Articles
DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN DIET LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMPAAN
Alfany Natalia Torar;
Semuel Tambuwun;
Herlina P Memah;
Yourisna Pasambo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 01 (2020): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v8i01.903
Introduction Data obtained from the working area of Puskesmas Tumpaan found that hypertension in the elderly was the first prominent disease in the range of January-December 2017, as many as 465 patients and in 2018 the number of patients was 510. Based on preliminary studies of elderly people with high blood pressure, said their blood pressure often increases because they do not adhere to a diet. Lack of support from family members can influence the compliance behavior of implementing a hypertension diet. The purpose of this study is to find out the relationship between family support and adherence to the diet of elderly people with hypertension in the work area of the Puskesmas Tumpaan in the coastal areas and and mountain areas. This type of research is Correlation Analytic with cross sectional design. The population in this study is the elderly with hypertension. The sampling technique uses proportional random sampling with a total of 84 people divided into 42 people in coastal areas and 42 people in mountain areas and data analysis techniques using the Chi Square test. The results showed that in the coastal areas 31% of respondents with good family support, 40% of respondents had adequate family support and 29% of respondents had less family support while 52% showed adherent diet adherence and 48% adherence to non-adherent diet. The results of the chi-square statistical test (Pearson chi-square) obtained a P-value of 0.008, meaning that the P-value <0.05. The results of the study in the mountain areas of 40% of respondents with good family support, 31% of respondents with adequate family support and 29% of respondents with less family support, 57% showed adherent diet adherence and 43% of adherent diet adherence. The results of the chi-square statistical test (Pearson chi-square) obtained a P-value of 0.021, meaning that the P-value <0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship of family support with adherence to the diet of elderly patients with hypertension in both coastal and mountain areas.
EFFECTIVENESS OF USING STUDENT CENTER LEARNING METHODS IN NURSING DEPARTMENT OF MANADO HEALTH POLYTECHNIC
Yourisna Pasambo;
Semuel Tambuwun
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2019): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3415.808 KB)
|
DOI: 10.32382/medkes.v14i1.721
According to Priyatmojo dan Achmadi (2010), universities need to harmonize learning methods with the development of science and technology. To achieve this harmony, one effort that can be done is the use of the method student center learning (SCL) in learning. This study aims to determine the effectiveness of the use of student learning center methods in Nursing Department of Manado Health Polytechnic. This research is a quantitative study with a type of descriptive study. The research variable is the effectiveness of using the learning method student center learning (SCL). The population in this study were Manado Health Polytechnic Nursing Department students in D3 Class IA and IB who were exposed to the student center learning (SCL) learning method. The subject taking method uses the total sampling method. The effectiveness of using SCL methods was measured using a questionnaire which amounted to 20 statements and then the data were analyzed using SPSS 22.0. Based on the analysis of the data obtained, most of the research subjects 79 (90.8%) argued that the application of student center learning (SCL) in the Health Polytechnic Nursing Department was very effective. The results of this study indicate that the SCL teaching method is very effective in achieving learning objectives. This method not only makes students understand the material but also shapes their character. In addition to shaping the image that learning is fun and not boring, this method also builds the ability of students to actively participate in an activity. It was concluded that the student center learning learning (SCL) method was very effective applied in the Manado Health Polytechnic Department of Nursing. It is recommended that Manado Health Polytechnic institutions be able to provide training to lecturers on SCL learning methods. Keywords: effectiveness, student center learning, Nursing Department
Pemberdayaan Masyarakat Tentang Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Dan Gema Penting
Dorce Sisfiani Sarimin;
Rolly Harvie Stevan Rondonuwu;
Tay S Ponidjan;
Zenny Syiariel;
