Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN DIET LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMPAAN Alfany Natalia Torar; Semuel Tambuwun; Herlina P Memah; Yourisna Pasambo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 01 (2020): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i01.903

Abstract

Introduction Data obtained from the working area of Puskesmas Tumpaan found that hypertension in the elderly was the first prominent disease in the range of January-December 2017, as many as 465 patients and in 2018 the number of patients was 510. Based on preliminary studies of elderly people with high blood pressure, said their blood pressure often increases because they do not adhere to a diet. Lack of support from family members can influence the compliance behavior of implementing a hypertension diet. The purpose of this study is to find out the relationship between family support and adherence to the diet of elderly people with hypertension in the work area of the Puskesmas Tumpaan in the coastal areas and and mountain areas. This type of research is Correlation Analytic with cross sectional design. The population in this study is the elderly with hypertension. The sampling technique uses proportional random sampling with a total of 84 people divided into 42 people in coastal areas and 42 people in mountain areas and data analysis techniques using the Chi Square test. The results showed that in the coastal areas 31% of respondents with good family support, 40% of respondents had adequate family support and 29% of respondents had less family support while 52% showed adherent diet adherence and 48% adherence to non-adherent diet. The results of the chi-square statistical test (Pearson chi-square) obtained a P-value of 0.008, meaning that the P-value <0.05. The results of the study in the mountain areas of 40% of respondents with good family support, 31% of respondents with adequate family support and 29% of respondents with less family support, 57% showed adherent diet adherence and 43% of adherent diet adherence. The results of the chi-square statistical test (Pearson chi-square) obtained a P-value of 0.021, meaning that the P-value <0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship of family support with adherence to the diet of elderly patients with hypertension in both coastal and mountain areas.
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK STIMULASI SENSORI DALAM UPAYA PENCEGAHAN GANGGUAN PSIKOSOSIAL LANJUT USIA Yanni - Karundeng
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 01 (2020): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i01.1167

Abstract

Latar Belakang: Proses penuaan secara alamiah akan menimbulkan masalah fisik, mental, sosial, ekonomi dan psikologis. Gangguan psikososial yang dialami lanjut usia seperti ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan. Klien cenderung tidak mau berkomunikasi verbal dan akan berdampak pada emosi dan perasaannya. Pemberian terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris adalah agar klien mampu mengekpresikan perasaannya. Jadi, dengan mengekspresikan perasaan melalui terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris dapat mengurangi gangguan psikososial lanjut usia. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Metode: quasi eksperimental design, non equivalent control group design dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling terhadap 40 responden yang dibagi dalam 20 lansia untuk kelompok eksperimen dan 20 lansia untuk kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil: terdapat perbedaan nilai p dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dimana pada kelompok eksperimen nilai p = 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan pada kelompok kontrol p = 0,317. hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan pikososial pada kelompok intervensi. Sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris tidak berpeluang mengalami penurunan gangguan psikologis. Kesimpulan: ada pengaruh yang bermakna terhadap gangguan psikososial lansia maka panti werda seyogyanya menyusun kegiatan tentang terapi aktivitas kelompok dilaksanakan secara berkesinambungan. Pendidikan keperawatan perlu membangun kerjasama dengan layanan pelayanan keperawatan dalam mengembangkan praktek keperawatan berbasis terapi komplementer terapi aktifitas kelompok.
GAMBARAN STATUS GIZI BALITA DI RT 03 / RW 09 KELURAHAN BAROMBONG KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Yourisna Pasambo
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.162 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.66

