Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI ANTAR PERANGKAT PADA SISTEM RUMAH PINTAR JARINGAN LOKAL MENGGUNAKAN MODUL ESP 01 Budi Setiyono; Aghus Sofwan; Ade Ahmad Furqana
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transmisi.24.2.62-66

Abstract

Rumah pintar merupakan sebutan untuk rumah yang memiliki berbagai perangkat yang dapat terhubung satu sama lain menggunakan koneksi internet untuk berkomunikasi. Dengan kata lain, kita dapat memantau perangkat atau keadaan rumah/bangunan tersebut dari jarak jauh. Beberapa hal sederhana, seperti menyala matikan lampu dapat di atur dari jarak jauh. Namun system smarthome yang umum digunakan masih sangat bergantung pada internet, dan tidak dapat berkerja saat internet tidak ada. Tujuan perancangan system smarthome local network ini untuk membuat system pada smarthome masih dapat menjalankan perintah sederhana walaupun tanpa koneksi internet. Hal itu dapat dicapai dengan mengadakan jaringan local dengan mengandalkan koneksi Wi-Fi tanpa internet atau disebut Local Wi-Fi pada system rumah pintar, yang membuat perangkat dapat bertukar data secara lokal tanpa harus terhubung ke internet. Dari pengujian , kualitas pengiriman data yaitu waktu tunda pengiriman sangat dipengaruhi oleh jarak dan ada tidaknya hambatan. Pada kondisi dengan hambatan dan tanpa hambatan, semakin jauh jarak modul ESP 01 maka waktu tunda semakin besar.
PENGEMBANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI RESERVASI RUANGAN BERBASIS WEBSITE Pangestu, Febrian Ardi; Athallah, Farrel; Sofwan, Aghus; Christyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v13i3.115-124

Abstract

Pengelolaan ketersediaan ruangan di lingkungan pendidikan merupakan aspek vital dalam mendukung berbagai kegiatan akademik dan administratif. Namun, seringkali proses reservasi ruangan masih dilakukan secara manual, menyebabkan ketidakefisienan dan ketidakakuratan informasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, Sistem Informasi Reservasi Ruangan (SISERU) dirancang sebagai solusi yang mengintegrasikan teknologi informasi untuk mengelola reservasi ruangan dengan lebih efisien dan efektif. Perancangan sistem ini menggunakan framework Codeigniter 3 dengan API yang dapat memungkinkan integrasi fitur antara dua aplikasi agar bisa berinteraksi. SISERU memiliki fitur antara lain, melakukan pencarian ruangan berdasarkan tanggal dan waktu, pemesanan online, pembatalan pemesanan, dan notifikasi status pemesanan. Pengujian aplikasi dilakukan dengan metode blackbox, pengujian performa, dan pengujian user acceptance test (UAT) guna mengetahui keandalan dari aplikasi. Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi berhasil menyelesaikan semua skenario yang telah ditentukan dengan performa pemakaian stabil di respon 0,0086 hingga 0,2781 detik dan pemakaian memori 0,62 hingga 0,67 MB. Selain itu aplikasi juga diterima dengan baik oleh pengguna berdasarkan hasil pengujian metode UAT. SISERU diharapkan dapat membantu dalam optimalisasi penggunaan ruangan di Universitas Diponegoro.
Evaluasi Kinerja Perutean Broadcast Vehicular Ad Hoc Network (Vanet) Pratama, Aziz Yulianto; Prasetijo, Agung Budi; Sofwan, Aghus
Technomedia Journal Vol 8 No 2 Special Issues (2023): Special Issue: Sistem Informasi Manajemen Dalam Menunjang Teknolog
Publisher : Pandawan Incorporation, Alphabet Incubator Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/tmj.v8i2SP.2079

