Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA SWASTA SINGOSARI KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2025 Marlina, Siti -; Tanjung, Tiara
Jurnal Penelitian Keperawatan Medik Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan Medik
Publisher : Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Deli Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpkm.v7i2.2329

Abstract

Adolescence is a transition period marked by physical, emotional, and psychological changes. During adolescence, girls will experience a natural process, namely menstruation. As an effort to maintain the health and cleanliness of reproductive organs, personal hygiene of genitalia is very necessary. Lack of knowledge in carrying out personal hygiene of genitalia can cause various diseases of the reproductive organs. Purpose: This study aims to determine the effect of health education on knowledge of personal hygiene during menstruation in female adolescents at Singosari Deli Tua Private High School. Method: This type of research is quantitative, with a pre-experimental method with one group pretest-protest design. The population in this study were girls who had menstruated at Singosari Deli Tua Private High School, a sample of 87 female students. After the data was collected, data processing was carried out through the stages of editing, coding, scoring, and tabulating. Data analysis used the Wilcoxon Sign Test to see the effect of health education on knowledge of personal hygiene during menstruation before and after education was given. The results of the study showed that knowledge before being given health education about personal hygiene during menstruation was well-informed by 44 respondents (50,6%), then after being given health education, 58 respondents (66.7%) had good knowledge. There was an influence of health education on knowledge of personal hygiene during menstruation in female adolescents at Singosari Deli Tua Private High School with the results of the Wilcoxon Sogn Test, the significance value of knowledge was 0.000 or p <0.05. Conclusion: Based on the results of this study, it is expected that female students will always maintain their feminine area by doing personal hygiene properly and correctly in accordance with the provisions of health workers, especially during menstruation.
Pengaruh Senam Ergonomik Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Yang Menderita Hipertensi Di Puskesmas Deli Tua Tahun 2022 Manik, Maria Hermita; Marlina, Siti; Zuliawati, Zuliawati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7714

Abstract

Hipertensi menjadi masalah karena dapat menjadi faktor risiko penyakit stroke dan jantung pada lansia. Pada lansia, tekanan darah penderita hipertensi cenderung tidak stabil karena kurangnya aktivitas, pola makan yang tidak teratur, dan pengobatan yang tidak teratur. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat untuk mencegah tekanan darah yang tidak terkontrol. Ada dua pengobatan yang dapat diberikan pada penderita hipertensi yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi nonfarmakologi dapat dilakukan dengan aktivitas fisik, salah satunya adalah senam ergonomis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Penelitian pra eksperimen dengan one group pretest-posttest ini melibatkan 30 responden yang direkrut dari Puskesmas Deli Tua dengan menggunakan teknik total sampling. Intervensi latihan ergonomi dilakukan selama 2 minggu dengan menggunakan instrumen lembar observasi dan sphygmomanometer. Hasil uji statistik Wilxocon pada penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dengan nilai signifikansi p value sistolik = 0,000 (p0,05) dan p value diastolik = 0,000 (p0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi di Puskesmas Deli Tua. Penelitian ini merekomendasikan agar Puskesmas Deli Tua mempertimbangkan senam ergonomis sebagai bagian dari intervensi dalam mengelola tekanan darah sehingga dapat bermanfaat dan diterapkan pada lansia dengan hipertensi sebagai terapi non farmakologis
The Effectiveness of Psychological Dhikr Therapy in Improving the Quality of Life of Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Syahri, Alfi; Marlina, Siti; Rosaulina, Meta; Manik, Maria Hermita; Harigustian, Yayang; Pasambo, Yourisna; Putra, Komang Ardidhana Nugraha
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v12i2.2524

Abstract

Introduction: Cancer is a chronic disease with increasing prevalence globally, including in Indonesia, and has a significant impact on patients' quality of life. This impact includes not only physical, but also emotional and spiritual aspects, especially for patients undergoing chemotherapy, who often face physical side effects such as fatigue, pain, and psychological disorders such as anxiety and depression. Objective: This study aims to analyze the effectiveness of dhikr therapy in improving the quality of life of cancer patients during chemotherapy. Methods: The study used a quasi-experimental approach with a one-group pre-post test design. The sample consisted of 37 adult cancer patients undergoing chemotherapy at Sembiring General Hospital, selected by purposive sampling technique. Dhikr intervention was conducted for 4 weeks, with data collected using the WHOQOL-BREF questionnaire to measure quality of life, as well as dhikr activity logs. Data analysis used paired t-test to evaluate changes before and after the intervention. Results: This study showed a significant improvement in patients' quality of life after dhikr therapy. The mean change score reached -9.184 with a standard deviation of 4.373, and a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that this difference was statistically significant. Conclusion: Dhikr therapy is effective in improving the quality of life of cancer patients, especially in the physical, emotional, and spiritual dimensions.
Beban Kerja Dan Dampak Gangguan Muskuloskeletal Pada Perawat RS Djasamen Saragi Pematangsiantar Gina Kristina; Siti Marlina; Hariati Hariati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.10530

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional atau penelitan yang bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan gangguan otot rangka akibat kerja pada perawat RS Djasamen Saragi Pematangsiantar. Populasi penelitian ini terdiri dari perawat Rumah Sakit RS Djasamen Saragi Pematangsiantar saja. Pemilihan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh jumlah responden sebanyak 75 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan antara beban kerja dengan kelainan rangka-rangka berhubungan dengan pekerjaan POTS 0,009. Nilai p value tersebut lebih kecil dari nilai signifikan atau Sig.(2-tailed) yaitu sebesar 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan beban kerja dengan gangguan otot rangka akibat kerja.Diharapkan kepada perawat untuk dapat menerapkan istirahat kerja atau peregangan ringan beberapa menit setelah melakukan kegiatan berulang dalam durasi yang lama dan kepada direktorat RS Djasamen Saragi Pematangsiantar lebih memperhatikan dan menerapkan stasiun kerja dengan posisi yang ergonomis
Pengaruh Senam Ergonomik Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Yang Menderita Hipertensi Di Puskesmas Deli Tua Tahun 2022 Maria Hermita Manik; Siti Marlina; Zuliawati Zuliawati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7714

