Claim Missing Document
Check
Articles

Cost Effectiveness of CABG Versus PCI for Patients With Coronary Artery Disease: A Systematic Review Roslina, Trias; Soewondo, Prastuti
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 8 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i8.1660

Abstract

The suitability of CABG compared to PCI for patients with coronary artery disease (CAD) remains a controversial issue. Despite growing evidence supporting the clinical efficacy of these revascularization strategies, there is little evidence regarding their long-term cost-effectiveness. The aim of this study was to critically evaluate the literature regarding the cost-effectiveness of CABG compared to PCI and assess the quality of the available economic evidence.The methods is a systematic review was conducted using three databases: PubMed, Scopus and Google Scholar. Three studies were retrieved then compared the economic evaluation of CABG vs PCI measures The result is the improvement (ICER) reported across studies varied widely by perspective and timeframe. ICER calculation was reported to be favorable and cost effective for CABG. The conclusions is CABG is more cost-effective than PCI in cases of coronary artery disease. The evidence supporting this cost-effectiveness will continue to evolve and further evaluation over a period of 10 years or more is needed considering societal perspectives.
Analisis Ketersediaan Obat Program Rujuk Balik (PRB) Kasus Hipertensi di Kota Palembang Tahun 2023 Martawinata, Sulaiman; Soewondo, Prastuti
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.3274

Abstract

Peningkatan prevalensi Penyakit Hipertensi merupakan tertinggi di antara prevalensi penyakit kronis lainnya sehingga terjadi peningkatan juga pada peserta Program Rujuk Balik (PRB). Namun jumlah peserta PRB yang stabil dirujuk balik ke FKTP semakin menurun. Salah penyebabnya dikarenakan keluhan kekosongan obat. Keluhan kekosongan obat di Palembang menjadi keluhan obat tertinggi di Kedeputian 3 BPJS Kesehatan. Diperoleh gambaran ketersediaan obat PRB kasus Hipertensi bagi peserta JKN di Puskesmas dan Apotek yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di kota Palembang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen untuk mengetahui keterkaitan antara komponen input, proses, sehingga menghasilkan output berupa ketersediaan obat PRB kasus Hipertensi. Komponen input dalam penelitian ini yaitu SDM, anggaran, perlengkapan, peraturan, dan peralatan. Sedangkan komponen proses yaitu perencanaan, pengadaan, penyaluran dan distribusi, penggunaan, serta monitoring dan evaluasi. Menunjukan bahwa terdapat kekosongan obat PRB kasus Hipertensi dikarenakan masih adanya kendala dari segi input yaitu kurangnya SDM, terbatasnya perlengkapan, implementasi kebijakan yang belum optimal serta dari segi proses yaitu masih ada kendala dalam proses perencanaan, pengadaan, distribusi, dan penggunaan. Kendala-kendala ini pada akhirnya berdampak kepada masih terjadinya kekosongan obat PRB di Puskesmas dan Apotek PRB.
Analisis Klaim Pending BPJS Kesehatan di RSUD Pasar Minggu Tahun 2024 Wirdah, Wirdah; Soewondo, Prastuti; Kartika Dewi, Endah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3234

Abstract

Based on the results of the verification of claims at Pasar Minggu Hospital, the number of pending claims at the end of 2024 has increased both in terms of the number of claims and the cost of claims. In hospitals with a JKN service level of > 80%, the occurrence of pending claims can affect the hospital's cash flow. This study aims to analyze data on pending claim cases to be able to map the group of causes of pending cases. The method of writing the article used is a quantitative cross-sectional design, which is an approach based on data collection that can present information in a short time. As a result, the average number of pending cases at Pasar Minggu Hospital is 5.45% of the total number of claim files filed in 2024, while when viewed from the amount of pending claims, it reaches 17.13%. In inpatient services, the percentage of pending claims based on the number of files on average reached 1.02% and 15.48% when viewed from the value of claims. On the other hand, in outpatient services, the average number of claims based on files is higher, which is 4.43% and in terms of claim value, the portion is 1.66%. The cause of pending claims when reviewed from the number of files is the most due to the aspect of administrative completeness, which is 45.07%. Meanwhile, when viewed from the amount of cost or claim value, the group that caused the most pending claims was due to the aspect of coding rules at 44.10%. The factors that cause pending claims at Pasar Minggu Hospital consist of four factors: human (the service team and casemix have varying levels of understanding of coding and medical aspects, money (the budgeting process for updating coding knowledge and skills is not routine), method (the autoclosing system in the outpatient file claim process, in the inpatient claim process, the coding process is carried out at the end of the service), material (PPK updates have not been done regularly, so there are still variations in services), and machines (the coding system in SIMRS is still done with manual input).
Efektifitas Biaya di Neonatal Intensive Care Unit (NICU): Sebuah Scoping Review Gilang Shah Putra Rahim, Ditia; Soewondo, Prastuti; Andardi, Biancha
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 4 (2023): Special Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i4.440