Abstract

Status gizi yang baik sangat diperlukan oleh manusia dalam semua rentang usia khusunya balita. Telah diketahui bahwa tumbuh kembang balita bergantung dari status gizi yang dimiliki oleh balita itu sendiri. Jumlah balita di RT 03 / RW 09 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar terus meningkat dari tahun ke tahun. Seiring dengan meningkatnya jumlah balita, orang tua juga harus dapat menjamin peningkatan status gizi balita tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui status gizi balita yang ada di RT 03 / RW 09 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Variable yang diteliti adalah status gizi balita dengan mengukur tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) balita. Alat bantu untuk mengambil data adalah meteran dan timbangan. Populasi penelitian adalah balita usia 1-5 tahun di RT 03 / RW 09 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar yaitu berjumlah 22 balita. Pemilihan sampel menggunakan total sampling, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 22 balita. Status gizi balita dinilai dengan menggunakan indeks BB/TB, dimana Status Gizi Baik jika indeks BB/TB > 90%, Status Gizi Kurang jika indeks BB/TB 81% - 90%, dan Status Gizi Buruk jika indeks BB/TB < 80 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang memiliki status gizi baik sebanyak 10 orang (45,5%), yang memiliki status gizi kurang sebanyak 11 orang (50,0%), sementara balita dengan status gizi buruk sebanyak 1 orang (4,5%). Hasil   ini menunjukkan bahwa balita dengan status gizi kurang lebih banyak daripada balita dengan status gizi baik. Salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya intake nutrisi yang seimbang pada balita tersebut. Kondisi ini dapat didukung dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar balita yang ada di RT 03 / RW 09 Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar memiliki status gizi kurang. Disarankan kepada petugas kesehatan setempat agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu balita tentang pentingnya status gizi yang baik bagi pertumbuhan fisik dan mental balita.
EFFECTIVENESS OF USING STUDENT CENTER LEARNING METHODS IN NURSING DEPARTMENT OF MANADO HEALTH POLYTECHNIC Yourisna Pasambo; Semuel Tambuwun
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2019): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3415.808 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v14i1.721

Abstract

According to Priyatmojo dan Achmadi (2010), universities need to harmonize learning methods with the development of science and technology. To achieve this harmony, one effort that can be done is the use of the method student center learning (SCL) in learning. This study aims to determine the effectiveness of the use of student learning center methods in Nursing Department of Manado Health Polytechnic. This research is a quantitative study with a type of descriptive study. The research variable is the effectiveness of using the learning method student center learning (SCL). The population in this study were Manado Health Polytechnic Nursing Department students in D3 Class IA and IB who were exposed to the student center learning (SCL) learning method. The subject taking method uses the total sampling method. The effectiveness of using SCL methods was measured using a questionnaire which amounted to 20 statements and then the data were analyzed using SPSS 22.0. Based on the analysis of the data obtained, most of the research subjects 79 (90.8%) argued that the application of student center learning (SCL) in the Health Polytechnic Nursing Department was very effective. The results of this study indicate that the SCL teaching method is very effective in achieving learning objectives. This method not only makes students understand the material but also shapes their character. In addition to shaping the image that learning is fun and not boring, this method also builds the ability of students to actively participate in an activity. It was concluded that the student center learning learning (SCL) method was very effective applied in the Manado Health Polytechnic Department of Nursing. It is recommended that Manado Health Polytechnic institutions be able to provide training to lecturers on SCL learning methods. Keywords: effectiveness, student center learning, Nursing Department
Health Education Using Lecuter And Leaflet Methods On Knowledge Of Women About Early Detection Of Utery Mioma Meylani Meylani; Esther Tamunu; Moudy Lombogia; Yourisna Pasambo
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 1 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.825 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v15i1.1359