Abstract

Ad-Hoc Networks (VANET) merupakan pengembangan teknologi jaringan wireless dari MANET. VANET terdiri dari kelompok kendaraan bergerak yang dihubungkan oleh jaringan nirkabel. Hal ini memungkinkan mobil mengirim dan menerima informasi satu sama lain. Penggunaan utama VANET adalah untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengemudi khususnya untuk kendaraan mobil. Dalam beberapa tahun ini terdapat peningkatan jumlah kendaraan otonom khususnya mobil, sehingga kebutuhan akan VANET menjadi sangat penting. Jaringan VANET dalam mengirimkan control packet menggunakan broadcast routing dan tidak semua broadcast routing mengirimkan data paket. Broadcast routing ini dapat menimbulkan permasalahan berupa Broadcast Storm Problem (BSP). Hal ini yang menjadi dasar dalam melakukan penelitian mengenai evaluasi kinerja perutean broadcast routing pada VANET. Kinerja dari broadcast routing pada VANET dapat dinilai berdasarkan metrik secara umum seperti average end-to-end delay yang menunjukkan rata-rata waktu yang dibutuhkan sebuah paket untuk bergerak pada jalur dari node sumber ke node tujuan dan packet delivery ratio yang digambarkan sebagai rasio paket data yang diterima di tujuan akhir dengan total paket yang dihasilkan oleh sumbernya. Penelitian ini direncanakan dengan simulasi dengan algoritma no underlying topology khususnya yang menggunakan protokol Fixed Transmission Range (FTR) dengan penilaian kinerja average end-to- end delay dan packet delivery ratio dengan variasi pada jumlah node yang disimulasikan pada perangkat lunak Simulasi Urban Mobility.
Analisis Tegangan Tembus Minyak Jarak dan Minyak Shell Diala B Sebagai Isolasi Cair Transformator Diantari, Retno Aita; Sofwan, Aghus; Susanty, Aries
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 4 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24586

Abstract

Salah satu bagian terpenting dari transformator adalah minyak transformator. Minyak pada transformator berfungsi sebagai isolasi dan pendingin. Minyak yang digunakan pada minyak transformator ini secara umum menggunakan minyak mineral atau minyak shell diala B yang berasal dari minyak bumi. Minyak mineral merupakan isolasi cair yang tidak ramah lingkungan, sebab minyak ini secara biologis sulit terdegradasi dan persediaannya terbatas. Oleh karena itu, saat ini sudah mulai dilakukan penelitian dengan menggunakan minyak nabati yaitu minyak jarak dimana minyak jarak ini secara biologis mudah terdegradasi, sehingga lebih ramah lingkungan. Untuk mengetahui karakteristik tegangan tembus, baik minyak mineral shell diala B, minyak jarak dan campuran minyak mineral shell diala B dan minyak jarak, dilakukan pengujian di Laboratorium Teknologi dan Peralatan Tegangan Tinggi IT PLN Jakarta. Standar nilai tegangan tembus berdasarkan SPLN’49-1982 dan IEC No. 56 tahun 1991, nilai tegangan tembus minimal sebesar 30 kV/2,5 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan tembus minyak mineral shell diala B, minyak jarak dan pencampuran antara keduanya mencapai standar minimal tegangan tembus. Nilai tegangan tembus terbesar pada pencampuran minyak mineral shell diala B dan minyak jarak 50%:50% dengan rata-rata tegangan tembus sebesar 53 kV dan kekuatan dielektrik tertinggi yaitu 212 kV/cm. Semakin besar tegangan tembus, maka semakin besar pula kekuatan dielektriknya. Kata kunci: minyak shell diala B, minyak jarak, tegangan tembus, kekuatan dielektrik, SPLN 49-1982
Desain Proteksi Kubikel 20 kV pada Gardu Distribusi Pelanggan Tegangan Menengah di PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Utara Saputra, I Gede Dharma; Sofwan, Aghus; Isnanto, R. Rizal
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 4 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24575

Abstract

PLN adakalanya dalam menyalurkan tenaga listrik ke pelanggan rumah tangga dan industri menggunakan jaringan distribusi yang sama, sehingga keandalan jaringan harus terjaga dengan baik. Pada pelanggan tegangan menengah (TM) menggunakan level tegangan yang sama dengan jaringan distribusi yaitu 20 kV. Gangguan pada instalasi milik pelanggan TM dapat menyebabkan proteksi pada jaringan distribusi bekerja atau membuat jaringan trip (terputus), sehingga penyaluran tenaga listrik terhenti, baik kepada pelanggan rumah tangga dan industri. Maka dari itu pada pelanggan TM, tenaga listrik disalurkan melalui kubikel 20 kV yang dilengkapi dengan relay proteksi. Dengan relay tersebut, gangguan pada instalasi milik pelanggan TM dapat dilokalisir. Agar relay dapat berfungsi dengan baik perlu dibuat desain dan perhitungan proteksi yang tepat. Proteksi didesain untuk bekerja pada gangguan overcurrent (arus lebih), ground fault (gangguan ke tanah) dan proteksi thermal (overload). Perhitungan proteksi akan menggunakan data-data daya pelanggan, kapasitas trafo pelanggan dan rasio CT yang digunakan, kemudian menggunakan beberapa persamaan untuk menentukan nilai setting yang tepat. Dari daya pelanggan akan didapatkan nilai arus nominal (In), dan dari hasil desain untuk In pada nilai 105%, 120% dan 150% termasuk kategori beban pemakaian lebih, sedangkan untuk In dengan nilai 400% masuk kategori gangguan overcurrent. Untuk setting ground fault, mengacu besar nilai arus maksimum trafo pelanggan (Ine), dengan cara membatasi arus netral sebesar 20% dari Ine. Kata kunci: kubikel 20 kV, relay proteksi, overcurrent, ground fault, proteksi thermal
Metode Pemilihan Tindak Lanjut Pemeliharaan Pemutus Tegangan (PMT) 150 kV Berdasarkan Nilai Condition Assesment Factor (CAF) dan Certainty Level (CL) Yulianto, Eko; Sofwan, Aghus; Windarta, Jaka
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 4 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24582

