Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DI YOGYAKARTA Reslyana Dwitasari; Sapto Priyanto
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 14, No 4 (2016): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v14i4.160

Abstract

Perencanaan kereta perkotaan sebagai transportasi yang berkelanjutan harus diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan visi Green D.I. Yogyakarta yang menargetkan adanya pembangunan dan penataan transportasi di Yogyakarta sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat serta infrastruktur dan tata kota. Moda transportasi LRT (Light Rail Transit) dipilih sebagai moda transit dalam pengembangan transportasi berbasis rel ROD (Rail Oriented Development) di Yogyakarta. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian terkait faktor-faktor pelayanan yang diharapkan calon pengguna jasa LRT Yogyakarta, sehingga saat LRT di dioperasikan setidaknya sudah mengetahui layanan yang diharapkan oleh pengguna. Pertanyaan penelitian dari penelitian ini adalah faktor-faktor pelayanan apa saja yang diharapkan oleh calon pengguna apabila Trem/LRT dioperasikan di Yogyakarta?, sedangkan tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui faktor pelayanan yang diharapkan oleh calon pengguna apabila LRT dioperasikan di Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis bahwa faktor pelayanan yang dibutuhkan penumpang LRT, diperoleh indikator pelayanan dikategorikan menjadi 3 tingkat pelayanan yaitu: 1) Tingkat pelayanan kualitatif, dengan mementingkan faktor a)keamanan penumpang; b) keselamatan penumpang; c) kenyamanan penumpang. 2) Tingkat Kemudahan/aksesibilitas, dengan variable faktor a) Integrasi antar moda; b) Kemudahan menuju shelter/halte; c) Ketersediaan fasilitas park and ride dan 3) Tingkat pelayanan kuantitatif, dengan faktor pelayanan: a) Keterjangkauan ongkos perjalanan; b) Ketepatan jadwal keberangkatan dan kedatangan.
MENGUNGKAP PEREKRUTAN JARINGAN KELOMPOK TEROR MUHAJIRIN AT-TAUHID (MAT) DI MEDIA SOSIAL Guntur Yayus Putra; Sapto Priyanto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 7 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v8i7.2021.2247-2262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan komprehensif tentang bagaimana pola rekrutmen kelompok teroris MAT Indonesia melalui media sosial, antara lain; 1. Mendeskripsikan dan menganalisis metode perekrutan kelompok teror Muhajirin At-Tauhid (MAT) melalui media sosial. 2. Menganalisis penyebab media sosial dapat mendorong aksi terorisme Muhajirin At-Tauhid (MAT) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pilihan narasumber secara purposive sampling. Penelitian menjelaskan bahwa kelompok teror MAT dalam  melakukan perekrutan  adalah sebagai berikut ; 1. Mengamati  obrolan  akun yang  mengarah ke pemahaman  ISIS, 2. Mulai menyebarkan konsep  dakwah  daulah islamiyah dan konsep  jihad, 3. selanjutnya  menawarkan dan  mengukur  kesediaan untuk  bersedia  bergabung  dengan  MAT  dengan  sudah dijelaskan visi dan  misi  MAT, 4. kemudian  selanjutnya  ditawarkan  untuk melakukan  mubahalah dalam  memberikan  ukuran  kesungguhan  dari jamaah  atau anggota  baru, 5. kemudian  anggota  baru yang  telah bermubahalah  mendapatkan hak akses  untuk  bergabung  di dalam  grup dan mengikuti  syura  atau diskusi  perencanaan  dalam  melakukan  amaliyah  dan  tamkin. 
STRATEGI PENCEGAHAN RADIKALISASI MELALUI MEDIA SOSIAL SELAMA PANDEMI COVID-19 OLEH KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (KOMINFO Eko Setyo Utomo; Zora A Sukabdi; Sapto Priyanto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 8 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i8.2022.3037-3046

