Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acne Dengan Kombinasi Ekstrak Daun Mint (Mentha piperita) Dan Daun Jarak Pagar (Ricinus communis) Fahdi, Firdaus; Sari, Herviani; Maria, Kiki
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9264

Abstract

Daun mint (Mentha piperita) dan jarak pagar (Ricinus communis) telah banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional. Senyawa kimia yang terkandung dalam daun mint dan daun jarak pagar antara lain flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, steroid. Senyawa kimia flavonoid dapat berperan langsung sebagai antibiotik dengan memanfaatkan fungsi mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Daun mint dan daun jarak juga mengandung antimikroba aktif sehingga dapat digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri, salah satu bakteri yang sering ditemukan pada jerawat yaitu Propionibacterium acne. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi ekstrak etanol. daun mint (Mentha piperita) dan daun jarak pagar (Ricinus communis) dapat diformulasikan dalam bentuk salep. Untuk mengetahui efektivitas salep kombinasi ekstrak daun mint (Mentha piperita) dan daun jarak pagar (Ricinus communis) terhadap bakteri. Untuk mengetahui konsentrasi berapa yang efektif dalam menghambat bakteri. Metode penelitian dilakukan dengan mengekstraksi daun mint (Mentha piperita) dan daun jarak pagar (Ricinus communis) dengan metode ekstraksi maserasi selama 5 hari menggunakan pelarut etanol 96% dan dilanjutkan dengan remaserasi dengan pelarut etanol 96%. % pelarut etanol selama 2 hari. Ekstrak tersebut diformulasikan menjadi salep dengan konsentrasi 5% 10% 15%. Bahan pembuatan sediaan salep adalah Vaseline Album, Cera Alba, Methyl Paraben. Evaluasi sediaan salep meliputi Ph, Homogenitas, Organoleptik. Hasil penelitian terhadap 3 formulasi sediaan salep memenuhi uji Ph, Homogenitas, Organoleptik.Kata Kunci : Mencit, Pakan, Kesehatan, Reproduksi
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rumput Laut Israel (Asystasiagangetica L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Eschericia coli Sari, Herviani; Fahdi, Firdaus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7694

Abstract

Rumput israel (Asystasia gangetica) atau sering disebut dengan tanaman Ara sungsang merupakan salah satu tanaman budidaya yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rumput Israel dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak etanol rumput Israel pada berbagai konsentrasi. Metode : Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram kertas. Aktivitas ini ditandai dengan terbentuknya zona bening pada area paper disc. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 perlakuan konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75%, 100%, dan kontrol negatif aquades dan kontrol positif amoksisilin. Hasil : Berdasarkan hasil uji one way ANOVA menunjukkan adanya pengaruh aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan nilai signifikansi (p0,05) dengan nilai F = 53.393. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penggunaan berbagai konsentrasi ekstrak rumput Israel dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penentuan diameter zona hambat sebelum perlakuan adalah 16mm dan sesudah perlakuan. Konsentrasi ekstrak lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yaitu konsentrasi 100% dengan diameter 20,4 mm
Ekstrak Daun Mimba (Azaradiracta indica A.Juss) Sebagai Antijamur Candida albicans Dalam Sediaan Sampo Krim Antiketombe Fahdi, Firdaus; Gracesandy, Giacinta; Sari, Herviani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7768