Yourisna Pasambo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Faktor resiko stunting antara lain status gizi, kebersihan lingkungan, makanan pendamping ASI, ASI Eksklusif, pendidikan orang tua,penyakit infeksi. Stunting pada anak dapat merusak fungsi kognitif, sehingga anak dengan stunting mengalami permasalahan dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Stunting pada anak ini juga menjadi faktor risiko terhadap kematian, perkembangan motorik yang rendah, kemampuan berbahasa yang rendah, dan ketidakseimbangan fungsional. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan pembentukan organisasi kemasyarakatan Gerakan Masyarakat Peduli Stunting (Gema Penting). Adapun mitra pengabdian adalah kader kesehatan, kader pembangunan manusia dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga. Metode pengabdian yaitu workshop dengan ceramah, tanya jawab, pemutaran video edukasi dan praktek edukasi dengan 6 keterampilan serta pembentukan organisasi Gema Penting. Gema Penting ini di sahkan melalui surat keputusan Kepala Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Oranisasi Gema Penting ini dilakukan pendampingan oleh tim pengbdi dan dari puskesmas saat berkunjung ke sasaran selama 1 minggu (3 kali kunjungan dengan sasaran berbeda). Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat tentang pencegahan stunting dan terbentuknya organisasi masyarakat Gema Penting. Organisasi Gema Penting ini diharapkan dapat membantu petugas puskesmas terkait pencegahan stunting melalui edukasi dan kunjungan rumah untuk edukasi bagi remaja putri, ibu hamil, bayi dan anak anak, sekaligus melakukan edukasi tentang kebersihan lingkungan rumah
TERAPI MUSIK DAN GUIDED IMAGERY DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMSIA DI RSUP PROF. KANDOU MANADO
Pasambo, Yourisna;
Kaunang, Marchelina Benediktin;
Tamunu, Esther;
Sarimin, Dorce Sisfiani;
Tuegeh, Johana
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/medkes.v18i1.3076
Pendahuluan: Preeklamsia merupakan hipertensi pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg setelah umur kehamilan 20 minggu, disertai dengan proteinuria lebih dari 300 miligram per 24 jam. Preeklamsia dapat menimbulkan kecemasan pada ibu akan dampak yang dapat ditimbulkan dari preeklamsia, sebaliknya kecemasan juga dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran efektifitas terapi musik dan guided imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melaksanakan asuhan keperawatan kepada ibu hamil dengan preeklamsia dan meingimplementasikan terapi musik dan guided imagery untuk mengurangi kecemasan ibu. Penetapan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi ibu hamil dengan preeklamsia berat disertai proteinuria serta menjalani program hingga selesai, sehingga didapatkan sampel sebanyak empat ibu hamil. Hasil: setelah diberikan intervensi terapi musik dan guided imagery selama tiga kali, terjadi penurunan tingkat kecemasan pada keempat ibu hamil yang mengalami preeklamsia. Tingkat kecemasan responden pertama menurun dari skor 27 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden kedua menurun dari skor 25 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Responden ketiga menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 13 (kecemasan ringan). Responden keempat menurun dari skor 26 (kecemasan sedang) menjadi 14 (kecemasan ringan). Hasil penelitian studi kasus memberikan gambaran bahwa penerapan terapi musik dan guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dengan preeklamsia setelah diberikan intervensi sebanyak tiga kali.Kata Kunci : Guided Imagery, Ibu hamil, Kecemasan, Preeklamsia, Terapi Musik
Edukasi Deteksi Dini Stroke Dengan Video Animasi Fast Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Penderita Hipertensi
Desyani, Ni Luh Jayanthi;
Pasambo, Yourisna;
Annthonette Wulan Keloay, Maitha
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 16 No 1 (2024): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36990/hijp.v16i1.1428
Ringkasan: Latar Belakang: Stroke merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kematian dan kecacatan permanen. Edukasi deteksi dini melalui metode audiovisual dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan stroke pada keluarga penderita hipertensi. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi deteksi dini stroke dengan metode audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap keluarga penderita hipertensi. Metode: Penelitian quasi experiment pre-post test dengan kontrol pada 50 responden menggunakan purposive sampling. Intervensi berupa video animasi deteksi dini stroke dengan metode FAST berdurasi 10 menit. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil: Media audiovisual pada kelompok perlakuan meningkatkan skor pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) secara signifikan. Kesimpulan: Promosi kesehatan deteksi dini stroke menggunakan metode animasi FAST melalui media audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga penderita hipertensi. Saran: Direkomendasikan untuk melibatkan populasi yang lebih besar dengan mengikutsertakan keluarga