Abstract

Uterine myoma is a benign smooth muscle tumor of the uterus consisting of smooth muscle tissue cells, fibrous binding tissue and collagen located in the uterus. This benign neoplasm is most commonly experienced by women and its prevalence continues to increase by 70%. Myoma uteri can cause big problems in health. Meanwhile, the lack of health information regarding the etiology of myomas has not yet found effective therapy. The importance of health information about early detection of acquired myoma, can increase women's knowledge of the dangers of uterine myoma.  The Purpose of this study was to determine the effect of health education with lecture methods and leaflets on early detection  of uterine myomas  to  the knowledge  of women  in  the village of Tateli  Dua. This Type of pre experimental design research used one-group pretest-posttest design to compare knowledge before and after health education. The population is women who meet the inclusion and exclusion sample criteria of 65 respondents. The independent variable is health education about early detection of myoma uteri and the dependent variable is women's knowledge. Data collection tools and measuring tools in the form of questionnaires. Data analysis was performed using software and hypothesis testing using the Wilcoxon Signed Rank Test.  The test results showed that there was a significant effect of health education using lecture and leaflet methods about early detection of uterine myomas to the knowledge of women in Tateli village (p-value = 0,000 α = 0.05).  It was concluded that there was a health education using lecture method and leaflets on early detection of uterine myoma to increase women's knowledge in Tateli Dua village. Keywords : Counseling, Knowledge, Early Detection of Uterine Myoma
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON POSTPARTUM MOTHERS' KNOWLEDGE ABOUT EXCLUSIVE BREASTFEEDING AT THE ONGKAW HEALTH CENTER, SINONSAYANG DISTRICT Jean Debora Kumajas; Esther N. Tamunu; Moudy Lombogia; Yourisna Pasambo; Tinneke Tololiu
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 11 No 1 (2023): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v11i1.2149

Abstract

Background: In Indonesia, postpartum mothers often find wrong habits in breastfeeding their babies, namely feeling that their milk production is not enough to fulfill their baby's nutrition and giving early complementary foods to their babies. Objective: This study was to determine the effect of health education on postpartum mothers' knowledge about exclusive breastfeeding at the Ongkaw Health Center, Sinonsayang District. Methods: This type of research is a preexperimental design with one group pre-post test conducted on 42 respondents determined by purposive sampling. Data collection was obtained from the results of filling out a knowledge questionnaire, analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: the study showed that the pre-test knowledge was less knowledgeable with an average value of 23.00. then in the post test the knowledge was good with an average value of 39.00. Conclusion: from the research, namely knowledge in respondents there is a significant effect (p value 0.000; α0.05), which means that there is an effect of health education on the knowledge of postpartum women about exclusive breastfeeding. Suggestions are expected to add insight into the community as information and increase knowledge about exclusive breastfeeding in breastfeeding for babies.
Pemberdayaan Masyarakat Tentang Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Dan Gema Penting Dorce Sisfiani Sarimin; Rolly Harvie Stevan Rondonuwu; Tay S Ponidjan; Zenny Syiariel; Yourisna Pasambo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor resiko stunting antara lain status gizi, kebersihan lingkungan, makanan pendamping ASI, ASI Eksklusif, pendidikan orang tua,penyakit infeksi. Stunting pada anak dapat merusak fungsi kognitif, sehingga anak dengan stunting mengalami permasalahan dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Stunting pada anak ini juga menjadi faktor risiko terhadap kematian, perkembangan motorik yang rendah, kemampuan berbahasa yang rendah, dan ketidakseimbangan fungsional. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan pembentukan organisasi kemasyarakatan Gerakan Masyarakat Peduli Stunting (Gema Penting). Adapun mitra pengabdian adalah kader kesehatan, kader pembangunan manusia dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Metode pengabdian yaitu workshop dengan ceramah, tanya jawab, pemutaran video edukasi dan praktek edukasi dengan 6 keterampilan serta pembentukan organisasi Gema Penting. Gema Penting ini di sahkan melalui surat keputusan Kepala Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Oranisasi Gema Penting ini dilakukan pendampingan oleh tim pengbdi dan dari puskesmas saat berkunjung ke sasaran selama 1 minggu (3 kali kunjungan dengan sasaran berbeda). Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat tentang pencegahan stunting dan terbentuknya organisasi masyarakat Gema Penting. Organisasi Gema Penting ini diharapkan dapat membantu petugas puskesmas terkait pencegahan stunting melalui edukasi dan kunjungan rumah untuk edukasi bagi remaja putri, ibu hamil, bayi dan anak anak, sekaligus melakukan edukasi tentang kebersihan lingkungan rumah
TERAPI MUSIK DAN GUIDED IMAGERY DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMSIA DI RSUP PROF. KANDOU MANADO Pasambo, Yourisna; Kaunang, Marchelina Benediktin; Tamunu, Esther; Sarimin, Dorce Sisfiani; Tuegeh, Johana
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.3076

