk (Zea mays L.) and jasmine (Jasminum sambac) Bohari, Bohari; Rimbawan, Rimbawan; Nasution, Zuraidah; Handharyani, Ekowati
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2931

Abstract

Diabetes mellitus is a significant global health challenge, necessitating the exploration of novel therapeutics from natural sources for its treatment. This study aimed to identify the bioactive compounds in a combinatorial methanolic extract of corn silk (Zea mays L.) and jasmine flowers (Jasminum sambac) and predict their antidiabetic potential. The extract was analyzed using Liquid Chromatography-Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS). The identified compounds were evaluated in silico via molecular docking simulations against key antidiabetic protein targets: Glucagon-Like Peptide 1 (GLP-1), Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), Glucose Transporter 4 (GLUT4), alpha-glucosidase, and superoxide dismutase (SOD). The analysis focused on the binding energy (ΔG). A total of 44 metabolites were identified in this study. Molecular docking results indicated that rothindin exhibited the highest binding affinity for GLUT4, with a binding energy of -9.9 kcal/mol. Rothindin and Chlorogenic Acid also showed significant potential as modulators of GLUT4 and α-glucosidase, respectively. In conclusion, the combined extract contains bioactive compounds, particularly roxindin and chlorogenic acid, which demonstrate significant in silico potential as antidiabetic agents.