Abstract

Hipertensi menjadi masalah karena dapat menjadi faktor risiko penyakit stroke dan jantung pada lansia. Pada lansia, tekanan darah penderita hipertensi cenderung tidak stabil karena kurangnya aktivitas, pola makan yang tidak teratur, dan pengobatan yang tidak teratur. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat untuk mencegah tekanan darah yang tidak terkontrol. Ada dua pengobatan yang dapat diberikan pada penderita hipertensi yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi nonfarmakologi dapat dilakukan dengan aktivitas fisik, salah satunya adalah senam ergonomis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Penelitian pra eksperimen dengan one group pretest-posttest ini melibatkan 30 responden yang direkrut dari Puskesmas Deli Tua dengan menggunakan teknik total sampling. Intervensi latihan ergonomi dilakukan selama 2 minggu dengan menggunakan instrumen lembar observasi dan sphygmomanometer. Hasil uji statistik Wilxocon pada penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dengan nilai signifikansi p value sistolik = 0,000 (p0,05) dan p value diastolik = 0,000 (p0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi di Puskesmas Deli Tua. Penelitian ini merekomendasikan agar Puskesmas Deli Tua mempertimbangkan senam ergonomis sebagai bagian dari intervensi dalam mengelola tekanan darah sehingga dapat bermanfaat dan diterapkan pada lansia dengan hipertensi sebagai terapi non farmakologis
Breast Cancer Patients’ Experiences Undergoing Radiotherapy: A Qualitative Study Fahrizal Alwi; Mery Silvia Harahap; Winingsih Frihafni; Siti Marlina; Rini Debora Silalahi; Nur Mala Sari; Megawati Sinambela; Meta Rosaulina; Hien Thi Nguyen; Shujen Chen
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 19 No. 2 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v19i2.16870

Abstract

Breast cancer is a chronic condition that often requires long-term treatment, including radiotherapy, which may affect patients physically, psychologically, socially, and spiritually. Although previous studies have documented the side effects of radiotherapy, limited evidence exists regarding the lived experiences of breast cancer. This study aimed to explore the lived experiences of women with breast cancer undergoing radiotherapy. A qualitative study with a phenomenological approach was conducted. Ten women diagnosed with breast cancer who had undergone at least five sessions of radiotherapy and were able to communicate their experiences were purposively recruited. Data were collected through semi-structured, in-depth interviews and supported by field notes. Interviews were audio-recorded, transcribed verbatim, and analyzed using the Colaizzi method to identify significant statements, formulate meanings, cluster themes, and describe the essential structure of the participants' lived experiences. The essence of the participants' lived experiences reflected a journey from fear and uncertainty toward acceptance and hope, supported by interpersonal relationships and spirituality. This experience was expressed through six interconnected themes: (1) initial perceptions of radiotherapy, (2) perceived physical and emotional impacts, (3) challenges during treatment, (4) coping strategies, (5) social support throughout the treatment process, and (6) motivation and expectations for recovery. Participants described radiotherapy as a complex experience involving fear, uncertainty, physical discomfort, and emotional distress, while gradually developing resilience through family support, compassionate healthcare providers, adaptive coping strategies, and spiritual beliefs. The findings demonstrate that the lived experiences of breast cancer patients undergoing radiotherapy are multidimensional, highlighting the importance of holistic, patient-centered care that addresses physical, psychological, social, and spiritual needs. Clinical interventions should strengthen therapeutic communication, facilitate family involvement, provide spiritual support according to patients' beliefs and preferences, and promote adaptive coping throughout radiotherapy. Future studies are recommended to employ quantitative or mixed-methods approaches to further examine the relationships among patient experiences, coping strategies, social support, spiritual well-being, and quality of life.
TRANSISI CERDAS STROKE: PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DAN KELUARGA DALAM PENDAMPINGAN TRANSISI PERAWATAN PASIEN PASCA STROKE Manik, Maria Hermita; Marlina, Siti; Simorangkir, Delisma Marsauli; Pratama, Hayati Rizki; Gulo, Elvisi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i2.14286

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas yang menyebabkan pasien membutuhkan perawatan lanjutan setelah kembali dari fasilitas kesehatan ke rumah. Fase transisi perawatan memerlukan keterlibatan keluarga dan kader dalam membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari, memantau kondisi kesehatan, mengenali tanda bahaya, serta mendukung kepatuhan terapi. Namun, kemampuan kader dan keluarga dalam melakukan pendampingan pasien pasca stroke masih terbatas. Program Pengabdian Masyarakat mengenai Transisi Cerdas Stroke bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan keluarga dalam pendampingan transisi perawatan pasien pasca stroke. Kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, penyuluhan dan demonstrasi. Adapun materi meliputi aktivitas fisik aman, relaksasi nonfarmakologis, pemantauan tanda bahaya dan komplikasi, kepatuhan terapi obat, serta komunikasi dan pendampingan pasien di rumah. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 82% kategori kurang baik menjadi 91% kategori baik, sedangkan keterampilan meningkat dari 71% kategori kurang baik menjadi 89% kategori baik setelah intervensi. Kesimpulannya, kegiatan Transisi Cerdas Stroke efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan keluarga dalam pendampingan transisi perawatan pasien pasca stroke. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan berbasis komunitas yang berkelanjutan dalam mendukung perawatan pasien pasca stroke di rumah