Abstract

Bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan intensif biasanya dirawat di unit khusus yang disebut unit perawatan intensif neonatal (NICU). Selama 20 tahun terakhir, perawatan neonatal yang lebih baik telah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bayi berisiko tinggi ini. Bayi berisiko tinggi ini dirawat di NICU selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan. Lama tinggal di rumah sakit mengakibatkan biaya rawat inap yang lebih tinggi dan biaya perawatan neonatal yang jauh lebih tinggi. Proses seleksi dilakukan dalam tiga tahap. Selama tahap pertama penulis mengumpulkan 168 artikel untuk mengidentifikasi artikel yang relevan. Penulis secara independen memfilter semua artikel untuk menentukan pengecualian artikel, dan kemudian menemukan 138 artikel setelah menghapus artikel duplikat. Pada fase kedua, artikel yang relevan diberi kode untuk mencerminkan abstrak (misalnya, studi, populasi, dan sampel). Selanjutnya, penulis memfilter studi teks lengkap dari 30 artikel yang tersisa untuk melakukan inklusi abstrak. Pada fase berikutnya, 11 artikel teks lengkap yang membahas efektifitas dan efisiensi di NICU dipilih untuk diulas secara lengkap. Ditemukan beberapa hal yang mempengaruhi efektivitas biaya di NICU meliputi usia kehamilan (sangat prematur, sangat prematur, sedang hingga akhir prematur, atau cukup bulan), peralatan (ventilasi mekanik, pompa infus, insersi vena umbilikalis yang dipandu USG, tambahan lembar reflektif dalam fototerapi), dan obat-obatan (pemberian surfaktan untuk bayi prematur dengan sindrom gangguan pernapasan, pemberian penambah kalori ASI dengan liquid human milk fortifier, opioid untuk terapi nyeri dan sedasi, dan transfusi darah). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas biaya di NICU: usia kehamilan, penggunaan peralatan di NICU, dan obat-obatan yang diberikan.
Co-Authors Ade Widyati Prastyani Amila Megraini Anakito Ekabela Khadijah Andardi, Biancha Anggun Kusumasari, Jorra Putri Ardi Adji, Ardi Astuti, Trihardini Sri rejeki Athiyah Athiyah Athiyah, Athiyah Atik Nurwahyuni Audita, Fatira Ratri Azhar, Rodiyah Aziz, Moch Fathonil Azwar, Nurlie Biancha Andardi Carolinsia, Brenda Dian Kusumawardhani Dian Kusumawardhani Ditia Gilang Shah Putra Rahim Dwi Ayulestari Dwi Oktiana Irawati Emmy Ridhawaty Mangunsong Eureka, Agnes Nina Evelyn Hendarta Farianti, Yuli Farida Kusumaningrum Gilang Shah Putra Rahim, Ditia Halimah Halimah Halimah Halimah Hanis Fuad Hartono Tanto Helena Turnip Helena Turnip Helmi Wahyuningsih Hermansyah, Acep Arief Heydi Marizky Lisman Hidayati, Ira Rahma I Nyoman Gede Semarajana Ida Bagus N Maharjana Indriansyah, Fahlepi Jatnika, Viana Villamanda Johar, Meliyanni Kartika Dewi, Endah Kurnia Sari Kurnia Sari Mahardhika, Jeffrey Christian Mangunsong, Emmy Ridhawaty Mardiati Nadjib Martawinata, Sulaiman Mazda Novi Mukhlisa Megraini, Amila Meliyanni Johar Meliyanni Johar Muhammad Ade Armansyah Siregar Muhammad Hafiz Aini Mukhlisa, Mazda Novi Muliawati, Mutia Mursalin . Mursalin Mursalin Nadjib, Mardiati Novita Dwi Istanti Nur Fatimah Nurlie Azwar Nurul Maretia Rahmayanti Nurwahyuni, Atik Nurwahyuni, Atik Permanasari, Vetty Yulianty Pramanto, Heru Prastyani, Ade Widyati Pujisubekti, Retno Purbasari, Utami Rahmayanti, Nurul Maretia Retno Pujisubekti Retno Pujisubekti Retno Pujisubekti Risa De Apna Roslina, Trias Santoso, Anindita Satrio, Harsa Kunthara Sayekti, Sekar Arum Handarbeni Sekar Arum Handarbeni Sayekti Siregar, Muhammad Ade Armansyah Sugeng Winarno, Sugeng Taufik Dipa Sempana Trihardini Sri Rejeki Astuti Trihardini Srirejeki Astuti Ummu Hani Wahyuningsih, Helmi Wibisono, Iqbal Dawam Wirastuti, Ida Ayu Wirawan, Handi Wirdah, Wirdah Yuli Farianti Yulius, Suci Kirana Yunita Yunita Yunita Yunita Yussi Damayanti Zainal Abidin