Abstract

Studi ini berpendapat bahwa selama pandemi ini masyarakat dipaksa untuk beradaptasi dengan 'kenormalan baru' dalam setiap aspek kehidupan mereka. Dengan dikeluarkannya kebijakan baru pemerintah untuk membatasi pergerakan orang melalui Kebijakan Pembatasan menimbulkan risiko ancaman yang lebih tinggi. Salah satu bentuk ancaman ini adalah radikalisasi di media sosial. Pandemi telah mengubah media sosial menjadi platform yang lebih nyaman bagi kaum radikal dan ekstremis, semakin banyak orang yang terlibat setiap hari. Oleh karena itu Kominfo harus memiliki strategi komunikasi untuk mencegah penyebaran radikalisasi di media sosial di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan yang berfokus pada strategi komunikasi Komunikasi dan Informatika dalam mencegah ancaman radikalisasi melalui media sosial di Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa: strategi komunikasi yang digunakan Kominfo untuk mencegah radikalisasi di media sosial adalah dengan kontra narasi, pemblokiran, pemberian pesan dan konten informatif, persuasif dan edukatif untuk meningkatkan literasi masyarakat. Sehingga dapat disimpulkanbahwa untuk menghadapi masalah radikalisasi di media sosial selama pandemi Covid-19, strategi Kominfo untuk resistensi narasi, peningkatan literasi, dan pemblokiran untuk meminimalkan ancaman radikalisasi di media social. Namun strategi komunikasi ini hanya efektif  bagi mereka yang belum terpapar paham radikal secara kuat.
Pelaksanaan Pembinaan terhadap Para Narapidana Terorisme di Indonesia Abdul Muchzin Guntur Muarif; Sapto Priyanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7089

Abstract

Mantan narapidana teroris merupakan salah satu masalah besar yang bisa menghambat upaya penanggulangan terorisme di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kepulangan mereka ke masyarakat masih menyisakan risiko, terutama terkait dengan keyakinan akan ideologi radikal yang sudah tertanam sejak berada dalam jaringan, yang kemudian dapat menimbulkan potensi terjadinya pengulangan peristiwa teror yang dilakukan oleh mereka. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi residivis terorisme di Indonesia dan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya perbuatan residivis oleh mantan narapidana kasus teror. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residivis terorisme di Indonesia terus meningkat, dimana di tahun 2020 sendiri, sudah ada 94 orang residivis diantara 825 narapidana terorisme yang ada. Hal ini kemudian mendorong pemerintah untuk melakukan pembinaan melalui program rehabilitasi untuk merubah ideologi dan menghilangkan pemikiran radikal ke arah yang lebih positif sehingga dapat merubah perilaku mereka agar mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Analysis of the System and Terrorism Attacks Prevention in an Offices of Law Enforcement Agencies in Indonesia Warapsari Jihadtullah Tanara; Sapto Priyanto
International Journal of Social Service and Research (IJSSR) Vol. 3 No. 1 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i1.226

Abstract

Terrorism is a global issue for countries in the world, both in Indonesia itself. Since the existence of the Unitary State of the Republic of Indonesia, the country has always faced incidents and threats of terror. This study aims to determine the security system and prevention of terrorist attacks in one of the offices of law enforcement agencies in Indonesia in order to anticipate potential threats of crime that may occur. This study used a qualitative approach, followed by an analysis of the location security system based on three ring security in the surveillance detection program and CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design). Furthermore, conclusions and anticipation of problems can be made. This study concludes that in order to create comfort and security from the threat of various criminal acts, it is deemed necessary to have an integrated security plan as a preventive measure in securing and preventing terrorist attacks at the offices of law enforcement agencies in Indonesia.
IMPLEMENTASI KONSEP KEAMANAN NASIONAL DALAM UPAYA MENGHADAPI ANCAMAN SIBER DI INDONESIA Christo Febi Cahya Manafe; Sapto Priyanto; Imam Subandi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.2063-2073

Abstract

Studi ini berargumen jika keamanan nasional adalah salah satu aspek terpenting dalam menjaga kemanan negara. Tidak hanya keamanan secara militer, Pemerintah juga perlu memperhatikan keamanan dari ruang siber. Oleh karena itu Pemerintah harus mengimplementasikan konsep keamanan nasional baik untuk ruang lingkup militer ataupun ruang siber. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan yang berfokus pada teori keamanan nasional dan ancaman siber. Penelitian ini menemukan hasil bahwa: Pemerintah Indonesia saat ini sudah berusaha untuk menjaga keamanan nasional baik dari sisi militer ataupun siber. Namun dalam implementasinya, saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur mengenai keamanan nasional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemerintah saat ini sudah menjalankan beberapa strategi untuk menjaga keamanan nasional baik dari bidang militer ataupun bidang siber, akan tetapi perlu adanya regulasi khusus terkait keamanan nasional untuk semakin memperkuat strategi yang disiapkan.
PROGRAM DERADIKALISASI DI INDONESIA: PROSES REINTEGRASI MASYARAKAT Alfredo Benhard Pattiwaellapia; Sapto Priyanto; Muhamad Syauqillah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.2074-2083