Abstract

Kebutuhan pelanggan listrik di Indonesia untuk mendapatkan keandalan pasokan listrik semakin besar dengan semakin meningkatnya kegiatan ekonomi yang bergantung kepada pasokan listrik. Dalam memastikan keandalan pasokan listrik, salah satu lokasi yang sangat penting untuk dilakukan pengujian rutin adalah gardu induk 150 kV, di mana salah satu material transmisi utamanya Pemutus Tegangan (PMT) memiliki fungsi sebagai saklar sehingga memerlukan evaluasi kondisi kesehatannya. Salah satu metode evaluasi kesehatan PMT 150 kV yang dikembangkan [A11] oleh PT PLN Divisi Transmisi berdasarkan data hasil pengujian rutin dinamakan Condition Assessment Factor (CAF) serta Certainty Level (CL). Hasil dari nilai CAF menunjukkan kondisi kesehatan keseluruhan dari PMT yang dinilai, berdasarkan standar PLN digunakan batasan nilai 1-9 di mana nilai 1 kondisi buruk dan nilai 9 kondisi sangat baik. Untuk hasil nilai CL menggunakan satuan persentase dengan nilai 100% merupakan kondisi seluruh pengujian terpenuhi sedangakan nilai di bawahnya menunjukkan beberapa pengujian belum dilaksanakan. Kombinasi antara nilai CAF dan CL akan digunakan sebagai pengambilan keputusan dalam menghasilkan bentuk tindak lanjut yang tepat pada proses pemeliharaan PMT 150 kV. Kata kunci: condition assessment factor, pemutus tegangan, certainty level, pemeliharaan
Adaptif Poly Frame PRMA pada Jaringan M2M Kognitif Kapiler Arifianto, Eko; Sofwan, Aghus; Prakoso, Teguh
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 5: Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020752281

Abstract

Komunikasi mesin ke mesin (M2M) pada jaringan kapiler, menggunakan metode transmisi Packet Reservation Multiple Access (PRMA), dan struktur frame data frame biasa, serta skenario komunikasi event driven. Seiring dengan pertambahan perangkat, metode, struktur frame dan skenario komunikasi tersebut tidak dapat menangani laju data yang sangat banyak, sehingga terjadi kemacetan yang memperlambat komunikasi. Penelitian ini bertujuan membuat komunikasi M2M yang lancar walaupun perangkat bertambah banyak, dengan membuat struktur frame baru dan skenario komunikasi baru, berupa Adaptive Poly Frame (APF) serta Scheduler Update (SU). APF dan SU dirancang dengan memberikan nomor urut serta prioritas pada data, yang kemudian dioptimasi dengan meningkatkan peluang persaingan MK (O), jumlah siklus huni slot (B), jumlah siklus huni kanal (S), dan Transmisi Sukses PRMA (TSPRMA). Penelitian ini menghasilkan transmisi sukses 92-28%, optimasi transmisi sukses 93-30%, siklus transmisi 1,5-8,1% dan reduksi siklus transmisi 0,9-7,2%.AbstractMachine to machine (M2M) communication in capillary networks, using the Packet Reservation Multiple Access (PRMA) transmission method, and ordinary frame data frame structures, as well as event driven communication scenarios. Along with the addition of devices, methods, frame structures and communication scenarios cannot handle very large data rates, resulting congestion that results in inefficient communication. This research aims to make M2M communication efficient even though the device is multiplying, by creating new frame structures and new communication scenarios, in the form of Adaptive Poly Frame (APF) and Scheduler Update (SU). APF and SU are designed by sequence number and prioritizing data, which is then optimized by increase the chance of MK contestation (O), the number of slot occupancy cycles (B), the number of canal occupancy cycles (S) and PRMA Success Transmission (TSPRMA). This research resulted in 92-28% successful transmission, 93-30% successful transmission optimization, 1.5-8.1% transmission cycle and 0.9-7.2% transmission cycle reduction