Abstract

Ketombe adalah suatu kondisi yang tidak normal pada kulit kepala yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Daun mimba (Azaradiracta indica A. Juss) sebagai bahan alami, mengandung senyawa antijamur seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulasi sampo antiketombe dengan menggunakan ekstrak etanol daun mimba (Azaradiracta indica A. Juss). Penelitian diawali dengan membuat ekstrak daun mimba yang diperoleh dengan metode maserasi. Kemudian ekstrak diformulasikan menjadi sediaan sampo dalam tiga variasi konsentrasi, yaitu 1,5%, 2%, dan 2,5%. Sediaan dievaluasi organoleptik, pH, tinggi busa, homogenitas, viskositas, dan daya sebar serta pengaruh konsentrasi ekstrak etanol pada aktivitas antijamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba (Azaradiracta indica A. Juss) dapat di formulasikan dalam sediaan sampo antiketombe yang homogen, berwarna hijau muda, dan memiliki daya sebar 6 cm, dengan pH 7 dan memiliki viskositas 2000 cps. Aktivitas antijamur diuji menggunakan metode difusi cakram dengan mengamati daerah hambatan pertumbuhan jamur yang menunjukkan bahwa konsentrasi 2,5% dan kontrol (+) sampo Ketoconazole memberikan diameter zona hambat tertinggi menunjukkan respons yang kuat dalam menghambat pertumbuhan mikroba. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p-value 0,05) terhadap luas zona hambat Candida albicans pada setiap kelompok data.
Skrinning Fitokimia Daun Poguntano (Picria fel-terrae Lour.) Menggunakan Metode Maserasi Bertingkat Lestari, Puji; Yusuf, Faisal; Fahdi, Firdaus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9698

Abstract

Latar belakang: Poguntano (Picria fel-terrae Lour.) adalah tanaman yang digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk pengobatan demam, infeksi herpes, kanker dan inflamasi. Daun poguntano telah diketahui mengandung banyak senyawa yang memiliki aktivitas farmakologi. Tujuan: Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat dalam ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol dari daun poguntano. Metode: Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode ekstraksi bertingkat dimulai dari pelarut yang memiliki kepolaran rendah hingga kepolaran tinggi. Diperoleh ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol daun poguntano. Selanjutnya masing-masing ekstrak dilakukan pengujian skrinning fitokimia untuk mengetahui golongan senyawa pada masing-masing ekstrak tersebut. Hasil: Pemeriksaan terhadap ekstrak n-heksana mengandung senyawa triterpenoid/steroid, ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid, glikosida, saponin dan tanin. Ekstrak Etanol daun poguntano mengandung flavonoid dan tannin. Kesimpulan: Ekstrak etil asetat memiliki kandungan senyawa yang paling banyak yaitu flavonoid, glikosida, saponin dan tannin dibandingkan dengan ekstrak n-heksana dan etanol sehingga lebih berpotensi untuk dikembangkan dalam penemuan obat baru. Saran: Hasil penelitian ini lebih lanjut dapat digunakan sebagai bahan penelitian upaya untuk penemuan bahan obat baru
Karakterisasi Simplisia Dan Skrining Fitokimia Herba Suruhan (Peperomia pellucida H.B.&K.) Lestari, Puji; Yusuf, Faisal; Fahdi, Firdaus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.9699

Abstract

Latar belakang: Simplisia adalah bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, yang dalam praktiknya belum mengalami pengolahan lebih lanjut selain proses pengeringan Salah satu tumbuhan obat yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah herba suruhan (Peperomia pellucida H.B.K.). Simplisia sebagai bahan baku ekstrak harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam monografi buku Materia Medika Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan skrining fitokimia dari simplisia herba suruhan standar mutu dan keamanan dari bahan baku obat tradisional. Hasil: Diperoleh kadar sari yang larut dalam air 18,8%, kadar sari yang larut dalam etanol 12,83%, kadar abu totalĀ  3,85 %, kadar abu yang tidak larut dalam asam 1,17 % dan kadar air 6,66 %. Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia dijumpai adanya rambut penutup, parenkim, berkas pembuluh dengan penebalan spiral, tetes minyak, stomata tipe anomositik, pada tulang daun terdapat berkas pembuluh dan hablur kalsium oksalat berbentuk drusse dan persegi, sel batu dan sel epidermis. Skrining fitokimia terhadap serbuk simplisia menunjukkan adanya senyawa golongan flavonoida, glikosida, tannin dan triterpenoida/steroida bebas. Kesimpulan: Hasil pemeriksaan karakterisasi simplisia herba suruhan (Peperomia pellucida H.B.K.) memenuhi syarat dimana kadar sari yang larut dalam air 18,8%, kadar sari yang larut dalam etanol 12,83%, kadar abu totalĀ  3,85 %, kadar abu yang tidak larut dalam asam 1,17% dan kadar air 6,66 %.