Abstract

Pendahuluan: Preeklamsia merupakan hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg setelah umur kehamilan 20 minggu, disertai dengan proteinuria lebih dari 300 miligram per 24 jam. Preeklamsia dapat menimbulkan kecemasan pada ibu akan dampak yang dapat ditimbulkan dari preeklamsia, sebaliknya kecemasan juga dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran efektifitas terapi musik dan guided imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melaksanakan asuhan keperawatan kepada ibu hamil dengan preeklamsia dan meingimplementasikan terapi musik dan guided imagery untuk mengurangi kecemasan ibu. Penetapan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan preeklamsia berat disertai proteinuria serta menjalani program hingga selesai, sehingga didapatkan sampel sebanyak empat ibu hamil. Hasil: setelah diberikan intervensi terapi musik dan guided imagery selama tiga kali, terjadi penurunan tingkat kecemasan pada keempat ibu hamil yang mengalami preeklamsia. Tingkat kecemasan responden pertama menurun dari skor 27 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden kedua menurun dari skor 25 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden ketiga menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 13 (kecemasan ringan). Responden keempat menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Hasil penelitian studi kasus memberikan gambaran bahwa penerapan terapi musik dan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia setelah diberikan intervensi sebanyak tiga kali.Kata Kunci : Guided Imagery, Ibu hamil, Kecemasan, Preeklamsia, Terapi Musik
TERAPI MUSIK DAN GUIDED IMAGERY DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMSIA DI RSUP PROF. KANDOU MANADO Yourisna Pasambo; Marchelina Benediktin Kaunang; Esther Tamunu; Dorce Sisfiani Sarimin; Johana Tuegeh
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.447

Abstract

Pendahuluan: Preeklamsia merupakan hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg setelah umur kehamilan 20 minggu, disertai dengan proteinuria lebih dari 300 miligram per 24 jam. Preeklamsia dapat menimbulkan kecemasan pada ibu akan dampak yang dapat ditimbulkan dari preeklamsia, sebaliknya kecemasan juga dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran efektifitas terapi musik dan guided imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melaksanakan asuhan keperawatan kepada ibu hamil dengan preeklamsia dan meingimplementasikan terapi musik dan guided imagery untuk mengurangi kecemasan ibu. Penetapan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan preeklamsia berat disertai proteinuria serta menjalani program hingga selesai, sehingga didapatkan sampel sebanyak empat ibu hamil. Hasil: setelah diberikan intervensi terapi musik dan guided imagery selama tiga kali, terjadi penurunan tingkat kecemasan pada keempat ibu hamil yang mengalami preeklamsia. Tingkat kecemasan responden pertama menurun dari skor 27 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden kedua menurun dari skor 25 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden ketiga menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 13 (kecemasan ringan). Responden keempat menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Hasil penelitian studi kasus memberikan gambaran bahwa penerapan terapi musik dan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia setelah diberikan intervensi sebanyak tiga kali. Kata Kunci : Guided Imagery, Ibu hamil, Kecemasan, Preeklamsia, Terapi Musik
Edukasi Deteksi Dini Stroke Dengan Video Animasi Fast Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Penderita Hipertensi Desyani, Ni Luh Jayanthi; Pasambo, Yourisna; Annthonette Wulan Keloay, Maitha
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 16 No 1 (2024): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v16i1.1428

Abstract

Ringkasan: Latar Belakang: Stroke merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kematian dan kecacatan permanen. Edukasi deteksi dini melalui metode audiovisual dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan stroke pada keluarga penderita hipertensi. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi deteksi dini stroke dengan metode audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap keluarga penderita hipertensi. Metode: Penelitian quasi experiment pre-post test dengan kontrol pada 50 responden menggunakan purposive sampling. Intervensi berupa video animasi deteksi dini stroke dengan metode FAST berdurasi 10 menit. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil: Media audiovisual pada kelompok perlakuan meningkatkan skor pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) secara signifikan. Kesimpulan: Promosi kesehatan deteksi dini stroke menggunakan metode animasi FAST melalui media audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga penderita hipertensi. Saran: Direkomendasikan untuk melibatkan populasi yang lebih besar dengan mengikutsertakan keluarga