Abstract

Studi ini berpendapat bahwa ancaman radikalisasi di Indonesia semakin meluas. Oleh karena itu Pemerintah harus melaksanakan program deradikalisasi dengan tahapan reintegrasi untuk mencegah penyebaran radikalisme semakin meluas di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan yang berfokus pada teori radikalisasi, deradikalisasi dan reintegrasi. Penelitian ini menemukan hasil bahwa: pemerintah Indonesia telah menjalankan program deradikalisasi melalui BNPT untuk mencegah penyebaran radikalisasi, Adapun strategi yang dilakukan Pemerintah dengan menjalankan program deradikalisasi dengan tahapan reintegrasi. Namun dalam menjalankan program ini masih menemukan beberapa permasalahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program deradikalisasi yang di jalankan Pemerintah saat ini belum secara menyeluruh mengatasi akar permasalahan, adapun model deradikalisasi yang diterapkan mencakup reintegrasi seperti upaya dalam counter terorisme, pencegahan radikalisme, perbandingan pemahaman agama, menghindari provokasi kebencian dan permusuhan atas nama agama, mencegah indoktrinasi masyarakat, serta partisipasi masyarakat dalam menolak terorisme.
Evaluation of the VVIP Security System in Cases of Terrorism in Indonesia Christo Manafe; Sapto Priyanto; Imam Subandi
International Journal of Social Service and Research Vol. 3 No. 8 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i8.503

Abstract

Acts of terrorism targeting Very Very Important Person (VVIP) have occurred several times in Indonesia. This shows that VVIP is one of the targets of terrorist attacks. So that the evaluation of the VVIP security system is mandatory, so that VVIP do not become victims of terrorist attacks again. The human factor, namely the mistakes of VVIP security officers, became the dominant factor in the success of terrorist attacks on VVIP. Strict sanctions against security officers who violate applicable rules need to be implemented so that other security officers do not repeat them. The implementation of a strict VVIP security system SOP is a must so that no more terrorist attacks against VVIP occur. In routine activity theory, a capable guard system can prevent a person from becoming a target for crime (terrorism).
The Evolution of Mako Brimob Kelapa Dua Depok Strategy in Security Ahead of the 2024 Elections from the Threat of Terrorism Ilham Dewangga Saputra; Sapto Priyanto
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 4 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i4.227

Abstract

Indonesia is a democratic country where general elections serve as a fundamental pillar in realizing democratic principles and act as a crucial mechanism ensuring active citizen participation in determining their representatives. Given the significance of the election moment as a pivotal point in Indonesia's political dynamics, it brings about a vulnerable risk of security disturbances, including terrorism threats. Indonesia bears a significant presence of terrorism, ranking third in the Asia-Pacific region according to the Global Terrorism Index 2023. The aim of this research is to elucidate the evolution of security strategies implemented by Mako Brimob Kelapa Dua Depok in facing terrorism threats related to the 2024 elections. The research method employed is qualitative, utilizing theories of security intelligence, social construction, and terrorism concepts. The results indicate that the 2024 General Election in Indonesia is a crucial political event, with a primary focus on anticipating terrorism threats due to the perceived intense political dynamics, increased political polarization, fierce competition among political parties, and extensive use of social media. Forms of terrorism leading up to the election include physical attacks, cyber-attacks, voter intimidation, and potential political conflicts. Security intelligence strategies in facing terrorism have evolved to involve prevention, intervention, and recovery. Strategic steps include establishing specialized intelligence agencies, technological advancements, and inter-agency collaboration. The evolution of security strategies related to the 2024 elections encompasses increased intelligence activities, enhanced intervention capabilities, and preparation for post-terrorism recovery. Special task forces, specialized equipment procurement, and collaboration with various stakeholders demonstrate Mako Brimob's efforts to enhance responses to terrorism threats
PREVENTION OF TERRORISM ATTACKS THROUGH ENVIRONMENTAL DESIGN IN INDONESIA AIRPORT Wahyudi, Rizki; Priyanto, Sapto, Mr.
Journal of Terrorism Studies Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research previously identified civil aviation as a vulnerable and appealing target. Terrorism-related airport security concerns have gained much attention since the 9/11 attacks. Terrorist assaults against flights, airports, passengers, crew, and cargo continue to pose a severe threat to human and national security worldwide. The X Indonesia International Airport is a civil enclave airport that offers the concept of Crime Prevention Through Environmental Design to combat these attacks and threats (CPTED). This article aims to provide an overview of airport security management and present a CPTED concept for avoiding a terrorist assault and threat. This paper employs a descriptive qualitative approach with in-depth interviews and a literature review as a data-gathering strategy. The result depicts the CPTED concept developed to prevent terrorism: access control, surveillance, and territoriality. Furthermore, it is believed that collaboration in security management would be ideal in carrying out CPTED to eradicate terror elements and establish a sense of security in public venues. Thus, it is envisaged that the creation of this idea would help the X International Airport region build a sense of security and stability and eradicate terror fears.