Penerapan Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Ibu Pre Kuretase Dengan Abortus Inkomplit
Pasambo, Yourisna;
Ali, Dwi Rabiatul Adwiyah;
Tamunu, Esther;
Sarimin, Dorce Sisfiani;
Pesak, Ellen;
Tuegeh, Johana
JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Vol 10 No 2 (2023): Vol 10 No 2 ( Edisi Januari - Juni 2023 )
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jib.v10i2.1923
Background: Incomplete abortion is the partial loss of conception and the remaining tissue in the uterus. In this condition the mother is recommended to do curettage to remove and clean the existing tissue, prevent infection to overcome heavy bleeding. This can have a psychological impact on mothers who will undergo several series of actions, one of which is anxiety. Nurses play a role in reducing maternal anxiety so that mothers can go through each process well. The application of autogenic relaxation techniques can be a solution in increasing the relaxation response, providing a sensation of calmness towards a situation faced, to reduce maternal anxiety. The purpose of this study was to determine the application of autogenic relaxation in reducing the anxiety of mothers who will undergo curettage due to incomplete abortion. The research method is descriptive-qualitative with a case-study approach. For sample determination, we used a targeted sampling technique to determine the number of samples from up to four pregnant women who had undergone an incomplete abortion. Results: anxiety levels decreased after a 3-day self-relaxation intervention in four pregnant women with incomplete abortion before curettage . Conclusion: autogenic relaxation is effective in reducing anxiety levels in pre curettage pregnant women due to incomplete abortion.
GROUP ACTIVITY THERAPY REDUCES SYMPTOMS OF PSYCHOSOCIAL DISORDERS OF THE ELDERLY (ELDERLY)
Pasambo, Yourisna;
Karundeng, Yanni;
Imbar, Henry Sonny;
Tumurang, Marjes;
Desyani, Ni Luh Jayanthi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jb.v1i1.852
Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK. Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK.
DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN DIET LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMPAAN
Alfany Natalia Torar;
Semuel Tambuwun;
Herlina P Memah;
Yourisna Pasambo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 01 (2020): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47718/jpd.v8i01.903
Introduction Data obtained from the working area of Puskesmas Tumpaan found that hypertension in the elderly was the first prominent disease in the range of January-December 2017, as many as 465 patients and in 2018 the number of patients was 510. Based on preliminary studies of elderly people with high blood pressure, said their blood pressure often increases because they do not adhere to a diet. Lack of support from family members can influence the compliance behavior of implementing a hypertension diet. The purpose of this study is to find out the relationship between family support and adherence to the diet of elderly people with hypertension in the work area of the Puskesmas Tumpaan in the coastal areas and and mountain areas. This type of research is Correlation Analytic with cross sectional design. The population in this study is the elderly with hypertension. The sampling technique uses proportional random sampling with a total of 84 people divided into 42 people in coastal areas and 42 people in mountain areas and data analysis techniques using the Chi Square test. The results showed that in the coastal areas 31% of respondents with good family support, 40% of respondents had adequate family support and 29% of respondents had less family support while 52% showed adherent diet adherence and 48% adherence to non-adherent diet. The results of the chi-square statistical test (Pearson chi-square) obtained a P-value of 0.008, meaning that the P-value <0.05. The results of the study in the mountain areas of 40% of respondents with good family support, 31% of respondents with adequate family support and 29% of respondents with less family support, 57% showed adherent diet adherence and 43% of adherent diet adherence. The results of the chi-square statistical test (Pearson chi-square) obtained a P-value of 0.021, meaning that the P-value <0.05. The conclusion of this study is that there is a relationship of family support with adherence to the diet of elderly patients with hypertension in both coastal and mountain areas.
Fiksasi Nesting untuk Menjaga Stabilitas Tanda Vital Bayi dengan Sepsis (Pendekatan Teori Keperawatan Kolcaba)
Dorce Sisfiani Sarimin;
Tati S Ponidjan;
Ivana Liunsanda;
Rolly HS Rondonuwu;
Yourisna Pasambo;
Robin Dompas
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/sf14nk115
Septicemia neonatorum is a condition in which there is a bacterial infection in the blood throughout the body. Based on data collected from the Manado District/City Health Office, it is known that throughout 2016 there were 250 cases of infant death. Causes of death in the perinatal group were Intra Uterine Fetal Death (IUFD) = 29.5% and Low Birth Weight (LBW) = 11.2%. This study aims to apply Nesting Fixation to maintain the stability of vital signs in infants with neonatal sepsis. This research was a qualitative study with a case study approach, which involved 4 infants with neonatal sepsis which were determined based on the researchers' criteria using a purposive sampling technique. The fixation nesting intervention performed on the four babies resulted in changes in respiratory frequency that decreased significantly, the oxygen saturation value increased significantly, and the babies' body temperature was maintained within normal limits. It was concluded that giving nesting fixation can reduce respiratory frequency, increase oxygen saturation and maintain normal body temperature in infants with neonatal sepsis who experience oxygenation problems and are at risk of hypothermia.Keywords: neonate; sepsis; nesting fixation; inhalation; oxygen saturation; body temperature ABSTRAK Septicemia neonatorum adalah suatu kondisi di mana terdapat infeksi bakteri dalam darah di seluruh tubuh. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Manado, diketahui bahwa sepanjang tahun 2016 terdapat 250 kasus kematian bayi. Penyebab kematian pada kelompok perinatal adalah Intra Uterine Fetal Death (IUFD) = 29,5% dan Low Birth Weight (BBLR) = 11,2%. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Nesting Fixation untuk menjaga stabilitas tanda vital bayi dengan sepsis neonatal. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan 4 bayi dengan sepsis neonatorum yang ditentukan berdasarkan kriteria peneliti dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi fiksasi nesting yang dilakukan pada keempat bayi menghasilkan perubahan frekuensi pernapasan yang menurun secara signifikan, nilai saturasi oksigen meningkat secara signifikan, dan suhu tubuh bayi terjaga dalam batas normal. Disimpulkan bahwa pemberian fiksasi nesting dapat menurunkan frekuensi pernafasan, meningkatkan saturasi oksigen serta menjaga kenormalan suhu tubuh bayi dengan sepsis neonatorum yang mengalami masalah oksigenasi dan risiko hipotermia.Kata kunci: neonatus; sepsis; fiksasi nesting; pernafasan; saturasi oksigen; suhu tubuh
Pelatihan Mekanisme Konseling Menyusui Ekslusif Pada Kader Kesehatan Dan Tokoh Agama
Imbar, Henry;
Montol, Ana;
N. Losu, Fredrika;
Pasambo, Yourisna;
R. Momongan, Nita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini, salah satunya adalah kekurangan zat gizi. Di seluruh dunia, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan, salah satunya pemberian ASI ekslusif. Pemberdayaan masyarakat melalui tokoh agama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta membantu keberhasilan ibu menyusui. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dan tokoh agama dalam memberikan konseling menyusui ekslusif. Metode pelaksanaan yaitu melalui pemberian pelatihan mekanisme konseling gizi pada kader kesehatan dan tokoh masyarakat desa mitra. Pelatihan dilakukan dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktik melakukan konseling dengan menggunakan modul pelatihan yang sudah disusun. Peserta pelatihan akan diberikan modul cetak dan e-modul tentang menyusui eksklusif. Sasaran kelompok pelatihan adalah kader berjumlah 20 orang, tokoh agama 15 orang dan tokoh masyarakat/ perangkat desa 10 orang sehingga jumlah seluruhya 45 orang. Hasil posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dan tokoh masyarakat setelah diberikan pelatihan, sehingga disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan kader dan tokoh masyarakat mengenai mekanisme konseling menyusui ASI ekslusif. Pemberdayaan kader dan tokoh masyarakat sebagai konselor sangat penting dalam menggerakkan ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.